Raja Juli Antoni merupakan putra dari Raja Ramli Ibrahim, tokoh masyarakat Riau asal Lubuk Jambi yang pernah menjabat Wakil Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Riau.[3]
Raja merupakan alumni Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah, Garut, Jawa Barat.[4]
Ia meraih gelar sarjana Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir dari IAIN Syarif Hidayatullah (UIN Jakarta) pada tahun 2001 dengan skripsi berjudul Ayat-ayat Jihad: Studi Kritis terhadap Penafsiran Jihad sebagai Perang Suci.[5][6]
Ia kemudian menempuh pendidikan master di The Department of Peace Studies, Universitas Bradford, Inggris, setelah mendapatkan beasiswaChevening Award pada tahun 2004, dan menyelesaikannya dengan tesis yang berjudul The Conflict in Aceh: Searching for A Peaceful Conflict Resolution Process.[5]
Dengan beasiswa dari Australian Development Scholarship (ADS) pada tahun 2010, Raja meneruskan studi doktoral di School of Political Science and International Studies pada Universitas Queensland, Australia. Ia berhasil mendapatkan gelar Ph.D dengan disertasi berjudul Religious Peacebuilders: The Role of Religion in Peacebuilding in Conflict Torn Society in Southeast Asia, dengan mengambil studi kasus Mindanao (Filipina Selatan) dan Maluku (Indonesia).[5]
Dia menjadi Direktur eksekutif The Indonesian Institute (TII). Dia juga cukup aktif menulis opini dan ditayangkan pada beberapa media nasional Tanah Air.[7]
Ia sempat menjadi calon Ketua Umum PP Muhammadiyah periode 2015–2020, tetapi kemudian mengundurkan diri karena ingin berkonsentrasi sebagai Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang baru didirikannya bersama beberapa politikus muda lainnya.[8][9][11][12]
Kontroversi
Pada 6 September 2025, Raja merilis pernyataan tertulis usai fotonya saat bermain domino dengan Aziz Wellang, pengusaha yang pernah beperkara terkait pembalakan liar menjadi viral.[13] Foto itu diambil pada 1 September 2025 dan menampakkan dirinya bersama Wellang tengah bermain domino batu dengan Menteri Pelindungan Pekerja Migran Abdul Kadir Karding, dan Wakil Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional Persatuan Olahraga Domino Indonesia Andi Rukman Nurdin Karumpa di Posko Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan.[14] Ia mengaku datang ke acara tersebut sebagai tamu dan tidak mengenal Wellang. Ia juga menyatakan hanya bermain karena spontanitas saja. Wellang adalah direktur PT ABL yang bergerak sebagai kontraktor sektor kehutanan. Ia pernah terseret kasus tindak pidana pembalakan liar berupa penebangan kayu di luar izin yang diberikan kepada PT GBP (kontraktor penebangan dari PT ABL). Hasil penebangan liar itu mencapai volume sekitar 1.819 meter kubik dan dilakukan dari September 2023 hingga Januari 2024.[13] Ia sempat ditetapkan sebagai tersangka, tetapi kemudian mengajukan praperadilan. Statusnya sebagai tersangka gugur pada 14 Februari 2025.[15]
12Parasong, Muhammad Ali Taher (2000). Sutrisno Muhdam: Demokratis dalam Bersikap, Tanpa Pamrih dalam Berkarya. Pimpinan Pusat Muhammadiyah. hlm.198. Raja Juli Antoni adalah Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Remaja Muhammadiyah (PP IRM) 2000-2002, Alumni Pondok Pesantren Darul Arqom Muhammadiyah Kab. Garut, Jawa Barat. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)