Artikel ini berisi tentang bahasa Melayu pasar yang digunakan di sebagian besar wilayah Maluku Utara, khususnya di Ternate. Untuk bahasa daerah asli yang dituturkan di Pulau Ternate, lihat Bahasa Ternate.
Bahasa Melayu Maluku Utara
BPS: 0755 1
[Bahasa Pasar] Galat: {{Lang}}: text has italic markup (bantuan)
Beberapa pesan mungkin terpotong pada perangkat mobile, apabila hal tersebut terjadi, silakan kunjungi halaman iniKlasifikasi bahasa ini dimunculkan secara otomatis dalam rangka penyeragaman padanan, beberapa parameter telah ditanggalkan dan digantikam oleh templat.
Beberapa rumpun bahasa dimasukkan sebagai cabang dari dua rumpun bahasa yang berbeda. Untuk lebih lanjutnya, silakan lihat pembagian dari sub-rumpun Melayu-Sumbawa dan Kalimantan Utara Raya
Bahasa Melayu Maluku Utara dikategorikan sebagai C3 Wider Communication menurut SIL Ethnologue, artinya bahasa ini digunakan di wilayah yang cukup luas maupun dipertuturkan cukup luas, misalnya beberapa kota
Perhatian: untuk penilai, halaman pembicaraan artikel ini telah diisi sehingga penilaian akan berkonflik dengan isi sebelumnya. Harap salin kode dibawah ini sebelum menilai.
Cari artikel bahasaCari berdasarkan kode ISO 639 (Uji coba)Kolom pencarian ini hanya didukung oleh beberapa antarmuka
Halaman bahasa acak
Bahasa Melayu Maluku Utara, dikenal juga sebagai bahasa Melayu Ternate, adalah bahasa kreol berbasis Melayu yang dituturkan sebagai basantara di Maluku Utara. Bahasa ini sering disebut sebagai bahasa Pasarcode: max is deprecated oleh penuturnya.[4]
Bahasa Melayu Maluku Utara punya banyak kata yang berasal dari bahasa Ternate, misalnya, nganacode: max is deprecated 'kamu', ngonicode: max is deprecated 'kalian', bificode: max is deprecated 'semut', dan fumacode: max is deprecated 'bodoh', dengan beberapa fitur tata bahasanya yang dipengaruhi oleh bahasa-bahasa yang ada di Maluku Utara dan sekitarannya.[5]
Fonologi
Vokal
Terdapat lima vokal dasar dalam inventaris vokal bahasa Melayu Maluku Utara.[6]:15
Vokal /e/ dan /o/ sering diucapkan agak lebar sebagai [ɛ] dan [ɔ].
Vokal pepet/ə/ (dinotasikan sebagai ⟨ê⟩ dalam KBBI) aslinya tak ada dalam inventaris vokal bahasa Melayu Maluku Utara. Biasanya kata turunan Melayu yang mempunyai vokal /ə/ diubah pengucapannya menjadi vokal lain atau dihilangkan, misalnya, ampacode: max is deprecated 'empat', purucode: max is deprecated 'perut', dengarcode: max is deprecated /ˈde.ŋar/ 'dengar', dan skarangcode: max is deprecated 'sekarang'.
Konsonan
Dalam inventaris konsonannya, bahasa Melayu Maluku Utara mempunyai 19 konsonan dasar, termasuk 2 konsonan semivokal.
Biasanya, penekanan atau stres dalam bahasa Melayu Maluku Utara terletak di suku kata pra-akhir.
Contoh
Transkripsi
satucode: max is deprecated 'satu'
/ˈsa.tu/
bangkacode: max is deprecated 'bengkak'
/ˈbaŋ.ka/
bagitucode: max is deprecated 'begitu'
/baˈɡi.tu/
tatidorcode: tft is deprecated 'tertidur'
/taˈti.dɔr/
bacaritacode: tft is deprecated 'bercerita'
/ba.t͡ʃaˈri.ta/
pambaisapcode: tft is deprecated 'suka merokok'
/pam.baˈ(ʔ)i.sap/
Ada juga kata-kata yang penekanannya terletak di akhir suku kata.
Contoh
Transkripsi
balácode: max is deprecated 'belah'
/baˈla/
capátcode: max is deprecated 'cepat
/t͡ʃaˈpat/
babakáscode: max is deprecated 'berbekas'
/ba.baˈkas/
bakupolócode: tft is deprecated 'berpelukan'
/ba.ku.pɔˈlɔ/
Terkadang, letak penekanan dapat membedakan arti pada beberapa pasang kata yang vokal dan konsonannya sama.
Contoh
Transkripsi
bagaracode: max is deprecated 'mengejek' – bagarácode: max is deprecated 'bergerak'
/baˈɡa.ra/ – /ba.ɡaˈra/
baratcode: max is deprecated 'barat' – barátcode: max is deprecated 'berat'
/ˈba.rat/ – /baˈrat/
pasangcode: max is deprecated 'pasang' – pasángcode: max is deprecated 'pesan'
/ˈpa.saŋ/ – /paˈsaŋ/
hawacode: max is deprecated 'hawa, udara' - hawácode: max is deprecated 'nafsu'
/ˈha.wa/ – /haˈwa/
Tata bahasa
Kata ganti
Kata ganti orang
Bahasa Melayu Maluku Utara punya kata ganti orang dengan variasi penuh dan pendeknya, kecuali kata ganti orang sayacode: max is deprecated .[6]:142 Semua kata ganti orang pendeknya biasanya dependen, yaitu bergantung pada kata lain dan tidak dapat berdiri sendiri saja.
Tunggal
Jamak
Penuh
Pendek
Penuh
Pendek
Pertama
kitacode: max is deprecated , sayacode: max is deprecated
tacode: max is deprecated
torang, kitorangcode: max is deprecated
tongcode: max is deprecated
Kedua
nganacode: max is deprecated
ngacode: max is deprecated
ngonicode: max is deprecated
ngocode: max is deprecated
Ketiga
diacode: max is deprecated
decode: max is deprecated
dorangcode: max is deprecated
dongcode: max is deprecated
Kata ganti (termasuk bentuk pendeknya) kitacode: max is deprecated "aku", nganacode: max is deprecated "kamu", dan ngonicode: max is deprecated "kalian" umumnya hanya dipakai pada situasi yang akrab dan cocok.
Kata ganti tunjuk
Dekat
Tengah
Jauh
Biasa
inicode: max is deprecated
itucode: max is deprecated
Tempat
sinicode: max is deprecated
situcode: max is deprecated
sanacode: max is deprecated
Cara/ragam
baginicode: max is deprecated
bagitucode: max is deprecated
Kepunyaan
Kepunyaan, kepemilikan atau genitif dalam bahasa Melayu Maluku Utara dapat ditandai dengan kata depanpecode: max is deprecated . Contoh penggunaannya sebagai sebagai berikut:
Contoh
Arti
kita pe bukucode: max is deprecated
bukuku, bukunya aku
maitua pe pakeangcode: max is deprecated
pakaiannya si wanita
de pe doicode: max is deprecated
duitnya, duitnya dia
tampa tidor pe spreicode: tft is deprecated
seprai tempat tidur
Dengan pengecualian pada kata ganti orang, kepunyaan juga dapat ditandai dengan meletakkan subjek pemilik di akhir struktur atau kata (jika tidak memakai penanda genitifnya), misalnya kaeng mejacode: tft is deprecated 'kain meja'.
Kata kerja
Kata kerja pasif
Untuk membentuk kata kerja yang pasif dalam bahasa Melayu Maluku Utara, maka ditambah kata dapacode: max is deprecated sebagai penanda pasif. Kata dapacode: max is deprecated itu sendiri sebenarnya berarti 'mendapat, menemui'.
12Hammarström, Harald; Forkel, Robert; Haspelmath, Martin, ed. (2023). "North Moluccan Malay". Glottolog 4.8. Jena, Jerman: Max Planck Institute for the Science of Human History. ; ;
↑Taylor, Paul Michael (1999). "Introduction"(PDF). F.S.A. de Clercq′s Ternate: The Residency and its Sultanate. Smithsonian Institution Libraries. hlm.vii.