Koridor L-1 Trans Jogja, atau Koridor EV Trans Jogja menurut peta resmi karya komunitas Transport for Yogyakarta, adalah koridor Trans Jogja yang beroperasi sebagai angkutan berbasis bus listrik dengan jurusan Terminal Jombor sampai Malioboro. Pada peta perjalanan versi peta resmi karya komunitas, trayek jalur ini diberi warna ungu tua.
Koridor ini menjadi satu-satunya koridor yang berbasis bus listrik di Yogyakarta karena program menuju Kawasan Rendah Emisi baru dilaksanakan pada akhir 2024, dan diuji coba melayani umum pada Januari 2025. Uji coba berakhir pada 1 Januari 2026. Sejak uji coba dimulai, jumlah penumpang terus meningkat, mencapai sekitar 3.182 orang hingga 23 Februari, dengan rata-rata penumpang harian sebanyak 100 orang.[1]
Sejarah
Latar belakang
Dinas Perhubungan DIY mengoperasikan bus listrik sebagai bagian dari upaya untuk memperkenalkan transportasi ramah lingkungan kepada masyarakat, sekaligus mendukung pengembangan Trans Jogja agar lebih nyaman dan berkelanjutan.[2]
Pengoperasian bus listrik Trans Jogja juga merupakan salah satu upaya meningkatkan kualitas udara di Kota Yogyakarta, khususnya kawasan Sumbu Filosofi yang merupakan salah satu situs warisan budaya duniaUNESCO. Selain itu, diharapkan dengan adanya bus listrik ini, dapat mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan berbahan bakar fosil. Keberlanjutan program ini akan terus dipantau dan dievaluasi untuk memastikan efektivitasnya dalam mendukung transportasi hijau di Yogyakarta.[2]
Uji coba
Koridor EV saat masih awal tahap uji coba, melayani Bandara Adisutjipto sampai Malioboro di bawah nama "EV-1"
Proses pengadaan dua unit bus listrik untuk operasional Koridor EV-1 Trans Jogja diselesaikan pada 19 November 2024. Pengadaan tersebut dilakukan melalui e-Katalog. Pendanaan untuk pengadaan dan operasional uji coba bus listrik tersebut bersumber dari Dana Keistimewaan, sebuah dana transfer ke daerah (TKD) yang dialokasikan khusus bagi Daerah Istimewa Yogyakarta oleh Pemerintah Pusat Republik Indonesia.
PT Mobil Anak Bangsa terpilih sebagai penyedia armada bus. Sedangkan PT Quinad Bahana Indonesia terpilih sebagai kontraktor pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik (SPKL). SPKL yang dibangun di kawasan parkir dan angkutanBandar Udara Adisutjipto, tersebut selesai dibangun pada 20 November 2024. Sebagai persiapan uji coba operasional, bimbingan teknis bagi kru bus dan pihak terkait dilaksanakan pada 18–19 November 2024. Kegiatan tersebut diikuti oleh berbagai pihak, diantaranya kru dan teknisi Trans Jogja, DAMRI, serta Anindya Mitra Internasional.[2]
Uji coba pertama bus listrik dilakukan di kawasan parkir dan angkutanBandara Adisutjipto pada 20 November 2024. Kemudian, bus mulai diuji coba di jalan raya selama satu bulan untuk menguji kesiapan dan mengukur kapasitas operasionalnya. Setelah itu, rute dan waktu operasional bus listrik akan ditentukan berdasarkan hasil uji terhadap kapasitas dan daya tahan baterai tersebut.[2]
Tahap uji coba kedua, yakni "EV-2", yang melayani Stadion Kridosono sampai Malioboro
Pada 1 Mei 2025, jalur EV-1 diubah menjadi jalur EV-2 karena mengalami perubahan rute. Titik keberangkatan yang semula berada di Bandara Adisutjipto kini dialihkan ke Stadion Kridosono. Pengisian daya baterai masih berada di SPKLU Bandara Adisutjipto, saat baterai mulai rendah, armada bus akan kembali ke SPKLU Bandara Adisutjipto untuk mengisi daya. Perubahan ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi layanan dan menghindari tumpang tindih dengan jalur 1A.[4]Jarak tempuh bus dipotong setengah setelah perubahan rute, karena hanya melayani Kota Yogyakarta, khususnya kawasan Sumbu Filosofi.[5] Perubahan ini dilakukan oleh Pemerintah Provinsi DIY karena mereka ingin fokus melayani wisatawan yang ingin mencoba menaik bus listrik, bukan masyarakat lokal. Maka dari itu, perubahan rute yang awalnya melayani Bandara Adisutjipto – Malioboro, berubah menjadi Stadion Kridosono – Malioboro.[6]Jangkauan rute baru ini mencakup Stadion Kridosono, Malioboro, Ngabean, Stasiun Yogyakarta, Tugu Yogyakarta, dan Mangkubumi. Jadwal operasional juga mengalami perubahan, dari semula pukul 08.00–14.30 menjadi 12.30–20.30, dengan penambahan durasi selama 1 jam 30 menit.[7] Opsi pembayaran juga diperluas. Jika sebelumnya hanya menerima pembayaran melalui uang elektronik (e-money), kini pengguna dapat membayar menggunakan Kartu Langganan Trans Jogja, yang mencakup Kartu Trans Jogja, Kartu Pelajar, Kartu Lansia, dan Kartu Penyandang Disabilitas, serta Kartu Multi Trip (KMT).[7]
Pada 7 Juni sampai 9 Juni 2025, jalur EV-2 kembali menjadi EV-1 mengikuti libur panjang Idul Adha. Jalur ini melayani dari Bandara Adisutjipto sampai Malioboro, cukup identik dengan rute EV-1 yang lama, tetapi bedanya tidak melewati Jalan Mangkubumi tetapi dialihkan untuk melewati Jalan Suroto menuju Stadion Kridosono. Jam operasional juga berubah menjadi pukul 05.30–11.30.[8] Keesokan harinya, jalur EV-2 kembali menjadi EV-1. Jam operasional berubah semula. Lalu terjadi perubahan rute yang semula dari Halte KHA Dahlan menuju Halte Ngabean, diubah menjadi lurus ke Halte Pasar Serangan.[9]
EV3
Pada 1 September, jalur EV-2 berganti menjadi EV-3 dengan perubahan jam operasional. Rute yang semula dari Stadion Kridosono ke selatan melalui Ngabean kini dialihkan, dimulai dari Terminal Jombor ke selatan hingga Malioboro. Waktu operasional juga berubah menjadi pukul 08.00 - 16.00 WIB.[10] Mulai 1 November hingga akhir masa uji coba, waktu operasional dibagi menjadi dua sesi, yakni operasi pagi dari pukul 05.30 sampai 13.00 dan operasi malam dari pukul 15.35 sampai 20.30.[11]
Peresmian dan intergrasi ke Trans Jogja
Tepat dengan 1 Januari 2026, koridor EV resmi terintergrasi ke layanann Trans Jogja dan nama koridor diubah menjadi L-1.
Armada yang digunakan pada koridor L-1 adalah dua buah bus bertipe MD8-E LE City Bus yang diproduksi oleh karoseri New Armada. Bus tersebut memiliki ciri khas corak berwarna ungu, dengan gambar Tugu Yogyakarta yang melambangkan Sumbu Filosofi, serta daun dan petir yang melambangkan energi terbarukan. Depo armada L-1 berada di Park and Ride Adisutjipto dan dioperatori oleh PT Anindya Mitra Internasional.
Daftar pemberhentian
Koridor L-1 Trans Jogja beroperasi operasi dari jam 05.30 hingga 20.30.
Halte yang disinggahi
Jalur L-1 melewati 31 pemberhentian bus, dengan 8 di antaranya merupakan pemberhentian transit, tempat pengguna dapat berpindah dari jalur L-1 ke jalur lainnya.[10]
Transaksi dapat dilakukan menggunakan kartu langganan Trans Jogja (Trans Jogja Regular Card, Trans Jogja Student Card, Trans Jogja Disabled Card, dan Trans Jogja Senior Card), Kartu Multi Trip (KMT), serta Kartu Uang Elektronik (KUE) seperti Mandiri e-money, BNI TapCash, BRIZZI, dan BCA Flazz. Saat ini, bus listrik Trans Jogja belum mendukung metode pembayaran tunai maupun dompet elektronik seperti GoPay, Astrapay, LinkAja, dan QRIS.[4]