Kepala Badan Intelijen Negara (disingkat Kepala BIN) adalah pemimpin lembaga nonkementerian Badan Intelijen Negara. Kepala Badan Intelijen Negara mempunyai tugas memimpin BIN dalam melaksanakan tugas dan fungsi BIN. Kepala BIN diberikan hak keuangan, administrasi dan fasilitas lainnya setingkat dengan Menteri. Posisi ini dibentuk pada tahun 1946 bernama Kepala Badan Rahasia Negara Indonesia, pertama kali dijabat oleh Zulkifli Lubis.
Jabatan ini mengalami perubahan beberapa kali seiring dengan perubahan nomenklatur. Pada 1958, jabatan ini bernama Kepala Badan Koordinasi Intelijen. Hanya setahun berselang (1959), posisi ini berubah menjadi Kepala Badan Pusat Intelijen hingga tahun 1966. Selanjutnya dari tahun 1966 hingga 1967, jabatan ini berubah menjadi Kepala Komando Intelijen Negara. Kemudian di selang waktu tahun 1967 hingga 2001, posisi ini bernama Kepala Badan Koordinasi Intelijen Negara (BAKIN). Dari 2001 hingga sekarang, jabatan ini bernama Kepala Badan Intelijen Negara dan masuk dalam jajaran anggota kabinet sebagai pejabat tinggi setingkat menteri.
Saat ini diketahui ada 18 pejabat yang pernah menduduki posisi ini. Kepala BIN saat ini yakni Muhammad Herindra. Latar belakang pejabat sebagian besar dari kalangan tentara berjumlah 14 orang, 3 orang dari kepolisian, dan 1 orang sipil.
Berikut adalah daftar Kepala BIN adalah sebagai berikut:[1][2]