Pada awal peluncuran layanan ini pada 1 Oktober 2024, Trans Palu melayani 4 koridor utama serta 2 cabang rute (pada Koridor 3). Trans Palu terintegrasi dengan simpul transportasi antar kota di Palu, yaitu Pelabuhan Pantoloan, Terminal Tipo dan Bandara MSA.[2]
Sejak 13 Januari 2026 setelah berhenti koridor 2 dan 4 mengalami pemecahan menjadi beberapa cabang rute, sehingga rute yang beroperasi adalah sebagai berikut:
Rp 5.000 Seharian,Dapat Karcis Yang ditunjukan Ke Sopir Saat Ganti Bus Agar tidak Bayar lagi.
Pelajar & Mahasiswa
Gratis
Pada awal operasinya, terdapat 26 armada bus sedang yang dirakit oleh Karoseri Tentrem. 24 armada dijalankan setiap hari dengan 2 armada sebagai cadangan.[3] Bus direncanakan beroperasi pada pukul 05.30-Beberapa 18.00 WITA,20:30,21:00,22:00[2]
Pemberhentian Layanan
Trans Palu mengalami pemberhentian layanan operasi mulai 19 Oktober 2025. Pemberhentian layanan Trans Palu disebabkan rendahnya okupansi penumpang sehingga Komisi C DPRD Kota Palu menilai Trans Palu tidak efektif, tidak berkontribusi terhadap pemasukan Pendapatan Asli Daerah (PAD), dan membebani anggaran daerah Kota Palu.[4]
Pada sisi lain, Kepala Dinas Perhubungan Kota Palu menjelaskan penghentian operasional Trans Palu bertujuan untuk pembangunan titik halte dan bus stop. Direncanakan terdapat 32 titik halte dan bus stop yang dibangun. Selanjutnya Trans Palu direncanakan beroperasi kembali pada 1 Januari 2026.[5]
Pengoperasian Kembali
Pada tanggal 13 Januari 2026, Bus Trans Palu kembali hadir melayani penumpang. Rute dan jumlah armada telah disesuaikan sesuai kebutuhan.[6]