Artikel ini tidak memiliki isi yang cukup untuk menjelaskan subjek yang sedang dibahas.Suntinglah artikel ini dan menyertakan kalimat pembuka yang sesuai.
Kereta api Semen Padang (Karangputiah)
Lokomotif CC201 83 50 melangsir rangkaian gerbong ketel dari Silo Teluk Bayur menuju Stasiun Bukit Putus. Penggunaan lokomotif ini tidak lazim untuk kegiatan langsiran karena biasanya lokomotif BB303 digunakan untuk kegiatan langsiran seperti ini.
Sebelum Semen Padang menggunakan transportasi kereta api sebagai sarana angkutan semen, pengangkutan bahan semen antara pabrik di Indarung dengan Teluk Bayur menggunakan lori gantung sejak pabrik Semen Padang dibangun tahun 1910 oleh Hindia Belanda.
Kerjasama Semen Padang dengan PJKA ESB dilatarbelakangi oleh menurunnya produksi tambang batu bara Ombilin pada sekitar 1970-an, untuk mendukung angkutan semen ini dibangunlah jalur kereta api Bukitputus-Indarung sekitar pertengahan dan akhir 1970-an lalu selesai dan dioperasikan pada 16 November1979.
Hingga tahun 2017, PT KAI hanya menjalankan kereta api angkutan semen curah namun sejak GAPEKA 2017 PT KAI resmi menjalankan kereta api angkutan klinker untuk mendukung produksi PT. Semen Padang yang semakin meningkat.
Staformasi dan perjalanan KA
Berdasarkan GAPEKA 2019, frekuensi rata-rata kereta api Semen Padang adalah 12 kali untuk angkutan semen curah serta 9 kali untuk angkutan klinker sehingga totalnya 42 perjalanan KA dengan relasi Indarung-Bukitputus pergi-pulang (pp) per hari. Untuk jadwal perjalanan KA, setiap nomor perjalanan ganjil merupakan rangkaian kosong relasi Bukitputus-Indarung sedangkan perjalanan genap merupakan rangakaian berisi relasi Indarung-Bukitputus. Berikut adalah detail penomoran perjalanan kereta api Semen Padang:
2901-2924 mengangkut semen
2925-2942 mengangkut klinker
Setiap satu rangkaian KA Semen Padang ini biasanya memerlukan dua lokomotif untuk menggerakan rangkaian sebab selain rangkaiannya berat dan panjang, medan di jalur yang dilalui oleh kereta ini cukup ekstrem dan tak jarang lokomotif mogok karena rodanya slip.
Artikel ini tidak memiliki konten kategori. Bantulah dengan menambah kategori yang sesuai sehingga artikel ini terkategori dengan artikel lain yang sejenis.