Observation.org adalah platform global bagi para naturalis, ilmuwan warga, dan ahli biologi untuk mengumpulkan, memvalidasi, dan berbagi pengamatan keanekaragaman hayati. Observation.org dapat diakses melalui situs web resminya maupun aplikasi seluler seperti ObsIdentify.
Basis data Observation.org menyimpan 233 juta pengamatan alam dan 79 juta foto.[1] Platform ini diterbitkan dan dikelola di Belanda di bawah hukum Belanda dan Eropa oleh yayasan nirlaba Observation International.[2]
Sejarah
Sejarah Observation International dimulai pada tahun 2003 melalui situs web Waarneming.nl. Pada tahun 2017 Waarneming.nl telah mencatat sebanyak 50 juta pengamatan.[3] Langkah ini kemudian diikuti oleh peluncuran Waarneming.be pada tahun 2008, yang berhasil menarik 5.000 pengunjung harian dengan total akumulasi 1,5 juta pengunjung setelah 5 tahun beroperasi.[4] Selama pandemi COVID-19, data lokasi pengamatan sempat disembunyikan guna mencegah kerumunan para pengamat burung.[5]
Pemastian Kualitas
Langkah-langkah pemastian kualitas pada Observation.org dikelola oleh para ahli spesies berpengalaman yang bertanggung jawab untuk mengurasi set referensi pengamatan.[6] Validasi otomatis yang didukung oleh kecerdasan buatan menggunakan set referensi ini untuk membantu para validator dalam mengelola kumpulan data yang sangat luas. Meskipun demikian, para ahli manusia tetap memegang otoritas akhir dalam semua urusan validasi.[7][8]
Data terbuka
Peta data Observation.org di GBIF
Pengamatan yang telah disetujui dibagikan sebagai data terbuka di Global Biodiversity Information Facility (GBIF).[9] Kumpulan data tersebut terdiri dari sekitar 82 juta kejadian, 19 juta foto beranotasi[10] dan 69.000 rekaman suara beranotasi.[11] Observation.org merupakan penerbit data terbesar ketiga di dunia dalam platform GBIF.[12]
Penggunaan data Observation.org
Hingga Desember 2023, lebih dari 1.700 hasil penelitian telah diterbitkan dengan mengutip kumpulan data Observation.org di GBIF[13], yang sebagian besar berada dalam bidang ekologi, konservasi, dan perubahan iklim. Penelitian ini mencakup, sebagai contoh, penemuan spesies baru di suatu negara [14][15][16], dokumentasi perubahan perilaku[17][18], pemantauan spesies asing invasif[19][20][21][22][23], pencarian penyebab kepunahan lokal [24] serta pelacakan zoonosis seperti flu burung[25]. Contoh lainnya adalah integrasi data alam ke dalam program penelitian nasional[26][27] dan proyek keanekaragaman hayati Eropa[28][29]. Foto-foto Observation.org yang telah beranotasi juga digunakan untuk melatih model pengenalan spesies otomatis.[30][31]
Para pengguna Observation.org secara rutin berpartisipasi dalam Bioblitzes untuk mengumpulkan pengamatan alam secara kolaboratif. Contoh dari kegiatan Bioblitz ini adalah City Nature Challenge[32][33] dan Biomaratón de Otoño di Spanyol[34].
Pada tahun 2025, Robert Koch Institute dari Jerman memulai proyek kerja sama ZEMEKI dengan Observation.org untuk mengevaluasi penyebaran kutu dan nyamuk sebagai pembawa penyakit. Fokus utamanya adalah pada Nyamuk Macan (Aedes albopictus), yang merupakan vektor penyakit bagi Demam Berdarah (Dengue) dan Chikungunya.[35]
Sebagai aplikasi untuk identifikasi, NatureSpot merekomendasikan Seek dan ObsIdentify.[37]
Sussex Wildlife Trust menemukan bahwa ObsIdentify bekerja dengan sangat baik khususnya untuk invertebrata.[38]
ObsIdentify, iNaturalist, Seek, iRecord dan Picture This adalah aplikasi identifikasi favorit bagi Natural History Society of Northumbria (NHSN)[39]
Majalah Birdwatch (UK) menarik kesimpulan positif setelah menguji ObsIdentify. Aplikasi tersebut dinilai mudah digunakan dan menyediakan banyak informasi.[40]
↑
Sevgili, Hasan; Yilmaz, Kaan (2022). "Contributions of citizen scientists to monitoring alien species: the case study on Giant Asian Mantes, Hierodula tenuidentata and H. patellifera (Mantodea: Mantidae)". Zoology in the Middle East. 68 (4): 350–358. doi:10.1080/09397140.2022.2145802. S2CID254638249.
↑
Ravoet, Jorgen; Barbier, Yvan; Klein, Wim (2017). "First observation of another invasive mud dauber wasp in Belgium: Sceliphron caementarium (Drury, 1773) (Hymenoptera: Sphecidae)". Bulletin de la Société royale belge d'Entomologie/Bulletin van de Koninklijke Belgische Vereniging voor Entomologie. 153: 40–42.
↑Coleman, Ellie (2023-11-29). "Helpful Apps for Identifying Wildlife". Natural History Society of Northumbria (dalam bahasa Inggris (Britania)). Diakses tanggal 2023-12-28.