Halte Damai mulai beroperasi pada 15 Januari 2006 bersamaan dengan mulai beroperasinya Koridor 2 dan Koridor 3 Transjakarta. Pada awal pengoperasiannya, Halte Damai memiliki 1 dermaga tiap sisinya, sama seperti halte Koridor 3 Transjakarta lainnya saat itu.
Revitalisasi Generasi Pertama
Pada 2015, Transjakarta melakukan penambahan dermaga Halte Damai imbas peninggian Jalan Daan Mogot yang membuat Halte dengan 1 dermaga itu tidak sampai ke Bus BRT tinggi yang sehingga ditutup. Halte Damai diperluas yang awalnya 1 dermaga menjadi 5 dermaga, yang dapat menampung pelanggan dari Koridor 3 dan Koridor 8.
Revitalisasi Generasi Kedua
Transjakarta sempat mengumumkan pada tanggal 18 Oktober2023, Halte yang saat itu bernama Indosiar, mengikuti nama studio stasiun televisi nasional yang ada di sekitar halte, ditutup untuk dilakukan revitalisasi bersama dengan Halte Halimun. Namun revitalisasi Halte Indosiar sempat tertunda dan baru dilaksanakan pada tanggal 6 November 2023 dini hari.[1][2] Alternatif pada halte ini adalah mengakses halte-halte terdekat seperti Halte Jelambar atau bisa memanfaatkan layanan Non-BRT yang tersedia pada bus stop Indosiar 3 dan Indosiar 4.[3]
Pada 15 Juni2024, enam bulan berselang sejak revitalisasi dimulai, Halte Indosiar kembali dibuka dengan nama Halte Damai, mengikuti kebijakan netralisasi nama halte Transjakarta.[4]
Bangunan dan tata letak
Saat pertama kali beroperasi sebagai Halte Indosiar, Halte dibangun dengan satu pasang pintu dengan jembatan penyeberangan orang sebagai akses halte. Dengan adanya peninggian Jalan Daan Mogot, pintu halte tak lagi mencapai bus yang tinggi, sehingga dibangunlah ekstensi halte dengan lima pasang peron ke arah barat menggantikan fungsi peron asli halte.
Usai direvitalisasi dan menjadi Halte Damai, halte memiliki fasad serupa dengan Halte Grogol. Halte Damai memiliki enam pasang peron tiap sisinya yang terpisah menjadi bagian depan dan belakang. Ditambahkan pula toilet ramah disabilitas dan musala serta akses halaman belakang halte khusus petugas.