Stasiun ini merupakan stasiun akhir dari perjalanan kereta api yang mengangkut kelapa sawit dan lateks yang dibawa dari sejumlah daerah seperti Rantau Prapat, Asahan, Lubuk Pakam, dan sekitarnya. Setelah berhenti di Belawan, rangkaian kemudian dilangsir menuju kompleks Pelabuhan Belawan di daerah yang bernama Ujung Baru.[3]
Pada masa jayanya, stasiun Belawan merupakan salah satu stasiun tersibuk pada masanya karena langsung terhubung dengan pelabuhan belawan, dan juga melayani penumpang yang baru turun dari kapal menuju Medan maupun sebaliknya. Namun karena transportasi semakin maju, DSM memindahkan emplasemen stasiun Belawan yang awalnya berada di barat, dipindah ketimur sepenuhnya, dan bekas emplasemen barat kini dibangun Jalan raya belawan.[4]
Kini, Stasiun Belawan sudah tidak difungsikan lagi sebagai tempat untuk menaikturunkan penumpang, karena semakin banyaknya angkutan yang melayani trayek Medan–Belawan.[5]
Untuk melihat daftar stasiun secara lengkap, dapat mengklik "(Kategori/Daftar)" pada masing-masing daerah atau pranala artikel. Templat ini meringkas daftar stasiun yang dioperasikan oleh KAI (hanya stasiun utama yang diswakelola oleh perusahaan induk) dan operator KA lainnya (hanya pranala).