Uji coba dimulai pada pada koridor J. City—Plaza Medan Fair sejak 4 Januari 2024.[3] Pemerintah Kota Medan kemudian mengambil alih semua koridor Teman Bus, Trans Metro Deli pada 20 Agustus 2024.[4] Semua armada Trans Metro Deli digantikan oleh bus listrik sejak November 2024.[5] Koridor 1 dan 2 Trans Metro Deli digabung menjadi Amplas - Pinang Baris. Koridor 2 kini melayani rute J. City—Plaza Medan Fair. Selain itu, koridor 5 diperpanjang trayeknya dan kini terintegrasi dengan Stasiun Bandar Khalipah.
Jalur khusus BRT akan dibangun di Koridor 1 Amplas—Pinang Baris dengan 31 halte BRT. Pemko Medan menyebutkan bahwa pada tahun 2027 akan tersedia 273 armada bus dan total 12 Koridor BRT Mebidang.[6]
Bus listrik di Medan, yang dioperasikan oleh Dinas Perhubungan Kota Medan, memiliki spesifikasi sebagai berikut: Bus lantai rendah (low entry) merek Higer, berukuran 10,5 meter, dengan kapasitas baterai 303 kWh. Bus ini mampu menampung hingga 52 penumpang dan memiliki jarak tempuh sekitar 265 km dengan sekali pengisian daya cepat (1,5 jam). Selain itu, bus ini dilengkapi berbagai fitur keselamatan dan fasilitas penumpang, seperti ADAS, sistem pemantauan pengemudi, sensor pintu darurat, APAR, palu pemecah kaca, CCTV, sabuk pengaman, kamera 360 derajat, onboard unit (OBU), pegangan tangan, rampa untuk kursi roda, kursi prioritas, dan porta pengisian USB.
Halte
Tak lama berselang dari uji coba bus listrik yang pertama, mulai dibangun pula Halte Lapangan Merdeka sejak 25 Agustus 2024, halte BRT Bus Listrik Medan pertama yang dibangun di median Jalan Balai Kota, Medan Barat, tepatnya di depan Kantor Pos Kota Medan. Halte dengan kode BS-13 mulai dioperasikan sejak 28 Februari 2025. Halte memiliki peron rendah mengikuti tinggi bus listrik. Halte ini dibangun untuk menjadi percontohan halte BRT untuk operasional Bus Listrik Medan.[8][9]
Tarif dan Metode Pembayaran
Metode Pembayaran
Sejak 1 Januari 2025, semua koridor membayar langsung dari bus. Pengguna wajib menggunakan kartu uang elektronik (Mandiri e-money, Flazz BCA, TapCash BNI, Brizzi BRI, dll.) atau dengan QRIS (ShopeePay, DANA, dan aplikasi perbankan lainnya).[10]
Tarif
Reguler: Rp5.000,00
Khusus (Pelajar [SD, SMP, SMA], Mahasiswa, Lansia, & Disabilitas): Rp3.000,00[11]
Tarif Khusus
Registrasi
Tarif khusus dapat didaftarkan pada lokasi berikut:
Situs yang dapat dituju melalui website https://buslistrikmedan.com/. Bisa dibuka melalui Internet & Google Chrome
Google Maps
Dilakukan untuk mencari informasi kedatangan bus dengan cara mencari & mengklik halte yang dituju
Rencana Koridor
Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Utara menyebutkan bahwa pada tahun 2027 akan tersedia 273 armada bus listrik, 21 km jalur khusus BRT, 31 stasiun BRT, Layanan sejauh 553 km, 681 Stop Bus, dan total 12 koridor BRT Mebidang.
Proyek ini memakan biaya sekitar Rp. 1.140.000.000.000 atau 1,14 triliun rupiah yang berasal atau bersumber dari APBD Kota Medan, Kota Binjai, dan Kabupaten Deli Serdang.Proyek ini juga mendapat bantuan dana dari World Bank dan AFD
Kontraktor Proyek
Daftar Kontraktor Proyek BRT Mebidang beserta dengan Rinciannya