Dahulunya, kereta api ini beroperasi dengan relasi Cigading–Kampung Bandan–Bekasi, kemudian dari Stasiun Bekasi, peti kemas berisi batu bara diangkut menggunakan truk ke pabrik Indocement. Berbeda dengan ketika masih bertujuan akhir Bekasi yang jalurnya mengikuti alur jalur KA lingkar Jakarta walaupun berubah arah.
Pemindahan tujuan akhir KA Babarandek ke Stasiun Nambo yang dekat dengan pabrik Indocement ini membuat pengangkutan batu bara dari Cigading menjadi lebih cepat dan efisien dibandingkan sebelumnya. Kereta api Babarandek beroperasi dengan jadwal 2 kali perjalanan pulang-pergi (PP) dalam sehari semalam.
Jalur kereta api (KA) lintas Citayam–Nambo awalnya ditujukan sebagai jalur kereta api barang, salah satunya angkutan batubara.