Pelabuhan Ciwandan adalah sebuah pelabuhan yang terletak dalam wilayah administrasi Provinsi Banten, Indonesia.[1][2] Penggunaan Pelabuhann Ciwandan sebagai pelabuhan perdagangan telah dimulai sejak abad ke-17 Masehi dalam masa Kesultanan Banten.[1] Pada masa Pemerintah Indonesia, Pelabuhan Ciwandan menjadi pelabuhan bongkar-muat barang yang menjadi sumber pendapatan bagi Pemerintah Provinsi Banten.[3][2][4] Fasilitas di Pelabuhan Ciwandan berupa peralatan permanen untuk kegiatan bongkar-muat barang.[4]
Lokasi
Pelabuhan Ciwandan merupakan salah satu pelabuhan yang terletak di bagian ujung barat pulau Jawa dalam wilayah administrasi Provinsi Banten.[1] Sebelum masuk dalam wilayah admnistrasi Provinsi Banten, Pelabuhan Ciwandan termasuk dalam wilayah administrasi Provinsi Jawa Barat. Namun setelah Provinsi Banten dibentuk sebagai hasil pemekaran wilayah Provinsi Jawa Barat, Pelabuhan Cindawan menjadi bagian dari wilayah administrasi Provinsi Banten.[2]
Kegunaan
Pelabuhan Ciwandan telah digunakan sebagai pelabuhan perdagangan sejak abad ke-17 Masehi dalam masa Kesultanan Banten.[1] Pada masa Pemerintah Indonesia, Pelabuhan Cindawan awalnya menjadi sumber pendapatan bagi Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan kemudian menjadi sumber pendapatan bagi Pemerintah Provinsi Banten yang dibentuk setelah Banten menjadi provinsi baru dari hasil pemekaran wilayah Provinsi Jawa Barat.[2]
Pelabuhan Ciwandan adalah salah satu pelabuhan di Provinsi Banten yang digunakan untuk kegiatan komersial utamanya bongkar muat barang dari kapal barang.[3] Barang utama yang diangkut ke Pelabuhan Ciwandan adalah bahan baku pembuatan semen yang dikenal sebagai semen curah. Kapal yang mengangkut semen curah ke Pelabuhan Ciwandan berasal dari industri semen di Kabupaten Tuban yang kemudian mengirim semen curah ke berbagai pabrik-pabrik penghasil produk semen di luar pulau Jawa melalui Pelabuhan Ciwandan. Pengangkutan bahan baku semen di Pelabuhan Ciwandan merupakan jalur transportasi laut yang lebih bernilai ekonomi dibandingkan dengan pengangkutan melalui transportasi darat.[5]
Pelabuhan Ciwandan merupakan salah satu pelabuhan tujuan impor di Indonesia.[6] Jenis barang impor yang diangkut ke Pelabuhan Ciwandan adalah garam. Asal dari garam impor yang diangkut ke Pelabuhan Ciwandan adalah dari India. Jenis garam yang diangkut adalah garam curah. Berat garam yang diangkut dari India menggunakan kapal dapat mencapai satuan ribu hingga puluhan ribu ton untuk kemudian diangkut dan diperjualbelikan di daerah-daerah di Indonesia.[7]
Fasilitas
Pelabuhan Ciwandan memiliki fasilitas untuk fungsi sebagai pelabuhan peti kemas. Di Pelabuhan Ciwandan terdapat peralatan bongkar muat barang yang terpasang secara permanen.[4]
Referensi
1234Ali, M., dkk. (2024). Legasi Maulana Hasanuddin. Jakarta: Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama. hlm.29. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)