ENSIKLOPEDIA
Ekonomi Estonia
| Ekonomi Estonia | |
|---|---|
Ibu kota Tallinn merupakan pusat perekonomian Estonia | |
| Mata uang | Euro (EUR, €) |
| Tahun fiskal | Tahun kalender |
| Organisasi perdagangan | Uni Eropa, Organisasi Perdagangan Dunia dan Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi |
| Statistik | |
| PDB | |
| Pertumbuhan PDB |
|
| PDB per kapita | |
| PDB per sektor | |
| Inflasi (IHK) |
|
| Penduduk di bawah garis kemiskinan | |
| Koefisien gini | |
| Angkatan kerja | |
| Angkatan kerja berdasarkan sektor | |
| Pengangguran | |
| Gaji kotor rata-rata | €2.011 per bulan (kuartal I 2025) |
| Gaji bersih rata-rata | €1.526 per bulan (kuartal I 2025) |
| Industri utama | teknik, elektronika, kayu dan barang dari kayu, tekstil, teknologi informasi, telekomunikasi |
| Eksternal | |
| Ekspor | |
| Komoditas ekspor | Peralatan listrik, produk pertanian dan pangan, kayu dan barang dari kayu, produk mineral, peralatan transportasi |
| Tujuan ekspor utama | |
| Impor | |
| Komoditas impor | Peralatan listrik, peralatan transportasi, produk mineral, produk pertanian dan pangan, peralatan mekanis |
| Negara asal impor utama | |
| Modal investasi langsung asing | |
| Utang kotor luar negeri | ▲ US$19,05 miliar (perk. 31 Desember 2016)[2] |
| Pembiayaan publik | |
| Utang publik | |
| Pendapatan | 38,7% dari PDB (2019)[11] |
| Beban | 39,0% dari PDB (2019)[11] |
| Bantuan ekonomi |
|
| Peringkat utang |
|
| Cadangan mata uang asing | |
Ekonomi Estonia merupakan negara ekonomi maju sekaligus merupakan negara anggota Uni Eropa, zona euro, serta Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi.[15] Perkembangan ekonomi negara ini sangat dipengaruhi oleh perekonomian Finlandia dan Swedia.[16] Setelah memulihkan kemerdekaannya pada 1991 dan beralih ke ekonomi pasar, Estonia tampil sebagai salah satu pelopor dalam perekonomian global. Negara ini memosisikan diri sebagai penghubung antara Timur dan Barat dengan menerapkan reformasi ekonomi besar serta berbagai inovasi teknologi.
Pada 1992, Estonia menetapkan kroon sebagai mata uangnya dan mematok nilainya terhadap Mark Jerman dengan kurs 8 kr = 1 DM. Kebijakan ini membantu menstabilkan perekonomian. Dua tahun kemudian, Estonia menjadi negara pertama di dunia yang menerapkan pajak tetap, yakni sebesar 26% tanpa membedakan tingkat penghasilan pribadi. Pada akhir 1990-an, investasi asing per kapita yang diterima Estonia melampaui seluruh negara lain di Eropa Tengah dan Timur. Perekonomiannya kemudian semakin mendekati kelompok EU-15, yang terdiri atas negara-negara Eropa yang lebih makmur. PDB per kapita Estonia naik dari 35% rata-rata EU-15 pada 1996 menjadi 65% pada 2007, sebanding dengan negara-negara Eropa Tengah.[17] Menurut Grup Bank Dunia, PDB per kapita berdasarkan harga berlaku mencapai US$30.133 pada 2023. Angka ini berada di antara Ceko dan Bahrain, tetapi masih di bawah Arab Saudi.[18]
Dampak krisis keuangan 2008 relatif lebih mudah dihadapi Estonia karena anggarannya senantiasa dijaga tetap berimbang. Kebijakan tersebut membuat rasio utang publik terhadap PDB tetap menjadi yang terendah di Eropa. Perekonomian Estonia kembali tumbuh pada 2010.[19] Pada Januari 2011, Estonia mulai menggunakan euro dan bergabung dengan zona euro.[20] Ketahanan ekonominya ditopang oleh sektor jasa yang kuat, terutama teknologi informasi yang berkembang melalui proyek Tiigrihüpe, serta layanan pemerintahan elektronik yang maju. Komitmen terhadap ekonomi sirkular dan inovasi, disertai keberhasilan menjaga keseimbangan anggaran, utang publik yang rendah, dan sistem perpajakan yang kompetitif, menjadikan Estonia salah satu contoh reformasi dan pertumbuhan ekonomi di Eropa pasca-Soviet.
Sejarah
Dalam beberapa dasawarsa menjelang Perang Dunia I dan kemerdekaan, sektor industri yang cukup besar berkembang di Estonia di bawah pemerintahan Tsar. Salah satu contohnya adalah Kreenholmi Manufaktuur, yang ketika itu merupakan pabrik pemintalan kapas terbesar di dunia.
Kemerdekaan
Setelah memproklamasikan kemerdekaan pada 1918, Estonia menghadapi Perang Kemerdekaan Estonia yang kemudian diakhiri dengan penandatanganan Perjanjian Tartu pada 1920. Negara Estonia yang baru berdiri mewarisi perekonomian pascaperang yang hancur dan mata uang rubel yang mengalami inflasi. Meskipun menghadapi kesulitan besar, kekacauan, dan pengangguran, Estonia menggunakan dasawarsa pertama kemerdekaannya untuk merombak perekonomian secara menyeluruh. Pada 1918, rubel Tsar digantikan oleh mark Estonia, yang tetap beredar hingga 1927. Mata uang yang lebih stabil, yakni kroon, mulai digunakan pada 1929. Mata uang ini diterbitkan oleh Bank Estonia, selaku bank pusat negara tersebut. Setelah memberikan ganti rugi kepada para tuan tanah Jerman, pemerintah menyita lahan-lahan mereka dan membaginya menjadi pertanian kecil yang kemudian menjadi landasan kemakmuran Estonia. Perdagangan berorientasi pada pasar dalam negeri dan negara-negara Barat, khususnya Jerman dan Britania Raya. Hanya 3% dari seluruh perdagangan Estonia yang dilakukan dengan Uni Soviet.
Perekonomian Estonia secara historis bertumpu pada pertanian, tetapi mengalami modernisasi besar setelah negara tersebut merdeka dari Rusia pada 1918. Tartu berkembang sebagai pusat ilmu pengetahuan, sementara sektor industri terus meluas dengan Kreenholmi Manufaktuur sebagai salah satu contoh utamanya. Produk susu Estonia telah dikenal di pasar Eropa Barat, dengan Jerman dan Britania Raya sebagai mitra dagang utama. Sebaliknya, perdagangan dengan negara tetangganya, Uni Soviet, hanya mencakup 3% dari keseluruhan perdagangan. Estonia dan Finlandia memiliki taraf hidup yang sebanding.[21] Aneksasi Estonia oleh Uni Soviet pada 1940 dan kehancuran selama Perang Dunia II melumpuhkan perekonomiannya. Sovietisasi berlanjut setelah perang dengan mengintegrasikan perekonomian Estonia ke dalam sistem ekonomi terencana Uni Soviet.
Pendudukan Soviet
Aneksasi paksa Estonia oleh Uni Soviet pada 1940, disusul kehancuran akibat pendudukan Nazi dan Soviet selama Perang Dunia II, melumpuhkan perekonomian Estonia. Pendudukan dan Sovietisasi kehidupan masyarakat berlanjut setelah perang, bersamaan dengan pengintegrasian ekonomi dan industri Estonia ke dalam sistem ekonomi terencana Uni Soviet. Lebih dari 56% usaha pertanian Estonia dikolektivisasi pada April 1949 saja, sebulan setelah berlangsungnya deportasi massal ke Siberia. Moskwa kemudian mengembangkan industri yang memanfaatkan bahan mentah setempat, termasuk pertambangan serpih minyak dan fosforit.
Pemulihan kemerdekaan, modernisasi, dan liberalisasi


Setelah memulihkan kemerdekaannya pada 1991 dan beralih ke ekonomi pasar, Estonia tampil sebagai salah satu pelopor dalam perekonomian global. Negara ini memosisikan diri sebagai penghubung antara Timur dan Barat dengan menerapkan reformasi ekonomi besar serta berbagai inovasi teknologi.
Pada Juni 1992, Estonia mengganti rubel dengan mata uangnya sendiri yang dapat dikonversikan secara bebas, yakni kroon. Sebuah dewan mata uang dibentuk dan nilai mata uang baru tersebut dipatok terhadap Mark Jerman dengan kurs 8 kroon Estonia per mark. Setelah Jerman mulai menggunakan euro, kurs patokan diubah menjadi 15,6 kroon per euro.
Pada 1994, Estonia menjadi negara pertama di dunia yang menerapkan pajak tetap, yakni sebesar 26% tanpa membedakan tingkat penghasilan pribadi.[22] Tarif tersebut diturunkan secara bertahap menjadi 21% antara 2005 dan 2008.[17]
Pada awal 1992, masalah likuiditas dan kelemahan struktural warisan era komunis memicu krisis perbankan. Pemerintah kemudian memberlakukan undang-undang kepailitan yang efektif, sementara bank-bank swasta yang dikelola dengan baik tampil sebagai pemimpin pasar.[23] Bursa Efek Tallinn yang sepenuhnya menggunakan sistem elektronik dibuka pada awal 1996 dan diakuisisi oleh Bursa Efek Helsinki pada 2001. Estonia bergabung dengan Organisasi Perdagangan Dunia pada 1999.
Perekonomian Estonia tumbuh pesat sejak awal hingga akhir dasawarsa 2000-an. PDB meningkat sebesar 6,4% pada 2000. Setelah Estonia bergabung dengan Uni Eropa pada 2004, pertumbuhan ekonomi segera mencapai dua digit. Pada 2007 saja, PDB tumbuh sebesar 8%. Kenaikan biaya tenaga kerja, pengenaan pajak atas tembakau, alkohol, listrik, bahan bakar, dan gas, serta tekanan eksternal lainnya, termasuk kenaikan harga minyak dan pangan di pasar dunia, mendorong kenaikan harga pada 2009.[24]
Krisis keuangan 2008, penanganan, dan pemulihan

Krisis keuangan 2008 berdampak besar terhadap perekonomian Estonia, terutama akibat merosotnya investasi dan konsumsi setelah pecahnya gelembung pasar properti. Pada Desember 2008, Estonia menjadi salah satu negara donor dalam paket penyelamatan Latvia yang dipimpin oleh Dana Moneter Internasional. Untuk menangani krisis, pemerintahan Ansip memilih konsolidasi fiskal dan penghematan dengan mempertahankan disiplin fiskal serta anggaran berimbang, disertai serangkaian kebijakan pengetatan. Pemerintah menaikkan pajak serta memangkas belanja pemerintah dan gaji pegawai sektor publik secara menyeluruh.[19]
Setelah mengalami pertumbuhan tinggi dalam jangka panjang, PDB Estonia mulai menurun. Pada kuartal pertama 2008, PDB hanya tumbuh sebesar 0,1%. Pertumbuhan kemudian berbalik negatif menjadi −1,4% pada kuartal kedua, sedikit di atas −3% pada kuartal ketiga dibandingkan tahun sebelumnya, dan −9,4% pada kuartal keempat.[25]
Pemerintah mengajukan anggaran tambahan yang memangkas penerimaan dan belanja, kemudian disetujui oleh Riigikogu. Proyeksi penerimaan anggaran 2008 dikurangi sebesar 6,1 miliar EEK, sedangkan belanja dipangkas sebesar 3,2 miliar EEK.[26] Defisit neraca transaksi berjalan masih terjadi, tetapi mulai menyusut pada akhir 2008. Perekonomian kembali menyusut sebesar 15% pada kuartal pertama 2009.[25] Lemahnya permintaan dalam dan luar negeri menekan keseluruhan output perekonomian.[27] Produksi industri merosot sebesar 34%, penurunan paling tajam di antara negara-negara Uni Eropa.[28] Berdasarkan pertumbuhan tahunan, Estonia termasuk lima negara dengan kinerja ekonomi terburuk di dunia.[29] Tingkat penganggurannya juga menjadi salah satu yang tertinggi di Uni Eropa, meningkat dari 4% pada Mei 2008 menjadi 16% pada Mei 2009.[30]
Pada Juli 2009, tarif pajak pertambahan nilai dinaikkan dari 18% menjadi 20%.[31] Defisit anggaran pada 2009 hanya mencapai 1,7% dari PDB.[19] Estonia pun menjadi satu dari hanya lima negara Uni Eropa yang memenuhi kriteria Maastricht mengenai utang dan defisit pada 2009. Defisitnya merupakan yang terendah ketiga setelah Luksemburg dan Swedia, sementara pemerintah tidak meminta bantuan dari Dana Moneter Internasional. Meskipun mengalami penurunan PDB terbesar ketiga, Estonia mencatat defisit anggaran dan utang pemerintah terendah di antara negara-negara Eropa Tengah dan Timur. Perekonomian mulai pulih pada 2009 dan kembali tumbuh pada paruh kedua 2010. Tingkat pengangguran juga turun secara signifikan hingga kembali ke tingkat sebelum resesi.[32] Pada 2010, Estonia mendapat persetujuan untuk bergabung dengan zona euro pada tahun berikutnya.[19]
Bergabung dengan zona euro
Sebelum bergabung dengan zona euro, nilai kroon Estonia dipatok terhadap euro dengan kurs 15,64664 EEK per euro. Sebelumnya, kroon dipatok terhadap mark Jerman dengan kurs sekitar 8 EEK per 1 DEM.
Desain koin euro Estonia diselesaikan pada akhir 2004.[33] Proses Estonia menuju penggunaan euro berlangsung lebih lama daripada perkiraan semula karena tingkat inflasinya terus berada di atas ambang 3% sebelum 2010.[34] Kondisi tersebut membuat Estonia belum memenuhi kriteria penerimaan. Pemerintah semula berencana menggunakan euro pada 1 Januari 2007, tetapi kemudian dua kali mengubah tanggal sasaran, mula-mula menjadi 1 Januari 2008 dan selanjutnya 1 Januari 2011.[20]
Pada 12 Mei 2010, Komisi Eropa mengumumkan bahwa Estonia telah memenuhi seluruh kriteria untuk bergabung dengan zona euro.[35] Para menteri keuangan Uni Eropa menyetujui rencana tersebut pada 8 Juni 2010.[36] Persetujuan akhir dari ECOFIN diperoleh pada Juli 2010 untuk mulai menggunakan euro pada 1 Januari 2011. Pada tanggal tersebut, Estonia menjadi anggota ke-17 zona euro. Euro dan kroon beredar secara bersamaan hingga 14 Januari 2011.[37] Estonia pun menjadi salah satu negara pasca-Soviet pertama yang bergabung dengan zona euro.[20]
Pada Agustus 2011, Standard & Poor's menaikkan peringkat kredit Estonia dari A menjadi AA−. S&P menyebut keyakinan bahwa Estonia mampu “mempertahankan pertumbuhan ekonomi yang kuat” sebagai salah satu faktor yang mendasari keputusan tersebut.[38] Pertumbuhan PDB Estonia melampaui 8% pada 2011 meskipun pertumbuhan penduduknya negatif.[39][40]
Perekonomian Estonia terdampak Resesi COVID-19 sebelum kembali tumbuh sebesar 8,6% pada 2021.[41] Setelah itu, invasi Rusia ke Ukraina pada Februari 2022 menyebabkan PDB Estonia turun sebesar 1,3% pada tahun yang sama. Inflasi sempat mencapai 24%,[42] sebelum kembali ke satu digit pada 2023.
Perekonomian saat ini
“Sejak memulihkan kemerdekaannya, Estonia memosisikan diri sebagai pintu gerbang antara Timur dan Barat serta menjalankan reformasi ekonomi dan integrasi dengan negara-negara Barat.”[43] Reformasi pasar menempatkan Estonia sebagai salah satu pemimpin ekonomi di kawasan bekas Comecon.[butuh rujukan] Anggaran berimbang, utang pemerintah yang nyaris tidak ada, tarif pajak penghasilan tetap, sistem perdagangan bebas, penggunaan euro, sektor perbankan komersial yang kompetitif, lingkungan yang mendukung investasi asing, serta layanan elektronik inovatif dan layanan berbasis perangkat seluler merupakan ciri utama ekonomi pasar bebas Estonia.[butuh rujukan]
Privatisasi perusahaan milik negara hampir selesai sepenuhnya. Hanya pelabuhan dan pembangkit listrik utama yang masih dikuasai pemerintah.[butuh rujukan] Konstitusi mewajibkan anggaran berimbang,[44] sementara perlindungan berdasarkan undang-undang kekayaan intelektual Estonia setara dengan perlindungan di Uni Eropa.[45][46][47] Sektor perbankan beroperasi dalam kondisi yang hampir ideal. Warga asing tidak dibatasi untuk membeli saham bank atau memperoleh kepemilikan mayoritas.[butuh rujukan]
Pada 2013, upah kotor rata-rata bulanan di Estonia mencapai €980 (US$1.330).[48] Angka tersebut terus meningkat hingga mencapai €2.213 (US$2.573) pada Juni 2025.[49]
Estonia menerapkan ketentuan perpajakan khusus bagi perusahaan dengan tarif pajak 0% atas laba yang tidak dibagikan. Perusahaan yang menginvestasikan kembali labanya untuk pengembangan dapat terhindar dari kewajiban pajak dan mengalokasikan lebih banyak dana bagi pertumbuhan dan ekspansi.[50] Pada 2024, Estonia menempati peringkat pertama dalam Indeks Daya Saing Pajak Internasional. Negara ini juga secara konsisten menempati posisi atas dalam Indeks Kebebasan Ekonomi dengan peringkat ke-8 dan Indeks Kemudahan Berbisnis dengan peringkat ke-18.[51]
Proyeksi dan ekonomi sirkular
Menurut proyeksi CEPII pada 2011,[52] Estonia dapat menjadi negara paling produktif kedua di Uni Eropa setelah Luksemburg pada 2050, sekaligus masuk dalam lima negara paling produktif di dunia.[53]
Menurut Kementerian Lingkungan Hidup Estonia, Estonia berkomitmen menyusun dokumen strategi dan rencana aksi ekonomi sirkular pada 2021.[54][55] Pada Maret 2020, Asosiasi Industri Ekonomi Sirkular Estonia menyatakan bahwa Kesepakatan Hijau Eropa dan prinsip ekonomi sirkular perlu dipertimbangkan ketika Estonia melakukan investasi untuk memulihkan perekonomian setelah pandemi COVID-19.[56]
Partisipasi ketenagakerjaan

Estonia memiliki sekitar 600.000 pekerja, tetapi masih mengalami kekurangan tenaga kerja terampil. Karena masalah serupa terjadi di seluruh Eropa, pemerintah meningkatkan kuota visa kerja bagi warga negara di luar WEE. Meskipun demikian, kenaikan tersebut dikritik karena dianggap belum memadai untuk mengatasi kekurangan tenaga kerja.
Resesi global pada akhir 2000-an, ambruknya pasar properti domestik pada waktu yang hampir bersamaan, dan perubahan undang-undang Estonia untuk meningkatkan fleksibilitas pasar tenaga kerja menyebabkan tingkat pengangguran melonjak hingga 18,8% selama krisis. Perubahan tersebut antara lain mempermudah perusahaan memberhentikan pekerja. Tingkat pengangguran kemudian turun menjadi 13,8% pada pertengahan 2011 ketika perekonomian pulih berkat ekspor yang kuat. Konsumsi dalam negeri dan impor merosot, sedangkan keuangan pemerintah mengalami pemangkasan.[57] Sebagian penurunan pengangguran juga dikaitkan dengan emigrasi warga Estonia untuk bekerja di Finlandia, Britania Raya, Australia, dan negara lain.[58]
Setelah resesi, tingkat pengangguran terus menurun. Sepanjang 2015 dan 2016, angkanya berada sedikit di atas 6%, mendekati tingkat sebelum kemerosotan ekonomi.[59] Pada 2020–2023, tingkat pengangguran berkisar antara 5,2% dan 7,7%.[60]
Sektor
Tallinn telah berkembang menjadi pusat keuangan Estonia. Menurut Invest in Estonia, sektor keuangan negara tersebut didukung oleh kerja sama antara perusahaan dan pemerintah yang tidak birokratis serta ketersediaan tenaga kerja berpendidikan yang relatif melimpah. Namun, banyak warga Estonia berpendidikan tinggi yang masih muda memilih pindah ke Eropa Barat untuk memperoleh pendapatan lebih besar. Bank-bank terbesarnya adalah Swedbank, SEB Pank, dan Nordea. Sejumlah penawaran umum perdana juga telah dilakukan di Bursa Efek Tallinn, yang menjadi bagian dari sistem OMX.
Sektor jasa mempekerjakan lebih dari 60% angkatan kerja Estonia. Negara ini juga memiliki sektor teknologi informasi yang kuat, antara lain berkat proyek Tiigrihüpe yang dimulai pada pertengahan 1990-an. Estonia bahkan disebut sebagai negara dengan konektivitas tertinggi dan sistem pemerintahan elektronik paling maju di Eropa.[61][62]
Sektor pertanian, yang selama beberapa dasawarsa dijalankan melalui sistem kolektif, kemudian diprivatisasi pada masa peralihan 1990–1992. Luas lahan pertanian juga meningkat setelah Estonia memulihkan kemerdekaannya.[63] Kontribusi pertanian terhadap PDB turun dari 15% menjadi 3,3% sepanjang 1991–2000, sementara proporsi tenaga kerja di sektor tersebut menyusut dari 15% menjadi 5,2%.[64]
Industri pertambangan menyumbang 1% terhadap PDB. Komoditas yang ditambang meliputi serpih minyak, gambut, serta mineral industri seperti tanah liat, gamping, pasir, dan kerikil.[65] Pada awal 1950-an, pemerintah Soviet membangun industri yang sangat mencemari lingkungan dan terkonsentrasi di bagian timur laut negara tersebut. Sistem ekonomi sosialis dan kawasan militer meninggalkan pencemaran berat. Akibat industri serpih minyak di Ida-Virumaa, emisi belerang dioksida per kapita hampir menyamai Ceko. Air laut pesisir juga tercemar di sejumlah tempat, terutama di bagian timur. Pemerintah berupaya mengurangi pencemaran lebih lanjut.[66] Pada 2000, jumlah emisi telah turun sebesar 80% dibandingkan 1980, sedangkan volume air limbah yang dibuang ke perairan tanpa pengolahan berkurang sebesar 95%.[67]
Produktivitas Estonia tumbuh pesat dan diikuti kenaikan upah. Konsumsi swasta meningkat sekitar 8% pada 2005. Menurut Institut Penelitian Ekonomi Estonia, penyumbang terbesar pertumbuhan PDB pada tahun tersebut adalah industri pengolahan, perantara keuangan, perdagangan eceran dan grosir, transportasi, serta komunikasi.[68]
Pertanian
Pada 2018, Estonia menghasilkan:
- 450 ribu ton gandum;
- 347 ribu ton barli;
- 113 ribu ton biji rapa;
- 88 ribu ton kentang;
- 78 ribu ton haver;
- 53 ribu ton ercis;
- 29 ribu ton gandum hitam;
Selain itu, Estonia menghasilkan berbagai produk pertanian lain dalam jumlah yang lebih kecil.[69]
Perusahaan terbesar menurut pendapatan
|
Perusahaan terbesar menurut laba
|
Pada 2022, jasa menjadi sektor dengan jumlah perusahaan terdaftar terbanyak di Estonia, yakni 144.514 perusahaan. Sektor ini disusul oleh keuangan, asuransi, dan lahan yasan dengan 47.001 perusahaan serta perdagangan eceran dengan 26.635 perusahaan.[71]
Infrastruktur

Angkutan kereta api mendominasi pengiriman barang dan mencakup 70% dari seluruh barang yang diangkut, baik dalam negeri maupun internasional. Angkutan jalan raya mendominasi perjalanan penumpang dengan pangsa lebih dari 90%. Lima pelabuhan kargo utama menyediakan akses pelayaran yang mudah, perairan dalam, dan kondisi es yang relatif tidak menghambat pelayaran. Estonia memiliki 12 bandar udara dan satu pangkalan helikopter. Bandar Udara Lennart Meri Tallinn merupakan bandar udara terbesar di Estonia. Pada 2007, bandar udara tersebut melayani 1,73 juta penumpang dan 22.764 ton kargo, dengan pertumbuhan kargo tahunan sebesar 119,7%. Maskapai internasional seperti SAS, Finnair, Lufthansa, EasyJet, dan Nordic Aviation Group melayani penerbangan langsung ke 27 tujuan.[72]
Sekitar 7,5% angkatan kerja Estonia bekerja di bidang transportasi, sedangkan sektor tersebut menyumbang lebih dari 10% terhadap PDB. Estonia memperoleh manfaat ekonomi yang besar dari arus perdagangan antara Uni Eropa dan Rusia., terutama pengangkutan minyak melalui pelabuhan Estonia. Besarnya kontribusi perdagangan transit terhadap PDB masih diperdebatkan, tetapi banyak pihak berpendapat bahwa sikap Rusia yang semakin bermusuhan telah mengurangi kontribusi tersebut.[73][74]
Estonia membangkitkan listrik dengan membakar serpih minyak, bukan batu bara. Pembangkit listrik terbesarnya berada di Narva. Serpih minyak memasok sekitar 70% energi primer negara tersebut. Sumber energi lainnya mencakup gas alam yang diimpor dari Rusia, kayu, bahan bakar kendaraan, dan minyak bakar.[75]
Kapasitas tenaga angin di Estonia mencapai 58,1 megawatt, sementara proyek berkapasitas sekitar 399 megawatt sedang dikembangkan. Liberalisasi energi Estonia masih jauh tertinggal dari pasar energi Nordik. Dalam perundingan untuk bergabung dengan Uni Eropa, Estonia menyepakati pembukaan sedikitnya 35% pasar energinya sebelum 2009. Seluruh pasar pelanggan nonrumah tangga, yang mencakup sekitar 77% konsumsi, juga harus dibuka sebelum 2013. Estonia mengkhawatirkan kemungkinan Rusia menggunakan pasar energi untuk menekannya.[76] Pada 2009, pemerintah mempertimbangkan pemberian izin kepada perusahaan pembangkit listrik tenaga nuklir. Estonia juga merencanakan fasilitas nuklir bersama Latvia dan Lituania.[77] Rencana tersebut dibatalkan setelah bencana nuklir Fukushima Daiichi pada Maret 2011.
Estonia memiliki tingkat penetrasi internet yang tinggi dan sambungan internet tersedia di sebagian besar wilayah negara tersebut.
Perdagangan
| Negara | Ekspor | Impor |
|---|---|---|
| 17% | 15% | |
| 12% | 11% | |
| 9% | 8% | |
| 8% | 10% | |
| 7% | 12% | |
| 4% | 6% |
Estonia mengekspor peralatan listrik yang mencakup 14% dari keseluruhan ekspor tahunan, kayu dan barang dari kayu 11%, produk pangan dan pertanian 11%, produk mineral 10%, serta peralatan transportasi 10%. Impornya terdiri atas peralatan listrik dan transportasi sebesar 26% dari keseluruhan impor tahunan atau masing-masing 13%, produk mineral 12%, produk pangan dan pertanian 11%, serta mesin dan peralatan mekanis 10%.[78]
Sumber daya alam
| Sumber daya | Lokasi | Cadangan |
|---|---|---|
| Serpih minyak | timur laut | 1.137.700.000 juta t |
| Lumpur laut (medis) | selatan | 1.356.400.000 juta t |
| Pasir konstruksi | seluruh Estonia | 166.700.000 juta m3 |
| Kerikil konstruksi | utara | 32.800.000 juta m3 |
| Lumpur danau (medis) | seluruh Estonia | 1.133.300 juta t |
| Lumpur danau (pupuk) | timur | 170.900 t |
| Tanah liat keramik | seluruh Estonia | 10.600.000 juta m3 |
| Tanah liat keramsit (untuk kerikil) | seluruh Estonia | 2.600.000 juta m3 |
| Dolomit teknis | barat | 16.600.000 juta m3 |
| Gamping teknis | utara | 13.800.000 juta m3 |
| Dolomit dekoratif | barat | 2.900.000 juta m3 |
| Dolomit konstruksi | barat | 32.900.000 juta m3 |
| Tanah liat biru | seluruh Estonia | 2.044.000 juta t |
| Granit | seluruh Estonia | 1.245.100.000 juta m3 |
| Gambut | seluruh Estonia | 230.300.000 juta t |
| Gamping konstruksi | utara | 110.300.000 juta m3 |
| Gamping untuk semen | utara | 9.400.000 juta m3 |
| Tanah liat untuk semen | utara | 15.6000.000 juta m3 |
| Argilit graptolitik[79] | utara | 64.000.000.000 juta t |
| Kayu | seluruh Estonia | 15.6000.000 juta m3 |
| Pasir teknis | utara | 3.300.000 juta m3 |
| Kapur danau | utara dan selatan | 808.000 t |
| Fosforit | utara | lebih dari 350.000.000 juta t (perkiraan) |
| lapisan bawah permukaan tanah | seluruh Estonia | 21,1 km3 |
Data
Tabel berikut memuat indikator ekonomi utama Estonia pada 1993–2018.[80]
| Tahun | PDB (miliar US$ KKB) |
PDB per kapita (US$ KKB) |
PDB (miliar US$ nominal) |
Pertumbuhan PDB (riil) |
Tingkat inflasi (persen) |
Pengangguran (persen) |
Utang pemerintah (% dari PDB) |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1993 | ▲ | ▲6,5% | t/a | ||||
| 1994 | ▲ | t/a | |||||
| 1995 | ▲29,0% | ▲9,6% | 9% | ||||
| 1996 | ▲ | ||||||
| 1997 | ▲ | ||||||
| 1998 | ▲ | ||||||
| 1999 | ▲ | ▲ | ▲ | ||||
| 2000 | ▲3,9% | ▲14,6% | |||||
| 2001 | ▲ | ▲ | ▲ | ||||
| 2002 | ▲ | ▲ | |||||
| 2003 | ▲ | ||||||
| 2004 | ▲ | ▲ | |||||
| 2005 | ▲4,1% | ||||||
| 2006 | ▲4% | ||||||
| 2007 | ▲6,7% | ||||||
| 2008 | 33,4 | ▲10,6% | ▲4% | ||||
| 2009 | 28,7 | 19,7 | ▲0,2% | ▲13,5% | ▲7% | ||
| 2010 | 19,6 | ▲2,7% | ▲16,7% | ▲7% | |||
| 2011 | ▲5,1% | ▲6% | |||||
| 2012 | 23,0 | ▲4,2% | ▲10,0% | ||||
| 2013 | ▲8,6% | ▲10% | |||||
| 2014 | |||||||
| 2015 | 22,9 | ▲10% | |||||
| 2016 | ▲9% | ||||||
| 2017 | |||||||
| 2018 | |||||||
| 2019 |
PDB per kapita menurut county.[81]
| PDB per kapita (euro) | |
|---|---|
| County | 2023 |
| Seluruh Estonia | 27.868,5 |
| County Harju | 36.709,5 |
| ..Tallinn | 41.916,7 |
| County Hiiu | 18.034,7 |
| County Ida-Viru | 19.678,1 |
| County Jõgeva | 16.973,3 |
| County Järva | 19.483,0 |
| County Lääne | 16.022,8 |
| County Lääne-Viru | 18.277,6 |
| County Põlva | 14.623,7 |
| County Pärnu | 18.889,2 |
| County Rapla | 15.946,1 |
| County Saare | 17.084,9 |
| County Tartu | 27.021,8 |
| ..Kota Tartu | 32.183,3 |
| County Valga | 14.592,1 |
| County Viljandi | 19.320,5 |
| County Võru | 16.664,2 |
Lihat pula
Referensi
- 1 2 3 4 5 6 https://www.imf.org/external/datamapper/NGDPD@WEO/IND/JPN.
- 1 2 3 4 5 6 "The World Factbook". CIA.gov. Badan Intelijen Pusat. Diarsipkan dari asli tanggal 10 Januari 2021. Diakses tanggal 3 Maret 2019.
- ↑ "At-risk-of-poverty rate". Statistikaamet. Diakses tanggal 16 Februari 2025.
- ↑ "People at risk of poverty or social exclusion". ec.europa.eu/eurostat. Eurostat.
- ↑ "Gini coefficient of equivalised disposable income – EU-SILC survey". ec.europa.eu. Eurostat.
- ↑ "Labor force, total – Estonia". data.worldbank.org. Grup Bank Dunia. Diakses tanggal 15 November 2019.
- ↑ "Employment rate by sex, age group 20-64". ec.europa.eu/eurostat. Eurostat. Diakses tanggal 20 Juli 2024.
- ↑ "Unemployment by sex and age – monthly average". appsso.eurostat.ec.europa.eu/eurostat. Eurostat. Diakses tanggal 4 Oktober 2020.
- ↑ "Unemployment rate by age group". data.oecd.org. Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi. Diakses tanggal 7 September 2020.
- 1 2 3 4 "Foreign trade decreased significantly in 2023". Statistikaamet. 9 Februari 2024. Diakses tanggal 29 Oktober 2024.
- 1 2 3 4 "Euro area and EU27 government deficit both at 0.6% of GDP" (PDF). ec.europa.eu/eurostat. Eurostat. Diakses tanggal 28 April 2020.
- ↑ "Archived copy" (PDF). Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 25 Desember 2017. Diakses tanggal 25 Desember 2017. Pemeliharaan CS1: Salinan terarsip sebagai judul (link)
- ↑ "Archived copy" (PDF). Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 20 April 2017. Diakses tanggal 25 Desember 2017. Pemeliharaan CS1: Salinan terarsip sebagai judul (link)
- ↑ "Scope affirms the Republic of Estonia's A+ rating with Stable Outlook". Scope Ratings. Diakses tanggal 5 September 2025.
- ↑ "World Economic and Financial Surveys / World Economic Outlook". Database—WEO Groups and Aggregates Information. Dana Moneter Internasional. April 2011. Diakses tanggal 21 Agustus 2012.
- ↑ "Kuidas läheb Soome majandusel? | SEB". Diarsipkan dari asli tanggal 30 Juli 2020. Diakses tanggal 4 November 2017.
- 1 2 Laar, Mart (7 Agustus 2007). "The Estonian Economic Miracle". The Heritage Foundation. Diarsipkan dari versi asli pada 3 Maret 2010. Diakses tanggal 21 Agustus 2012.
- ↑ "GDP per capita (current US$)". Grup Bank Dunia. Diakses tanggal 6 Januari 2020.
- 1 2 3 4 Kattel, Rainer; Raudla, Ringa (Agustus 2011), "Why Did Estonia Choose Fiscal Retrenchment after the 2008 Crisis?", Journal of Public Policy, diakses tanggal 9 Februari 2019
- 1 2 3 "Alcohol and tobacco tax to rise in Estonia next year". Helsingin Sanomat. Finlandia. 25 Mei 2007. Diakses tanggal 1 Januari 2009.
- ↑ Maddison, Angus (2006). The world economy. OECD Publishing. hlm. 185. ISBN 92-64-02261-9.
- ↑ Evans, Anthony John; Aligica, Paul Dragos (16 Maret 2024). "The Spread of the Flat Tax in Eastern Europe: A Comparative Study". Eastern European Economics. 46 (3): 49–67. doi:10.2753/EEE0012-8775460303. JSTOR 27740067.
- ↑ Estonia: The Transition to a Market Economy. Washington, D.C.: Grup Bank Dunia. 1993. hlm. 45–50. ISBN 978-0-8213-2351-9.
- ↑ Estonia: A Giant of the Baltics. Washington, D.C.: Dana Moneter Internasional. 2011. hlm. 12–18. ISBN 978-1-61635-145-8.
- 1 2 Tubalkain-Trell, Marge (9 Juni 2009). "Estonian Economy Fell 15.1 pct in Q1". Baltic Business News. Diarsipkan dari asli tanggal 11 Agustus 2014. Diakses tanggal 21 Agustus 2012.
- ↑ "Government approves supplementary budget for 2008". Kementerian Keuangan Republik Estonia. 15 Mei 2008. Diakses tanggal 21 Agustus 2012.
- ↑ Mardiste, David (9 Juni 2009). "Estonian Economy Contracts Sharply in First Quarter". Reuters. Diakses tanggal 21 Agustus 2012.
- ↑ Tubalkain-Trell, Marge (12 Juni 2009). "Estonian Industrial Production Fell Most in EU". Baltic Business News. Diarsipkan dari asli tanggal 11 Agustus 2014. Diakses tanggal 21 Agustus 2012.
- ↑ "Country Comparison – National product real growth rate". The World Factbook. CIA. 2009. Diarsipkan dari asli tanggal 7 Juli 2014. Diakses tanggal 26 April 2010.
- ↑ Zumbrun, Joshua (8 Juli 2009). "In Pictures: The World's Hardest-Hit Economies". Forbes.
- ↑ Tubalkain-Trell, Marge (18 Juni 2009). "MPs approve plan to increase VAT rate to 20 pct". Baltic Business News. Diakses tanggal 21 Agustus 2012.
- ↑ "Töötuse määr" [Tingkat pengangguran] (dalam bahasa Estonia). Statistikaamet. 2019. Diarsipkan dari asli tanggal 9 Februari 2019. Diakses tanggal 9 Februari 2019.
- ↑ "The Estonian euro coin". Tere Euro. Bank Estonia. 11 Juli 2011. Diarsipkan dari asli tanggal 24 Februari 2021. Diakses tanggal 9 Februari 2019.
- ↑ "Tarbijahinnaindeksi muutus" [Perubahan indeks harga konsumen] (dalam bahasa Estonia). Statistikaamet. 2019. Diarsipkan dari asli tanggal 9 Februari 2019. Diakses tanggal 9 Februari 2019.
- ↑ "Estonia ready for euro". Komisi Eropa. 12 Mei 2010. Diakses tanggal 12 Mei 2010.
- ↑ Estonia to Join Euro 1 January 2011 Diarsipkan 11 Juni 2010 di Wayback Machine.
- ↑ Mardiste, David (1 Januari 2011). "Estonia joins crisis-hit euro club". Reuters. Diakses tanggal 21 Agustus 2012.
- ↑ Ummelas, Ott (9 Agustus 2011). "Estonia's Rating Raised to AA- by S&P on Economic Growth, Strong Finances". Bloomberg. Diakses tanggal 11 Agustus 2011.
Estonia's credit rating was raised by Standard & Poor's Ratings to the second-highest level in eastern Europe on the Baltic country's strong economic growth and solid public finances.
- ↑ "Unemployment in Europe (monthly)" (The chart shows data for the EU, Estonia, and Finland). Google Public Data Explorer. Eurostat. Diakses tanggal 24 Januari 2014.
- ↑ "GDP Growth Rate". Google Public Data. Grup Bank Dunia. Diakses tanggal 24 Mei 2013.
- ↑ "Economic growth will slow". 1 Maret 2022.
- ↑ "Eurostat: Inflation in Estonia 24.2 percent in September". 30 September 2022.
- ↑ "Estonia (03/04)". U.S. Department of State. Diakses tanggal 21 Juli 2021.
- ↑ Andmevara, AS (24 Februari 1918). "The Constitution of the Republic of Estonia–Riigi Teataja". Avaleht–Riigi Teataja. Diakses tanggal 29 Februari 2024.
- ↑ World Intellectual Property Organization (2022). Intellectual property statistical country profile: Estonia (PDF) (Report). European Climate, Infrastructure and Environment Executive Agency. Diakses tanggal 29 Februari 2024.
- ↑ "Estonia". International Property Rights Index. Diakses tanggal 29 Februari 2024.
- ↑ "Protecting Intellectual Property". International Trade Administration. 15 Oktober 2020. Diakses tanggal 29 Februari 2024.
- ↑ "Most requested statistics". Main indicators. Statistikaamet. 30 September 2013. Diarsipkan dari asli tanggal 23 November 2012. Diakses tanggal 4 Oktober 2013.
- ↑ "Average monthly gross wages and salaries | Statistikaamet". www.stat.ee (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 9 Oktober 2025.
- ↑ "Company Registration in Estonia | Your Quick Start in the EU". AdamSmith (dalam bahasa Inggris Amerika). Diakses tanggal 7 November 2024. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
- ↑ Firma, Eesti. "Company Formation in Estonia | Start a Business in the EU". Eesti Firma (dalam bahasa Inggris Amerika). Diakses tanggal 28 Agustus 2024. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
- ↑ "CEPII Country Profiles: Estonia". CEPII. Diakses tanggal 4 Oktober 2020.
- ↑ "The Great Shift: Macroeconomic projections for the world economy at the 2050 horizon" (PDF). Prancis: CEPII. Februari 2012. Diakses tanggal 21 Agustus 2012.
- ↑ "Creating a strategy and action plan for circular economy in Estonia". Estonia: ringmajandus.envir.ee. 5 Juli 2019. Diakses tanggal 8 Januari 2022.
- ↑ "Ringmajanduse strateegia koostamise metoodika väljatöötamine" (PDF). Estonia: ringmajandus.envir.ee. 5 Juli 2019. Diakses tanggal 8 Januari 2022.
- ↑ "ESTONIAN CIRCULAR ECONOMY INDUSTRIES ASSOCIATION: ESTONIA SHOULD CONSIDER THE GREEN DEAL AND PRINCIPLES OF CIRCULAR ECONOMY WHEN MAKING INVESTMENTS TO RECOVER THE ECONOMY". Estonia: EESTI PAKENDIRINGLUS. 2020. Diakses tanggal 8 Januari 2022.
- ↑ "Estonian exceptionalism". The Economist. 14 Juli 2011. Diakses tanggal 11 Agustus 2011.
- ↑ Tammaru, Tiit (April 2012). "Social Impact of Emigration and Rural-Urban Migration in Central and Eastern Europe". ec.europa.eu. Diakses tanggal 1 Februari 2019.
- ↑ "Most requested statistics". Statistikaamet. Diarsipkan dari asli tanggal 23 November 2012. Diakses tanggal 22 Mei 2011.
- ↑ "Estonia Unemployment Rate". Diakses tanggal 19 Agustus 2023.
- ↑ "Hackers Take Down the Most Wired Country in Europe". Wired. 21 Agustus 2007. Diakses tanggal 21 Agustus 2012.
- ↑ "Government of Estonia homepage". Pemerintah Estonia.
- ↑ Laansalu, Ants (9 Oktober 2009). "Crisis in agriculture in the 1990s". The rural economy in Estonia until 2001. Estonica. Diarsipkan dari asli tanggal 10 Juni 2007. Diakses tanggal 11 Agustus 2011.
- ↑ "The biggest share of the gross domestic product of Estonia is continuously created in Harju county" (Press release). Statistikaamet. 26 September 2007. Diarsipkan dari asli tanggal 8 Agustus 2014. Diakses tanggal 11 Agustus 2011.
- ↑ Kuo, Chin S. (2001). "The Mineral Industries of Estonia, Latvia, and Lithuania" (PDF). U.S. Geological Survey Minerals Yearbook. U.S. Geological Survey Mineral Resources Program. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2 Maret 2013. Diakses tanggal 10 Agustus 2011.
- ↑ Estonian Environment Information Centre (2001). "Pollution load". State of Environment in Estonia on Threshold of XXI Century. UNEP/GRID-Arendal – Central & Eastern Europe, Caucasus, and Central Asia. Diarsipkan dari asli tanggal 8 Februari 2012. Diakses tanggal 10 Agustus 2011.
Sumber utama: State of Environment in Estonia on Threshold of XXI Century Diarsipkan 8 Oktober 2016 di Wayback Machine. - ↑ "Environment – current issues (section)". Estonia – The World Factbook. Universitas Missouri–St. Louis. Badan Intelijen Pusat. 17 Mei 2005. Diarsipkan dari asli tanggal 24 Agustus 2013. Diakses tanggal 10 Agustus 2011.
- ↑ Estonian Institute of Economic Research (November 2006). "Top Estonian Enterprises 2006" (PDF). Enterprise Estonia. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 9 Juni 2007.
- ↑ "Estonia production in 2018, by FAO".
- 1 2 Oja, Tõnis. "POSTIMEHE ETTEVÕTETE TOP 100. Ülikiire inflatsioon andis ettevõtetele tiivad" (dalam bahasa Estonia). Postimees. Diakses tanggal 30 Oktober 2023.
- ↑ "Industry Breakdown of Companies in Estonia". HitHorizons.
- ↑ TRANSPORTATION Diarsipkan 7 Juli 2007 di Wayback Machine., Invest in Estonia
- ↑ Purju, Alari (29 Februari 2008). "Transit trade through Estonia: problems and developments" (PDF). Finlandia: Universitas Turku, Pan-European Institute. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 11 Februari 2012. Diakses tanggal 21 Agustus 2012.
- ↑ Tubalkain-Trell, Marge (19 Juni 2008). "Estonian businessman: Estonian transit will struggle another 10 years". Baltic Business News. Diarsipkan dari asli tanggal 11 Agustus 2014. Diakses tanggal 21 Agustus 2012.
- ↑ "Countries: Estonia". Wind energy in the Baltic Sea Region. Baltic Wind Energy Association. 2004. Diarsipkan dari asli tanggal 21 November 2008.
- ↑ Kasekamp, Andres; Mäe, Andres; Soosaar, Sulev; Uustalu, Jaan; Vares, Villu; Wegmarshaus, Gert-Rüdiger (September 2006). "Energy Security of Estonia in the Context of the Energy Policy of the European Union" (PDF). Estonian Foreign Policy Institute. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 8 Januari 2012. Diakses tanggal 10 Agustus 2011.
- ↑ "Latvia, Estonia push for Baltic nuclear plant". Spacedaily.com. Agence France-Presse. 18 Februari 2009. Diakses tanggal 10 Agustus 2011.
- ↑ "Foreign trade decreased significantly in 2023". Statistikaamet. Diakses tanggal 29 Oktober 2024.
- ↑ "Maavarad" [Mineral] (dalam bahasa Estonia). Universitas Tartu. Diakses tanggal 3 Maret 2015.
- ↑ "Report for Selected Countries and Subjects". Dana Moneter Internasional. Januari 2018. Diakses tanggal 11 September 2018.
- ↑ "RAA0050: Gross domestic product by county (ESA 2010)". andmed.stat.ee. Diakses tanggal 16 Februari 2025.
| Anggota | |
|---|---|
| Calon | |
| Calon potensial | |