Saat pertama kali beroperasi, halte ini dibangun dan diberi nama Halte Senen Central (Central Senen), nama sentral ini diberikan sebagai pembeda dengan Halte Senen Toyota Rangga sebelum penyesuaian yang lebih dahulu didirikan. Pada saat dioperasikan, halte memiliki ukuran yang sedang dengan jumlah dermaga sebanyak 3 buah sisi di tiap sisi peronnya. Tiap-tiap dermaga halte diberikan perpanjangan bangunan untuk mengakomodasi jalan dan flyover yang lebar. Kemudian dibangunkan bangunan ekstensi ke arah utara halte dengan fasad yang serupa dengan ekstensi halte-halte di Koridor 5 dan Koridor 2. Akses menuju ekstensi ini ditempuh melalui pintu di depan loket. Ekstensi ini menambah jumlah dermaga sebanyak 2 buah sisi di tiap sisi peronnya. Ekstensi ini beroperasi selama beberapa waktu hingga kemudian dinonaktifkan dan menjadi ruang kosong karena berbagai faktor seperti ruang akses yang terlalu sempit.
Delapan bulan berselang, Halte Senen Sentral kembali melayani pelanggan pasca selesainya proses revitalisasi per 31 Mei2023. Dengan beroperasinya halte ini, praktis shuttle bus rute 3ST Senen Raya—Budi Utomo mengakhiri pelayanannya.[1][2]
Usai direvitalisasi kembali karena rusak akibat kerusuhan demonstrasi pada 30 Agustus 2025, halte ini sempat direnovasi sekitar 1 minggu dan dioperasikan kembali dengan nama Halte Jaga Jakarta, walaupun demikian, renovasi halte tidak sesempurna seperti sebelum terjadinya insiden, seperti langit-langit halte yang tidak dikembalikan ke bentuk semula, dan ACP berbentuk persegi bulat yang hanya tersisa setengahnya saja.[3]
Bangunan dan tata letak
Halte Jaga Jakarta yang baru memiliki keunikan dimana tiap-tiap sisi peronnya memiliki jumlah pintu dermaga yang berbeda. Sisi barat halte terdapat 5 pintu, 2 di selatan khusus untuk penurunan, sedangkan pada sisi timur halte hanya terdapat 3 pintu, 1 di sisi paling selatan tidak digunakan. Perbedaan ini dikarenakan sisi timur memerlukan ruang khusus untuk mengakomodasi gerbang masuk halte dan tangga transit menuju Halte Senen Toyota Rangga.
Seperti Halte Kampung Melayu, fasad dermaga Halte Jaga Jakarta dihiasi dengan panel komposit (ACP) berbentuk persegi bulat pada tiap peronnya, sehingga memberikan kesan modern dan futuristik. Desain halte yang baru kini lebih luas karena kembali memanfaatkan dermaga sisi utara halte yang dulunya terbengkalai. Selain itu, tersedia pula fasilitas lift untuk memudahkan kaum disabilitas dalam mengakses 'JPO Piano', baik untuk menuju Pasar Senen Jaya maupun transit menuju Halte Senen Toyota Rangga.
Shuttle Senen (mengakomodasi perbaikan Halte Senen Toyota Rangga) (Reguler)
Mikrotrans Transjakarta
JAK 10B
Gondangdia—Cikini via Kramat Raya
Di luar halte
JAK 17
Terminal Senen–Terminal Pulogadung
Catatan:
Rute PRJ1 beroperasi selama Pekan Raya Jakarta (Jakarta Fair) berlangsung atau kegiatan lain di Jakarta International Expo yang didukung oleh Transjakarta.[4]
Rute 1P terkadang sebagian/seluruhnya menggunakan armada MetroTrans EV.
Halte Senen Sentral saat Insiden Kerusuhan Agustus-September 2025 berlangsung.
Pada 29 Agustus 2025, terjadi kerusuhan demonstrasi di depan Markas Komando Brigade Mobil (Mako Brimob) Polda Metro Jaya di Kwitang, sekitar 350 meter dari halte. Oknum-oknum massa (diduga provokator) menebar kerusuhan hingga Simpang Lima Senen kemudian merusak fasilitas Halte Senen Sentral, memecahkan kaca-kaca halte, serta menyebabkan hampir seluruh bagian halte yang baru direvitalisasi ini, berikut JPO Piano, ludes terbakar. Perusakan pun menyisakan kerangka bangunan dan JPO halte dan membuat halte tidak dapat digunakan hingga prasarana selesai diperbaiki. Walau demikian, halte ini tidak terbakar habis seperti Halte Senen Toyota Rangga, yang tersambung dengan halte ini. Semua barang-barang yang ada di halte dibakar dan dijarah oleh para oknum tersebut, termasuk papan petunjuk arah, fasilitas prasarana, hingga barang dagangan peralatan usaha dari tenant Halte. Bersamaan pula dengan insiden ini, seluruh layanan Transjakarta juga sempat tidak beroperasi hingga situasi kembali kondusif. Usai kondusif, pembersihan puing-puing halte dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak mulai dari aparat pemerintah hingga masyarakat setempat.[5][6][7]
Monumen Jaga Jakarta.
Renovasi Halte Senen Sentral dilaksanakan secara intensif. Halte ini pun dioperasikan kembali melalui uji coba berpelanggan pada 8 September 2025. Saat uji coba dilaksanakan, fasilitas seperti JPO, lift, musala, dan toilet tidak tersedia untuk sementara waktu. Pintu peron otomatis (PSD) dan dinding kaca halte yang pecah digantikan dengan terali berwarna hitam untuk sementara waktu. Meskipun demikian, sudah terdapat beberapa tenant yang membuka gerai di dalam halte ini. Kemudian untuk mengakomodasi ketiadaan JPO, dioperasikan layanan ulang-alik (shuttle bus) bernomor rute 21ST khusus untuk menghubungkan halte ini, dua bus stop di dekat Monumen Perjuangan dan di seberang monumen tersebut, dan Halte Senen Toyota Rangga. Meskipun minim fasilitas, pengoperasian ini dilakukan untuk memenuhi target dari Gubernur DKI Jakarta untuk pemulihan layanan transportasi umum, yang dapat dijalankan berkat kolaborasi dengan banyak pihak yang mendukung pemulihan layanan Transjakarta mulai dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dari berbagai dinas, komunitas, hingga relawan dan masyarakat umum di sekitar halte.[8]
Pengoperasian kembali halte ini dilaksanakan melalui peresmian oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, melalui sebuah acara untuk menetapkan pulihnya kembali layanan Transjakarta pascainsiden kerusuhan demonstrasi. Bersama dengan peresmian ini, diubahlah nama halte ini menjadi Halte Jaga Jakarta serta ditetapkan pula Monumen Jaga Jakarta di tengah-tengah halte ini, instalasi memorial berisi beberapa puing dan sisa pembakaran halte sebagai pengingat untuk mengenang insiden kerusuhan tersebut sekaligus kolaborasi seluruh pihak yang turut serta memulihkan layanan transportasi yang berarti bagi masyarakat Jakarta ini dan harapannya untuk tetap terjaga di masa depan.[3][9]
Galeri
Bangunan lama
Halte Senen Sentral sebelum revitalisasi pertama, 2022.
Rampa akses masuk halte sebelum direvitalisasi, 2022.
Mesin tiket otomatis (Ticket Vending Machine) di depan eks loket kasir Halte Senen Sentral, 2022.
Suasana di dalam Halte Senen Sentral renovasi pertama, 2022.
Halte Senen Sentral lama, di malam hari, 2022.
Perpanjangan dermaga Halte Senen Sentral lama yang tidak dioperasikan, 2022.
Tangga untuk transfer dari dan ke Halte Pasar Senen, berikut dengan spanduk pengumuman revitalisasi, 2022.
Halte Senen Sentral saat menjalani tahap revitalisasi, 2022.
Bangunan revitalisasi
Akses masuk halte Senen Sentral melalui rampa dari sisi barat pascarevitalisasi, 2023.
Suasana di bagian dalam Halte Jaga Jakarta, 2023.
Fasilitas toilet dan Musala yang tersedia di tengah halte, 2023.
Papan Pusat Informasi yang tersedia di dalam halte, 2024.
Halte Jaga Jakarta (saat masih bernama Senen Sentral) pada Juli 2024
Kondisi pascakerusuhan
Penutupan Halte Senen Sentral dalam rangka perbaikan darurat akibat kerusuhan.
JPO penghubung ke Halte Senen Toyota Rangga yang tidak dapat diakses, dengan akses sementara melalui sisi bawah bangunan lift
Tangkapan dekat Halte Jaga Jakarta arah Ancol pada September 2025
Halte Jaga Jakarta arah Ancol pada September 2025
Tampak luas Halte Jaga Jakarta arah Ancol pada September 2025
Halte Jaga Jakarta dari balik taman di depan Pasar Senen Jaya
Halte Jaga Jakarta arah Kampung Melayu pada September 2025
Bagian dalam peron Halte Jaga Jakarta di sisi timur pascakerusuhan