ENSIKLOPEDIA
Barli
| Barli | |
|---|---|
| Klasifikasi ilmiah | |
| Kerajaan: | Plantae |
| Klad: | Tracheophyta |
| Klad: | Angiospermae |
| Klad: | Monokotil |
| Klad: | Commelinidae |
| Ordo: | Poales |
| Famili: | Poaceae |
| Subfamili: | Pooideae |
| Genus: | Hordeum |
| Spesies: | H. vulgare |
| Nama binomial | |
| Hordeum vulgare | |
| Sinonim[2] | |
|
Daftar
| |
Barli (Hordeum vulgare storiescode: la is deprecated ), anggota dari suku rumput-rumputan, merupakan biji-bijian serealia utama yang ditanam di wilayah beriklim sedang di seluruh dunia. Sebagai salah satu tanaman budi daya pertama, barli didomestikasi di kawasan Bulan Sabit Subur sekitar 9000 SM, yang menghasilkan anak bulir yang tidak mudah rontok sehingga jauh lebih mudah untuk dipanen. Penggunaannya kemudian menyebar ke seluruh Eurasia pada 2000 SM. Barli lebih menyukai suhu yang relatif rendah dan tanah dengan drainase yang baik untuk tumbuh. Tanaman ini relatif toleran terhadap kekeringan dan kadar garam tanah, tetapi kurang memiliki ketahanan musim dingin dibandingkan gandum atau gandum hitam (rye).
Pada tahun 2023, barli menempati peringkat keempat di antara biji-bijian dalam jumlah produksi, yakni sebesar 146 juta ton, di bawah jagung, padi, dan gandum. Secara global, 70% produksi barli digunakan sebagai pakan ternak, sementara 30% digunakan sebagai sumber bahan yang dapat difermentasi untuk bir, atau didistilasi lebih lanjut menjadi wiski, serta sebagai komponen berbagai makanan. Barli digunakan dalam sup, rebusan, dan Roti barli di berbagai budaya. Biji barli umumnya diolah menjadi malt menggunakan metode persiapan tradisional dan kuno. Dalam cerita rakyat Inggris, John Barleycorn mempersonifikasikan biji-bijian ini serta minuman beralkohol yang dihasilkan darinya. Nama-nama pub Inggris seperti The Barley Mow merujuk pada perannya dalam produksi bir.
Etimologi

Kata dalam Bahasa Inggris Kuno untuk barli adalah bere.[4] Istilah ini bertahan di utara Skotlandia sebagai bere; yang digunakan untuk varietas barli enam baris yang ditanam di sana.[5] Kata barley dalam bahasa Inggris modern berasal dari kata sifat Inggris Kuno bærlic, yang berarti "dari barli".[3][6] Kata barn (lumbung) berasal dari bahasa Inggris Kuno bere-aern yang berarti "tempat penyimpanan barli".[3]
Nama genus ini berasal dari bahasa Latin hordeum, yang berarti barli, kemungkinan berkaitan dengan kata Latin horrere, yang berarti "meremang" atau "berdiri tegak" (merujuk pada janggut atau jarum yang tajam pada bulir barli).[7]
Deskripsi

Barli adalah sejenis serealia, anggota suku rumput-rumputan dengan biji yang dapat dimakan. Bunganya berupa gugusan anak bulir yang tersusun dalam pola tulang ikan yang khas. Setiap anak bulir memiliki aun (rambut pada bulir) yang panjang dan tipis (hingga sepanjang 160 mm (6,3 in)), sehingga membuat bulirnya tampak berjumbai. Anak-anak bulir tersebut tumbuh dalam kelompok tiga serangkai. Pada barli enam baris, ketiga anak bulir dalam setiap kelompok bersifat fertil; sedangkan pada barli dua baris, hanya anak bulir bagian tengah yang fertil.[8] Tanaman ini merupakan spesies penyerbuk mandiri yang bersifat diploid dengan 14 kromosom.[9]
Genom barli berhasil diurutkan pada tahun 2012 oleh Konsorsium Sekuensing Genom Barli Internasional dan Konsorsium Sekuensing Barli Inggris.[10] Genomnya terorganisasi ke dalam tujuh pasang[11] kromosom nukleus (sebutan yang disarankan: 1H, 2H, 3H, 4H, 5H, 6H, dan 7H), serta satu kromosom mitokondria dan satu kromosom kloroplas, dengan total 5.000 Mbp.[12] Rincian mengenai genom ini tersedia secara bebas di beberapa basis data barli.[13]
Asal-usul
Filogeni eksternal
Genus barli Hordeum berkerabat cukup dekat dengan gandum dan gandum hitam (rye) dalam bangsa Triticeae, dan berkerabat lebih jauh dengan padi dalam Klad BOP dari suku rumput-rumputan (Poaceae).[14] Filogeni Triticeae menjadi rumit akibat adanya hibridisasi antarspesies, sehingga membentuk jaringan kekerabatan alih-alih pohon keturunan sederhana.[15]
| (Bagian dari Poaceae) |
| ||||||||||||
Domestikasi

Barli merupakan salah satu biji-bijian pertama yang didomestikasi di kawasan Bulan Sabit Subur, sebuah wilayah di Asia Barat yang relatif melimpah sumber airnya,[17] sekitar 9.000 SM.[16][18] Barli liar (H. vulgare ssp. spontaneum) tersebar mulai dari Afrika Utara dan Kreta di barat hingga Tibet di timur.[9] Sebuah studi mengenai penanda diversitas di seluruh genom menemukan bahwa Tibet merupakan pusat domestikasi tambahan bagi barli budi daya.[19] Bukti arkeologis paling awal mengenai konsumsi barli liar, Hordeum spontaneum, berasal dari masa Epipaleolitikum di Ohalo II di ujung selatan Danau Galilea, tempat ditemukannya batu penggiling dengan jejak pati. Sisa-sisa tersebut berasal dari sekitar 23.000 SM.[9][20][21] Bukti tertua untuk domestikasi barli, dalam bentuk kultivar yang tidak dapat bereproduksi tanpa bantuan manusia, berasal dari Mesopotamia, tepatnya di wilayah Jarmo di Irak modern, sekitar 9.000–7.000 SM.[22][23]
Domestikasi mengubah morfologi biji barli secara substansial, dari bentuk memanjang menjadi bulat yang lebih sferis.[24] Barli liar memiliki gen, alel, dan regulator khas yang berpotensi memberikan ketahanan terhadap cekaman abiotik atau biotik; hal ini dapat membantu barli budi daya untuk beradaptasi dengan perubahan iklim.[25] Barli liar memiliki bulir yang rapuh; saat matang, anak bulir akan terpisah, memudahkan pemencaran biji. Barli terdomestikasi memiliki anak bulir yang tidak mudah rontok, sehingga jauh lebih mudah untuk memanen bulir yang sudah matang.[9] Kondisi tidak mudah rontok ini disebabkan oleh mutasi pada salah satu dari dua gen yang tertaut erat yang dikenal sebagai Bt1 dan Bt2; banyak kultivar memiliki kedua mutasi tersebut. Sifat tidak mudah rontok ini bersifat resesif, sehingga varietas barli yang menunjukkan kondisi ini bersifat homozigot untuk alel mutan tersebut.[9] Domestikasi pada barli diikuti oleh perubahan sifat fenotipik utama pada tingkat genetik.[26]
Barli liar yang ditemukan saat ini di kawasan Bulan Sabit Subur mungkin bukanlah leluhur dari barli yang dibudidayakan di Eritrea dan Etiopia, yang mengindikasikan bahwa barli mungkin telah didomestikasi secara terpisah di Afrika Timur.[27]
Penyebaran
Bukti arkeobotani menunjukkan bahwa barli telah menyebar ke seluruh Eurasia pada tahun 2.000 SM.[16] Analisis genetik mendemonstrasikan bahwa budi daya barli mengikuti beberapa rute yang berbeda dari waktu ke waktu.[16] Pada 4200 SM, barli domestik telah mencapai Finlandia Timur.[28] Barli telah ditanam di Semenanjung Korea sejak Zaman Tembikar Mumun Awal (sekitar 1500–850 SM).[29] Barli (Yava dalam Sanskerta) disebutkan berulang kali dalam Rigweda dan kitab-kitab suci India lainnya sebagai biji-bijian utama di India kuno.[30] Jejak budi daya barli telah ditemukan pada peradaban Harappa zaman Perunggu pasca-Neolitikum 5.700–3.300 tahun yang lalu.[31] Bir barli kemungkinan merupakan salah satu minuman beralkohol pertama yang dikembangkan oleh manusia Neolitikum;[32] yang di kemudian hari digunakan sebagai mata uang.[32] Bahasa Sumeria memiliki istilah untuk barli, yaitu akiti. Di Mesopotamia kuno, sebatang barli merupakan simbol utama dewi Shala.[33]
| Ideogram jt | |||||
| Ejaan jt | |||||
| Ideogram šma |
Jatah barli untuk pekerja muncul dalam lauh Linear B pada konteks Mikene di Knossos dan di Pylos Mikene.[34] Di daratan Yunani, signifikansi ritual barli kemungkinan berasal dari tahap-tahap awal Misteri Eleusis. Minuman campuran atau kykeon bagi para inisiat yang disiapkan untuk persiapan ritual, terbuat dari barli dan herbal, disebutkan dalam Lagu pujian Homer untuk Demeter. Nama sang dewi mungkin berarti "ibu barli", yang menyerap kata Kreta Kuno δηαί (dēai), yang berarti "barli".[35][36] Menurut Sejarah Alam karya Plinius yang Tua, praktiknya adalah dengan mengeringkan menir barli dan memanggangnya sebelum diolah menjadi bubur.[37] Barli Tibet telah menjadi makanan pokok dalam Masakan Tibet sejak abad kelima Masehi. Biji-bijian ini, ditambah dengan iklim dingin yang memungkinkan penyimpanan jangka panjang, menghasilkan sebuah peradaban yang mampu membangun pasukan besar.[38] Barli diolah menjadi produk tepung bernama tsampa yang masih menjadi makanan pokok di Tibet hingga saat ini.[39] Di Eropa abad pertengahan, roti yang terbuat dari barli dan gandum hitam merupakan makanan petani, sementara produk gandum dikonsumsi oleh kelas atas.[40]
Taksonomi dan varietas
Barli dua-baris dan enam-baris
Anak-anak bulir tersusun dalam kelompok tiga serangkai yang berselang-seling di sepanjang rakis (tangkai utama). Pada barli liar (dan spesies Hordeum Dunia Lama lainnya), hanya anak bulir bagian tengah yang fertil, sementara dua lainnya tereduksi. Kondisi ini dipertahankan pada kultivar tertentu yang dikenal sebagai barli dua-baris. Sepasang mutasi (satu dominan, yang lain resesif) menyebabkan anak bulir lateral menjadi fertil sehingga menghasilkan barli enam-baris.[9] Mutasi pada satu gen, yaitu vrs1, bertanggung jawab atas transisi dari barli dua-baris ke enam-baris.[41] Pembuat bir di Eropa cenderung menggunakan kultivar dua-baris, sedangkan pabrik bir di Amerika Utara menggunakan barli enam-baris (atau campurannya). Terdapat perbedaan penting dalam kandungan enzim, bentuk biji, dan faktor lainnya yang harus dipertimbangkan oleh pembuat malt dan pembuat bir.[42]
Dalam taksonomi tradisional, berbagai bentuk barli diklasifikasikan sebagai spesies yang berbeda berdasarkan perbedaan morfologisnya. Barli dua-baris dengan bulir yang mudah rontok (barli liar) dinamai Hordeum spontaneum. Barli dua-baris dengan bulir yang tidak mudah rontok dinamai H. distichon, barli enam-baris dengan bulir tidak mudah rontok sebagai H. vulgare (atau H. hexastichum), dan barli enam-baris dengan bulir mudah rontok sebagai H. agriocrithon. Karena perbedaan ini didorong oleh mutasi gen tunggal, ditambah dengan bukti sitologis dan molekuler, klasifikasi terbaru memperlakukan bentuk-bentuk ini sebagai spesies tunggal, yaitu H. vulgare.[9]
- Barli 6-baris memiliki tiga anak bulir fertil per kelompok
- Tipe dua-baris dan enam-baris
Barli tanpa sekam
Barli tanpa sekam atau barli "telanjang" (Hordeum vulgare var. nudum) adalah bentuk barli domestik yang kulit bijinya lebih mudah lepas. Barli telanjang adalah tanaman pangan kuno, namun industri baru telah berkembang di sekitar penggunaan barli tanpa sekam pilihan untuk meningkatkan daya cerna biji-bijian, terutama untuk babi dan unggas.[43] Barli tanpa sekam telah diteliti untuk beberapa aplikasi baru potensial sebagai biji utuh, bekatul, dan tepung.[44] Varietas ini menawarkan protein yang lebih tinggi, peningkatan kandungan beta-glukan, serta penanganan dan pemrosesan yang lebih efisien karena ketiadaan sekam.[45][46]
Produksi
| 16,7 | |
| 13,3 | |
| 10,6 | |
| 9,7 | |
| 8,1 | |
| 8,1 | |
| Dunia | 142,0 |
| Sumber: FAOSTAT Perserikatan Bangsa-Bangsa[47] | |
Pada tahun 2024, produksi barli dunia mencapai 142 juta ton, dipimpin oleh Rusia dengan 12% dari total produksi (tabel). Australia, Jerman, dan Prancis merupakan produsen sekunder lainnya.
Produksi barli di seluruh dunia pada tahun 2023 menempati peringkat keempat di antara biji-bijian, setelah jagung (1,2 miliar ton), padi (800 juta ton), dan gandum (799 juta ton).[48]


Budidaya
Barli adalah tanaman yang menyukai suhu relatif rendah, antara 15 hingga 20 °C (59 hingga 68 °F) selama musim tanam; tanaman ini dibudidayakan di seluruh dunia di wilayah beriklim sedang. Barli tumbuh paling baik di tanah dengan drainase yang baik di bawah sinar matahari penuh. Di wilayah tropis dan subtropis, barli ditanam untuk bahan pangan dan jerami di Asia Selatan, Afrika Utara dan Timur, serta di pegunungan Andes, Amerika Selatan. Di daerah kering, tanaman ini memerlukan irigasi.[49] Barli memiliki musim tanam yang pendek dan relatif toleran terhadap kekeringan.[40] Barli lebih toleran terhadap kadar garam tanah dibandingkan serealia lainnya, dengan tingkat toleransi yang bervariasi pada setiap kultivar.[50] Tanaman ini memiliki ketahanan musim dingin yang lebih rendah dibandingkan Gandum musim dingin dan jauh di bawah gandum hitam (rye).[51]
Seperti serealia lainnya, barli biasanya ditanam di lahan yang telah diolah. Benih tradisionalnya ditebar, tetapi di negara-negara maju biasanya ditanam menggunakan mesin bor benih. Selama masa pertumbuhan, barli memerlukan nutrisi tanah (nitrogen, fosfor, kalium), yang sering kali diberikan dalam bentuk pupuk. Tanaman ini perlu dipantau terhadap hama dan penyakit, dan jika perlu, ditangani sebelum kondisinya menjadi serius. Batang dan bulir akan menguning saat matang, dan bulir mulai merunduk. Panen tradisional dilakukan dengan tangan menggunakan sabit atau arit panjang; di negara-negara maju, pemanenan telah dimekanisasi dengan mesin pemanen kombinasi (combine harvester).[49]
- Barli musim dingin muda pada awal November,
Skotlandia, 2009 - Penyemprotan barli untuk mengatasi jamur karat,
Selandia Baru, 1979 - Panen barli tradisional dengan tangan menggunakan arit panjang, Inggris, sekitar 1886.
Foto Peter Henry Emerson - Memanen barli musim dingin dengan mesin pemanen, Jerman, 2017
Hama dan penyakit
Beberapa hama serangga pada barli meliputi aphid seperti Kutu gandum Rusia, ulat seperti ulat dari ngengat grayak, kutu putih barli, dan larva ulat kawat dari genus kumbang klik seperti Aeolus. Kerusakan akibat aphid sering kali masih dapat ditoleransi, sedangkan ulat grayak dapat memakan seluruh daun. Ulat kawat membunuh bibit dan memerlukan perlakuan benih atau perlakuan sebelum tanam.[49]
Penyakit jamur serius pada barli meliputi embun tepung yang disebabkan oleh Blumeria hordei,[52] hawar daun (scald) yang disebabkan oleh Rhynchosporium secalis, karat barli oleh Puccinia hordei, karat mahkota oleh Puccinia coronata, berbagai penyakit yang disebabkan oleh Cochliobolus sativus, hawar bulir Fusarium,[53] serta karat batang (Puccinia graminis).[54] Penyakit bakteri pada barli meliputi hawar bakteri yang disebabkan oleh Xanthomonas campestris pv. translucens.[55] Barli rentan terhadap beberapa penyakit virus, seperti Bymovirus mosaik ringan barli.[56][57] Beberapa virus, seperti Virus kerdil kuning barli, yang disebarkan oleh kutu akar padi, dapat menyebabkan kerusakan tanaman yang serius.[58]
Untuk ketahanan penyakit yang tahan lama, resistensi kuantitatif lebih penting daripada resistensi kualitatif. Penyakit daun yang paling krusial memiliki daerah gen resistensi yang sesuai pada semua kromosom barli.[11] Tersedia banyak penanda molekuler untuk pemuliaan resistensi terhadap karat daun, embun tepung, Rhynchosporium secalis, Pyrenophora teres f. teres, Virus kerdil kuning barli, dan kompleks Virus mosaik kuning barli.[59][60]
- Ulat kawat, larva kumbang klik, yang membunuh bibit barli.
- Karat barli, sebuah penyakit yang disebabkan oleh jamur Puccinia hordei
Bahan pangan
| Nilai nutrisi per 100 g (3,5 oz) | |
|---|---|
| Energi | 515 kJ (123 kcal) |
28.2 g | |
| Gula | 0.3 g |
| Serat pangan | 3.8 g |
0.4 g | |
2.3 g | |
| Vitamin | Kuantitas %AKG† |
| Vitamin A equiv. | 0% 0 μg0% 5 μg56 μg |
| Tiamina (B1) | 7% 0.083 mg |
| Riboflavin (B2) | 5% 0.062 mg |
| Niasin (B3) | 14% 2.063 mg |
| Asam pantotenat (B5) | 3% 0.135 mg |
| Vitamin B6 | 9% 0.115 mg |
| Folat (B9) | 4% 16 μg |
| Vitamin B12 | 0% 0 μg |
| Kolina | 3% 13.4 mg |
| Vitamin C | 0% 0 mg |
| Vitamin D | 0% 0 SI |
| Vitamin E | 0% 0.01 mg |
| Vitamin K | 1% 0.8 μg |
| Mineral | Kuantitas %AKG† |
| Kalsium | 1% 11 mg |
| Tembaga | 5% 0.105 mg |
| Zat besi | 10% 1.3 mg |
| Magnesium | 6% 22 mg |
| Mangan | 12% 0.259 mg |
| Fosfor | 8% 54 mg |
| Potasium | 2% 93 mg |
| Sodium | 0% 3 mg |
| Seng | 9% 0.82 mg |
| Komponen lainnya | Kuantitas |
| Air | 68.8 g |
| Kolesterol | 0 mg |
| |
| †Persen AKG berdasarkan rekomendasi Amerika Serikat untuk orang dewasa. | |
Persiapan
Barli utuh (hulled barley) dikonsumsi setelah membuang sekam luar yang berserat dan tidak dapat dimakan. Setelah sekam dibuang, ia disebut barli kupas (dehulled barley, pot barley, atau scotch barley).[61] Barli mutiara (pearl barley) adalah barli yang telah dikupas untuk membuang sebagian besar bekatulnya, kemudian dipoles.[61] Tepung barli (barley meal), sejenis Tepung barli utuh yang lebih ringan dari tepung gandum namun berwarna lebih gelap, digunakan dalam pembuatan bubur.[61] Bubur cair ini dikenal sebagai سويق : sawīq di Dunia Arab.[62]
Dengan sejarah budidaya yang panjang di Timur Tengah, barli digunakan dalam berbagai macam bahan pangan tradisional Arab, Asyur, Israel kuno, Kurdi, dan Persia termasuk keşkek, kashk, dan murri. Sup barli secara tradisional dimakan selama bulan Ramadan di Arab Saudi.[63] Cholent atau hamin (dalam bahasa Ibrani) adalah rebusan tradisional Yahudi yang sering dimakan pada hari Sabat, dengan berbagai resep baik oleh Yahudi Mizrahi maupun Yahudi Ashkenazi; bentuk aslinya adalah bubur barli.[64]
Di Eropa Timur dan Eropa Tengah, barli digunakan dalam sup dan rebusan seperti ričet. Di Afrika, sebagai tanaman pangan tradisional, barli memiliki potensi untuk meningkatkan gizi, memperkuat ketahanan pangan, mendorong pembangunan pedesaan, dan mendukung tata guna lahan yang berkelanjutan.[65]
Varietas enam-baris bere dibudidayakan di Orkney, Shetland, Caithness, dan Kepulauan Barat di Dataran Tinggi dan Kepulauan Skotlandia. Ketika digiling menjadi tepung beremeal, ia digunakan secara lokal dalam roti, biskuit, dan roti bannock beremeal tradisional.[66]
Dalam Masakan Jepang, barli dicampur dengan nasi dan dikukus sebagai mugimeshi.[67] Ahli bedah angkatan laut Takaki Kanehiro memperkenalkannya ke dalam masakan institusional untuk memerangi beri-beri, yang menjadi endemik di angkatan bersenjata pada abad ke-19. Makanan ini menjadi standar di penjara dan tetap menjadi makanan pokok di Pasukan Bela Diri Jepang.[68]
Dalam Masakan Korea, hidangan serupa yang disebut boribap (보리밥) telah dikonsumsi sejak dinasti Joseon. Di Pulau Jeju, nasi barli muda dimakan pada musim semi saat persediaan makanan menipis.[69][70][71] Nasi barli, yang sulit dimasak dan sering dikaitkan dengan kemiskinan, memiliki status lebih rendah daripada nasi putih. Pada tahun 1960-an dan 1970-an, kotak bekal makan siang anak sekolah diwajibkan berisi nasi barli.[72] Kini, nasi barli telah menjadi makanan nostalgia bagi generasi tua dan disajikan di restoran-restoran khusus.[69][73][74]
Nutrisi
Barli masak mengandung 69% air, 28% karbohidrat, 2% protein, dan 0,4% lemak (tabel). Dalam porsi referensi 100 gram (3,5 oz), barli masak menyediakan energi sebesar 515 kilojoule (123 kcal) dan merupakan sumber yang baik (10% atau lebih dari Nilai Harian, DV) untuk zat gizi esensial, termasuk serat pangan, vitamin B niasin (14% DV), serta mineral pangan, termasuk zat besi (10% DV) dan mangan (12% DV) (tabel).[75]
Implikasi kesehatan
Menurut Health Canada dan Food and Drug Administration (FDA) AS, mengonsumsi setidaknya 3 gram beta-glukan barli per hari dapat menurunkan kadar kolesterol darah, yang merupakan faktor risiko penyakit kardiovaskular.[76][77] Mengonsumsi barli utuh (whole-grain), yang merupakan biji-bijian tinggi serat, dapat meningkatkan regulasi gula darah (yaitu, mengurangi respons glukosa darah setelah makan).[78] Konsumsi sereal sarapan yang mengandung barli selama berminggu-minggu hingga berbulan-bulan terbukti memperbaiki kadar kolesterol dan regulasi glukosa.[79] Barli mengandung gluten, yang menjadikannya biji-bijian yang tidak cocok untuk dikonsumsi oleh penderita gangguan terkait gluten, seperti penyakit seliak, sensitivitas gluten non-seliak, dan penderita alergi gandum.[80] Meskipun demikian, beberapa pasien alergi gandum diketahui dapat mentoleransi barli.[81]
Kegunaan
Bir, wiski, dan minuman ringan
Barli yang diolah menjadi malt merupakan bahan utama dalam produksi bir dan wiski.[82] Barli dua-baris secara tradisional digunakan dalam bir Jerman dan Inggris. Barli enam-baris secara tradisional digunakan dalam bir AS, namun saat ini kedua varietas tersebut umum digunakan.[83] Wiski Skotlandia dan Irlandia, yang didistilasi dari bir muda (green beer),[84] utamanya dibuat dari barli.[82] Sekitar 25% barli Amerika digunakan untuk pembuatan malt, karena barli merupakan biji-bijian yang paling cocok untuk tujuan tersebut.[85] Oleh karena itu, barli sering dinilai berdasarkan kandungan enzim maltingnya.[11] Barley wine (wine barli) adalah gaya bir kuat dari tradisi pembuatan bir Inggris. Minuman beralkohol pada abad ke-18 dengan nama yang sama dibuat dengan merebus barli dalam air, lalu mencampur air barli tersebut dengan anggur putih, borage, lemon, dan gula. Pada abad ke-19, jenis wine barli yang berbeda disiapkan menggunakan resep yang berasal dari Yunani kuno.[3]
Minuman non-alkohol seperti air barli[3] dan teh barli sangrai dibuat dengan merebus barli dalam air.[86] Di Italia, barli panggang terkadang digunakan sebagai pengganti kopi, yang disebut caffè d'orzo (kopi barli).[87]
- Metode floor malting tradisional di Skotlandia untuk wiski malt
- Biji barli yang sedang dicampur (dipanaskan dengan air) untuk pembuatan bir
- Wiski Skotlandia dan bir,
keduanya dibuat dari barli
Pakan ternak

Sekitar 70% dari produksi barli dunia digunakan sebagai pakan ternak,[88] misalnya untuk pakan sapi di Kanada bagian barat.[89] Pada tahun 2014, sebuah proses enzimatik dirancang untuk membuat pakan ikan berprotein tinggi dari barli, yang cocok untuk ikan karnivora seperti trout dan salmon.[90]
Kegunaan lain
Jerami barli terkadang ditempatkan dalam kantong jaring dan diapungkan di kolam ikan atau taman air untuk membantu mencegah pertumbuhan alga tanpa membahayakan tanaman dan hewan kolam. Efektivitas teknik ini dinilai masih beragam.[91] Biji barli pernah digunakan sebagai satuan pengukuran di Inggris; secara nominal terdapat tiga atau empat biji barli (barleycorn) untuk satu inci.[92] Pada abad ke-19, sistem ini digantikan oleh ukuran inci standar.[93] Di Mesopotamia kuno, barli digunakan sebagai bentuk mata uang, dengan satuan berat standar untuk barli—dan dengan demikian satuan nilai—adalah syekel (shekel).[94] Air barli digunakan pada abad pertengahan sebagai obat, sebagaimana disebutkan oleh Avicenna.[95]
Budaya dan cerita rakyat
Dalam puisi Inggris Kuno Beowulf, dan dalam Mitologi Nordik, Scyld Scefing (nama kedua berarti "dengan sebuah berkas gandum") serta putranya Beow ("Barli") dikaitkan dengan biji-bijian ini, atau kemungkinan merupakan dewa serealia; J. R. R. Tolkien menulis puisi berjudul "King Sheave" tentang mereka, dan mendasarkan elemen utama dari legendariumnya, yaitu Jalan Lurus Tua dari Middle-earth ke surga dunia Valinor, pada kisah mereka.[96] Chronicle karya William dari Malmesbury dari abad ke-12 menceritakan kisah sosok terkait, Sceafa, sebagai anak yang tertidur di perahu tanpa dayung dengan seberkas serealia di kepalanya.[97] Axel Olrik mengidentifikasi Peko, sosok "paralel barli" dalam budaya Finlandia, yang pada gilirannya dihubungkan oleh R.D. Fulk dengan sosok Bergelmir dalam Edda.[98]
Dalam Cerita rakyat Inggris, sosok John Barleycorn dalam lagu rakyat dengan nama yang sama merupakan personifikasi dari barli, dan bir yang dihasilkan darinya. Dalam lagu tersebut, John Barleycorn digambarkan menderita serangan, kematian, dan penghinaan yang merujuk pada berbagai tahap budidaya barli, seperti panen dan pembuatan malt; namun ia membalas dendam dengan membuat orang-orang mabuk: "Dan Sir John kecil serta mangkuk cokelat tua / Terbukti sebagai pria terkuat pada akhirnya."[99][100] Lagu rakyat "Elsie Marley" merayakan seorang penjual bir dari County Durham dengan lirik seperti "Dan tahukah kau Elsie Marley, sayang? / Istri yang menjual barli, sayang". Arkeolog Cuthbert Sharp mencatat bahwa Elsie Marley adalah "seorang induk semang yang cantik, montok, dan sibuk, serta mendatangkan banyak pelanggan ke kedai bir tersebut karena kesantunan dan perhatiannya."[101]
Nama-nama pub Inggris seperti The Barley Mow,[102] John Barleycorn,[99] Malt Shovel,[103] dan Mash Tun[104] semuanya merujuk pada peran barli dalam produksi bir.[102]
- Patung porselen John Barleycorn, lengkap dengan lembar lagu dan kendi cokelat kecil berisi bir
- Nama-nama pub Inggris seperti The Barley Mow (seperti pub di Clifton Hampden ini) merujuk pada penggunaan barli untuk membuat bir yang tersedia di dalamnya.[102]
Referensi
- ↑ "Hordeum vulgare". Integrated Taxonomic Information System.
- ↑ "Hordeum vulgare L." The Plant List: A Working List of All Plant Species. Diarsipkan dari asli tanggal 8 April 2020. Diakses tanggal 2 February 2016.
- 1 2 3 4 5 Ayto, John (1990). The glutton's glossary: a dictionary of food and drink terms. London: Routledge. hlm. 16–17. ISBN 978-0-415-02647-5.
barley water was used.
- ↑ Clark Hall, J. R. (2002) [1894]. "bere". A Concise Anglo-Saxon Dictionary (Edisi 4th). University of Toronto Press. hlm. 43.
- ↑ "Dictionary of the Scots Language: "DSL – DOST Bere, Beir"". Diarsipkan dari asli tanggal 26 May 2011. Diakses tanggal 19 November 2008.
- ↑ J. Simpson; E. Weiner, ed. (1989). "Barley". Oxford English Dictionary (Edisi 2nd). Oxford: Clarendon Press. ISBN 978-0-19-861186-8.
- ↑ "hordeum noun". Merriam-Webster. Diakses tanggal 13 January 2024.
- ↑ "Hordeum vulgare — common barley". Native Plant Trust. Diakses tanggal 13 January 2024.
- 1 2 3 4 5 6 7 Zohary, Daniel; Hopf, Maria (2000). Domestication of Plants in the Old World: The Origin and Spread of Cultivated Plants in West Asia, Europe, and the Nile Valley (Edisi 3rd). Oxford University Press. hlm. 59–69. ISBN 978-0-19-850357-6.
- ↑ The International Barley Genome Sequencing Consortium (2012). "A physical, genetic and functional sequence assembly of the barley genome". Nature. 491 (7426): 711–716. Bibcode:2012Natur.491..711T. doi:10.1038/nature11543. hdl:2440/76951. PMID 23075845.
- 1 2 3 Hayes, Patrick M.; Castro, Ariel; Marquez-Cedillo, Luis; Corey, Ann; Henson, Cynthia; et al. (2003). "Genetic diversity for quantitatively inherited agronomic and malting quality traits". Dalam Roland von Bothmer; Theo van Hintum; Helmut Knüpffer; Kazuhiro Sato (ed.). Diversity in Barley (Hordeum vulgare). Amsterdam, Boston: Elsevier. hlm. 201–226. doi:10.1016/S0168-7972(03)80012-9. ISBN 978-0-444-50585-9. OCLC 162130976.
- ↑ mapview. "barley genome at ncbi.nlm.nih.gov". Diarsipkan dari asli tanggal 29 October 2004. Diakses tanggal 6 October 2014.
- ↑ "Background: The barley genome". UK Barley Sequencing Consortium. 2024. Diakses tanggal 12 January 2024.
- ↑ Soreng, Robert J.; Peterson, Paul M.; Romaschenko, Konstantin; Davidse, Gerrit; Zuloaga, Fernando O.; et al. (2015). "A worldwide phylogenetic classification of the Poaceae (Gramineae)". Journal of Systematics and Evolution. 53 (2): 117–137. Bibcode:2015JSyEv..53..117S. doi:10.1111/jse.12150. hdl:11336/25248.
- ↑ Escobar, Juan S; Scornavacca, Céline; Cenci, Alberto; Guilhaumon, Claire; Santoni, Sylvain; et al. (2011). "Multigenic phylogeny and analysis of tree incongruences in Triticeae (Poaceae)". BMC Evolutionary Biology. 11 (1): 181. Bibcode:2011BMCEE..11..181E. doi:10.1186/1471-2148-11-181. PMC 3142523. PMID 21702931.
- 1 2 3 4
Materi disalin dari sumber ini, yang tersedia di bawah Lisensi Internasional Creative Commons Atribusi 4.0 Jones, Martin K.; Kovaleva, Olga (18 July 2018). "Barley heads east: Genetic analyses reveal routes of spread through diverse Eurasian landscapes". PLOS ONE. 13 (7) e0196652. Bibcode:2018PLoSO..1396652L. doi:10.1371/journal.pone.0196652. PMC 6051582. PMID 30020920. - ↑ Badr, A.; M, K.; Sch, R.; El Rabey, H.; Effgen, S.; et al. (1 April 2000). "On the Origin and Domestication History of Barley (Hordeum vulgare)". Molecular Biology and Evolution. 17 (4): 499–510. doi:10.1093/oxfordjournals.molbev.a026330. PMID 10742042.
- ↑ Mascher, Martin; Schuenemann, Verena J; Davidovich, Uri; Marom, Nimrod; Himmelbach, Axel; et al. (2016). "Genomic analysis of 6,000-year-old cultivated grain illuminates the domestication history of barley". Nature Genetics. 48 (9): 1089–1093. doi:10.1038/ng.3611. PMID 27428749. S2CID 11574248.
- ↑ Dai, Fei; Nevo, Eviatar; Wu, Dezhi; Comadran, Jordi; Zhou, Meixue; et al. (16 October 2012). "Tibet is one of the centers of domestication of cultivated barley". Proceedings of the National Academy of Sciences. 109 (42): 16969–16973. Bibcode:2012PNAS..10916969D. doi:10.1073/pnas.1215265109. PMC 3479512. PMID 23033493.
- ↑ Nadel, Dani; Piperno, Dolores R.; Holst, Irene; Snir, Ainit; Weiss, Ehud (December 2012). "New evidence for the processing of wild cereal grains at Ohalo II, a 23 000-year-old campsite on the shore of the Sea of Galilee, Israel". Antiquity. 86 (334): 990–1003. doi:10.1017/S0003598X00048201. S2CID 162019976.
Jejak pati yang ditemukan pada batu datar besar di situs pemburu-pengumpul-nelayan Ohalo II merepresentasikan identifikasi pertama penggilingan rumput-rumputan pada masa Paleolitikum Atas. Mengingat pentingnya penemuan ini bagi penggunaan biji-bijian yang dapat dimakan, analisis lebih lanjut telah dilakukan. Pengambilan sampel yang teliti dikombinasikan dengan pengawetan yang baik memungkinkan para penulis untuk mendemonstrasikan bahwa batu Ohalo II tersebut dipastikan digunakan untuk pengolahan rutin serealia liar, di antaranya gandum, barli, dan sekarang gandum oat, sekitar 23.000 tahun yang lalu.
- ↑ Snir, Ainit; Nadel, Dani; Groman-Yaroslavski, Iris; Melamed, Yoel; Sternberg, Marcelo; Bar-Yosef, Ofer; Weiss, Ehud (22 July 2015). "The Origin of Cultivation and Proto-Weeds, Long Before Neolithic Farming". PLOS ONE. 10 (7) e0131422. Bibcode:2015PLoSO..1031422S. doi:10.1371/journal.pone.0131422. PMC 4511808. PMID 26200895.
- ↑ Ucko, Peter John; Dimbleby, G. W. (1 January 2007). The Domestication and Exploitation of Plants and Animals. Transaction Publishers. hlm. 164. ISBN 978-0-202-36557-2.
Fitur ini memungkinkan kita untuk mendeskripsikan barli Jarmo sebagai barli dua baris "terdomestikasi" tertua yang pernah ditemukan.
- ↑ Clark, Helena H. (1967). "The Origin and Early History of the Cultivated Barleys: A Botanical and Archaeological Synthesis". The Agricultural History Review. 15 (1): 10–11. JSTOR 40273219.
- ↑ Hughes, N.; Oliveira, H. R.; Fradgley, N.; Corke, F.; Cockram, J.; Doonan, J. H.; Nibau, C. (14 March 2019). "μCT trait analysis reveals morphometric differences between domesticated temperate small grain cereals and their wild relatives". The Plant Journal. 99 (1). Wiley-Blackwell: 98–111. Bibcode:2019PlJ....99...98H. doi:10.1111/tpj.14312. PMC 6618119. PMID 30868647.
- ↑ Wang, Xiaolei; Chen, Zhong-Hua; Yang, Chongyi; Zhang, Xuelei; Jin, Gulei; et al. (15 May 2018). "Genomic adaptation to drought in wild barley is driven by edaphic natural selection at the Tabigha Evolution Slope". Proceedings of the National Academy of Sciences. 115 (20): 5223–5228. Bibcode:2018PNAS..115.5223W. doi:10.1073/pnas.1721749115. PMC 5960308. PMID 29712833.
- ↑ Yan, S.; Sun, D.; Sun, G. (26 March 2015). "Genetic divergence in domesticated and non-domesticated gene regions of barley chromosomes". PLOS ONE. 10 (3) e0121106. Bibcode:2015PLoSO..1021106Y. doi:10.1371/journal.pone.0121106. PMC 4374956. PMID 25812037.
- ↑ Orabi, Jihad; Backes, Gunter; Wolday, Asmelash; Yahyaoui, Amor; Jahoor, Ahmed (29 March 2007). "The Horn of Africa as a centre of barley diversification and a potential domestication site". Theoretical and Applied Genetics. 114 (6): 1117–1127. doi:10.1007/s00122-007-0505-5. PMID 17279366. S2CID 31695204.
- ↑ "Maanviljely levisi Suomeen Itä-Aasiasta jo 7000 vuotta sitten – Ajankohtaista – Tammikuu 2013 – Humanistinen tiedekunta – Helsingin yliopisto" (dalam bahasa Finnish). Diarsipkan dari asli tanggal 6 October 2014. Diakses tanggal 6 October 2014. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
- ↑ Crawford, Gary W.; Gyoung-Ah Lee (2003). "Agricultural Origins in the Korean Peninsula". Antiquity. 77 (295): 87–95. doi:10.1017/s0003598x00061378. S2CID 163060564.
- ↑ Witzel, Michael E. J. (2009). "The Linguistic History of Some Indian Domestic Plants" (PDF). Journal of Biosciences. 34 (6): 829–833. doi:10.1007/s12038-009-0096-1. PMID 20093735. S2CID 6245657. Diakses tanggal 25 August 2016.
- ↑ "IIT KGP Researchers say Indus Valley civilization in India is older than thought before". iitkgp.org. IIT Kharagpur. Diarsipkan dari asli tanggal 18 September 2016. Diakses tanggal 25 August 2016.
- 1 2 Pellechia, Thomas (2006). Wine: the 8,000-year-old story of the wine trade. Philadelphia: Running Press. hlm. 10. ISBN 978-1-56025-871-1.
- ↑ Black, Jeremy; Green, Anthony (1992). Gods, Demons and Symbols of Ancient Mesopotamia: An Illustrated Dictionary. The British Museum Press. hlm. 39. ISBN 978-0-7141-1705-8.
- ↑ Chadwick, John (1976). The Mycenaean World. Cambridge University Press. hlm. 118–. ISBN 0-521-29037-6.
- ↑ Tobin, Vincent Arieh (1991). "Isis and Demeter: symbols of divine motherhood". Journal of the American Research Center in Egypt. 28: 187–200. doi:10.2307/40000579. JSTOR 40000579. OCLC 936727983.
Nama Demeter, oleh karena itu, dapat diinterpretasikan dalam bahasa Yunani sebagai 'ibu barli'
- ↑ J. Dobraszczyk, Bogdan (2001). Cereals and cereal products: chemistry and technology. Gaithersburg, Maryland: Aspen Publishers. hlm. 7. ISBN 978-0-8342-1767-6.
- ↑ Plinius yang Tua. Sejarah Alam, xviii.72.
- ↑ Fernandez, Felipe Armesto (2001). Civilizations: Culture, Ambition and the Transformation of Nature. Simon & Schuster. hlm. 265. ISBN 978-0-7432-1650-0.
- ↑ Dreyer, June Teufel; Sautman, Barry (2006). Contemporary Tibet: politics, development, and society in a disputed region. Armonk, New York: Sharpe. hlm. 262. ISBN 978-0-7656-1354-7.
- 1 2 McGee 1986, hlm. 235
- ↑ Komatsuda, Takao; Pourkheirandish, Mohammad; He, Congfen; Azhaguvel, Perumal; Kanamori, Hiroyuki; et al. (23 January 2007). "Six-rowed barley originated from a mutation in a homeodomain-leucine zipper I-class homeobox gene". Proceedings of the National Academy of Sciences. 104 (4): 1424–1429. Bibcode:2007PNAS..104.1424K. doi:10.1073/pnas.0608580104. PMC 1783110. PMID 17220272.
- ↑ Oliver, Garrett (2012). The Oxford Companion to Beer. Oxford University Press, USA. hlm. 734. ISBN 978-0-19-536713-3.
- ↑ Bhatty, R. S. (1999). "The potential of hull-less barley". Cereal Chemistry. 76 (5): 589–599. doi:10.1094/CCHEM.1999.76.5.589.
- ↑ Bhatty, R. S. (2011). "β-glucan and flour yield of hull-less barley". Cereal Chemistry. 76 (2): 314–315. doi:10.1094/CCHEM.1999.76.2.314.
- ↑ "New Varieties of Barley Have Enhanced Nutritional Profiles". 14 December 2023.
- ↑ "Why Hulless Barley is a Big Deal in the Food World". March 2023.
- ↑ "Barley production in 2024, Crops/Regions/World list/Production Quantity/Year (pick lists)". UN Food and Agriculture Organization, Corporate Statistical Database (FAOSTAT). 2026. Diakses tanggal 4 January 2026.
- ↑ "Comparison of world production values in 2023; compare data/production group/crops and livestock products/world/item using maize-wheat-rice-barley from pick lists". FAOSTAT, UN Food and Agriculture Organization, Corporate Statistical Database. 2025. Diakses tanggal 28 February 2025.
- 1 2 3 "Barley". PlantVillage (PennState University). Diakses tanggal 14 January 2024.
- ↑ Witzel, Katja; Matros, Andrea; Strickert, Marc; Kaspar, Stephanie; Peukert, Manuela; Mühling, Karl H.; Börner, Andreas; Mock, Hans-Peter (2014). "Salinity Stress in Roots of Contrasting Barley Genotypes Reveals Time-Distinct and Genotype-Specific Patterns for Defined Proteins". Molecular Plant. 7 (2): 336–355. doi:10.1093/mp/sst063. PMID 24004485.
- ↑ "Winter-hardiness". Stockinger Lab, Ohio State University. Diakses tanggal 14 January 2024.
- ↑ Liu, Miao; Braun, Uwe; Takamatsu, Susumu; Hambleton, Sarah; Shoukouhi, Parivash; Bisson, Kassandra R.; Hubbard, Keith (2021-05-20). "Taxonomic revision of Blumeria based on multi-gene DNA sequences, host preferences and morphology". Mycoscience (dalam bahasa Inggris). 62 (3): 143–165. doi:10.47371/mycosci.2020.12.003. ISSN 1340-3540. PMC 9157761. PMID 37091321.
- ↑ Parry, D. W.; Jenkinson, P.; McLeod, L. (1995). "Fusarium ear blight (scab) in small grain cereals—a review". Plant Pathology. 44 (2): 207–238. Bibcode:1995PPath..44..207P. doi:10.1111/j.1365-3059.1995.tb02773.x.
- ↑ Djurle, Annika; Young, Beth; Berlin, Anna; Vågsholm, Ivar; Blomström, Anne-Lie; Nygren, Jim; Kvarnheden, Anders (2022). "Addressing biohazards to food security in primary production". Food Security. 14 (6): 1475–1497. doi:10.1007/s12571-022-01296-7.
- ↑ Mathre, D. E. (1997). Compendium of barley diseases. American Phytopathological Society. hlm. 120.
- ↑ Brunt, A. A.; Crabtree, K.; Dallwitz, M. J.; Gibbs, A. J.; Watson, L.; Zurcher, E. J., ed. (20 August 1996). "Plant Viruses Online: Descriptions and Lists from the VIDE Database". Diarsipkan dari asli tanggal 18 October 2006.
- ↑ "Barley mild mosaic bymovirus". Diarsipkan dari asli tanggal 8 December 2006.
- ↑ Jedlinski, H. (1981). "Rice Root Aphid, Rhopalosiphum rufiabdominalis, a Vector of Barley Yellow Dwarf Virus in Illinois, and the Disease Complex". Plant Disease. 65 (12). American Phytopathological Society: 975. Bibcode:1981PlDis..65..975J. doi:10.1094/pd-65-975.
- ↑ Chelkowski, Jerzy; Tyrka, Miroslaw; Sobkiewicz, Andrzej (2003). "Resistance genes in barley (Hordeum vulgare L.) and their identification with molecular marker". Journal of Applied Genetics. 44 (3): 291–309. PMID 12923305.
- ↑ Miedaner, T.; Korzun, V. (2012). "Marker-Assisted Selection for Disease Resistance in Wheat and Barley Breeding". Phytopathology. 102 (6): 560–566. Bibcode:2012PhPat.102..560M. doi:10.1094/PHYTO-05-11-0157. PMID 22568813.
- 1 2 3 Simon, André (1963). Guide to Good Food and Wines: A Concise Encyclopedia of Gastronomy Complete and Unabridged. London: Collins. hlm. 150.
- ↑ Tabari (1987). "Muhammad at Al-Madina, A. D. 622-626/ijrah-4 A. H.". The History of Al-Tabari. Vol. VII: The Foundation of the Community. Diterjemahkan oleh W. Montgomery Watt; M. V. McDonald. SUNY Press. hlm. 89. ISBN 978-0-88706-344-2.
- ↑ Long, David E. (2005). Culture and customs of Saudi Arabia. Greenwood Publishing Group. hlm. 50. ISBN 978-0-313-32021-7.
- ↑ Marks, Gil (2010). "Cholent/Schalet". Encyclopedia of Jewish Foods. Houghton Mifflin Harcourt. hlm. 40.
- ↑ National Research Council (14 February 1996). "Other Cultivated Grains". Lost Crops of Africa: Volume I: Grains. Vol. 1. National Academies Press. hlm. 243. doi:10.17226/2305. ISBN 978-0-309-04990-0. Diakses tanggal 25 July 2008.
- ↑ Martin, Peter; Chang, Xianmin (June 2008). "Bere Whisky: rediscovering the spirit of an old barley". The Brewer & Distiller International. 4 (6): 41–43. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 1 December 2008. Diakses tanggal 14 November 2008.
- ↑ Sano, Anna; Tsuyukubo, Mika; Mabashi, Yuka; Murakami, Yukie; Narita, Hiroshi; Kasai, Midori; Ookura, Tetsuya (2017). "Translocation of Barley β-amylase into Rice Grains during Cooking Rice Mixed with Barley (Mugimeshi)". Food Science and Technology Research. 23 (4): 621–625. doi:10.3136/fstr.23.621.
- ↑ Yoji, Yamazaki (2008). "Kanehiro Takaki: The Great Naval Surgeon Nicknamed the "Barley Baron"". 日本腹部救急医学会雑誌. 28. CiNii. doi:10.11231/jaem.28.873. Diakses tanggal 11 January 2024.
- 1 2 Ju, Yong-ha. "보리밥" [Nasi barli]. Korean Folk Encyclopedia (dalam bahasa Korean). Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
- ↑ "풋보리밥(섯보리밥)" [Nasi barli hijau (seotbori-bap)]. nongsaro.go.kr (dalam bahasa Korean). Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
- ↑ Administrasi Pembangunan Pedesaan. "풋보리밥" [Nasi barli hijau]. 전통향토음식 용어사전 (dalam bahasa Korea). Diakses tanggal 2025-02-19.
- ↑ Lee, Jae-wook (2023-06-08). "'꽁당보리밥, 보리밥 먹는 사람 진짜 건강해~'". 문학뉴스 (dalam bahasa Korea). Diakses tanggal 2025-02-19.
- ↑ "보리밥". 강진문화관광 (dalam bahasa Korea). Diakses tanggal 2025-02-19.
- ↑ Lee, Min-jae. "보리밥" [Nasi barli]. 한식문화사전 (dalam bahasa Korea). Diakses tanggal 2025-02-19.
- ↑ Entri Basis Data USDA Diakses 14 Januari 2024.
- ↑ "21 CFR Part 101 [Docket No. 2004P-0512], Food Labeling: Health Claims; Soluble Dietary Fiber From Certain Foods and Coronary Heart Disease". US Food and Drug Administration. 22 May 2006. Diakses tanggal 2 December 2015.
- ↑ "Summary of Health Canada's Assessment of a Health Claim about Barley Products and Blood Cholesterol Lowering". Health Canada. 12 July 2012. Diakses tanggal 2 December 2015.
- ↑ Harris, Kristina A.; Kris-Etherton, Penny M. (2010). "Effects of Whole Grains on Coronary Heart Disease Risk". Current Atherosclerosis Reports. 12 (6): 368–376. doi:10.1007/s11883-010-0136-1. PMID 20820954. S2CID 29100975.
- ↑ Williams, P. G. (September 2014). "The benefits of breakfast cereal consumption: a systematic review of the evidence base". Advances in Nutrition. 5 (5): 636S – 673S. doi:10.3945/an.114.006247. PMC 4188247. PMID 25225349.
- ↑ Tovoli, F.; Masi, C.; Guidetti, E.; Negrini, G.; Paterini, P.; Bolondi, L. (March 2015). "Clinical and Diagnostic Aspects of Gluten Related Disorders". World Journal of Clinical Cases. 3 (3): 275–84. doi:10.12998/wjcc.v3.i3.275. PMC 4360499. PMID 25789300.
- ↑ Pietzak, M. (January 2012). "Celiac disease, wheat allergy, and gluten sensitivity: when gluten free is not a fad". Journal of Parenteral and Enteral Nutrition. 36 (1 Suppl): 68S – 75S. doi:10.1177/0148607111426276. PMID 22237879.
- 1 2 McGee 1986, hlm. 490
- ↑ Ogle, Maureen (2006). Ambitious brew: the story of American beer. Orlando: Harcourt. hlm. 70–72. ISBN 978-0-15-101012-7.
and six-row barley was traditionally used in US beers.
- ↑ McGee 1986, hlm. 481
- ↑ McGee 1986, hlm. 471
- ↑ Clarke, R. J., ed. (1988). Coffee. London: Elsevier Applied Science. hlm. 84. ISBN 978-1-85166-103-9.
- ↑ "Caffè d'orzo: il caffè senza caffeina" [Barley Coffee: Coffee without Caffeine]. cibo360 (dalam bahasa Italian). Diakses tanggal 13 January 2024. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
- ↑ Akar, Taner; Avci, Muzaffer; Dusunceli, Fazil (15 June 2004). "Barley: Post-Harvest Operations" (PDF). Organisasi Pangan dan Pertanian. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 21 January 2022.
- ↑ "Corn or Barley for Feeding Steers?". Pemerintah Ontario. Diarsipkan dari asli tanggal 20 December 2006. Diakses tanggal 6 October 2014.
- ↑ Avant, Sandra (14 July 2014). "Process Turns Barley into High-protein Fish Food". Layanan Riset Pertanian USDA. Diakses tanggal 9 September 2014.
- ↑ Lembi, Carole A. "Barley straw for algae control" (PDF). Departemen Botani dan Patologi Tanaman, Universitas Purdue. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 8 April 2003.
- ↑ "Barleycorn". Kamus Collins. 2023. Diakses tanggal 18 September 2023.
- ↑ George Long (1842). "Standard Measure, Weight". The Penny Cyclopædia of the Society for the Diffusion of Useful Knowledge. Vol. 26, Ungulata–Wales. C. Knight. hlm. 436.
- ↑ Powell, Marvin A. (1996). "Money in the Orient: Money in Mesopotamia". Journal of the Economic and Social History of the Orient. 39 (3). Brill: 224–242. doi:10.1163/1568520962601225. JSTOR 3632646.
- ↑ Scully, Terence; Dumville, D. N. (1997). The art of cookery in the Middle Ages. Boydell Press. hlm. 187–188. ISBN 978-0-85115-430-5.
- ↑ Shippey, Tom (2022). "'King Sheave' and 'The Lost Road'". Dalam Ovenden, Richard; McIlwaine, Catherine (ed.). The Great Tales Never End: Essays in Memory of Christopher Tolkien. Bodleian Library Publishing. hlm. 166–180. ISBN 978-1-85124-565-9.
- ↑ Owen-Crocker, Gale R. (2000). The Four Funerals in Beowulf. Manchester University Press.
- ↑ Fulk, R.D. (1989). "An eddic analogue to the Scyld Scefing story". The Review of English Studies (159): 313–322. doi:10.1093/res/XL.159.313.
- 1 2 de Vries, Ad (1976). Dictionary of Symbols and Imagery. Amsterdam: North-Holland Publishing Company. hlm. 34–35. ISBN 978-0-7204-8021-4.
- ↑ "John Barleycorn Must Die". University of Arkansas Press. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 14 January 2024. Diakses tanggal 14 January 2024.
- ↑ Sharp, Cuthbert (1834). "The Bishoprick Garland or a Collection of Legends, Songs, Ballads, &c". Universitas Studii Salamantini. hlm. 48. Diakses tanggal 15 January 2024.
- 1 2 3 "A history of British pub names". The History Press. Diakses tanggal 30 December 2023.
- ↑ "Middle Level". Lynn Advertiser. 19 March 1870. hlm. 8.
- ↑ "The Mash Tun: Brighton's Beating Heart". Mash Tun. Diakses tanggal 13 January 2024.
Sumber
- McGee, Harold (1986). On Food and Cooking: The Science and Lore of the Kitchen. Unwin. ISBN 978-0-04-440277-0.
Pranala luar
Barley di Wikibuku Cookbooks
| Hordeum vulgare |
|
|---|---|
| Internasional | |
|---|---|
| Nasional | |
| Lain-lain | |