Catalogue of Life menggunakan struktur data sederhana untuk memberikan informasi tentang sinonimitas, pengelompokan dalam hierarki taksonomi, nama-nama umum, persebaran, dan lingkungan ekologi.[4] Basis data ini menyediakan edisi dinamis,[5] yang diperbarui setiap bulan (dan di mana data dapat berubah tanpa pelacakan perubahan tersebut) dan Daftar Periksa Tahunan,[6] yang menyediakan referensi bertanggal dan dapat diverifikasi untuk penggunaan nama dan data terkait. Pengembangan Catalogue of Life didanai melalui proyek Species 2000 eropa (EuroCat),[7] 4d4Life,[8] i4Life[9] pada tahun 2003-2013, dan kemudian oleh Naturalis Biodiversity Center, Leiden, Belanda dan kelompok Species Files dari Illinois Natural History Survey di Champaign-Urbana.
Orang-orang yang mengelola CoL saat ini,[10] para kontributor,[11] dan informasi relevan lainnya yang berubah seiring waktu, terdaftar di situs Web CoL.
Catalogue mendaftarkan 300.000 spesies pada tahun 2003, 500.000 spesies pada tahun 2005, dan lebih dari 800.000 spesies pada tahun 2006.[12]Hingga 2019[update], Catalogue mendaftarkan 1,9 juta spesies yang masih ada dan yang telah punah.[13] Diperkirakan terdapat 14 juta spesies yang sebagian besar belum dipublikasikan; tetapi, jumlah ini belum pasti karena kurangnya data mengenai kemungkinan jumlah serangga, nematoda, bakteri, jamur, dan lainnya yang belum dideskripsikan.[14]
Catalogue of Life Plus
Pada tahun 2015, sebuah tim ahli mempresentasikan sebuah konsensus klasifikasi hierarki kehidupan[15] yang mencakup beberapa sektor yang belum terwakili dalam Catalogue yang telah diterbitkan. Pada tahun yang sama, Catalogue of Life, Barcode of Life Data System, Biodiversity Heritage Library, Encyclopedia of Life, dan Global Biodiversity Information Facility (GBIF) bertemu untuk mempertimbangkan membangun nomenklatur otoritatif bersama dan landasan taksonomi "Catalogue of Life Plus" yang dapat digunakan untuk menyusun dan menghubungkan data keanekaragaman hayati, termasuk konten yang belum ada di CoL tetapi tersedia melalui sumber lain, untuk melayani pengguna Catalogue yang ada saat ini dan pengguna konten taksonomi yang diperluas (seperti GBIF) dengan menggunakan infrastruktur bersama. COL+ akan mengembangkan sebuah pusat kliring yang mencakup nama-nama ilmiah di seluruh makhluk hidup, menyediakan pandangan taksonomi tunggal, dan menyediakan jalur umpan balik dari otoritas konten.[2] CoL dikembangkan bersama dengan Global Species List Working Group untuk menghindari replikasi dan berupaya mewujudkan daftar spesies global yang otoritatif.