Sejarah
Posisi ini pertama kali dijabat oleh Soeprijadi, bernama Menteri Keamanan Rakyat. Namun, walaupun Soeprijadi ditunjuk sebagai menteri pertahanan, dia tidak pernah muncul maupun melaksanakan tugas sebagai menteri. Raden Imam Mochammad Soeljoadikoesoemo mengisi kekosongan menggantikan posisi Soeprijadi.[1]
Sepanjang sejarah, sebanyak 15 pejabat definitif dari kalangan militer yang pernah menduduki posisi ini. Soeprijadi menteri pertama dari kalangan militer dengan pangkat Komandan Peleton dari Pembela Tanah Air. Sultan Hamengkubuwana IX pejabat dengan dari kalangan militer dan kerajaan dengan pangkat tituler.[2] Abdul Haris Nasution adalah menteri pertahanan pertama yang mewakili ABRI, dari total 7 orang.
Amir Sjarifoeddin pejabat sipil pertama yang menduduki posisi ini. Walaupun dari kalangan sipil, dia mempunyai pengalaman perang dalam peristiwa Revolusi Nasional Indonesia. Sebanyak 12 pejabat definitif dari kalangan sipil yang pernah menduduki posisi ini. Juwono Sudarsono menjadi Menteri Pertahanan pertama dalam kurun waktu 40 tahun yang berasal dari kalangan sipil saat dilantik pada 29 Oktober 1999. Sebelumnya, jabatan ini selalu dipegang oleh kalangan tentara dari tahun 1959.
Beberapa menteri merangkap sebagai Panglima ABRI pada saat menjadi sebagai Menteri Pertahanan, yakni Soeharto, Maraden Panggabean, M. Jusuf, Edi Sudradjat, dan Wiranto. Menteri yang merangkap sebagai Kepala Staf Angkatan Darat/Panglima Angkatan Darat, yakni Abdul Haris Nasution, Soeharto, dan Edi Sudrajat. Edi Sudrajat adalah satu-satunya menteri yang merangkap jabatan Panglima ABRI dan Kepala Staf Angkatan Darat dalam waktu yang bersamaan.[3]
Terdapat pula menteri yang merangkap sebagai kepala/wakil pemerintahan dan kepala/wakil kepala negara. Kepala/wakil kepala negara (presiden/wakil presiden) yang merangkap jabatan sebagai menteri, yakni Mohammad Hatta dan Soeharto. Kepala pemerintahan berupa Perdana Menteri Indonesia yang merangkap menteri pertahanan dijabat oleh 6 orang, yakni Amir Sjarifoeddin, Mohammad Hatta (menteri ad-interim), Wilopo, Ali Sastroamidjojo, Burhanuddin Harahap, dan Djoeanda Kartawidjaja. Soeharto merangkap jabatan sebagai menteri pertahanan hingga tahun 1971, dengan jabatan utama kepala/wakil kepala pemerintahan berupa Wakil Perdana Menteri (1966), Ketua Presidium Kabinet (1966–1967), dan Presiden (1967–1971).
Berdasarkan jumlah kabinet, Amir Sjarifoeddin, Hamengkubuwono IX, dan Abdul Haris Nasution pejabat yang dipercayakan sebagai menteri pertahanan dengan kabinet terbanyak, yakni 5 kabinet berbeda. Berdasarkan durasi jabatan, Juwono Sudarsono, menteri pertahanan terlama menjabat (1999–2001, 2004–2009) dengan durasi 5 tahun 301 hari. Sedangkan Agum Gumelar, menteri pertahanan tersingkat menjabat dengan durasi hanya 3 hari.
Berikut adalah daftar orang yang pernah menjabat sebagai Menteri Pertahanan di Indonesia.[4]