Budi lahir di Sonorejo dan lulus pada tahun 1987 dari Sma Negeri 1 Sukoharjo dan berkuliah di Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Sebelas Maret selepas lulus SMA. Dia juga melanjurkan gelar magisternya di jurusan Ilmu Administrasi Universitas Indonesia serta gelar Doktor Ilmu Komunikasi dari Universitas Sahid[3][4]
Karier
Pada tahun 2010, ia menduduki jabatan sebagai Kepala Subdirektorat Ekonomi Kreatif di Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional dan ditahun yang sama, ia dipromosikan menjadi Atase Perdagangan India. Setelah menyelesaikan tugasnya di India, ia menjabat sebagai Kepala Bagian Program dan Kerjasama pada unit Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional. Pada 2017, Budi menjabat sebagai Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian Perdagangan sekaligus Direktur Bina Usaha dan Pelaku Distribusi.[5]
Dua tahun kemudian, tepatnya pada 2018 [5] ia ditugaskan sebagai Kepala Biro Organisasi dan Kepegawaian sebelum digantikan oleh Fetnayeti pada tanggal 15 Juni 2020.[6] Selanjutnya pada tanggal 11 Oktober 2020, ia menjabat sebagai Kepala Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia di Taipei.[7] Selama menjabat di Taipei, ia juga pernah menjabat sebagai Kepala Biro Keuangan dari Juni 2020 sampai September 2020. Akhirnya, Budi menjabat sebagai Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri pada 12 Desember 2022.[8] dilantik sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan pada 14 Agustus 2024. [9]Akhirnya, ia dilantik sebagai Menteri Perdagangan pada 22 Oktober 2024.[10]
Ia memiliki total harta kekayaan senilai Rp 9,5 miliar. Sebagian besar berupa tanah dan bangunan yang bernilai sekitar Rp 6.611.735.000. Aset tersebut tersebar di Jakarta Selatan, Kota Tangerang, Sukoharjo dan Depok. Selain itu, ia memiliki kendaraan senilai Rp 661.600.000 yang terdiri dari mobil Honda Jazz RS tahun 2019, mobil Hyundai Creta tahun 2022 dan motor Yamaha Nmax tahun 2023. Kemudian uang kas sebesar Rp 2.351.979.626 dan harta lainnya senilai Rp 70.000.000[12]