ENSIKLOPEDIA
Ekonomi Italia
| Ekonomi Italia | |
|---|---|
| Mata uang | Euro (EUR, €) |
| Tahun fiskal | Tahun kalender |
| Organisasi perdagangan | Uni Eropa, Organisasi Perdagangan Dunia, G20, G7, Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi, Bank Investasi Infrastruktur Asia |
| Statistik | |
| PDB | |
| Pertumbuhan PDB |
|
| PDB per kapita | |
| PDB per sektor | |
| Inflasi (IHK) | |
| Penduduk di bawah garis kemiskinan | |
| Koefisien gini | ▲ 32,2 sedang (2024)[7] |
| Angkatan kerja | |
| Angkatan kerja berdasarkan sektor | |
| Pengangguran | |
| Gaji kotor rata-rata | €2.968 / $3.360 per bulan[11][12] (2024) |
| Gaji bersih rata-rata | €2.066 / $2.339 per bulan[11][12] (2024) |
| Industri utama | |
| Eksternal | |
| Ekspor | |
| Komoditas ekspor | Produk rekayasa, tekstil dan pakaian, mesin produksi, kendaraan bermotor, alat angkutan, bahan kimia; bahan pangan, minuman, dan tembakau; mineral dan logam nonfero |
| Tujuan ekspor utama |
|
| Impor | |
| Komoditas impor | Produk rekayasa, bahan kimia, alat angkutan, produk energi, mineral dan logam nonfero, tekstil dan pakaian; bahan pangan, minuman, dan tembakau |
| Negara asal impor utama | |
| Modal investasi langsung asing | |
| Utang kotor luar negeri | $3,024 triliun (31 Desember 2020)[14] |
| Pembiayaan publik | |
| Utang publik | |
| Pendapatan | 47,1% dari PDB (2019)[16] |
| Beban | 48,7% dari PDB (2019)[16] |
| Bantuan ekonomi |
|
| Peringkat utang | |
| Cadangan mata uang asing | |
Italia memiliki ekonomi pasar sosial yang sangat maju.[22] Perekonomiannya merupakan yang terbesar ketiga di Uni Eropa, terbesar kedelapan di dunia berdasarkan PDB nominal, dan terbesar ke-12 berdasarkan PDB yang disesuaikan dengan KKB. Sektor manufakturnya merupakan yang terbesar kedua di Eropa dan terbesar ketujuh di dunia. Perekonomian Italia terdiversifikasi dan didominasi oleh sektor jasa tersier. Italia merupakan salah satu kekuatan besar serta anggota pendiri Uni Eropa, zona euro, Kawasan Schengen, Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi, G7, dan G20.[23] Negara ini juga merupakan eksportir terbesar kedelapan di dunia, dengan nilai ekspor barang dan jasa sebesar $611 miliar pada 2021. Mitra dagang utamanya adalah negara-negara Uni Eropa lainnya, yang mencakup sekitar 59% dari keseluruhan perdagangan Italia. Mitra dagang terbesarnya ialah Jerman (12,5%) dan Prancis (10,3%), disusul Amerika Serikat (9%), Spanyol (5,2%), Britania Raya (5,2%), dan Swiss (4,6%).[24]
Pada periode setelah Perang Dunia II, Italia beralih dari ekonomi berbasis pertanian yang terpukul berat oleh dampak dua perang dunia menjadi salah satu negara paling maju di dunia,[25] sekaligus kekuatan utama dalam perdagangan dunia dan ekspor. Menurut Indeks Pembangunan Manusia, negara ini memiliki taraf hidup sangat tinggi. The Economist menempatkan Italia pada peringkat kedelapan dunia dalam kualitas hidup.[26] Italia mempunyai cadangan emas terbesar ketiga di dunia[27] dan menjadi penyumbang bersih terbesar ketiga bagi anggaran Uni Eropa. Kekayaan swasta Italia juga termasuk salah satu yang terbesar di dunia.[28] Berdasarkan rasio kekayaan swasta terhadap PDB, Italia berada di peringkat kedua setelah Hong Kong. Di antara anggota OECD, Italia memiliki sistem jaminan sosial yang kuat dan efisien, dengan belanja sosial sekitar 24,4% dari PDB.[29][30][31]
Italia merupakan negara dengan sektor manufaktur terbesar ketujuh di dunia.[32] Dibandingkan negara lain dengan skala ekonomi serupa, Italia memiliki lebih sedikit perusahaan multinasional global. Sebaliknya, perekonomiannya ditopang oleh banyak usaha kecil dan menengah yang dinamis, terkonsentrasi di sejumlah distrik industri, dan menjadi tulang punggung perekonomian nasional. Italia merupakan produsen besar[33] sekaligus eksportir[34] berbagai jenis barang. Produk utamanya meliputi mesin, kendaraan, obat-obatan, furnitur, makanan, dan pakaian.[35] Italia juga mencatat surplus perdagangan yang besar. Negara ini dikenal karena sektor usahanya yang berpengaruh dan inovatif, serta sektor pertanian yang produktif dan berdaya saing; Italia merupakan produsen anggur terbesar di dunia.[36] Industri Italia juga menghasilkan produk bermutu tinggi dengan desain kreatif, seperti mobil, kapal, peralatan rumah tangga, dan busana perancang. Italia merupakan pusat barang mewah terbesar di Eropa dan terbesar ketiga di dunia.[37][38] Sektor koperasi juga berkembang kuat; sebanyak 4,5% penduduk bekerja di koperasi, proporsi tertinggi di Uni Eropa.[39]
Meskipun memiliki berbagai pencapaian tersebut, perekonomian Italia masih menghadapi sejumlah persoalan struktural dan nonstruktural. Laju pertumbuhan tahunannya kerap berada di bawah rata-rata Uni Eropa. Belanja pemerintah yang sangat besar sejak dasawarsa 1980-an menyebabkan utang pemerintah meningkat tajam. Secara umum, taraf hidup di Italia sangat tinggi, tetapi terdapat kesenjangan besar antara utara dan selatan. PDB per kapita Italia Utara yang jauh lebih makmur melampaui rata-rata Uni Eropa secara signifikan, sedangkan beberapa daerah dan provinsi di Mezzogiorno berada jauh di bawah rata-rata. PDB per kapita Italia Tengah berada di sekitar rata-rata.[40][41] Dalam beberapa tahun terakhir, pertumbuhan PDB per kapita Italia perlahan mendekati rata-rata zona euro,[42] demikian pula tingkat ketenagakerjaannya. Namun, para ekonom memperdebatkan angka resmi karena besarnya jumlah pekerjaan informal. Sektor ini diperkirakan menyerap 10–20% angkatan kerja dan membuat tingkat ketidakaktifan atau pengangguran resmi tampak lebih tinggi.[43] Ekonomi bayangan paling menonjol di Mezzogiorno dan semakin berkurang ke arah utara. Jika kegiatan tersebut diperhitungkan, kondisi ekonomi Mezzogiorno hampir menyamai Italia Tengah.[44]
Sejarah

Pada masa Renaisans Italia, Venesia dan Genova tampil sebagai pusat utama perdagangan nasional, mula-mula sebagai republik maritim lalu sebagai negara regional; Milan, Firenze, dan wilayah Italia utara lainnya kemudian menyusul. Perkembangan awal kota-kota tersebut antara lain didorong oleh keamanan militer relatif di laguna Venesia, kepadatan penduduk yang tinggi, serta tatanan kelembagaan yang mendorong kewirausahaan.[45] Republik Venesia merupakan pusat keuangan internasional pertama yang sesungguhnya. Pusat ini mulai berkembang pada abad ke-9 dan mencapai puncaknya pada abad ke-15.[46] Obligasi yang dapat diperdagangkan sebagai surat berharga umum pertama kali dikembangkan oleh negara-negara kota Italia, termasuk Venesia dan Genova, pada akhir Abad Pertengahan dan awal Renaisans.
Setelah 1600, Italia mengalami kemerosotan ekonomi yang dahsyat. Padahal, pada tahun itu Italia Utara dan Tengah masih termasuk kawasan industri paling maju di Eropa dengan taraf hidup yang sangat tinggi.[47] Pada 1870, Italia telah menjadi wilayah yang terbelakang dan tertekan secara ekonomi. Struktur industrinya nyaris runtuh, jumlah penduduknya terlalu besar dibandingkan sumber daya yang tersedia, dan perekonomiannya kembali bertumpu pada pertanian. Perang, perpecahan politik, keterbatasan fiskal, serta pergeseran perdagangan dunia ke Eropa barat laut dan Benua Amerika menjadi faktor utama.[48][49]
Sejarah ekonomi Italia setelah 1861 dapat dibagi menjadi tiga tahap utama:[50] masa perjuangan awal setelah penyatuan yang ditandai emigrasi tinggi dan pertumbuhan mandek; masa pengejaran ekonomi yang kuat sejak dasawarsa 1890-an hingga 1980-an, meskipun terputus oleh Depresi Besar pada 1930-an dan dua perang dunia; serta masa pertumbuhan lamban yang diperparah oleh resesi ganda setelah krisis keuangan global 2008. Italia baru perlahan bangkit dari tahap terakhir tersebut dalam beberapa tahun belakangan.
Masa industrialisasi

Sebelum penyatuan, perekonomian berbagai negara kecil di Italia sangat bergantung pada pertanian. Namun, surplus pertanian memicu perubahan yang disebut para sejarawan sebagai transformasi "praindustri" di Italia barat laut sejak dasawarsa 1820-an.[51] Perubahan tersebut melahirkan munculnya pusat-pusat kegiatan manufaktur yang tersebar dan sebagian besar masih bersifat kerajinan, terutama di Piemont-Sardinia di bawah pemerintahan liberal Camillo Cavour.[52]

Setelah berdirinya Kerajaan Italia yang bersatu pada 1861, kalangan penguasa menyadari ketertinggalan negara baru tersebut. PDB per kapitanya berdasarkan standar daya beli hanya sekitar separuh Britania dan sekitar 25% lebih rendah daripada Prancis dan Jerman.[50] Sepanjang dasawarsa 1860-an dan 1870-an, kegiatan manufaktur masih terbelakang dan berskala kecil, sedangkan sektor pertanian yang terlalu besar menjadi penopang utama ekonomi nasional. Italia tidak memiliki endapan batu bara dan besi dalam jumlah besar,[54] sementara sebagian besar penduduknya buta huruf. Krisis pertanian yang parah pada 1880-an mendorong penerapan teknik pertanian yang lebih modern di Lembah Po.[55] Antara 1878 dan 1887, pemerintah juga menerapkan kebijakan proteksionis untuk membangun basis industri berat.[56] Pabrik besi dan baja berskala besar kemudian bermunculan di kawasan dengan potensi tenaga air tinggi, terutama kaki Pegunungan Alpen dan Umbria di Italia tengah. Turin dan Milan menjadi pusat pertumbuhan industri tekstil, kimia, rekayasa, dan perbankan, sedangkan Genova menguasai pembuatan kapal sipil dan militer.[57]
Industrialisasi yang meluas di kawasan barat laut tidak banyak menjangkau Venetia dan terutama Mezzogiorno. Diaspora Italia yang menyusul melibatkan hingga 26 juta orang, terutama antara 1880 dan 1914, dan dianggap banyak ilmuwan sebagai migrasi massal terbesar pada zaman modern.[58] Dalam Perang Dunia I, negara Italia yang masih rapuh berhasil menjalankan perang modern dengan mempersenjatai dan melatih sekitar lima juta prajurit.[59] Keberhasilan itu dibayar mahal. Pada akhir perang, sekitar 700.000 tentara Italia tewas dan utang negara membengkak hingga miliaran lira.
Rezim fasis (1922–1943)

Italia keluar dari Perang Dunia I dalam keadaan miskin dan lemah. Partai Fasis Nasional pimpinan Benito Mussolini berkuasa pada 1922 setelah masa pergolakan sosial. Setelah memperkuat kekuasaannya, Mussolini secara bertahap meninggalkan kebijakan laissez-faire dan perdagangan bebas, lalu beralih pada campur tangan pemerintah dan proteksionisme.[60]
Italia terpukul keras oleh Depresi Besar pada 1929.[61] Untuk mengatasi krisis, pemerintah Fasis menasionalisasi aset-aset industri milik bank-bank besar yang telah menghimpun banyak surat berharga industri dan membentuk Istituto per la Ricostruzione Industriale.[62] Sejumlah badan campuran juga didirikan untuk mempertemukan perwakilan pemerintah dan perusahaan besar. Mereka membahas kebijakan ekonomi serta mengatur harga dan upah agar memenuhi kepentingan pemerintah maupun dunia usaha.[60]
Model ekonomi yang berlandaskan kemitraan pemerintah dan dunia usaha kemudian diperluas ke ranah politik dan dikenal sebagai korporatisme. Pada saat yang sama, kebijakan luar negeri Mussolini yang agresif meningkatkan belanja militer. Setelah menginvasi Etiopia, Italia membantu kaum Nasionalis pimpinan Francisco Franco dalam Perang Saudara Spanyol. Pada 1939, persentase perusahaan milik negara di Italia merupakan yang tertinggi kedua setelah Uni Soviet.[60]
Ekonomi perang (1939–1943)
Keterlibatan Italia dalam Perang Dunia II sebagai anggota Blok Poros mengharuskan pembentukan ekonomi perang. Invasi Italia oleh Sekutu pada 1943 akhirnya menyebabkan struktur politik dan perekonomian Italia runtuh dengan cepat. Sekutu dan Jerman kemudian mengambil alih pemerintahan wilayah yang mereka kuasai. Pada akhir perang, pendapatan per kapita Italia mencapai titik terendah sejak awal abad ke-20.[63]
Ekonomi pascaperang (1945–1947)
Italia keluar dari Perang Dunia II sebagai negara yang hancur dan kalah. Negara ini terpecah akibat perang, kemudian perang saudara antara kaum komunis yang kembali dari gerakan partisan dan kaum fasis yang berusaha bangkit dari kekalahan. Italia yang merdeka menolak ideologi fasis, menghapus monarki, dan memilih republik sebagai bentuk pemerintahan demokratis baru melalui Referendum institusional Italia 1946. Perekonomian perlahan pulih di tengah puing-puing, disertai harapan baru, meskipun banyak penduduk beremigrasi. Republik Italia kemudian memulai rekonstruksi negara berdasarkan Konstitusi Italia yang baru.
Rekonstruksi pascaperang (1948–1955)
Setelah Perang Dunia II berakhir, Italia dipenuhi puing dan diduduki tentara asing. Keadaan tersebut memperlebar kesenjangan pembangunan yang telah lama memisahkannya dari negara-negara Eropa yang lebih maju. Namun, tatanan geopolitik baru dalam Perang Dingin menjadikan Italia, bekas negara musuh yang terletak di antara Eropa Barat dan Laut Tengah, penting bagi Amerika Serikat. Demokrasi baru yang masih rapuh itu berada dekat Tirai Besi dan memiliki Partai Komunis Italia yang kuat.[64] Amerika Serikat karena itu memandang Italia sebagai sekutu penting Dunia Bebas dan menyalurkan lebih dari US$1,2 miliar melalui Rencana Marshall pada 1947–1951.
Berakhirnya bantuan Rencana Marshall berpotensi menghentikan pemulihan, tetapi waktunya bertepatan dengan tahap penting Perang Korea. Permintaan logam dan barang manufaktur selama perang tersebut memberi dorongan tambahan bagi produksi industri Italia.
Pemulihan ekonomi (1956–1959)
Italia memperkokoh perekonomiannya pada pertengahan 1950-an. Rekonstruksi tidak berhenti, tetapi justru dipercepat. Sejumlah kecil warga yang sebelumnya beremigrasi kembali ke tanah air. Pembentukan Masyarakat Ekonomi Eropa pada 1957, dengan Italia sebagai salah satu negara pendiri, turut meningkatkan investasi dan memperlancar ekspor.[66] Perkembangan ini membuka jalan bagi ledakan ekonomi.
Keajaiban ekonomi (1960–1970)

Perkembangan yang menguntungkan tersebut, ditambah ketersediaan angkatan kerja besar, menjadi landasan pertumbuhan ekonomi pesat yang nyaris tanpa putus hingga gelombang mogok besar dan kerusuhan sosial pada "Musim Gugur Panas" 1969–1970. Pergolakan itu, disusul Krisis minyak 1973, mengakhiri ledakan ekonomi berkepanjangan secara mendadak. PDB Italia diperkirakan tumbuh rata-rata 5,8% per tahun pada 1951–1963 dan 5% per tahun pada 1964–1973.[66] Di Eropa, laju pertumbuhannya hanya sedikit di bawah Jerman Barat. Di antara negara-negara OEEC, hanya Jepang yang tumbuh lebih cepat.[69]
1970-an dan 1980-an: dari stagflasi hingga il sorpasso

Dasawarsa 1970-an menjadi masa pergolakan ekonomi, politik, dan sosial di Italia yang dikenal sebagai Tahun-Tahun Timbal. Pengangguran meningkat tajam, terutama di kalangan pemuda; pada 1977 terdapat satu juta penganggur berusia di bawah 24 tahun. Inflasi terus berlanjut dan diperparah oleh kenaikan harga minyak pada 1973 dan 1979. Defisit anggaran menjadi permanen dan sulit dikendalikan, dengan rata-rata sekitar 10% PDB, lebih tinggi daripada negara industri lainnya. Nilai lira terus merosot, dari 560 lira per dolar AS pada 1973 menjadi 1.400 lira pada 1982.[70]
Resesi berlangsung hingga pertengahan 1980-an. Serangkaian reformasi kemudian memperkuat kemandirian Bank Italia[71] dan secara besar-besaran mengurangi pengindeksan upah.[72] Inflasi turun tajam dari 20,6% pada 1980 menjadi 4,7% pada 1987.[73] Stabilitas makroekonomi dan politik yang baru melahirkan "keajaiban ekonomi" kedua yang ditopang ekspor dan usaha kecil dan menengah. Perusahaan-perusahaan tersebut menghasilkan pakaian, barang kulit, alas kaki, furnitur, tekstil, perhiasan, dan perkakas mesin. Berkat ekspansi cepat ini, ekonomi Italia melampaui Britania Raya pada 1987 dalam peristiwa yang dikenal sebagai il sorpasso. Italia menjadi negara terkaya keempat di dunia setelah Amerika Serikat, Jepang, dan Jerman Barat.[74] Kapitalisasi pasar Bursa Efek Milan meningkat lebih dari lima kali lipat hanya dalam beberapa tahun.[75]
Ledakan ekonomi 1980-an menyimpan persoalan. Kenaikan produktivitas dan ekspor mendorong pertumbuhan, tetapi defisit fiskal yang tidak berkelanjutan turut menopangnya.[74] Pada 1990-an, Kriteria Maastricht meningkatkan tekanan untuk menekan utang pemerintah yang telah mencapai 104% PDB pada 1992.[76] Kebijakan ekonomi restriktif yang menyusul memperburuk dampak resesi global yang tengah berlangsung. Setelah sempat pulih pada akhir 1990-an, tarif pajak tinggi dan birokrasi berbelit membuat perekonomian Italia mandek pada 2000–2008.[77][78]
Resesi Besar (2008–2013)


suku bunga negatif 2015–2022
Italia termasuk negara yang paling parah terdampak Resesi Besar 2008–2009 dan krisis utang Eropa yang menyusul. Perekonomian nasional menyusut 6,76% sepanjang periode tersebut dan mengalami resesi selama tujuh kuartal.[79] Pada November 2011, imbal hasil obligasi pemerintah Italia bertenor sepuluh tahun mencapai 6,74%, mendekati ambang 7% yang dianggap dapat membuat Italia kehilangan akses ke pasar keuangan.[80] Menurut Eurostat, utang pemerintah Italia mencapai 128% PDB pada 2015, rasio terbesar kedua setelah Yunani yang mencapai 175%.[81] Namun, sebagian besar utang pemerintah Italia dimiliki warga dalam negeri. Tingkat tabungan swasta yang relatif tinggi dan utang swasta yang rendah juga membuat Italia dipandang sebagai salah satu perekonomian bermasalah yang paling aman di Eropa.[82][83] Untuk mencegah krisis utang dan memulihkan pertumbuhan, pemerintahan persatuan nasional yang dipimpin ekonom Mario Monti menjalankan program pengetatan anggaran besar-besaran. Defisit berhasil ditekan, tetapi Italia terjerumus ke dalam resesi ganda pada 2012 dan 2013 sehingga kebijakan tersebut dikritik banyak ekonom.[84][85]
Pemulihan ekonomi (2014–2019)
Pada 2014–2019, perekonomian Italia pulih sebagian dari kerugian besar selama Resesi Besar, terutama berkat ekspor yang kuat. Meskipun demikian, laju pertumbuhannya tetap jauh di bawah rata-rata Zona euro, sehingga PDB pada 2019 masih 5% lebih rendah daripada tingkat 2008.[86]
Dampak ekonomi pandemi COVID-19 (2020–2021)
Mulai Februari 2020, Italia menjadi negara Eropa pertama yang terdampak parah oleh Pandemi COVID-19,[87] sebelum wabah menyebar ke seluruh dunia. Perekonomian mengalami guncangan besar akibat penutupan sebagian besar kegiatan ekonomi. Setelah tiga bulan, pada akhir Mei 2020, pandemi berhasil dikendalikan dan pemulihan mulai berlangsung, terutama di sektor manufaktur. Secara keseluruhan, ekonomi Italia terbukti cukup tangguh, meskipun PDB anjlok sebagaimana di sebagian besar negara Barat.[88][89] Pemerintah menerbitkan surat utang khusus bernama BTP Futura[90] untuk membiayai kedaruratan COVID-19 sambil menunggu persetujuan tanggapan Uni Eropa terhadap pandemi.[91] Pada Juli 2020, Dewan Eropa akhirnya menyetujui dana Next Generation EU senilai €750 miliar,[92] dengan €209 miliar dialokasikan untuk Italia.[93]
Pemulihan Italia setelah pandemi berlangsung lebih baik daripada setelah Resesi Besar. Kebijakan pada masa Resesi Besar lebih ketat sehingga pertumbuhan sulit pulih. Krisis keuangan 2008 disertai pelemahan kebijakan fiskal, penurunan penerimaan dan laba, penggandaan pengangguran, penyusutan pendapatan siap dibelanjakan rumah tangga, dan kebangkrutan banyak perusahaan.[94] Sebaliknya, selama pandemi COVID-19, tanggapan fiskal bersifat kontrasiklis, bukan prosiklis seperti pada masa Resesi Besar; investasi kemudian meningkat dan standar kredit lebih longgar.[94] Faktor-faktor tersebut membantu menjelaskan mengapa ekonomi Italia pulih lebih baik setelah resesi akibat pandemi dibandingkan setelah Resesi Besar.
Ketahanan ekonomi (2022–2024)

Setelah pandemi COVID-19, Italia memasuki 2022 dengan perekonomian yang tangguh.[95] Namun, negara ini harus menghadapi krisis energi global 2021–2023, yang menaikkan harga gas dan energi lain setelah invasi Rusia ke Ukraina pada 24 Februari 2022. Krisis tersebut memaksa Italia mencari pemasok alternatif untuk menggantikan Rusia yang dikenai sanksi Uni Eropa. Kenaikan harga energi memicu inflasi di Eropa, yang ditanggapi Bank Sentral Eropa dengan menaikkan suku bunga secara bertahap. PNRR (Piano Nazionale di Ripresa e Resilienza [it]) juga harus disesuaikan dan disepakati kembali dengan Uni Eropa untuk menanggapi keadaan geopolitik baru. Keadaan tersebut menimbulkan krisis energi dan gangguan rantai pasok yang menyebabkan kekurangan bahan baku.[96]
Pada Maret 2023, Krisis Perbankan Amerika Serikat 2023 menyebabkan kebangkrutan dan restrukturisasi sejumlah bank Amerika. Krisis ini kemudian dinilai sebagai gejala ekonomi-keuangan jangka pendek yang terutama terbatas di Amerika Serikat. Dampaknya di Eropa relatif kecil, kecuali keruntuhan Credit Suisse di Swiss. Italia kemudian memperketat kebijakan kreditnya.
Suku bunga tinggi yang ditetapkan Bank Sentral Eropa memberi peluang kepada bank-bank Italia untuk memperkuat diri. Pemerintah menerbitkan obligasi BTP Valore yang diminati investor perorangan karena menawarkan bunga tinggi.[97][98] Ketegangan geopolitik kembali meningkat sejak 7 Oktober 2023 seiring konflik di Timur Tengah. Meskipun demikian, ekonomi Italia tetap tangguh sepanjang 2024. Penurunan harga energi dan stabilisasi harga minyak membantu menekan inflasi. Pada September 2024, Bank Sentral Eropa menurunkan suku bunga sebesar 0,25 poin persentase. Italia menghadapi kemerosotan keadaan geopolitik akibat perang yang semakin luas dengan memperkuat perlindungan terhadap aset strategis, terutama sektor pertahanan. Pelaksanaan PNRR yang harus diselesaikan pada 2026 juga memberi manfaat bagi berbagai sektor ekonomi.[99][100] Menurut Moody's, hingga Oktober 2025 Italia telah memenuhi 54% sasaran rencana tersebut, dibandingkan rata-rata Eropa sebesar 38%. Negara ini telah menerima 72% keseluruhan dana, tetapi baru membelanjakan 44% sumber daya keuangan itu.[101]
Ekonomi umur panjang (2025–sekarang)
Penurunan jumlah penduduk dapat merugikan perekonomian Italia.[102] Namun, teknologi baru seperti Kecerdasan buatan dan robotika[103][104][105] berpotensi mengurangi dampak tersebut, membantu perusahaan tumbuh, dan meningkatkan efisiensi sektor publik sehingga memperkuat ketahanan ekonomi.[106] Dalam perubahan ekonomi yang memadukan kelestarian lingkungan dan penerapan kecerdasan buatan di industri, perusahaan Italia menjadi lebih luwes dalam menanggapi perubahan permintaan pasar. Perubahan tersebut berlangsung di tengah konflik geopolitik yang berlarut, proteksionisme perdagangan, dan deglobalisasi.
Selain mempertahankan ketangguhannya, perekonomian Italia berkembang menuju ekonomi umur panjang.[107]
Pada 23 Mei 2025, Moody's mempertahankan peringkat Italia pada Baa3 dan menaikkan prospeknya dari stabil menjadi positif.[108] Lelang pembiayaan kembali utang pemerintah berhasil menarik permintaan tinggi, dengan porsi investor asing yang terus bertambah.[109][110] Pengendalian utang pemerintah, tingginya tabungan dan rendahnya utang rumah tangga Italia,[111] serta penguatan sektor perbankan, termasuk pemangkasan beban pajaknya, dinilai mendukung keberlanjutan utang pada masa mendatang.[112][113]
Mezzogiorno, yang secara historis menerima sedikit investasi dan tumbuh lambat, juga menunjukkan kemajuan ekonomi yang berarti.[114][115][116] Pada 10 Oktober 2025, S&P mempertahankan peringkat Italia pada BBB+ dengan prospek stabil.[117] Namun, penilaian lembaga pemeringkat tersebut tidak sepenuhnya memperhitungkan kenaikan nilai cadangan emas Italia.[118] Pada September 2025, cadangan tersebut masih menempati peringkat ketiga dunia dan memberi jaminan tambahan terhadap kemampuan Italia membayar utang pemerintah.[119][120][121] Pada 21 November 2025, Moody's menaikkan peringkat Italia dari Baa3 menjadi Baa2 dengan prospek stabil.[122][123][124] Pada 30 Januari 2026, S&P mempertahankan peringkat Italia pada BBB+ dan menaikkan prospeknya menjadi positif.[125]
Dampak ekonomi perang Iran 2026 (2026–sekarang)
Pada awal 2026, perekonomian Italia tetap tangguh dan tumbuh sebagaimana pada 2025.[126] Namun, ketegangan dan konflik geopolitik yang meningkat di Timur Tengah memicu Perang Iran 2026 pada 28 Februari 2026 dan melibatkan negara-negara Teluk Persia serta Asia Barat. Perang regional antara Israel dan Amerika Serikat di satu pihak dengan rezim teokratis Iran di pihak lain berdampak global, terutama terhadap harga minyak mentah dan gas serta ketersediaan minyak dan pupuk.
Italia menerapkan langkah penanggulangan dengan meningkatkan porsi impor gas dari Aljazair untuk menggantikan pasokan Qatar, setelah sejumlah fasilitas di negara tersebut rusak akibat serangan Iran.[127] Pemerintah juga memperkuat perlindungan harga listrik dan gas serta menahan kenaikan harga bensin dan solar. Perang tersebut diperkirakan mengancam ekspor Italia senilai sekitar €20 miliar ke negara-negara Teluk Persia.[128] Kenaikan biaya energi juga dapat menekan PDB dan menaikkan inflasi, meskipun dampak tersebut mungkin tidak terjadi apabila konflik berakhir dalam beberapa pekan.[129] Perekonomian Italia sejauh itu dinilai sangat tangguh terhadap guncangan potensial.[130][131][132][133] Italia juga meningkatkan produksi energi terbarukan dan mulai membangun reaktor fusi nuklir untuk mengurangi risiko guncangan dan krisis energi pada masa mendatang.[134][135]
Emas
Sebagian besar cadangan emas Italia, dengan jumlah 2.451,8 ton, disimpan oleh Bank Italia atas nama negara. Cadangan tersebut hampir seluruhnya berupa emas batangan dan sebagian kecil koin. Sebanyak 44% disimpan di Italia, 43% di Amerika Serikat, 5,76% di Britania Raya, dan 6,09% di Swiss. Berdasarkan nilai pasar pada Desember 2025, keseluruhan cadangan itu bernilai €274 miliar.[136] Undang-undang anggaran Italia untuk 2026 bertujuan menegaskan bahwa aset tersebut menjamin kemampuan negara membayar utang pemerintah.[137] Selain unggul dalam barang mewah dan mode, Italia juga merupakan pelaku utama industri perhiasan yang menggunakan emas sebagai bahan baku. Cadangan emas di distrik-distrik pengrajin emas juga cukup besar.[138]

Pada 22 Desember 2025, harga emas melampaui $4.400 per ons.[141] Rekor kembali pecah pada 12 Januari 2026 ketika harga mencapai $4.600 per ons.[142] Pada 28 Januari, harga emas mencapai rekor baru di atas $5.200 per ons,[143] lalu mendekati $5.600 pada 29 Januari.[144][145]
Mata uang



Italia memiliki sejarah panjang sistem mata uang logam yang berlangsung selama ribuan tahun. Negara ini berpengaruh besar dalam perkembangan mata uang logam. Florin Firenze dari abad pertengahan, yang dicetak di Firenze pada abad ke-13, termasuk jenis mata uang yang paling banyak digunakan dalam sejarah Eropa dan salah satu koin terpenting dalam sejarah Barat.[146] Sementara itu, sequin Venesia yang dicetak pada 1284–1797 merupakan koin emas paling bergengsi yang beredar di pusat-pusat perdagangan Laut Tengah.[147]
Sistem mata uang logam pertama di Italia digunakan di Yunani Besar dan oleh masyarakat Etruria. Bangsa Romawi kemudian memperkenalkan mata uang yang digunakan secara luas di seluruh Italia. Berbeda dari kebanyakan koin modern, koin Romawi mempunyai nilai intrinsik.[148] Koin Italia pada awal zaman modern sangat menyerupai franc Prancis, terutama dalam penggunaan sistem desimal, karena wilayah tersebut pernah dikuasai Prancis dalam Kerajaan Italia Napoleon. Nilainya disetarakan dengan 0,29 gram emas atau 4,5 gram perak.[149]
Selama berabad-abad, Italia terbagi menjadi banyak negara bersejarah dengan sistem mata uang masing-masing. Setelah Penyatuan Italia pada 1861, lira Italia diberlakukan dan digunakan hingga 2002. Istilah lira berasal dari libra, satuan terbesar dalam sistem moneter Karoling yang digunakan di Eropa Barat dan wilayah lain sejak abad ke-8 hingga abad ke-20.[150] Pada 1999, euro menjadi satuan hitung Italia dan lira berubah menjadi subunit nasional euro dengan nilai tukar 1 euro = 1.936,27 lira. Uang tunai lira kemudian digantikan euro pada 2002.
Gambaran umum
Data
Tabel berikut memuat indikator ekonomi utama pada 1980–2023, disertai perkiraan staf IMF untuk 2024–2029. Angka inflasi di bawah 5% ditandai dengan warna hijau.[151]
| Tahun | PDB (miliar US$ KKB) |
PDB per kapita (US$ KKB) |
PDB (miliar US$ nominal) |
PDB per kapita (US$ nominal) |
Pertumbuhan PDB (riil) |
Tingkat inflasi (persen) |
Pengangguran (persen) |
Utang pemerintah (% PDB) |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1980 | 614,4 | 10.895,8 | 482,7 | 8.559,5 | ▲21,8% | 7,4% | t/a | |
| 1981 | ▲19,5% | ▲7,6% | t/a | |||||
| 1982 | ▲16,5% | ▲8,3% | t/a | |||||
| 1983 | ▲14,7% | t/a | ||||||
| 1984 | ▲10,7% | ▲7,8% | t/a | |||||
| 1985 | ▲9,0% | ▲8,2% | t/a | |||||
| 1986 | ▲5,8% | ▲8,9% | t/a | |||||
| 1987 | ▲9,6% | t/a | ||||||
| 1988 | ▲5,1% | ▲9,7% | 95,2% | |||||
| 1989 | ▲6,2% | ▲97,9% | ||||||
| 1990 | ▲6,4% | ▲101,1% | ||||||
| 1991 | ▲6,2% | ▲104,7% | ||||||
| 1992 | ▲5,0% | ▲8,8% | ▲112,3% | |||||
| 1993 | ▲9,8% | ▲123,4% | ||||||
| 1994 | ▲10,6% | ▲130,1% | ||||||
| 1995 | ▲5,4% | ▲11,2% | ||||||
| 1996 | ||||||||
| 1997 | ||||||||
| 1998 | ▲11,3% | |||||||
| 1999 | ||||||||
| 2000 | ||||||||
| 2001 | ||||||||
| 2002 | ||||||||
| 2003 | ||||||||
| 2004 | ||||||||
| 2005 | ▲106,6% | |||||||
| 2006 | ▲106,7% | |||||||
| 2007 | ||||||||
| 2008 | ▲6,8% | ▲106,2% | ||||||
| 2009 | ▲7,9% | ▲116,6% | ||||||
| 2010 | ▲8,5% | ▲119,2% | ||||||
| 2011 | ▲8,6% | ▲119,7% | ||||||
| 2012 | ▲10,9% | ▲126,5% | ||||||
| 2013 | ▲12,4% | ▲132,5% | ||||||
| 2014 | ▲12,8% | ▲135,4% | ||||||
| 2015 | ||||||||
| 2016 | ||||||||
| 2017 | ||||||||
| 2018 | ▲134,4% | |||||||
| 2019 | ||||||||
| 2020 | ▲155,3% | |||||||
| 2021 | ▲9,5% | |||||||
| 2022 | ▲8,7% | |||||||
| 2023 | ▲5,9% | |||||||
| 2024 | ▲136,8% | |||||||
| 2025 | ▲7,1% | ▲138,6% | ||||||
| 2026 | ▲7,3% | ▲140,1% | ||||||
| 2027 | ▲7,4% | ▲141,3% | ||||||
| 2028 | ▲7,5% | ▲141,9% | ||||||
| 2029 | ▲7,6% | ▲142,3% |

Perusahaan
Perusahaan Italia dalam daftar Fortune Global 500 2024
Daftar ini memuat kelima perusahaan Italia dalam Fortune Global 500, yang menyusun peringkat perusahaan terbesar di dunia berdasarkan pendapatan tahunan.[152] Angka di bawah dinyatakan dalam jutaan dolar AS dan mengacu pada tahun fiskal 2018.[152] Daftar ini juga mencantumkan lokasi kantor pusat, laba bersih, dan sektor industri setiap perusahaan.
| Peringkat | Peringkat Fortune 500 | Nama | Industri | Pendapatan
(juta US$) |
Laba
(juta US$) |
Karyawan | Kantor pusat |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | 98 | Enel | Ketenagalistrikan | 103.311 | 3.717 | 61.055 | Roma |
| 2 | 97 | Eni | Minyak dan gas | 102.502 | 5.158 | 33.142 | Roma |
| 3 | 245 | Assicurazioni Generali | Asuransi | 57.023 | 4.051 | 81.879 | Trieste |
| 4 | 283 | Intesa Sanpaolo | Keuangan | 52.004 | 8.351 | 94.368 | Turin |
| 5 | 314 | UniCredit | Perbankan | 48.044 | 10.278 | 70.752 | Milan |
Pada 2022, jasa merupakan sektor dengan jumlah perusahaan terdaftar terbanyak di Italia, yakni 654.065 perusahaan. Sektor perdagangan eceran berada di urutan berikutnya dengan 519.448 perusahaan, disusul keuangan, asuransi, dan properti dengan 348.881 perusahaan.[153]
Kekayaan

Italia memiliki 1,3 juta penduduk dengan kekayaan bersih lebih dari US$1 juta. Total kekayaan nasionalnya mencapai US$11,020 triliun, terbesar kesembilan di dunia secara kumulatif dan setara dengan 2,4% kekayaan bersih dunia.[154] Menurut Global Wealth Databook 2024 terbitan UBS, median kekayaan per orang dewasa mencapai US$113.754, tertinggi ke-14 di dunia.[155] Sementara itu, Global Wealth Report 2024 terbitan Allianz mencatat kekayaan keuangan bersih per kapita sebesar €76.930, juga tertinggi ke-14 di dunia.[156]
Daftar sepuluh miliarder Italia berikut didasarkan pada penilaian tahunan atas kekayaan dan aset yang dihimpun serta diterbitkan Forbes pada 2017.[157]
| Peringkat (dunia) | Peringkat (Italia) | Nama | Kekayaan bersih (US$ miliar) | Sumber utama | Sektor utama |
|---|---|---|---|---|---|
| 29 | 1 | Maria Franca Fissolo Ferrero dan keluarga | 25,2 | Ferrero SpA | Makanan |
| 50 | 2 | Leonardo Del Vecchio | 17,9 | Luxottica | Kacamata |
| 80 | 3 | Stefano Pessina | 13,9 | Walgreens Boots | Ritel farmasi |
| 133 | 4 | Massimiliana Landini Aleotti | 9,5 | Menarini | Farmasi |
| 199 | 5 | Silvio Berlusconi | 7,0 | Fininvest | Jasa keuangan |
| 215 | 6 | Giorgio Armani | 6,6 | Armani | Mode |
| 250 | 7 | Augusto dan Giorgio Perfetti | 5,8 | Perfetti Van Melle | Kembang gula |
| 385 | 8 | Paolo dan Gianfelice Rocca | 3,4 | Techint | Konglomerat |
| 474 | 9 | Giuseppe De'Longhi | 3,8 | De'Longhi | Peralatan rumah tangga kecil |
| 603 | 10 | Patrizio Bertelli | 3,3 | Prada | Pakaian |
Data regional

| Peringkat | Daerah | PDB 2024 (€ juta) | PDB 2022 (€ juta) | % nasional | € per kapita (2024) |
|---|---|---|---|---|---|
| – | 1.946.479 | 100,00 | 37.308 | ||
| 1 | 439.986,38 | 22,94 | 50.398 | ||
| 2 | 212.911,42 | 11,20 | 43.166 | ||
| 3 | 180.173,48 | 9,14 | 41.496 | ||
| 4 | 176.844,9 | 9,01 | 44.557 | ||
| 5 | 145.913,79 | 7,46 | 38.625 | ||
| 6 | 128.308,37 | 6,52 | 39.262 | ||
| 7 | 119.467,68 | 6,25 | 24.564 | ||
| 8 | 97.124,1 | 5,09 | 23.308 | ||
| 9 | 85.960,7 | 4,29 | 24.327 | ||
| 10 | 53.854,51 | 2,68 | 38.841 | ||
| 11 | 45.859,37 | 2,29 | 34.149 | ||
| 12 | 43.048,67 | 2,11 | 39.005 | ||
| 13 | 37.978,08 | 1,97 | 27.730 | ||
| 14 | 34.572,45 | 1,85 | 32.108 | ||
| 15 | 36.081,42 | 1,81 | 21.702 | ||
| 16 | 29.106,27 | 1,50 | 61.601 | ||
| 17 | 24.264,04 | 1,25 | 32.466 | ||
| 18 | 24.002,76 | 1,18 | 47.764 | ||
| 19 | 13.966,85 | 0,68 | 28.416 | ||
| 20 | 7.219,42 | 0,36 | 27.697 | ||
| 21 | 5.404,03 | 0,26 | 47.742 |
Masalah Selatan


Dalam beberapa dasawarsa setelah Penyatuan Italia, wilayah utara, terutama Lombardia, Piemonte, dan Liguria, mulai mengalami industrialisasi dan pembangunan ekonomi, sedangkan Mezzogiorno tertinggal.[161] Ketika penyatuan berlangsung, Italia Selatan kekurangan pengusaha. Banyak pemilik tanah menetap di kota dan jarang berada di lahan mereka, sehingga pengelolaannya diserahkan kepada administrator yang tidak diberi dorongan untuk memaksimalkan hasil pertanian.[162] Alih-alih membeli peralatan pertanian, para pemilik tanah lebih memilih obligasi pemerintah berisiko rendah.[163]
Di Italia Selatan, penyatuan negara membongkar sistem penguasaan tanah feodal yang telah bertahan sejak Abad Pertengahan, terutama ketika tanah merupakan milik aristokrat, lembaga keagamaan, atau raja dan tidak dapat dialihkan. Namun, berakhirnya feodalisme dan pembagian ulang tanah tidak serta-merta membuat petani kecil memperoleh lahan sendiri atau lahan yang dapat diusahakan secara menguntungkan. Banyak orang tetap tidak bertanah, sementara petak-petak lahan semakin kecil dan kurang produktif karena terus dibagi di antara para ahli waris.[163]
Kesenjangan antara Italia utara dan selatan, yang disebut "Masalah Selatan", juga dipengaruhi kebijakan khusus daerah yang diterapkan pemerintah setelah penyatuan.[164] Reformasi proteksionis 1887, misalnya, tidak melindungi sektor budi daya tanaman berkayu yang terpukul oleh penurunan harga pada 1880-an. Kebijakan tersebut justru melindungi budi daya gandum di Lembah Po serta industri tekstil dan manufaktur utara yang bertahan selama masa liberal berkat campur tangan negara.[165] Pertimbangan serupa melandasi pemberian hak monopoli dalam pembuatan dan pelayaran kapal uap, terutama belanja pemerintah untuk perkeretaapian yang mencapai 53% dari keseluruhan belanja pada 1861–1911.[166]
Pembiayaan belanja pemerintah diperoleh melalui pajak kepemilikan tanah yang sangat timpang. Karena sistem perbankan belum berkembang, pajak tersebut menggerus sumber utama tabungan yang dapat ditanamkan pada sektor-sektor pertumbuhan.[167] Pemerintah juga tidak mampu memperkirakan keuntungan tanah secara tepat, terutama akibat perbedaan besar antarkadaster daerah. Kebijakan tersebut kemudian memperlebar kesenjangan regional secara permanen.[168] Hubungan antara pemerintah pusat dan penduduk selatan memburuk. Keadaan ini mula-mula memicu perang saudara berupa perbanditan, yang menewaskan sekitar 20.000 orang hingga 1864 dan menyebabkan militerisasi wilayah tersebut, lalu mendorong emigrasi, terutama pada 1892–1921.[169]
Setelah Benito Mussolini berkuasa, "Prefek Besi" Cesare Mori cukup berhasil memberantas organisasi kriminal yang telah mengakar di selatan. Kebijakan Fasis diarahkan pada pembentukan Imperium Italia, sedangkan pelabuhan-pelabuhan Italia Selatan dipandang strategis bagi perdagangan dengan wilayah jajahan. Ketika Sekutu menginvasi Italia Selatan dalam Perang Dunia II, Sekutu mengembalikan pengaruh keluarga-keluarga mafia yang sebelumnya melemah pada masa Fasis dan memanfaatkan pengaruh mereka untuk menjaga ketertiban umum.[170]
Pada 1950-an, pemerintah membentuk Cassa per il Mezzogiorno sebagai rencana induk berskala besar untuk mengindustrialisasi Italia Selatan. Program tersebut ditempuh melalui dua cara: reformasi tanah yang menghasilkan 120.000 lahan pertanian kecil baru dan "Strategi Kutub Pertumbuhan", yang mengalokasikan 60% investasi pemerintah ke selatan untuk menarik modal, merangsang perusahaan setempat, dan menciptakan lapangan kerja. Sebagian besar sasaran tidak tercapai. Akibatnya, Italia Selatan semakin bergantung pada subsidi dan negara serta tidak mampu menghasilkan pertumbuhan swasta sendiri.[171]
Kesenjangan utara–selatan menyempit pada 1960-an dan 1970-an melalui pembangunan prasarana umum, reformasi pertanian dan pendidikan,[172] perluasan industrialisasi, dan perbaikan taraf hidup penduduk. Namun, proses konvergensi tersebut terhenti pada 1980-an. Hingga kini, PDB per kapita Italia Selatan hanya 58% dari Italia tengah dan utara.[173] Kesenjangan itu sebagian diimbangi oleh biaya hidup yang rata-rata 10–15% lebih rendah daripada di Italia Utara, dengan selisih yang lebih besar antara kota kecil dan kota besar.[174] Tingkat pengangguran di selatan lebih dari dua kali lipat, yakni 14,9% dibandingkan 6,7% di utara.[175] Sebuah kajian Censis mengaitkan ketertinggalan Italia Selatan dengan meluasnya organisasi kriminal. Keberadaan organisasi tersebut diperkirakan menyebabkan kehilangan kekayaan sebesar 2,5% per tahun pada 1981–2003; tanpa dampak itu, PDB per kapita selatan diperkirakan telah menyamai utara.[176]
Sektor ekonomi
Primer

Menurut sensus pertanian nasional terakhir, Italia memiliki 1,6 juta usaha tani pada 2010, turun 32,4% sejak 2000. Seluruhnya mencakup 12.700.000 ha or 31.382.383 ekar, dengan 63% berada di Mezzogiorno.[179] Sebagian besar usaha tersebut, sekitar 99%, dikelola keluarga dan berskala kecil dengan luas rata-rata hanya 8 ha (20 ekar).[179] Dari seluruh lahan pertanian di luar kehutanan, 31% digunakan untuk serealia, 8,2% untuk kebun zaitun, 5,4% untuk kebun anggur, 3,8% untuk kebun jeruk, 1,7% untuk bit gula, dan 2,4% untuk hortikultura. Sisanya terutama digunakan sebagai padang rumput (25,9%) dan untuk tanaman pakan (11,6%).[179]
Italia utara terutama menghasilkan jagung, beras, bit gula, kedelai, daging, buah-buahan, dan produk susu, sedangkan wilayah selatan lebih banyak memproduksi gandum, zaitun, dan buah jeruk. Populasi ternaknya mencakup enam juta sapi, 8,6 juta babi, 6,8 juta domba, dan 0,9 juta kambing.[179] Produksi tahunan sektor perikanan Italia, baik dari penangkapan maupun budi daya perairan, termasuk krustasea dan moluska, mencapai sekitar 480.000 ton.
Italia merupakan produsen anggur terbesar di dunia serta salah satu penghasil utama minyak zaitun, buah-buahan, dan sayuran. Buah yang dihasilkan antara lain apel, zaitun, anggur, jeruk, lemon, pir, aprikot, hazelnut, persik, ceri, plum, stroberi, dan kiwi, sedangkan sayuran utamanya mencakup articok dan tomat. Anggur Italia yang paling terkenal antara lain Chianti dari Toskana dan Barolo dari Piemonte. Jenis lain yang dikenal luas meliputi Barbaresco, Barbera d'Asti, Brunello di Montalcino, Frascati, Montepulciano d'Abruzzo, Morellino di Scansano, Amarone della Valpolicella DOCG, serta anggur berbuih Franciacorta dan Prosecco.
Produk bermutu tinggi yang menjadi keunggulan Italia, khususnya anggur dan keju regional, sering dilindungi melalui label jaminan mutu DOC/DOP. Sertifikat indikasi geografis yang diberikan Uni Eropa tersebut dianggap penting untuk membedakan produk asli dari barang tiruan bermutu rendah yang diproduksi secara massal.
Masakan Italia termasuk salah satu yang paling populer dan paling banyak ditiru di dunia.[180] Di luar Italia, beberapa bahan khasnya sulit atau sama sekali tidak tersedia. Pemalsuan dan penipuan pangan turut mengubah ciri asli bahan serta produk Italia.[181] Fenomena yang tersebar di berbagai benua tersebut dikenal sebagai Italian Sounding, yakni penggunaan kata, gambar, perpaduan warna bendera Italia, rujukan geografis, dan merek yang mengesankan keterkaitan dengan Italia untuk memasarkan produk pangan yang sebenarnya tidak berhubungan dengan masakan Italia.[182]
Sekunder


Italia merupakan negara manufaktur terbesar keenam di dunia.[32] Dibandingkan negara lain dengan skala ekonomi serupa, Italia memiliki lebih sedikit perusahaan multinasional global, tetapi mempunyai banyak usaha kecil dan menengah. Banyak di antaranya tergabung dalam klaster dan menjadi tulang punggung industri nasional.[185] Struktur tersebut membuat manufaktur Italia kerap berorientasi pada ekspor produk untuk pasar ceruk dan barang mewah. Sektor ini kurang mampu bersaing dari segi jumlah, tetapi lebih tahan menghadapi negara berkembang dengan biaya tenaga kerja lebih rendah karena mutu produknya lebih tinggi.[186]
Distrik-distrik industri Italia memiliki corak regional. Kawasan barat laut mencakup kelompok industri modern berskala besar di "segitiga industri" Milan–Turin–Genova, yang menjadi pusat produksi mesin, otomotif, kedirgantaraan, dan pembuatan kapal. Di timur laut, perkembangan sosial dan ekonomi banyak bertumpu pada perusahaan keluarga. Wilayah tersebut didominasi usaha kecil dan menengah dengan teknologi relatif rendah, tetapi keterampilan kerajinan tinggi, yang mengkhususkan diri pada mesin, pakaian, barang kulit, alas kaki, furnitur, tekstil, perkakas mesin, suku cadang, peralatan rumah tangga, dan perhiasan. Italia tengah juga didominasi perusahaan kecil dan menengah yang menghasilkan tekstil, kulit, perhiasan, dan mesin.[185][187]
Penelitian Edison Foundation dan Confindustria pada 2015 menyebut bahwa tiga dari lima provinsi paling terindustrialisasi di Uni Eropa berada di Italia. Brescia menempati peringkat pertama di Eropa berdasarkan nilai tambah industri, yang melampaui €10 miliar.[188]
Industri otomotif di Italia merupakan bagian penting dari manufaktur. Pada 2015, sektor ini mencakup lebih dari 144.000 perusahaan dan mempekerjakan hampir 485.000 orang,[189] serta menyumbang 8,5% terhadap PDB Italia.[190] Industri otomotif Italia dikenal karena desain mobil, mobil kota berukuran kecil, mobil sport, dan supercar. Italia termasuk salah satu produsen kendaraan bermotor utama di Eropa maupun dunia.
Industri otomotif Italia kini hampir sepenuhnya didominasi Grup Fiat, yang telah menjadi bagian dari Stellantis. Selain lini produknya sendiri, Stellantis menguasai merek massal Fiat, merek kelas atas Alfa Romeo dan Lancia, serta merek eksotis Maserati. Mobil mewah seperti Ferrari, Lamborghini, dan Maserati, serta sepeda motor Ducati, juga diproduksi di Emilia-Romagna, Italia timur laut. Mobil Italia telah beberapa kali memenangi penghargaan tahunan European Car of the Year, dengan Fiat meraih kemenangan lebih banyak daripada produsen lain, dan juga memperoleh penghargaan World Car of the Year.
Menurut ISTAT, indeks produksi industri menurun dalam 32 dari 36 bulan antara 2022 dan Mei 2025. Produksi menyusut 2% pada 2023 dan 4% pada 2024, disusul penurunan tambahan sebesar 0,4% dari awal 2025 hingga Februari 2026.[191][192]
Pada 2008–2023, lebih dari 3.000 perusahaan Italia berpindah kepemilikan kepada investor asing, dengan nilai keseluruhan melampaui €200 miliar. Lebih dari 1.000 transaksi terjadi sejak 2021,[193] ditambah 429 perusahaan pada 2024.[194][195] Antara Desember 2011 dan Desember 2024, saldo pinjaman bank kepada perusahaan swasta Italia turun 31%, dari €929 miliar menjadi €641 miliar. Dalam periode yang sama, nilainya meningkat 70% di Prancis, dari €880 miliar menjadi €1,491 triliun, dan 53% di Jerman, dari €910 miliar menjadi €1,391 triliun.[194]
Tersier




Jasa merupakan sektor terpenting dalam perekonomian Italia, baik menurut jumlah pekerja, yakni 67% dari keseluruhan tenaga kerja, maupun nilai tambahnya yang mencapai 71%.[197] Sektor ini juga paling dinamis. Lebih dari 51% dari sekitar lima juta perusahaan yang beroperasi di Italia bergerak di bidang jasa, dan lebih dari 67% perusahaan baru didirikan dalam sektor tersebut.[198] Kegiatan utama mencakup pariwisata, perdagangan, serta layanan bagi masyarakat dan perusahaan.
Pada 2006, bidang perdagangan mencakup 1,6 juta perusahaan, sekitar 26% dari keseluruhan perusahaan Italia, dan lebih dari 3,5 juta unit kerja. Transportasi, komunikasi, pariwisata, dan konsumsi di luar rumah mencakup lebih dari 582.000 perusahaan, atau 9,5% dari keseluruhan, dengan hampir 3,5 juta unit kerja. Jasa perusahaan meliputi 630.000 badan usaha terdaftar, sekitar 10,3%, dan lebih dari 2,8 juta unit kerja.[198] Pada 2004, sektor transportasi Italia menghasilkan omzet sekitar €119,4 miliar dan mempekerjakan 935.700 orang di 153.700 perusahaan.
Bursa Efek Italia, yang berkedudukan di Milan, merupakan bursa efek nasional Italia. Lembaga tersebut mengelola dan menyelenggarakan pasar domestik, menetapkan prosedur penerimaan serta pencatatan perusahaan dan perantara, dan mengawasi keterbukaan informasi perusahaan tercatat.[199] Setelah privatisasi bursa pada 1997, Bursa Efek Italia dibentuk dan mulai beroperasi pada 2 Januari 1998.[200] Pada 23 Juni 2007, bursa tersebut menjadi anak perusahaan London Stock Exchange Group.[201] Hingga April 2018, kapitalisasi seluruh perusahaan tercatat di Borsa Italiana mencapai €644,3 miliar atau 37,8% PDB Italia.[202]
Italia merupakan negara keempat yang paling banyak dikunjungi, dengan 57 juta kedatangan pada 2023.[203] Pada 2014, sumbangan keseluruhan pariwisata Italia terhadap PDB, termasuk dampak investasi, rantai pasok, dan pendapatan turunan, mencapai €162,7 miliar atau 10,1% PDB. Sektor ini juga menciptakan 1.082.000 pekerjaan langsung, setara 4,8% dari seluruh lapangan kerja.[204]
Daya tarik wisata Italia terutama mencakup budaya, kuliner, sejarah, mode, arsitektur, seni, situs dan rute keagamaan, wisata pernikahan, keindahan alam, kehidupan malam, lokasi penyelaman, dan spa.[205][206][207][208][209][210][211] Wisata musim dingin dan musim panas tersebar di berbagai lokasi di Alpen dan Pegunungan Apennini,[212] sedangkan wisata pantai berkembang di sepanjang pesisir Laut Tengah.[213] Italia merupakan tujuan wisata kapal pesiar utama di Laut Tengah.[214] Desa-desa kecil bersejarah dan artistik dipromosikan melalui perhimpunan I Borghi più belli d'Italia, yang secara harfiah berarti "Desa-Desa Terindah di Italia".
Asal-usul perbankan modern dapat ditelusuri ke Italia pada Abad Pertengahan dan awal Renaisans Italia, khususnya kota-kota makmur seperti Firenze, Lucca, Siena, Venesia, dan Genova. Keluarga Bardi dan Peruzzi mendominasi perbankan Firenze pada abad ke-14 dan membuka cabang di berbagai wilayah Eropa.[215] Salah satu bank Italia paling terkenal ialah Bank Medici, yang didirikan Giovanni di Bicci de' Medici pada 1397.[216] Bank simpanan milik negara tertua yang diketahui, Bank Santo Georgius, didirikan di Genova pada 1407.[217]
Banca Monte dei Paschi di Siena, yang didirikan pada 1472, merupakan bank tertua atau kedua tertua di dunia yang masih beroperasi, bergantung pada definisi yang digunakan, serta bank komersial dan ritel terbesar ketiga di Italia.[218] Saat ini, UniCredit termasuk salah satu bank terbesar di Eropa berdasarkan kapitalisasi, sedangkan Assicurazioni Generali merupakan kelompok asuransi terbesar kedua di dunia berdasarkan pendapatan setelah Axa.
Tabel berikut memuat bank dan kelompok asuransi utama Italia berdasarkan jumlah aset dan premi bruto tertulis.[219]
|
|
Infrastruktur
Energi dan sumber daya alam
Italia mengonsumsi sekitar 185 Mtoe energi primer pada 2010.[221] Sebagian besar energi tersebut berasal dari bahan bakar fosil. Sumber yang paling banyak digunakan meliputi minyak bumi, terutama untuk transportasi; gas alam, untuk pembangkitan listrik dan pemanasan; batu bara; serta energi terbarukan. Listrik terutama dibangkitkan dari gas alam, yang menyumbang lebih dari separuh total produksi listrik. Sumber penting lainnya ialah tenaga air, yang hingga 1960 praktis menjadi satu-satunya sumber listrik negara tersebut.
Eni, yang beroperasi di 79 negara, dianggap sebagai salah satu dari tujuh perusahaan minyak "Supermajor" dunia dan salah satu perusahaan industri terbesar di dunia.[222] Kawasan Val d'Agri di Basilicata menampung ladang hidrokarbon darat terbesar di Eropa.[223] Cadangan gas alam dalam jumlah sedang juga ditemukan dalam beberapa tahun terakhir, terutama di Lembah Po dan lepas pantai Laut Adriatik. Gas alam menjadi sumber daya mineral terpenting Italia.

Sebagian besar bahan baku yang dibutuhkan industri dan lebih dari 80% sumber energi Italia diperoleh melalui impor. Impor memenuhi 99,7% kebutuhan bahan bakar padat, 92,5% minyak, 91,2% gas alam, dan 13% listrik.[224][225] Ketergantungan tersebut membuat harga listrik yang dibayar penduduk Italia sekitar 45% lebih tinggi daripada rata-rata Uni Eropa.[226] Menurut laporan Uni Eropa berjudul REPowerEU – 4 years on,[227] pada 2026 Italia memiliki harga listrik tertinggi di Eropa.[228]
Dalam satu dasawarsa terakhir, Italia menjadi salah satu produsen energi terbarukan terbesar di dunia, menempati peringkat kedua di Uni Eropa dan kesembilan di dunia. Tenaga angin, tenaga air, dan tenaga panas bumi juga menjadi sumber listrik penting. Italia merupakan negara pertama yang memanfaatkan energi panas bumi untuk membangkitkan listrik.[229] Pembangkit panas bumi pertama Italia dibangun di Toskana, yang kini menjadi lokasi seluruh pembangkit panas bumi aktif di negara tersebut. Produksinya mencapai 5,92 TWh pada 2014.[230]
Pada 2014, energi surya menyumbang hampir 9% produksi listrik Italia. Angka tersebut menjadikan Italia sebagai negara dengan sumbangan tenaga surya tertinggi di dunia.[220] Pembangkit Listrik Fotovoltaik Montalto di Castro, yang selesai dibangun pada 2010, merupakan pembangkit fotovoltaik terbesar di Italia dengan kapasitas 85 MW. Pembangkit besar lainnya meliputi San Bellino (70,6 MW), Cellino San Marco (42,7 MW), dan Sant'Alberto (34,6 MW).[231] Italia juga merupakan negara pertama yang memanfaatkan energi panas bumi untuk membangkitkan listrik.[229]
Sumber terbarukan menghasilkan 27,5% listrik Italia. Tenaga air menyumbang 12,6%, diikuti tenaga surya 5,7%, angin 4,1%, bioenergi 3,5%, dan panas bumi 1,6%.[232] Sisa kebutuhan nasional dipenuhi oleh bahan bakar fosil, yaitu gas alam 38,2%, batu bara 13%, dan minyak 8,4%, serta impor.[232]
Italia pernah mengoperasikan empat reaktor nuklir hingga dasawarsa 1980-an. Setelah Bencana Chernobyl pada 1987, sebagian besar pemilih melalui referendum mendukung penghentian bertahap tenaga nuklir. Pemerintah kemudian menutup pembangkit yang masih beroperasi dan menghentikan proyek yang sedang dibangun, tetapi tetap terlibat dalam program nuklir di luar negeri. Perusahaan listrik nasional Enel mengoperasikan tujuh reaktor di Spanyol melalui Endesa dan empat reaktor di Slowakia melalui Slovenské elektrárne.[233] Pada 2005, Enel juga menandatangani kesepakatan dengan Électricité de France mengenai sebuah reaktor di Prancis.[226] Melalui kesepakatan tersebut, Italia memperoleh akses terhadap tenaga nuklir dan terlibat langsung dalam perancangan, pembangunan, serta pengoperasian pembangkit tanpa menempatkan reaktor di wilayahnya.[226]
Pada awal 1970-an, Italia merupakan produsen utama pirit dari Maremma di Toskana, asbes dari tambang Balangero, fluorit di Sisilia, dan garam. Negara tersebut juga swasembada aluminium dari Gargano, belerang dari Sisilia, timbal, dan seng dari Sardinia.[234] Pada awal 1990-an, Italia telah kehilangan seluruh kedudukan utamanya di dunia dan tidak lagi swasembada dalam sumber daya tersebut. Negara ini tidak memiliki endapan besi, batu bara, atau minyak dalam jumlah besar. Meskipun demikian, Italia termasuk produsen utama batu apung, pozolana, dan felspar di dunia.[234] Sumber mineral lain yang terkenal ialah marmer, khususnya marmer putih Carrara dari tambang di Provinsi Massa-Carrara, Toskana.
Transportasi

Pada 2002, jaringan jalan nasional Italia mencakup 668.721 km (415.524 mi) jalan yang layak digunakan, termasuk 6.487 km (4.031 mi) jalan bebas hambatan. Jalan tersebut dimiliki negara, tetapi dioperasikan swasta oleh Atlantia. Pada 2005, sekitar 34.667.000 mobil penumpang, atau 590 mobil per 1.000 penduduk, serta 4.015.000 kendaraan angkutan barang beroperasi di jaringan tersebut.[237]
Italia merupakan negara pertama yang membangun jalan bebas hambatan, yang disebut autostrade dan dikhususkan bagi lalu lintas cepat serta kendaraan bermotor.[235][236] Autostrada dei Laghi, jalan bebas hambatan pertama di dunia, menghubungkan Milan dengan Danau Como dan Danau Maggiore. Jalur yang kini menjadi bagian A8 dan A9 tersebut dirancang Piero Puricelli dan diresmikan pada 1924.[236] Puricelli telah memperoleh izin pertama untuk membangun jalan cepat bagi kepentingan umum pada 1921. Menjelang akhir 1930-an, lebih dari 400 km jalan bebas hambatan berjalur tunggal maupun ganda telah dibangun di seluruh Italia untuk menghubungkan kota dan kawasan perdesaan. Italia juga termasuk negara dengan jumlah kendaraan per kapita tertinggi, yakni 690 kendaraan per 1.000 penduduk pada 2010.[238]

Jaringan rel nasional juga luas, terutama di bagian utara. Panjangnya mencapai 16.862 km, dengan 69% jalur telah dialiri listrik dan dilayani 4.937 lokomotif serta kereta rel. Jaringan tersebut merupakan yang terpanjang ke-12 di dunia dan dioperasikan oleh badan usaha milik negara Ferrovie dello Stato Italiane, sedangkan jalur serta infrastrukturnya dikelola Rete Ferroviaria Italiana. Sejumlah perusahaan swasta juga mengoperasikan layanan yang terutama berupa kereta komuter. Jaringan nasional menyediakan layanan kereta kecepatan tinggi yang menghubungkan kota-kota utama.
Jalur kereta kecepatan tinggi Firenze–Roma menjadi jalur cepat pertama yang dibuka di Eropa ketika lebih dari separuh rutenya mulai beroperasi pada 1977. Pada 1991, TAV dibentuk untuk merencanakan dan membangun jalur cepat pada koridor transportasi Italia yang paling penting dan padat, yaitu Milan–Roma–Napoli serta Turin–Milan–Venesia. Kereta cepat mencakup rangkaian kelas ETR, dengan Frecciarossa 1000 mampu mencapai 400 km/jam. Layanan kereta cepat dibagi menjadi tiga kategori. Frecciarossa ("panah merah") beroperasi hingga 300 km/jam di jalur khusus kecepatan tinggi; Frecciargento ("panah perak") mencapai 250 km/jam di jalur cepat maupun jalur utama; sedangkan Frecciabianca ("panah putih") melayani jalur regional berkecepatan tinggi hingga 200 km/jam. Italia memiliki 11 jalur kereta lintas batas melalui Pegunungan Alpen menuju negara-negara tetangga.

Sejak Oktober 2021, maskapai penerbangan nasional Italia ialah ITA Airways. Maskapai tersebut mengambil alih merek, kode tiket IATA, dan berbagai aset milik Alitalia setelah perusahaan itu bangkrut.[242] Hingga Oktober 2021, ITA Airways melayani 44 tujuan dan juga mengoperasikan bekas anak perusahaan regional Alitalia, Alitalia CityLiner.[243] Italia juga memiliki maskapai regional, seperti Air Dolomiti, maskapai berbiaya rendah, serta maskapai sewaan dan rekreasi, termasuk Neos, Blue Panorama Airlines, dan Poste Air Cargo. Operator kargo utama meliputi Alitalia Cargo dan Cargolux Italia.
Italia menempati peringkat kelima di Eropa berdasarkan jumlah penumpang udara. Pada 2011, jumlahnya mencapai sekitar 148 juta orang atau sekitar 10% keseluruhan penumpang Eropa.[244] Italia memiliki sekitar 130 bandar udara, 99 di antaranya mempunyai landasan pacu beraspal. Dua penghubung utamanya ialah Bandar Udara Internasional Leonardo da Vinci di Roma dan Bandar Udara Internasional Malpensa di Milan.
Selama berabad-abad, Italia menjadi tujuan akhir Jalur Sutra. Pembangunan Terusan Suez pada abad ke-19 memperkuat perdagangan laut dengan Afrika Timur dan Asia. Sejak berakhirnya Perang Dingin dan meningkatnya integrasi Eropa, hubungan perdagangan yang kerap terputus pada abad ke-20 kembali berkembang. Pada 2004 terdapat 43 pelabuhan laut utama, termasuk Pelabuhan Genova, pelabuhan terbesar di Italia sekaligus pelabuhan tersibuk ketiga menurut tonase kargo di Laut Tengah.
Meningkatnya arti Jalur Sutra Maritim dan hubungannya dengan Asia serta Afrika Timur membuat pelabuhan Italia semakin penting bagi Eropa Tengah dan Eropa Timur. Perdagangan barang juga bergeser dari pelabuhan Eropa utara ke pelabuhan Laut Tengah karena waktu tempuh yang lebih singkat dan pertimbangan lingkungan. Trieste, pelabuhan laut dalam di bagian paling utara Laut Tengah, menjadi sasaran investasi Italia, Asia, dan Eropa.[245][246][247][248][249][250] Jaringan perairan darat nasional mencakup 1.477 km (918 mi) sungai dan kanal yang dapat dilayari. Pada 2007, Italia memiliki armada pesawat sipil sekitar 389.000 unit dan armada niaga sebanyak 581 kapal.[251]
Penyediaan air dan sanitasi
Ilmu pengetahuan dan teknologi
Keuangan pemerintah
Perdagangan dan investasi
Kemiskinan

Pada 2015, tingkat kemiskinan Italia mencapai titik tertinggi dalam sepuluh tahun sebelumnya. Ambang kemiskinan absolut bagi keluarga beranggotakan dua orang sebesar €1.050,95 per bulan, sedangkan ambang per kapita berbeda menurut wilayah, dari €552,39 hingga €819,13 per bulan. Proporsi penduduk dalam kemiskinan absolut meningkat dari 6,8% pada 2014 menjadi 7,6% pada 2015.[252] Angkanya lebih tinggi di Mezzogiorno, dengan 10% penduduk hidup dalam kemiskinan absolut, naik dari 9% pada 2014. Di Italia Utara, angka tersebut mencapai 6,7%, juga meningkat dari 5,7% pada 2014.[252]
ISTAT mendefinisikan kemiskinan absolut sebagai keadaan ketika seseorang tidak mampu membeli barang dan jasa yang diperlukan untuk bertahan hidup. Pada 2015, proporsi rumah tangga dalam kemiskinan relatif meningkat dari 12,9% menjadi 13,7%. Kemiskinan relatif didefinisikan sebagai pendapatan siap dibelanjakan yang kurang dari sekitar separuh rata-rata nasional. Tingkat pengangguran pada Februari 2016 tetap 11,7%, tidak berubah selama hampir setahun. Namun, memiliki pekerjaan sekalipun tidak selalu membebaskan seseorang dari kemiskinan.[253]
Tingkat kemiskinan pada rumah tangga yang memiliki setidaknya satu anggota bekerja berkisar 6,1–11,7%, dengan angka tertinggi pada rumah tangga pekerja pabrik. Keadaan generasi muda lebih buruk karena tingkat penganggurannya melampaui 40%. Anak-anak juga sangat terdampak. Pada 2014, sebanyak 32% penduduk berusia 0–17 tahun, atau sekitar satu dari tiga anak, terancam kemiskinan atau eksklusi sosial. Tingkat kemiskinan di bagian utara kurang lebih setara dengan Prancis dan Jerman, sedangkan di bagian selatan hampir dua kali lipat. Laporan ISTAT yang dirujuk saat itu menyatakan bahwa kemiskinan mulai menurun.[254] Menurut Laporan Kemiskinan ISTAT 2022, sebanyak 2,18 juta rumah tangga dan 5,6 juta orang hidup dalam kemiskinan absolut di Italia.[255]
Menurut Eurostat, pada 2023 sekitar 63% rumah tangga Italia mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan hingga akhir bulan. Angka tersebut menempatkan Italia di antara negara Eropa dengan kesulitan ekonomi paling meluas, melampaui Prancis, Polandia, Spanyol, dan Portugal. Rata-rata Uni Eropa sebesar 45,5%.[256]
Gaji bruto tahunan rata-rata di Italia mencapai €41.646 atau $44.893 pada 2022.[257] Italia menempati peringkat ke-21 di kawasan OECD, dengan tingkat upah di bawah rata-rata Uni Eropa. Biaya hidup yang tinggi dan kesenjangan ekonomi antardaerah membuat banyak penduduk tetap menghadapi kesulitan besar dalam memenuhi kebutuhan dasar.
Penghargaan Nobel
| Tahun | Gambar | Penerima | Lahir | Meninggal | Bidang | Alasan |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1985 | Franco Modigliani | 18 Juni 1918 di Roma sejak 1946 juga berkewarganegaraan Amerika Serikat[258] |
25 September 2003 di Cambridge, Amerika Serikat | Ekonomi | "atas analisis rintisannya mengenai tabungan dan pasar keuangan"[259] |
Lihat pula
Referensi
- ↑ "Milan, Italy's Industrial and Financial Capital". 18 Mei 2018. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 7 Juli 2022. Diakses tanggal 27 Mei 2022.
- 1 2 3 4 5 "Report for Selected Countries and Subjects: October 2024". imf.org. Dana Moneter Internasional.
- ↑ "Pil e indebitamento delle AP - Anni 2022-2024". istat.it. Istituto Nazionale di Statistica.
- 1 2 3 4 5 6 7 "CIA World Factbook". CIA.gov. Badan Intelijen Pusat. Diarsipkan dari asli tanggal 1 Juli 2021. Diakses tanggal 13 Desember 2022.
- ↑ "Poverty in Italy". ISTAT. 5 September 2022. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 5 September 2022. Diakses tanggal 5 September 2022.
- ↑ "People at risk of poverty or social exclusion by sex". ec.europa.eu. Eurostat. Diakses tanggal 10 Juni 2024.
- ↑ "Gini coefficient of equivalised disposable income - EU-SILC survey". ec.europa.eu. Eurostat. Diakses tanggal 10 Juni 2024.
- ↑ "Population, aged 15-74 - EU labour force survey". ec.europa.eu. Eurostat. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 5 September 2022. Diakses tanggal 5 September 2022.
- ↑ "Employment rate by sex, age group 20-64". ec.europa.eu/eurostat. Eurostat. Diakses tanggal 20 Juli 2024.
- 1 2 "Euro area unemployment". Juli 2025. Diakses tanggal 10 September 2025.
- 1 2 Taxing Wages 2024: Tax and Gender through the Lens of the Second Earner | READ online.
- 1 2 Taxing Wages 2024: Tax and Gender through the Lens of the Second Earner | OECD iLibrary.
- 1 2 "Interscambio commerciale italiano con il resto del mondo infoMercatiEsteri - www.infomercatiesteri.it - infoMercatiEsteri - www.infomercatiesteri.it". www.infomercatiesteri.it. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 22 April 2022. Diakses tanggal 25 Juni 2022.
- ↑ "Euromoney Institutional Investor Company". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 3 Mei 2019. Diakses tanggal 30 September 2017.
- ↑ "Italy's debt-to-GDP ratio 134.8 in 2023 - Istat". ansa.it. ansa.it. 23 September 2024. Diakses tanggal 22 Oktober 2024.
- 1 2 3 "Euro area and EU27 government deficit both at 0.6% of GDP" (PDF). ec.europa.eu/eurostat. Eurostat. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 9 Oktober 2022. Diakses tanggal 28 April 2020.
- ↑ "European Cohesion Policy in Italy" (PDF). Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 25 Desember 2017. Diakses tanggal 25 Desember 2017.
- ↑ "European Structural and Investment Funds" (PDF). Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 20 April 2017. Diakses tanggal 25 Desember 2017.
- ↑ "S&P alza il rating dell'Italia. Giorgetti: premiata la serietà del governo nell'approccio alla politica di bilancio". milanofinanza.it. milanofinanza.it. 11 April 2025. Diakses tanggal 15 April 2025.
- ↑ "Moody's promuove l'Italia: il rating sale a Baa2". milanofinanza.it/. milanofinanza.it/. 21 November 2025. Diakses tanggal 21 November 2025.
- ↑ "Scope affirms Italy's credit ratings at BBB+ and revises the Outlook to Positive". Diakses tanggal 31 Oktober 2025.
- ↑ Hall, Peter A.; Soskice, David (2001). Varieties of Capitalism: The Institutional Foundations of Comparative Advantage. Oxford University Press. hlm. 131. ISBN 978-0-191-64770-3. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 23 Juli 2023. Diakses tanggal 18 Maret 2022.
- ↑ "Report for Selected Countries and Subjects". www.imf.org. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 25 April 2018. Diakses tanggal 13 Maret 2019.
- ↑ "CIA World Factbook: Italy". CIA. Diarsipkan dari asli tanggal 1 Juli 2021. Diakses tanggal 8 Februari 2015.
- ↑ "Select Country or Country Groups". www.imf.org. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 22 Oktober 2017. Diakses tanggal 26 November 2017.
- ↑ "The Economist Intelligence Unit's quality-of-life index" (PDF). The Economist. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 2 Agustus 2012. Diakses tanggal 8 Februari 2015.
- ↑ Stringa, Giovanni (5 Januari 2013). "Italia terza al mondo per riserve d'oro, per ogni cittadino dote di 1.650 euro". Corriere della Sera. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 20 September 2015. Diakses tanggal 6 Februari 2015.
- ↑ "Quel bilancio Ue poco equilibrato". Il Sole 24 Ore. 1 Februari 2013. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 19 Juli 2018. Diakses tanggal 8 Februari 2015.
- ↑ Kenworthy, Lane (1999). "Do Social-Welfare Policies Reduce Poverty? A Cross-National Assessment" (PDF). Social Forces. 77 (3): 1119–1139. doi:10.2307/3005973. JSTOR 3005973. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 10 Agustus 2013.
- ↑ Moller, Stephanie; Huber, Evelyne; Stephens, John D.; Bradley, David; Nielsen, François (2003). "Determinants of Relative Poverty in Advanced Capitalist Democracies". American Sociological Review. 68 (1): 22–51. doi:10.2307/3088901. JSTOR 3088901.
- ↑ "Social Expenditure – Aggregated data". OECD. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 19 April 2021. Diakses tanggal 23 April 2024.
- 1 2 "Manufacturing, value added (current US$) Diarsipkan 10 Oktober 2017 di Wayback Machine.". Diakses 17 Mei 2017.
- ↑ "Manufacturing statistics". Eurostat. November 2015. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 3 Juni 2019. Diakses tanggal 8 Februari 2015.
- ↑ Workman, Daniel (27 Desember 2018). "Italy's Top 10 Exports". World's Top Exports. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 21 April 2019. Diakses tanggal 2 Desember 2018.
- ↑ Workman, Daniel (2 Maret 2019). "Top Industrial Robots Exporters". World's Top Exports. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 4 Mei 2019. Diakses tanggal 2 Desember 2018.
- 1 2 Woodard, Richard (19 Maret 2013). "Italian wine now 22% of global market". Decanter. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 27 Januari 2015. Diakses tanggal 8 Februari 2015.
- ↑ Gustafson, Krystina (31 Desember 2015). "The world's biggest luxury markets in 2015". CNBC. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 9 November 2019. Diakses tanggal 9 September 2017.
- ↑ "Italy remains the third market for luxury goods". Diarsipkan dari asli tanggal 10 Maret 2020. Diakses tanggal 26 Maret 2016.
- ↑ "The Power of Cooperation – Cooperatives Europe key statistics 2015" (PDF). Cooperatives Europe. April 2016. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 12 November 2020. Diakses tanggal 28 Mei 2021.
- ↑ "REGIONAL ACCOUNTS YEARS 2017-2019" (PDF). ISTAT. 22 Desember 2020. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 8 Februari 2023.
- ↑ "Anno 2017 CONTI ECONOMICI TERRITORIALI" (PDF) (dalam bahasa Italia). ISTAT. 13 Desember 2018. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 15 Mei 2022. Diakses tanggal 18 Januari 2021.
- ↑ "GDP per capita growth (annual %) | Data". data.worldbank.org. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 10 Agustus 2019. Diakses tanggal 13 Maret 2019.
- ↑ "In Italia 3,7 milioni di lavoratori in nero". LaStampa.it. 14 Oktober 2016. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 1 November 2018. Diakses tanggal 7 Juli 2017.
- ↑ "Il Sud d'Italia e i settori che evadono di più". Il Sole 24 Ore (dalam bahasa Italia). 29 Agustus 2019. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 29 Maret 2023. Diakses tanggal 22 Januari 2021.
- ↑ Baten, Jörg (2016). A History of the Global Economy. From 1500 to the Present. Cambridge University Press. hlm. 44. ISBN 9781107507180.
- ↑ Coispeau, Olivier (10 Agustus 2016). Finance Masters: A Brief History of International Financial Centers in the Last Millennium (dalam bahasa Inggris). World Scientific. ISBN 9789813108844. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 20 Februari 2024. Diakses tanggal 14 Desember 2022.
- ↑ Rota, Mauro; Weisdorf, Jacob (Desember 2020). "Italy and the Little Divergence in Wages and Prices: New Data, New Results". The Journal of Economic History (dalam bahasa Inggris). 80 (4): 931–960. doi:10.1017/S0022050720000467. ISSN 0022-0507. S2CID 219359647.
- ↑ Carlo M. Cipolla, "The Decline of Italy: The Case of a Fully Matured Economy." abFZxxxx Economic History Review 5#2 1952, hlm. 178–187. daring Diarsipkan 20 September 2022 di Wayback Machine.
- ↑ Baten, Jörg (2016). A History of the Global Economy. From 1500 to the Present. Cambridge University Press. hlm. 45. ISBN 9781107507180.
- 1 2 Toniolo, Gianni, ed. (2013). The Oxford Handbook of the Italian Economy Since Unification. New York, NY: Oxford University Press. ISBN 9780199936694.
- ↑ Riall, Lucy (1999). The Italian risorgimento : state, society, and national unification (Edisi Cetak ulang). London [u.a.]: Routledge. hlm. 53. ISBN 978-0415057752.
- ↑ Killinger, Charles L. (2002). The history of Italy (Edisi Edisi daring). Westport, Conn. [u.a.]: Greenwood Press. hlm. 112. ISBN 978-0313314834.
- ↑ "Alessandro Cruto's incandescent light bulb — Italianmedia". ilglobo.com.au. Diarsipkan dari asli tanggal 16 Desember 2019. Diakses tanggal 16 Desember 2019.
- ↑ Hildebrand, George Herbert (1965). Growth and Structure in the Economy of Modern Italy. Cambridge, Massachusetts: Harvard University Press. hlm. 307–309.
- ↑ Zamagni, Vera (1993). The economic history of Italy, 1860–1990: from the periphery to the centre (Edisi Cetak ulang). [New York]: Clarendon Press. hlm. 64. ISBN 978-0198287735.
- ↑ Kemp, Tom (1985). Industrialization in nineteenth-century Europe (Edisi ke-2). London: Longman. ISBN 978-0582493841.
- ↑ Ciccarelli, Carlo; Fenoaltea, Stefano (Juli 2010). "Through the Magnifying Glass: Provincial Aspects of Industrial Growth in Post-Unification Italy" (PDF). Banca d'Italia. hlm. 4. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 9 Februari 2015. Diakses tanggal 9 Februari 2015.
- ↑ Cohen, Robin (1995). The Cambridge Survey of World Migration. Cambridge: Cambridge University Press. hlm. 114. ISBN 978-0-521-44405-7. Diakses tanggal 8 Februari 2015.
- ↑ Clark, Martin (1984). Modern Italy, 1871–1982. New York City: Longman. hlm. 186. ISBN 978-0-582-48361-3. Diakses tanggal 8 Februari 2015.
- 1 2 3 Knight, Patricia (2003). Mussolini and Fascism. New York City: Routledge. hlm. 64–65. ISBN 978-0-415-27921-5. Diakses tanggal 8 Februari 2015.
- ↑ Welk, William G. (1938). Fascist Economy Policy: An Analysis of Italy's Economic Experiment. Cambridge: Harvard University Press. hlm. 166. Diakses tanggal 8 Februari 2015.
- ↑ Morgan, Philip (2003). Italian Fascism, 1915–1945. Basingstoke: Macmillan Publishers. hlm. 160. ISBN 978-0-333-94998-6. Diakses tanggal 8 Februari 2015.[pranala nonaktif permanen]
- ↑ Lyttelton, Adrian (2002). Liberal and Fascist Italy, 1900–1945. Oxford: Oxford University Press. hlm. 13. ISBN 978-0-198-73198-6. Diakses tanggal 8 Februari 2015.[pranala nonaktif permanen]
- ↑ Hogan, Michael J. (1987). The Marshall Plan: America, Britain, and the reconstruction of Western Europe, 1947–1952. Cambridge: Cambridge University Press. hlm. 44–45. ISBN 978-0-521-37840-6.
- ↑ Tagliabue, John (11 Agustus 2007). "Italian Pride Is Revived in a Tiny Fiat". The New York Times. Diakses tanggal 8 Februari 2015.
- 1 2 Crafts, Nicholas; Toniolo, Gianni (1996). Economic Growth in Europe Since 1945. Cambridge: Cambridge University Press. hlm. 428. ISBN 978-0-521-49627-8.
- ↑ "2008/107/1 Computer, Programma 101, and documents (3), plastic / metal / paper / electronic components, hardware architect Pier Giorgio Perotto, designed by Mario Bellini, made by Olivetti, Italy, 1965–1971". www.powerhousemuseum.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 20 Maret 2016.
- ↑ "Cyber Heroes: Camillo Olivetti". Hive Mind. Diakses tanggal 7 November 2010.
- ↑ Di Nolfo, Ennio (1992). Power in Europe? Great Britain, France, Germany, and Italy, and the Origins of the EEC, 1952–57. Berlin: Walter de Gruyter. hlm. 198. ISBN 978-3-11-012158-2.
- ↑ "Italy since 1945: Demographic and social change". Encyclopædia Britannica Online. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 9 Februari 2015. Diakses tanggal 8 Februari 2015.
- ↑ Vicarelli, Fausto; Sylla, Richard; Cairncross, Alec (1988). Central banks' independence in historical perspective. Berlin: Walter de Gruyter. hlm. 180. ISBN 978-3110114409.
- ↑ "Italy since 1945: The economy in the 1980s". Encyclopædia Britannica Online. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 7 Januari 2015. Diakses tanggal 8 Februari 2015.
- ↑ "L'Italia in 150 anni. Sommario di statistiche storiche 1861–2010". ISTAT. Diarsipkan dari asli tanggal 9 Februari 2015. Diakses tanggal 8 Februari 2015.
- 1 2 Vietor, Richard (1 April 2001). "Italy's Economic Half-Miracle". Strategy&. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 20 November 2017. Diakses tanggal 8 Oktober 2014.
- ↑ "Italian Stock Exchange: Main Indicators (1975–2012)". Borsa Italiana. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 6 November 2018. Diakses tanggal 8 Februari 2015.
- ↑ "Italy: General government gross debt (Percent of GDP)". Dana Moneter Internasional. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 3 Maret 2016. Diakses tanggal 8 Oktober 2014.
- ↑ Balcerowicz, Leszek (2013). Economic Growth in the European Union (PDF). Brussels: Lisbon Council. hlm. 13. ISBN 978-9-0902-7915-2. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 14 Juli 2014. Diakses tanggal 8 Oktober 2014.
- ↑ ""Secular stagnation" in graphics". The Economist. 19 November 2014. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 23 November 2014. Diakses tanggal 8 Februari 2015.
- ↑ "Quarterly Growth Rates of real GDP, change over previous quarter". OECD. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 5 April 2019. Diakses tanggal 8 Februari 2015.
- ↑ Moody, Barry; Mackenzie, James (8 November 2011). "Berlusconi to resign after parliamentary setback". Reuters. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 18 September 2012. Diakses tanggal 8 Februari 2015.
- ↑ "General government gross debt". Eurostat. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 6 Februari 2020. Diakses tanggal 8 Februari 2015.
- ↑ Auret, Lisa (18 Mei 2010). "Could Italy Be Better Off than its Peers?". CNBC. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 30 April 2011. Diakses tanggal 30 Mei 2011.
- ↑ Sanderson, Rachel (10 Januari 2011). "Italian deficit narrows in third quarter". Financial Times. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 10 Desember 2022. Diakses tanggal 16 Juli 2011.
- ↑ Krugman, Paul (24 Februari 2013). "Austerity, Italian-Style". The New York Times. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 3 Januari 2022. Diakses tanggal 26 November 2017.
- ↑ Orsi, Roberto (8 Oktober 2013). "The Demise of Italy and the Rise of Chaos". Euro Crisis in the Press. London School of Economics. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 12 April 2019. Diakses tanggal 26 November 2017.
- ↑ "Italy exits recession as exports boost growth". Financial Times. 30 April 2019. Diarsipkan dari asli tanggal 10 Desember 2022. Diakses tanggal 6 Desember 2020.
- ↑ "Coronavirus in Italia, i dati e la mappa". ilsole24ore.com. Diakses tanggal 18 Juli 2020.
- ↑ "L'Italia che riparte". ilsole24ore.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 18 Juli 2020. Diakses tanggal 18 Juli 2020.
- ↑ Krugman, Paul (23 Juli 2020). "Why Can't Trump's America Be Like Italy?". The New York Times. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 26 Juli 2020. Diakses tanggal 27 Juli 2020.
- ↑ "BTP Futura – Prima Emissione". borsaitaliana.it. Diarsipkan dari asli tanggal 18 Oktober 2020. Diakses tanggal 18 Juli 2020.
- ↑ "Recovery Fund e bilancio: ecco le poste in gioco al Consiglio europeo". ilsole24ore.com. 17 Juli 2020. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 18 Juli 2020. Diakses tanggal 18 Juli 2020.
- ↑ Special European Council, 17–21 July 2020 Diarsipkan 18 Juli 2020 di Wayback Machine. Diakses 15 November 2020.
- ↑ "EU recovery fund gives chance to 'change the face' of Italy". Reuters (dalam bahasa Inggris). 21 Juli 2020. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 3 Agustus 2020. Diakses tanggal 2 September 2020.
- 1 2 "Italy: Selected Issues". elibrary.imf.org. doi:10.5089/9798400284052.002. Diakses tanggal 14 November 2025.
- ↑ "Pil, continua il trend positivo: la produzione cresce di quasi 100 miliardi rispetto al 2021". ilgiornale.it. ilgiornale.it. 23 September 2024. Diakses tanggal 24 September 2024.
- ↑ "Prezzi del gas e impatto sull'economia. Un monito per il Governo che verrà". ilsole24ore.com. ilsole24ore.com. 12 September 2022. Diakses tanggal 23 September 2024.
- ↑ "BTP Valore, il titolo di Stato per i piccoli risparmiatori". mef.gov.it. Diakses tanggal 24 September 2024.
- ↑ "BTp Valore, raccolti 14,6 miliardi in tre giorni. Borse chiudono deboli, bitcoin oltre 61mila $". ilsole24ore.com. ilsole24ore.com. 28 Februari 2024. Diakses tanggal 24 September 2024.
- ↑ "Con la spinta del Pnrr fino a 3,9 milioni di assunzioni nei prossimi 5 anni: finanza, commercio e turismo in pole". ilsole24ore.com. ilsole24ore.com. 6 September 2024. Diakses tanggal 24 September 2024.
- ↑ "Perché dopo il Covid il Pil italiano cresce più di Germania e Francia". ilsole24ore.com. ilsole24ore.com. 25 September 2024. Diakses tanggal 25 September 2024.
- ↑ "Moody's: Pnrr sostiene crescita Italia, impatto lungo termine dipende da riforme". borsaitaliana.it (dalam bahasa Italia). 16 Oktober 2025. Diakses tanggal 20 Oktober 2025.
- ↑ "Giorgetti: 'Spopolamento drammatico ma la politica lo ignora'". ansa.it. ansa.it. 18 Juni 2025. Diakses tanggal 18 Juni 2025.
- ↑ "Stm userà i robot umanoidi per produrre i chip: accordo con Oversonic per usare Robee in fabbrica". milanofinanza.it. milanofinanza.it. 22 Desember 2025. Diakses tanggal 22 Desember 2025.
- ↑ "Oversonic Robotics". oversonicrobotics.com/. oversonicrobotics.com/. Diakses tanggal 15 Januari 2026.
- ↑ "GENERATIVE BIONICS". gbionics. GENERATIVE BIONICS. Diakses tanggal 8 Januari 2026.
- ↑ "Intelligenza artificiale, in Italia l'uso dell'AI in azienda balza al 46% nel 2025. Ma ne beneficiano soprattutto i manager". milanofinanza.it. milanofinanza.it. 2 September 2025. Diakses tanggal 2 September 2025.
- ↑ "Invecchiamento/ Per l'Italia la sfida di passare dalla Silver Economy" alla Longevity Economy". ilsole24ore.com. ilsole24ore.com. 31 Juli 2024. Diakses tanggal 9 Juni 2025.
- ↑ "Moody's mantiene l'Italia a Baa3 e alza l'outlook a positivo". ansa.it. ansa.it. 23 Mei 2025. Diakses tanggal 9 Juni 2025.
- ↑ "BTP Italia: raccolti circa 8,8 miliardi di euro. Conclusa la ventesima emissione". mef.gov.it. MEF. Diakses tanggal 9 Juni 2025.
- ↑ "Btp 7 e 30 anni: ordini boom per la nuova emissione. Tensione sugli Oat francesi". milanofinanza.it. milanofinanza.it. 2 September 2025. Diakses tanggal 2 September 2025.
- ↑ "Italiani popolo di risparmiatori: 6mila miliardi di euro nei salvadanai". ilsole24ore.com. ilsole24ore.com. 14 Juni 2025. Diakses tanggal 14 Juni 2025.
- ↑ "Lo spread tra Btp e Bund scende a 93 punti base. Ecco perché il rally dei titoli di Stato italiani può continuare". milanofinanza.it. milanofinanza.it. 10 Juni 2025. Diakses tanggal 10 Juni 2025.
- ↑ "Lo spread tocca i minimi da 10 anni, poi risale sopra i 90 punti". ansa.it. ansa.it. 11 Juni 2025. Diakses tanggal 11 Juni 2025.
- ↑ "Italia capovolta, il Sud cresce ancora più del Nord. Ma nel 2025 tornerà a frenare". milanofinanza.it. milanofinanza.it. 27 November 2024. Diakses tanggal 9 Juni 2025.
- ↑ "TEHA: "Il Sud si conferma anche nel 2025 la terza regione più attrattiva nel Mediterraneo"". lastampa.it. lastampa.it. 16 Mei 2025. Diakses tanggal 9 Juni 2025.
- ↑ ""Libro Bianco" di The European House Ambrosetti, il ritorno industriale del Mezzogiorno: cresce più del Nord". ilmattino.it. ilmattino.it. 16 Mei 2025. Diakses tanggal 9 Juni 2025.
- ↑ "S&P Global Ratings conferma il rating dell'Italia". ilsole24ore.com. ilsole24ore.com. 10 Oktober 2025. Diakses tanggal 10 Oktober 2025.
- ↑ "L'oro riempie i caveau: quello di Bankitalia vale 200 miliardi". milanofinanza.it. milanofinanza.it. 7 November 2025. Diakses tanggal 8 November 2025.
- ↑ "Gold Reserves by Country". gold.org. World Gold Council. Diakses tanggal 10 Oktober 2025.
- ↑ "Oro sopra 4.000 dollari l'oncia, Ray Dalio: è più sicuro del dollaro. Goldman Sachs alza la stima per il 2026". milanofinanza.it/. milanofinanza.it/. 7 Oktober 2025. Diakses tanggal 10 Oktober 2025.
- ↑ "L'oro supera per la prima volta i 4.000 dollari l'oncia". ansa.it. ansa.it. 8 Oktober 2025. Diakses tanggal 10 Oktober 2025.
- ↑ "Moody's promuove l'Italia: il rating sale a Baa2". milanofinanza.it. milanofinanza.it. 21 November 2025. Diakses tanggal 21 November 2025.
- ↑ "Moody's promuove l'Italia: rating alzato dopo 23 anni". ilsole24ore.com. ilsole24ore.com. 21 November 2025. Diakses tanggal 21 November 2025.
- ↑ "Moody's alta il rating dell'Italia a Baa2 dopo 23 anni". ansa.it. ansa.it. 21 November 2025. Diakses tanggal 21 November 2025.
- ↑ "S&P conferma rating BBB+ dell'Italia, alza outlook a positivo". ilsole24ore.com. ilsole24ore.com. 30 Januari 2026. Diakses tanggal 30 Januari 2026.
- ↑ "Italy's Economic outlook 2025 - 2026". istat.it. istat.it. Diakses tanggal 29 Maret 2026.
- ↑ "Gas, Meloni ad Algeri dopo lo stop delle forniture del Qatar: ecco quanto valgono le intese tra l'Italia e il Paese africano". milanofinanza.it. milanofinanza.it. 25 Maret 2026. Diakses tanggal 31 Maret 2026.
- ↑ "Guerra in Iran, a rischio quasi 20 miliardi di export italiano nei Paesi del Medio Oriente coinvolti nel conflitto". milanofinanza.it. milanofinanza.it. 9 Maret 2026. Diakses tanggal 29 Maret 2026.
- ↑ "Moody's taglia il Pil dell'Italia: impatto guerra in Medio Oriente su crescita e inflazione". ilsole24ore.com. ilsole24ore.com. 28 Maret 2026. Diakses tanggal 29 Maret 2026.
- ↑ "Transizione 5.0, Giorgetti: con la guerra dobbiamo decidere chi aiutare". ilsole24ore.com. ilsole24ore.com. 28 Maret 2026. Diakses tanggal 29 Maret 2026.
- ↑ "La guerra piomba su conti e Pil, per Giorgetti: 'Possiamo assorbire shock'". ansa.it. ansa.it. 28 Maret 2026. Diakses tanggal 29 Maret 2026.
- ↑ "Giorgetti: 'Credo nei miracoli, in passato previsioni superate'". ansa.it. ansa.it. 9 April 2026. Diakses tanggal 9 April 2026.
- ↑ "Giorgetti avverte: essenziale mantenere fiducia mercati, prudenza nelle finanze pubbliche una necessità". milanofinanza.it. milanofinanza.it. 16 April 2026. Diakses tanggal 16 April 2026.
- ↑ "Italy Explores Nuclear Return After 40 Years as Energy Costs Hit". bloomberg.com. bloomberg.com. 15 Maret 2026. Diakses tanggal 29 Maret 2026.
- ↑ "Transizione Energetica e l'Industria del Nucleare 2026". 24oreventi.ilsole24ore.com. ilsole24ore.com. Diakses tanggal 29 Maret 2026.
- ↑ "Quanto vale l'oro di Bankitalia e perché la Bce ha fatto un altolà". ansa.it. ansa.it. 7 Desember 2025. Diakses tanggal 7 Desember 2025.
- ↑ "Giorgetti, sull'oro di Bankitalia un effetto simbolico che era giusto definire". ansa.it. ansa.it. 12 Desember 2025. Diakses tanggal 12 Desember 2025.
- ↑ "Confindustria Federorafi". federorafi.it. federorafi.it. Diakses tanggal 7 Desember 2025.
- ↑ "Gold and silver hit record highs on geopolitical tensions". ft.com/. ft.com/. 22 Desember 2025. Diakses tanggal 30 Januari 2026.
- ↑ "Gold Soars Beyond $5,000 as Global Tensions Grow". nytimes.com. nytimes.com. 26 Januari 2026. Diakses tanggal 30 Januari 2026.
- ↑ "Oro di nuovo al record storico, insieme ad argento e rame". ilsole24ore.com. ilsole24ore.com. 22 Desember 2025. Diakses tanggal 22 Desember 2025.
- ↑ "Oro, nuovo massimo storico. Superata quota 4.600 dollari l'oncia". milanofinanza.it. milanofinanza.it. 12 Januari 2026. Diakses tanggal 12 Januari 2026.
- ↑ "Gold vaults past $5,200 to record high". reuters.com. reuters.com. 28 Januari 2026. Diakses tanggal 28 Januari 2026.
- ↑ "Microsoft's slump affects EU stock exchanges, Milan (-0.14%) St goes down. Brusque stop for gold". ilsole24ore.com/. ilsole24ore.com/. 29 Januari 2026. Diakses tanggal 29 Januari 2026.
- ↑ "Il prezzo dell'oro sprofonda (-7%) dopo nuovi record". ansa.it. ansa.it. 29 Januari 2026. Diakses tanggal 30 Januari 2026.
- ↑ "IL FIORINO DI FIRENZE, STORIA DEL "DOLLARO DEL MEDIOEVO"" (dalam bahasa Italia). 19 Januari 2017. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 5 Oktober 2023. Diakses tanggal 4 Oktober 2023.
- ↑ Nicolò Papadopoli Aldobrandini (2009). Le monete di Venezia descritte ed illustrate da Nicolò Papadopoli Aldobrandini (dalam bahasa Italia). "Progetto Gutenberg Piero Vianelli. hlm. 136.
- ↑ "IL VALORE DELLE MONETE ROMANE" (dalam bahasa Italia). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 10 Juni 2023. Diakses tanggal 4 Oktober 2023.
- ↑ "Italian coins". ilmarengo.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 8 Agustus 2017. Diakses tanggal 14 April 2018.
- ↑ Negara terakhir yang meninggalkan sistem Karoling adalah Nigeria pada 1973, ketika pound digantikan oleh naira.
- ↑ "Report for Selected Countries and Subjects". Diakses tanggal 19 Desember 2024.
- 1 2 "Global 500". Fortune. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 20 Juni 2021. Diakses tanggal 30 Maret 2020.
- ↑ "Industry Breakdown of Companies in Italy". HitHorizons. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 14 Juli 2023. Diakses tanggal 14 Juli 2023.
- ↑ Shorrocks, Anthony; Davies, James; Lluberas, Rodrigo (2023). Global Wealth Databook 2024. UBS dan Credit Suisse Research Institute.
- ↑ "Global Wealth Report 2024" (PDF). UBS. Lihat hlm. 18 untuk 25 negara dengan median kekayaan per orang dewasa tertinggi dan 25 negara dengan kekayaan rata-rata per orang dewasa tertinggi. Kedua kelompok tidak terdiri dari negara yang sama, dan laporan tersebut tidak memuat data untuk lebih banyak negara.
- ↑ "Media Release: Allianz Global Wealth Report 2024: Surprising relief" (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 25 September 2024. Diakses tanggal 22 April 2025.
- ↑ "The World's Billionaires, 2017 Rankings". Forbes. 2017. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 18 September 2018. Diakses tanggal 26 November 2017.
- ↑ "Gross domestic product (GDP) at current market prices by NUTS 2 region". ec.europa.eu. Diakses tanggal 15 April 2026.
- ↑ "Net income: Regions and type of municipality". Istituto Nazionale di Statistica. Diakses tanggal 24 April 2022.
- ↑ "Conti economici territoriali – 2022-2024" (dalam bahasa Italia). Diakses tanggal 15 April 2026.
- ↑ "meridionale, questione nell'Enciclopedia Treccani". www.treccani.it (dalam bahasa Italia). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 8 Februari 2021. Diakses tanggal 4 Februari 2021.
- ↑ "Latifondo" (dalam bahasa Italia). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 9 Mei 2022. Diakses tanggal 9 Mei 2022.
- 1 2 McDonald, J.S. (Oktober 1958). "Some Socio-Economic Emigration Differentials in Rural Italy, 1902-1913". Economic Development and Cultural Change. 7 (1): 55–72. doi:10.1086/449779. ISSN 0013-0079. S2CID 153889304.
- ↑ Duggan, Christopher (2008). The Force of Destiny: A History of Italy since 1796. New York, NY: Houghton Mifflin Company. hlm. 141.
- ↑ Pescosolido, Guido. Unità Nazionale e Sviluppo Economico 1750–1913. Roma: Edizioni Nuova Cultura. hlm. 64, 177–182, 202.
- ↑ Giovanni Iuzzolino, Guido Pellegrini and, Gianfranco Viesti. "Convergence among Italian Regions, 1861–2011". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 29 Juli 2019. Diakses tanggal 1 Desember 2018.
- ↑ Pescosolido, Guido (2014). Unità Nazionale e Sviluppo Economico 1750–1913. Roma: Edizioni Nuova Cultura. hlm. 90–92, 118–120, 157.
- ↑ Parravicini, Giannino (1958). La Politica Fiscale e le Entrate Effettive del Regno d'Italia 1860–1890. Turin: ILTE.
- ↑ Smith, Dennis M. (1997). Modern Italy: A Political History. Ann Arbor: University of Michigan Press. hlm. 209–210. ISBN 978-0-472-10895-4.
- ↑ Newark, Tim (2007). Mafia Allies: The True Story of America's Secret Alliance with the Mob in World War II. London: MBI Publishing Company. hlm. 123–135. ISBN 978-0-7603-2457-8.
- ↑ "Italy: The South". Encyclopædia Britannica Online. 3 Februari 2015. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 9 Februari 2015. Diakses tanggal 9 Februari 2015.
- ↑ Torres, Raymond (Mei 2014). "Sintesi del rapporto-Rapporto sul mondo del lavoro 2014: L'occupazione al centro dello sviluppo". World of Work Report. 2014 (1): i–8. doi:10.1002/wow3.54. ISSN 2049-9280.
- ↑ "Principali aggregati dei conti economici regionali". www.istat.it (dalam bahasa Italia). 2 Februari 2012. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 8 Februari 2021. Diakses tanggal 4 Februari 2021.
- ↑ "Le statistiche sui livelli dei prezzi al consumo sul territorio: primi risultati e prospettive. La domanda di informazioni sui differenziali territoriali tra i prezzi" (PDF). www.istat.it (dalam bahasa Italia). 25 Oktober 2010. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 23 Januari 2022. Diakses tanggal 18 Januari 2022.
- ↑ "Occupati e disoccupati". www.istat.it (dalam bahasa Italia). 2 April 2012. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 3 Desember 2020. Diakses tanggal 4 Februari 2021.
- ↑ "Senza la mafia il Sud raggiunge il Nord". Censis (dalam bahasa Italia). Diarsipkan dari asli tanggal 7 November 2018. Diakses tanggal 4 Februari 2021.
- ↑ "L'Italia è il maggiore produttore di vino" (dalam bahasa Italia). 25 November 2018. Diakses tanggal 11 November 2021.
- ↑ "L'Italia è il paese con più vitigni autoctoni al mondo" (dalam bahasa Italia). 3 Juni 2017. Diakses tanggal 11 November 2021.
- 1 2 3 4 "Censimento Agricoltura 2010". ISTAT. 24 Oktober 2010. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 13 Februari 2015. Diakses tanggal 11 Februari 2015.
- ↑ "How pasta became the world's favourite food". bbc. 15 Juni 2011. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 22 September 2014. Diakses tanggal 28 September 2014.
- ↑ "I finti prodotti italiani? Anche in Italia!" (dalam bahasa Italia). 4 Februari 2016. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 30 November 2021. Diakses tanggal 30 November 2021.
- ↑ "In cosa consiste l'Italian Sounding" (dalam bahasa Italia). 25 Maret 2020. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 18 November 2021. Diakses tanggal 30 November 2021.
- ↑ "The spotlight sharpens: Eni and corruption in Republic of Congo's oil sector". Global Witness. Diarsipkan dari asli tanggal 25 Juli 2023. Diakses tanggal 9 Mei 2022.
- ↑ Armenta, Antonio (8 September 2022). "Introduction to Arduino: History, Hardware, and Software". control.com.
- 1 2 Mignone, Mario B. (2008). Italy today: Facing the Challenges of the New Millennium. New York City: Lang Publishing. hlm. 161–162. ISBN 978-1-4331-0187-8.
- ↑ "Knowledge Economy Forum 2008: Innovative Small And Medium Enterprises Are Key To Europe & Central Asian Growth". Bank Dunia. 19 Mei 2005. Diarsipkan dari asli tanggal 23 Juni 2008. Diakses tanggal 17 Juni 2008.
- ↑ Friedman, Jonathan (2003). Globalization, the State, and Violence. Lanham: Rowman & Littlefield. hlm. 97. ISBN 978-0-7591-0280-4.
- ↑ "BRESCIA, THE CAPITAL OF EUROPEAN INDUSTRY". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 18 Agustus 2023. Diakses tanggal 18 Agustus 2023.
- ↑ "Auto: settore da 144mila imprese in Italia e 117 mld fatturato". adnkronos.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 25 September 2015. Diakses tanggal 23 September 2015.
- ↑ "Country Profiles – Italy". acea.thisconnect.com. Diarsipkan dari asli tanggal 11 Februari 2008. Diakses tanggal 9 Februari 2008.
- ↑ "L'industria è in crisi, ma non dappertutto". Pagella Politica (dalam bahasa Italia). Diakses tanggal 29 Mei 2026.
- ↑ "Produzione industriale a -0,2%: terzo anno consecutivo di calo". Il Fatto Quotidiano (dalam bahasa Italia). 11 Februari 2026. Diakses tanggal 29 Mei 2026.
- ↑ Guido Fontanelli (24 Mei 2026). "Ecco la lista delle storiche aziende italiane finite in mani estere (sono più di mille)". Panorama (dalam bahasa Italia). Diakses tanggal 29 Mei 2026.
- 1 2 Milena Gabanelli (9 Februari 2026). "429 imprese italiane passate in mani straniere in un anno: cosa succede al Made in Italy". Corriere della Sera (dalam bahasa Italia). Diakses tanggal 29 Mei 2026.
- ↑ "Assalto da 200 miliardi al cuore industriale italiano". italia-informa.com (dalam bahasa Italia). 10 Desember 2025. Diakses tanggal 29 Mei 2026.
- ↑ "Foreign tourist numbers in Italy head towards new record" Diarsipkan 1 Juni 2017 di Wayback Machine., Diakses 21 Mei 2017.
- ↑ "I numeri dei Terziario - Confcommercio - Anno 2008" (PDF) (dalam bahasa Italia). Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 22 Juli 2011. Diakses tanggal 16 Februari 2010.
- 1 2 "Il vero "motore" dell'economia è il settore terziario" (dalam bahasa Italia). Diarsipkan dari asli tanggal 24 Mei 2011. Diakses tanggal 10 Februari 2010.
- ↑ italy24.ilsole4ore.com, "Borsa Italiana Diarsipkan 1 Agustus 2017 di Wayback Machine."
- ↑ source sense.com, "Borsa Italiana Diarsipkan 7 Februari 2018 di Wayback Machine."
- ↑ news.bbc.co.uk, "London Stock Exchange Buys Borsa "
- ↑ finanzalternativa.it, " Diarsipkan 27 Maret 2022 di Wayback Machine."
- ↑ "World Tourism Barometer" (PDF). Organisasi Pariwisata Dunia. Mei 2024. hlm. 19. Diakses tanggal 24 Juni 2024.
- ↑ "Travel & Tourism Economic Impact 2015 Italy" (PDF). World Travel and Tourism Council. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 10 Oktober 2017. Diakses tanggal 20 Mei 2017.
- ↑ "In Italia 11mila matrimoni stranieri, un turismo da 599 milioni" (dalam bahasa Italia). Februari 2023. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2 Februari 2023. Diakses tanggal 2 Februari 2023.
- ↑ "10 Migliori destinazioni italiane per vita notturna" (dalam bahasa Italia). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 9 Januari 2023. Diakses tanggal 28 Desember 2021.
- ↑ "Turismo naturalistico: cos'è e dove praticarlo in Italia" (dalam bahasa Italia). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 9 Januari 2023. Diakses tanggal 5 Mei 2022.
- ↑ "Viaggiare in Italia: giro turistico" (dalam bahasa Italia). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 21 September 2022. Diakses tanggal 31 Desember 2021.
- ↑ "Il benessere genera il 5,3% del Pil mondiale: e in Italia è boom per Spa e turismo "wellness"" (dalam bahasa Italia). 11 Oktober 2018. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 9 Januari 2023. Diakses tanggal 8 Januari 2022.
- ↑ "Turismo religioso, in Italia 3 milioni di pellegrini l'anno e 8,6 milioni di presenze" (dalam bahasa Italia). 24 Juli 2021. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 9 Januari 2023. Diakses tanggal 5 Mei 2022.
- ↑ "Il meglio per il turismo subacqueo in Italia" (dalam bahasa Italia). 27 Maret 2021. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 9 Januari 2023. Diakses tanggal 19 Januari 2022.
- ↑ "VACANZE IN MONTAGNA IN ITALIA: IN INVERNO E IN ESTATE" (dalam bahasa Italia). 30 Juli 2017. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 6 Oktober 2022. Diakses tanggal 1 Januari 2022.
- ↑ "Il turismo balneare" (dalam bahasa Italia). 14 Februari 2018. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 1 Oktober 2022. Diakses tanggal 1 Januari 2022.
- ↑ "Crociere, Cemar: 8,8 milioni di passeggeri nei porti italiani" (dalam bahasa Italia). 27 April 2022. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 28 Juni 2022. Diakses tanggal 13 Mei 2022.
- ↑ Hoggson, Noble F. (1926). Banking Through the Ages. New York City: Dodd, Mead and Company. hlm. 76. Diakses tanggal 11 Februari 2015.
- ↑ Goldthwaite, Richard A. (1995). Banks, Palaces, and Entrepreneurs in Renaissance Florence. Aldershot: Ashgate Publishing. ISBN 978-0-860-78484-5. Diakses tanggal 11 Februari 2015.
- ↑ Macesich, George (2000). Issues in Money and Banking. Westport: Greenwood Publishing Group. hlm. 42. ISBN 978-0-275-96777-2. Diakses tanggal 12 Maret 2009.
- ↑ "Italy's fourth-biggest bank returns to the stockmarket". The Economist. 26 Oktober 2017. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 15 Februari 2018. Diakses tanggal 9 Mei 2022.
- 1 2 3 "Leading Italian Companies". Mediobanca. Oktober 2014. Diarsipkan dari asli tanggal 1 Maret 2019. Diakses tanggal 9 Februari 2015.
- 1 2 "Il rapporto Comuni Rinnovabili 2015". Comuni Rinnovabili (dalam bahasa Italia). Legambiente. 18 Mei 2015. Diakses tanggal 13 Maret 2016.
- ↑ Data BP Diarsipkan 6 Juni 2013 di Wayback Machine.
- ↑ "Summary for Eni SpA". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 4 Juni 2016. Diakses tanggal 1 Juli 2020.
- ↑ "In Val d'Agri with Upstream activities". Eni. Diarsipkan dari asli tanggal 16 Mei 2022. Diakses tanggal 3 Februari 2021.
- ↑ Eurostat (2008). Energy, transport and environment indicators (PDF). EU Bookshop. ISBN 978-92-79-09835-2. Diakses tanggal 10 Mei 2009.
- ↑ Eurostat (2009). Panorama of Energy (PDF). EU Bookshop. ISBN 978-92-79-11151-8. Diakses tanggal 10 Mei 2009.
- 1 2 3 "Emerging Nuclear Energy Countries". World Nuclear Association. Desember 2014. Diarsipkan dari asli tanggal 26 Januari 2016. Diakses tanggal 11 Februari 2015.
- ↑ "REPowerEU - 4 years on".
- ↑ Barbara Weisz (22 Mei 2026). "Energia, l'Italia paga l'elettricità più cara in Europa" (dalam bahasa Italia).
- 1 2 "Inventario delle risorse geotermiche nazionali". UNMIG. 2011. Diarsipkan dari asli tanggal 22 Juli 2011. Diakses tanggal 14 September 2011.
- ↑ "TERNA statistics data". Diarsipkan dari asli tanggal 18 Mei 2012. Diakses tanggal 21 September 2015.
- ↑ "The Italian Montalto di Castro and Rovigo PV plants". www.solarserver.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 9 Mei 2018. Diakses tanggal 8 Mei 2018.
- 1 2 "Rapporto Statistico sugli Impianti a fonti rinnovabili". Gestore dei Servizi Energetici. 19 Desember 2013. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 18 Oktober 2017. Diakses tanggal 11 Februari 2015.
- ↑ "Nuclear Production". Enel. 31 Desember 2013. Diarsipkan dari asli tanggal 7 Februari 2015. Diakses tanggal 11 Februari 2015.
- 1 2 "Italy, the economy: Resources and power". Encyclopædia Britannica Online. 3 Februari 2015. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 9 Februari 2015. Diakses tanggal 9 Februari 2015.
- 1 2 Lenarduzzi, Thea (30 Januari 2016). "The motorway that built Italy: Piero Puricelli's masterpiece". The Independent. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 26 Mei 2022. Diakses tanggal 12 Mei 2022.
- 1 2 3 "The "Milano-Laghi" by Piero Puricelli, the first motorway in the world". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 1 September 2021. Diakses tanggal 10 Mei 2022.
- ↑ European Commission. "Panorama of Transport" (PDF). Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 7 April 2009. Diakses tanggal 3 Mei 2009.
- ↑ John Sousanis (15 Agustus 2011). "World Vehicle Population Tops 1 Billion Units". Ward AutoWorld. Diarsipkan dari asli tanggal 27 Agustus 2011. Diakses tanggal 27 Agustus 2011.
- ↑ "Frecciarossa 1000 in Figures". Ferrovie dello Stato Italiane. Diarsipkan dari asli tanggal 18 Desember 2014. Diakses tanggal 24 November 2014.
- ↑ "Frecciarossa 1000 Very High-Speed Train". Railway Technology. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 9 Agustus 2015. Diakses tanggal 5 Mei 2016.
- ↑ "French Train Breaks Speed Record". CBC News. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 5 Agustus 2020. Diakses tanggal 5 Juni 2019.
- ↑ Buckley, Julia (18 Oktober 2021). "Italy reveals its new national airline". CNN (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 18 Oktober 2021. Diakses tanggal 18 Oktober 2021.
- ↑ Villamizar, Helwing (15 Oktober 2021). "Italian Flag Carrier ITA Airways Is Born". Airways Magazine. Diarsipkan dari asli tanggal 16 Oktober 2021. Diakses tanggal 18 Oktober 2021.
- ↑ "Trasporto aereo in Italia (PDF)". ISTAT. 7 Januari 2013. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 13 Januari 2013. Diakses tanggal 5 Agustus 2013.
- ↑ Marcus Hernig: Die Renaissance der Seidenstraße (2018), hlm. 112.
- ↑ Bernhard Simon: "Can The New Silk Road Compete With The Maritime Silk Road?" dalam The Maritime Executive, 1 Januari 2020.
- ↑ Chazizam, M. (2018). "The Chinese Maritime Silk Road Initiative: The Role of the Mediterranean". Mediterranean Quarterly, 29(2), 54–69.
- ↑ Guido Santevecchi: "Di Maio e la Via della Seta: «Faremo i conti nel 2020», siglato accordo su Trieste" dalam Corriere della Sera, 5 November 2019.
- ↑ Linda Vierecke dan Elisabetta Galla, "Triest und die neue Seidenstraße", Deutsche Welle, 8 Desember 2020.
- ↑ "HHLA PLT Italy starting on schedule | Hellenic Shipping News Worldwide". www.hellenicshippingnews.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 11 Januari 2021. Diakses tanggal 11 Mei 2022.
- ↑ Eurostat (2007). Panorama of Transport (PDF). Komisi Eropa. ISBN 978-92-79-04618-6. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 12 Februari 2015. Diakses tanggal 3 Mei 2009.
- 1 2 "Poverty in Italy" (PDF). Institut Statistik Nasional. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 25 Maret 2016. Diakses tanggal 1 Desember 2016.
- ↑ "Unemployment by sex and age – monthly average". eurostat.ec. eurostat. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 9 Agustus 2019. Diakses tanggal 2 Desember 2016.
- ↑ "Italy: tackling child poverty and overcoming the crisis – European Platform for Investing in Children (EPIC) – European Union". europa.eu. Europa. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 18 Juni 2016. Diakses tanggal 2 Desember 2016.
- ↑ "Increasing absolute poverty due to inflation" (PDF) (dalam bahasa Italia). Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 25 Oktober 2023. Diakses tanggal 27 Oktober 2023.
- ↑ "Oltre il 63% delle famiglie italiane fatica ad arrivare a fine mese" [Lebih dari 63% keluarga Italia kesulitan memenuhi kebutuhan hingga akhir bulan. Eurostat, rata-rata Eropa adalah 45,5%] (dalam bahasa Italia). 21 Oktober 2023. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 27 Oktober 2023. Diakses tanggal 27 Oktober 2023.
- ↑ Redazione (10 Mei 2024). "Stipendio medio Italia: ultimi dati 2024, lordo e netto". Partitaiva.it (dalam bahasa Italia). Diakses tanggal 14 Mei 2024. Catatan: sumber sekunder tahun 2024 ini mengutip sumber lain yang menggunakan data OECD tahun 2022, bukan 2024.
- ↑ "MODIGLIANI, Franco". Dizionario Biografico degli Italiani (dalam bahasa Italia). 2011. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2 Oktober 2023. Diakses tanggal 7 Juli 2024.
- ↑ "The Sveriges Riksbank Prize in Economic Sciences in Memory of Alfred Nobel 1985". NobelPrize.org. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 9 April 2024. Diakses tanggal 30 Juni 2024.
Pranala luar
- Istituto Nazionale di Statistica (ISTAT) Diarsipkan 20 Agustus 2019 di Wayback Machine.
- Italia - OECD Diarsipkan 18 Agustus 2019 di Wayback Machine.
- Profil Italia Diarsipkan 25 Juni 2019 di Wayback Machine. di Bank Dunia
Ekonomi Eropa | |||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Negara berdaulat |
| ||||||||||||
| Negara dengan pengakuan terbatas | |||||||||||||
| Dependensi dan wilayah lain | |||||||||||||