Stasiun Tonjong Baru (TOJB) merupakan stasiun kereta api kelas III/kecil yang terletak di Tonjong, Kramatwatu, Serang, Banten, dan termasuk stasiun yang letaknya paling barat di Kabupaten Serang. Stasiun yang terletak pada ketinggian +4 meter ini termasuk dalam Daerah Operasi I Jakarta dengan jarak 127,8 km arah timur laut dari Kampung Bandan. Hanya ada satu kereta api yang melayani angkutan penumpang di stasiun ini, yaitu KA Commuter Line Merak.
Sejarah
Stasiun ini awalnya bernama Stopplaats Tandjong (TAJ), kemudian diubah menjadi StopplaatsTondjong (TOJ), dibuka bersama dengan pembukaan segmen Serang–Anyer Kidul pada 1 Desember 1900.[4] Jalur yang menuju ke Anyer Kidul pada awalnya berstatus sebagai jalur utama, sedangkan jalur yang menuju ke Merak berstatus sebagai jalur cabang. Di kemudian waktu, status kedua jalur ini ditukar.
Halte Tonjong pada awalnya adalah sebuah halte yang hanya memiliki 1 jalur saja, dan berstatus sebagai perhentian yang dilayani. Diperkirakan, Halte Tonjong lama dibongkar pada era 1990-an lalu digantikan dengan bangunan baru dengan emplasemen yang lebih besar dan statusnya yang berubah menjadi stasiun guna mendukung pembangunan terminal peti kemas serta kereta api angkutan peti kemas.
Pada tahun 2001, sempat dijalankan kereta api angkutan peti kemas dari Pelabuhan Bojonegara hingga ke Stasiun Kalimas. Untuk keperluan angkutan ini, dibuatlah sebuah percabangan jalur dari Stasiun Tonjong Baru yang mengarah ke Pelabuhan Bojonegara. Perjalanan kereta api ini memakan waktu tempuh 28 jam 43 menit, hampir menyamai KA Baja Satwa relasi Cilegon-Kalimas pada saat itu yang memakan waktu tempuh 29 jam. Kereta api peti kemas Bojonegara-Kalimas hanya bertahan selama 2-3 tahun saja, sampai akhirnya relasinya dipotong menjadi Kalimas-Sungai Lagoa. Bekas percabangan jalur dari Stasiun Tonjong Baru yang mengarah ke Pelabuhan Bojonegara pun tidak digunakan lagi, hingga kemudian dibongkar.
Bangunan dan tata letak
Gerbang tiket otomatis untuk mengakses Kereta Api Lokal Merak.
Stasiun Tonjong Baru hanya memiliki dua jalur kereta api dengan jalur 2 merupakan sepur lurus. Terdapat lahan bekas jalur 3 yang sebelumnya berfungsi sebagai sepur badug dan sepur simpan, serta jalur 3 ini terhubung ke jalur cabang yang mengarah ke Pelabuhan Bojonegara. Stasiun ini terletak di daerah yang cukup terpencil, yaitu di tengah hamparan ladang.
Stasiun ini dilengkapi dengan 2 peron penumpang yang berukuran tinggi dan rendah. Peron tinggi ini dibangun bersamaan dengan proyek revitalisasi rel KA lintasRangkasbitung-Merak pada tahun 2021.
Sepur belok untuk persilangan dan penyusulan kereta api
G
Bangunan utama stasiun
Insiden
Pada 22 November 2012, sekitar pukul 14.00 siang, KA batu bara rangkaian pendek relasi Cigading-Bekasi anjlok di sekitar Stasiun Tonjong Baru. Akibat kejadian ini, lalu lintas kereta api Merak-Rangkasbitung terganggu dan ratusan penumpang telantar.[5]
Layanan kereta api
Berikut ini adalah layanan kereta api yang berhenti di stasiun ini sesuai Gapeka 2025 per 1 Februari 2025.[6]