Sejarah
Halte Underpass Kuningan, yang sebelumnya bernama Halte Kuningan Timur, dibuka bersama dengan peluncuran Koridor 6. Memiliki dua pintu dermaga di tiap sisi peronnya, halte ini sebelumnya berada di sisi utara JPO yang sekarang, tepat di antara Jalan Denpasar Selatan dan Kedutaan Besar Republik Türkiye. Dahulu, struktur transfer halte ini hampir serupa dengan Halte Cempaka Mas saat ini yakni akses rampa untuk memasuki halte dan transfer melalui gedung tiket yang berada di tengah-tengah jaringan jembatan penyeberangan orang (JPO). Gedung tiket pun dipindah dari median jalan ke sisi timur Jalan HR Rasuna Said.
Sehubungan dengan pembangunan LRT Jabodebek sekaligus Lintas Bawah Kuningan, menyebabkan Halte Kuningan Timur harus dipindahkan hingga 160 meter ke arah utara dari bangunan halte yang lama pada bulan Februari tahun 2018, membuatnya jadi lebih dekat dengan Kedutaan Besar Kerajaan Belanda serta menciptakan jarak bagi pejalan kaki untuk mengakses halte hingga 150 meter.[1]
Dengan dibangunnya tiang-tiang pancang LRT Jabodebek disepanjang bangunan baru halte, membuat halte ditutup dan dipindahkan ke bangunan temporer agar halte tetap dapat melayani pelanggan. Halte temporer ini berada diantara bangunan halte baru dan lokasi halte lama. Bangunan temporer halte ini berukuran sangat sederhana dengan dilengkapi dua dermaga di tiap sisi peron berbahan rangka besi, atap seng, serta penerangan cukup. Akses menuju halte ini pun ditempuh dengan memotong sebagian rampa dari JPO menuju halte yang baru.
Melalui tindak lanjut surat Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pembangunan Prasarana LRT Jabodebek serta survei lapangan, Halte Kuningan Timur yang baru pun dioperasikan terhitung mulai tanggal 18 Juni 2020 dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat selama masa pandemi COVID-19. Dengan bentuk halte yang menyesuaikan tiang-tiang pancang LRT Jabodebek, luas halte menjadi berkurang.[2]
Nama halte ini kemudian diubah namanya menjadi Halte Underpass Kuningan bersamaan dengan netralisasi nama-nama halte Transjakarta.[3]