Mulai 5 September 2022, Halte Cililitan ditutup pengoperasiannya untuk sementara waktu dalam rangka revitalisasi halte Transjakarta bersama dengan Halte Jembatan Gantung, Halte Manggarai, dan Halte Kebayoran. Penumpang Transjakarta dapat menggunakan baik halte PGC maupun halte sebelum dan sesudah halte ini (Halte Cawang Cililitan dan Halte Kramat Jati) selama proses revitalisasi halte Cililitan berlangsung.[1]
Usai dilakukan revitalisasi, Halte Cililitan mendapatkan penambahan pintu dermaga dari 2 pintu menjadi tiga pintu di tiap sisi peronnya. Bangunan Halte Cililitan seusai direvitalisasi memiliki fasad serupa dengan Halte Jembatan Gantung, Halte Manggarai dan Halte Jati Padang. Selain itu terdapat penambahan luas halte serta fasilitas toilet ramah disabilitas dan musala, serta akses belakang halte khusus petugas. Sebagian Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) juga direvitalisasi dengan pengubahan lantai JPO dari pelat aluminium menjadi papan kayu, sehingga menambah nilai estetik halte dan JPO.
Berikut merupakan peta tata letak layanan rute BRT di Halte Cililitan per 19 Juli 2025:
Pada 2 Desember2021, sebuah bus Transjakarta menabrak Pos Polisi simpang Pusat Grosir Cililitan (PGC) Jakarta Timur, sebuah bangunan pos polisi yang berada tepat di barat daya Halte PGC 1. Satu orang petugas keamanan Transjakarta mengalami luka dan dibawa ke Rumah Sakit Kramat Jati. DPRD DKI Jakarta pun meminta PT Transjakarta melakukan evaluasi internal atas kejadian ini.[3] Bangunan pos polisi pun dibangun kembali beberapa minggu kemudian.[4]