ENSIKLOPEDIA
Ekonomi Australia
Artikel atau bagian ini sedang dipersiapkan dan dikembangkan sehingga mungkin terjadi perubahan besar. Anda dapat membantu dalam penyuntingan halaman ini. Jika artikel atau bagian tidak disunting dalam beberapa hari, silakan hapus templat ini. Jika Anda adalah pengguna yang menambahkan templat ini dan Anda sedang aktif menyunting, pastikan untuk mengganti templat ini dengan {{sedang ditulis}} saat hendak menyunting. Klik pranala untuk parameter templat yang akan digunakan.
Artikel ini terakhir disunting oleh Silencemen21 (bicara | kontrib) 32 menit lalu. (Perbarui pewaktu) |
| Ekonomi Australia | |
|---|---|
Kawasan pusat bisnis Sydney merupakan pusat jasa keuangan dan bisnis terbesar di Australia. | |
| Mata uang | Dolar Australia (AUD) |
| Tahun fiskal | 1 Juli – 30 Juni |
| Organisasi perdagangan | APEC, CPTPP, G20, OECD, WTO, RCEP |
| Statistik | |
| PDB | |
| Pertumbuhan PDB | 1,6% (2025)[1] |
| PDB per kapita | |
| PDB per sektor | |
| Inflasi (IHK) |
|
| Penduduk di bawah garis kemiskinan | 13,4% (2020)[4] |
| Koefisien gini | |
| Angkatan kerja | |
| Angkatan kerja berdasarkan sektor |
|
| Pengangguran | |
| Gaji kotor rata-rata | A$7.890 / $5.454,58 KKB per bulan[8] (2022) |
| Gaji bersih rata-rata | A$6.076 / $4.200,25 KKB per bulan[9][10] (2022) |
| Industri utama |
|
| Eksternal | |
| Ekspor | A$644,4 miliar (2024)[13] |
| Komoditas ekspor | Bijih besi, anggur, batu bara, gas alam, emas, aluminium, daging sapi, minyak bumi mentah, tembaga, daging non-sapi[13] |
| Tujuan ekspor utama |
|
| Impor | A$614,1 miliar (2024)[13] |
| Komoditas impor | Minyak bumi, mobil, perangkat dan suku cadang telekomunikasi, kendaraan barang, komputer, obat-obatan, emas, peralatan teknik sipil, furnitur[13] |
| Negara asal impor utama |
|
| Modal investasi langsung asing |
|
| Utang kotor luar negeri | |
| Pembiayaan publik | |
| Utang publik | 66,4% dari PDB (Oktober 2021)[16] |
| Pendapatan | A$668,1 miliar (2023)[17] |
| Beban | A$682,1 miliar (2023)[17][18] |
| Bantuan ekonomi | donor: ODA, $4,09 miliar (2022)[19] |
| Peringkat utang | |
| Cadangan mata uang asing | $66,58 miliar (perk. 31 Desember 2017)[23] |
Ekonomi Australia adalah ekonomi campuran yang sangat maju.[24][25] Pada 2026, Australia merupakan perekonomian nasional terbesar ke-12 berdasarkan produk domestik bruto (PDB) nominal,[26] terbesar ke-22 menurut keseimbangan kemampuan berbelanja (KKB),[27] serta pengekspor barang terbesar ke-21 dan pengimpor barang terbesar ke-24.[28] Australia pernah mencatat rekor masa pertumbuhan PDB tanpa terputus terpanjang di kalangan negara maju, yang berakhir pada kuartal keuangan Maret 2017. Periode tersebut mencakup 103 kuartal, atau 26 tahun sejak negara itu mengalami resesi teknis terakhirnya.[a][29] Pada Juni 2021, PDB negara ini diperkirakan mencapai $1,98 triliun.[30]
Perekonomian Australia didominasi oleh sektor jasa, yang pada 2017 menyumbang 62,7% PDB dan mempekerjakan 78,8% angkatan kerja.[2] Pada puncak ledakan pertambangan tahun 2009–2010, nilai tambah bruto industri pertambangan mencapai 8,4% PDB.[31] Meskipun sektor pertambangan kemudian menurun, ekonomi Australia tetap tangguh dan stabil[32][33] dan tidak mengalami resesi dari 1991 hingga 2020.[34][35] Di antara negara-negara anggota OECD, Australia memiliki sistem jaminan sosial yang efisien dan kuat, dengan nilai sekitar 25% dari PDB.[36][37][38] Sejak pandemi COVID-19, Australia, bersama Finlandia dan Selandia Baru, termasuk negara OECD yang mengalami kenaikan biaya hidup paling tajam dibandingkan pertumbuhan upah.[39]
Bursa Efek Australia di Sydney merupakan bursa efek terbesar ke-16 di dunia berdasarkan kapitalisasi pasar domestik[40] dan memiliki salah satu pasar derivatif suku bunga terbesar di kawasan Asia-Pasifik.[41] Beberapa perusahaan terbesar Australia meliputi Commonwealth Bank, BHP, CSL, Westpac, National Australia Bank, ANZ, Fortescue, Wesfarmers, Macquarie Group, Woolworths Group, Rio Tinto, Telstra, Woodside Energy, dan Transurban.[42] Mata uang Australia dan wilayah-wilayahnya adalah dolar Australia, yang juga digunakan oleh beberapa negara kepulauan Pasifik.
Ekonomi Australia sangat terkait dengan negara-negara Asia Timur dan Asia Tenggara, atau ASEAN Plus Three (APT), yang menyerap sekitar 64% ekspor Australia pada 2016.[43] Tiongkok merupakan mitra ekspor dan impor utama Australia jauh melampaui mitra dagang lainnya.[44] Australia adalah anggota APEC, G20, OECD, dan WTO. Negara ini juga menandatangani perjanjian perdagangan bebas dengan ASEAN, Kanada, Chili, Tiongkok, Korea Selatan, Malaysia, Selandia Baru, Peru, Jepang, Singapura, Thailand, dan Amerika Serikat.[45][46][47] Perjanjian ANZCERTA dengan Selandia Baru telah memperbesar integrasi ekonomi Australia dengan ekonomi Selandia Baru.[48]
Sejarah
Abad ke-20
Rata-rata pertumbuhan PDB Australia pada periode 1901–2000 mencapai 3,4% per tahun. Berbeda dengan banyak negara tetangga di Asia Tenggara, proses menuju kemerdekaan Australia berlangsung relatif damai sehingga tidak menimbulkan dampak negatif yang besar terhadap ekonomi dan standar hidup.[49] Pertumbuhan mencapai puncaknya pada 1920-an, kemudian diikuti oleh 1950-an dan 1980-an. Sebaliknya, akhir 1910-an hingga awal 1920-an, 1930-an, 1970-an, dan awal 1990-an ditandai oleh krisis keuangan.[butuh rujukan]
Liberalisasi ekonomi


Sejak awal 1980-an, ekonomi Australia mengalami serangkaian liberalisasi ekonomi. Pada 1983, di bawah Perdana Menteri Bob Hawke dan terutama atas dorongan Treasurer Paul Keating, dolar Australia dilepas mengambang dan deregulasi keuangan mulai dijalankan.
Resesi awal 1990-an
Resesi awal 1990-an terjadi tidak lama setelah Senin Hitam pada Oktober 1987, ketika keruntuhan pasar saham dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya membuat Dow Jones Industrial Average turun 22,6%. Keruntuhan ini lebih besar daripada kejatuhan pasar saham 1929, tetapi dapat ditangani secara efektif oleh ekonomi global sehingga pasar saham mulai pulih dengan cepat. Di Amerika Utara, industri asosiasi simpan pinjam yang sedang melemah kemudian memicu krisis simpan pinjam yang mengganggu kesejahteraan jutaan warga Amerika Serikat. Resesi berikutnya berdampak pada banyak negara yang terkait erat dengan Amerika Serikat, termasuk Australia. Paul Keating, yang saat itu menjabat Menteri Keuangan, menyebutnya sebagai "resesi yang harus dialami Australia".[50] Selama resesi, PDB turun 1,7%, lapangan kerja turun 3,4%, dan tingkat pengangguran naik menjadi 10,8%.[51] Namun, resesi tersebut turut menurunkan ekspektasi inflasi jangka panjang, dan sejak 1990-an Australia mempertahankan iklim inflasi rendah.[butuh rujukan]
Pertambangan
Pertambangan telah menjadi salah satu penyumbang utama tingginya pertumbuhan ekonomi Australia sejak demam emas Australia pada 1840-an hingga masa kini. Peluang keuntungan besar dalam peternakan dan pertambangan menarik modal Britania dalam jumlah besar, sedangkan perluasan ekonomi ditopang oleh belanja pemerintah yang besar untuk infrastruktur transportasi, komunikasi, dan perkotaan, yang juga sangat bergantung pada pembiayaan Britania. Seiring berkembangnya ekonomi, imigrasi besar-besaran memenuhi permintaan tenaga kerja yang terus meningkat, terutama setelah berakhirnya pengiriman terpidana ke daratan utama bagian timur pada 1840. Kegiatan pertambangan Australia menopang kelanjutan pertumbuhan ekonomi. Australia Barat sendiri sangat diuntungkan oleh pertambangan bijih besi dan emas sejak 1960-an dan 1970-an, yang mendorong suburbanisasi dan konsumerisme di Perth, ibu kota sekaligus kota terbesar di Australia Barat, serta di pusat-pusat regional lainnya.[butuh rujukan]
Krisis keuangan 2008
Australia merupakan salah satu dari tiga negara anggota Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) yang tidak mengalami dua kuartal berturut-turut dengan pertumbuhan negatif, serta salah satu dari dua negara yang terhindar dari pertumbuhan PDB tahunan negatif selama resesi global.[52] Australia tidak banyak terdampak oleh krisis 2008–2009 karena sejumlah faktor, antara lain belanja stimulus pemerintah sebesar $11,8 miliar, kedekatannya dengan ekonomi Tiongkok yang sedang tumbuh pesat, dan ledakan pertambangan terkait yang menjaga pertumbuhan tetap berjalan di tengah kondisi global yang buruk.[53] Sumber-sumber seperti IMF dan Reserve Bank of Australia sebelumnya juga memperkirakan bahwa Australia berada dalam posisi baik untuk melewati krisis dengan gangguan minimal, sambil mempertahankan pertumbuhan PDB di atas 2% pada 2009 ketika banyak negara Barat memasuki resesi. Pada tahun yang sama, Forum Ekonomi Dunia menempatkan sistem perbankan Australia sebagai yang terbaik keempat di dunia. Penurunan nilai dolar Australia sebesar 30% juga dipandang menguntungkan perdagangan dan membantu meredam dampak krisis terhadap Australia. Perlambatan ekonomi Australia turut memengaruhi ekonomi Selandia Baru karena Australia merupakan pasar ekspor terbesar Selandia Baru.[54][55] Istilah "Resesi Besar" sebagai sebutan untuk kemerosotan setelah 2008 disebut tidak banyak dikenali oleh warga Australia, terutama yang berusia di bawah 30 tahun, karena dampaknya terhadap ekonomi negara tersebut relatif ringan dan tidak kasatmata.[56]
Sebagian analis sempat memperkirakan bahwa penurunan perdagangan yang berlanjut pada 2009 dapat membawa ekonomi Australia ke dalam resesi untuk pertama kalinya dalam 17 tahun.[57] Namun, kekhawatiran awal tersebut sebagian besar tidak terbukti karena ekonomi Australia terhindar dari resesi dan tingkat pengangguran mencapai puncak pada tingkat yang jauh lebih rendah daripada perkiraan. Untuk mengatasi perlambatan yang diperkirakan terjadi, pemerintah Australia juga mengumumkan paket stimulus senilai $27 miliar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, sementara Reserve Bank of Australia menjalankan serangkaian pemotongan suku bunga.[58]
Walaupun ekonomi nasional Australia secara keseluruhan tumbuh, beberapa negara bagian yang tidak bertumpu pada pertambangan serta ekonomi nonpertambangan Australia mengalami resesi.[59][60][61]
2010-an
Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan PDB Australia sebesar 3,2% pada 2011 dan 3,8% pada 2012.[62] Ekonomi tumbuh 0,4% pada kuartal IV 2011 dan 1,3% pada kuartal I 2012.[63][64] Tingkat pertumbuhan tahunan dilaporkan mencapai 4,3%.[65]
Pada April 2012, Dana Moneter Internasional memperkirakan bahwa Australia akan menjadi ekonomi maju besar dengan kinerja terbaik di dunia selama dua tahun berikutnya. Departemen Keuangan Pemerintah Australia memperkirakan pertumbuhan sebesar 3,0% pada 2012 dan 3,5% pada 2013.[66] National Australia Bank pada April 2012 memangkas perkiraan pertumbuhan Australia menjadi 2,9% dari 3,2%,[67] sedangkan JP Morgan pada Mei 2012 memangkas perkiraan pertumbuhan tahun kalender 2012 menjadi 2,7% dari sebelumnya 3,0%, serta perkiraan pertumbuhan 2013 menjadi 3,0% dari 3,3%.[68] Deutsche Bank pada Agustus 2012 dan Société Générale pada Oktober 2012 memperingatkan adanya risiko resesi di Australia pada 2013.[69][70]
Pandemi COVID-19 dan resesi
Pada September 2020, dipastikan bahwa dampak karantina wilayah dan tanggapan pemerintah lainnya terhadap pandemi COVID-19 di Australia telah membawa ekonomi Australia ke dalam resesi untuk pertama kalinya dalam hampir tiga puluh tahun. PDB negara tersebut turun 7% pada kuartal Juni 2020 setelah turun 0,3% pada kuartal Maret.[71][72][73] Resesi tersebut secara resmi berakhir pada awal Desember 2020.[74]
Pemulihan 2020-an
Setelah resesi 2020 yang dipicu oleh pandemi COVID-19, Australia menghadapi tantangan ekonomi yang berlanjut, termasuk kenaikan inflasi, memburuknya keterjangkauan perumahan, dan tekanan biaya hidup. Inflasi mencapai puncaknya pada 6,1% pada Mei 2022,[75] lalu turun menjadi 3,6% pada Maret 2024 dan 2,4% pada Desember 2024, sehingga berada dalam kisaran sasaran 2–3% Reserve Bank of Australia.[75] Namun, inflasi inti tetap berada pada 3,5% pada September 2024, sementara inflasi jasa mencapai 4,6%, yang menunjukkan tekanan domestik yang masih bertahan.[76] Sejak 2022, harga pangan naik 11,7% dan gas 33,9%, melampaui pertumbuhan upah tahunan sebesar 3,5%,[77][78] sedangkan potongan energi menahan kenaikan tarif listrik pada 2,0%, bukan 14,9%.[79]
Kenaikan biaya hidup dan tekanan inflasi sebagian besar didorong oleh memburuknya keterjangkauan perumahan di Australia, dengan biaya hunian menjadi penyumbang terbesar inflasi indeks harga konsumen (IHK).[80] Keterjangkauan perumahan merosot cepat sejak awal dekade akibat meningkatnya permintaan dan pasokan yang tidak memadai.[81] Kekurangan pasokan hunian disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk kenaikan harga tanah lebih dari 500% sejak 2000.[82]
Sejak 2019, rumah tangga Australia mengalami penurunan pendapatan disposabel riil paling tajam di antara negara-negara OECD. Menurut analisis perbandingan atas data OECD, pendapatan disposabel rumah tangga riil per kapita di Australia turun 8,0% dalam dua tahun hingga Maret 2024. Angka ini berbeda tajam dari rata-rata OECD, yang mencatat kenaikan 2,6% pada periode yang sama.[39] PDB riil per kapita turun selama tujuh kuartal berturut-turut pada 2023 dan 2024, sebelum naik 0,1% pada kuartal Desember 2024. Namun, indikator tersebut kembali turun pada kuartal Maret 2025.[83][84]
Kinerja tersebut membuat Australia dipandang sebagai pengecualian di antara ekonomi maju dan memunculkan kekhawatiran atas pengelolaan krisis biaya hidup oleh pemerintah. Ketika sebagian besar negara OECD mengalami pendapatan rumah tangga yang stabil atau meningkat, didukung oleh intervensi fiskal yang terarah dan pengendalian inflasi yang efektif, rumah tangga Australia mengalami pengikisan daya beli yang berkelanjutan.[85]
Penurunan pendapatan riil terjadi bersamaan dengan meningkatnya tekanan inflasi, tingginya suku bunga, dan pasar perumahan yang tetap sulit dijangkau banyak orang. Kondisi tersebut dikaitkan dengan penurunan standar hidup yang nyata, terutama bagi kelompok berpendapatan menengah dan rendah, ketika upah yang stagnan gagal mengimbangi kenaikan biaya. Sebagian pengkritik[siapa?] berpendapat bahwa strategi fiskal pemerintah kurang responsif dibandingkan negara-negara pembanding, sehingga Australia menjadi negara OECD dengan kinerja terlemah pada indikator ekonomi tersebut.[39]
Data
Artikel ini memerlukan pemutakhiran informasi. Harap perbarui artikel dengan menambahkan informasi terbaru yang tersedia. (Juli 2025) |
Tabel berikut menunjukkan indikator ekonomi utama pada 1980–2025, dengan perkiraan staf IMF untuk 2026–2029. Inflasi di bawah 5% ditandai dengan warna hijau.[86]
| Tahun | PDB (KKB) miliar US$ |
PDB per kapita (KKB) US$ |
PDB (nominal) miliar US$ |
PDB per kapita (nominal) US$ |
Tingkat pertumbuhan PDB (riil) |
Tingkat inflasi (perubahan %) |
Pengangguran (% dari total angkatan kerja) |
Utang pemerintah (% dari PDB) |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1980 | 152,120 | 10.277,16 | 162,924 | 11.007,11 | ▲10,1% | 6,1% | t/a | |
| 1981 | ▲9,5% | t/a | ||||||
| 1982 | ▲11,4% | ▲7,2% | t/a | |||||
| 1983 | ▲10,0% | ▲10,0% | t/a | |||||
| 1984 | t/a | |||||||
| 1985 | ▲6,7% | t/a | ||||||
| 1986 | ▲9,1% | t/a | ||||||
| 1987 | ▲8,5% | t/a | ||||||
| 1988 | ▲7,3% | t/a | ||||||
| 1989 | ▲7,6% | 17,0% | ||||||
| 1990 | ▲7,2% | ▲6,9% | ||||||
| 1991 | ▲9,6% | ▲21,6% | ||||||
| 1992 | ▲10,7% | ▲27,6% | ||||||
| 1993 | ▲10,9% | ▲30,7% | ||||||
| 1994 | ▲31,7% | |||||||
| 1995 | ||||||||
| 1996 | ||||||||
| 1997 | ||||||||
| 1998 | ||||||||
| 1999 | ||||||||
| 2000 | ||||||||
| 2001 | ▲6,8% | |||||||
| 2002 | ||||||||
| 2003 | ||||||||
| 2004 | ||||||||
| 2005 | ||||||||
| 2006 | ||||||||
| 2007 | ||||||||
| 2008 | ▲11,7% | |||||||
| 2009 | ▲5,6% | ▲16,6% | ||||||
| 2010 | ▲20,4% | |||||||
| 2011 | ▲24,0% | |||||||
| 2012 | ▲5,2% | ▲27,5% | ||||||
| 2013 | ▲5,7% | ▲30,5% | ||||||
| 2014 | ▲6,1% | ▲34,0% | ||||||
| 2015 | ▲37,8% | |||||||
| 2016 | ▲40,6% | |||||||
| 2017 | ▲41,2% | |||||||
| 2018 | ▲41,8% | |||||||
| 2019 | ▲46,7% | |||||||
| 2020 | ▲6,5% | ▲57,1% | ||||||
| 2021 | ▲55,5% | |||||||
| 2022 | ▲6,6% | |||||||
| 2023 | ▲5,6% | ▲3,7% | ||||||
| 2024 | ▲4,0% | ▲49,8% | ||||||
| 2025 | ▲4,3% | ▲50,9% | ||||||
| 2026 | ▲4,5% | |||||||
| 2027 | ▲4,8% | |||||||
| 2028 | ▲4,5% | |||||||
| 2029 | ▲4,5% |
Pertumbuhan PDB riil per kapita Australia pada 2025 mencapai 0,9%.[87]
Gambaran umum

PDB per kapita Australia menurut keseimbangan kemampuan berbelanja lebih tinggi daripada Britania Raya, Kanada, Jerman, dan Prancis. Pada 2016, PDB per kapita Australia menurut KKB menempati peringkat ke-18 di dunia berdasarkan CIA World Factbook. Negara ini menempati peringkat kelima dalam Indeks Pembangunan Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa 2022 dan peringkat keenam dalam indeks kualitas hidup dunia The Economist tahun 2005.[88][89] Pada 2014, berdasarkan nilai tukar konstan, kekayaan Australia tumbuh rata-rata 4,4% per tahun setelah krisis keuangan 2008, dibandingkan dengan 9,2% pada periode 2000–2007.[90] Peringkat kredit negara Australia adalah "AAA" dari tiga lembaga pemeringkat utama, lebih tinggi daripada Amerika Serikat.[butuh rujukan]
Penekanan pada ekspor komoditas, alih-alih manufaktur, menopang kenaikan besar dalam nilai tukar perdagangan Australia ketika harga komoditas meningkat sejak 2000. Namun, karena warisan kolonial, banyak perusahaan yang beroperasi di Australia dimiliki pihak asing. Akibatnya, Australia mengalami defisit neraca transaksi berjalan selama lebih dari 60 tahun meskipun sempat mencatat ekspor barang neto yang positif.[91] Hal ini terjadi karena saldo pendapatan neto antara Australia dan dunia luar selalu negatif. Defisit transaksi berjalan Australia mencapai A$44,5 miliar pada 2016,[92] atau 2,6% dari PDB.
Inflasi umumnya berada di kisaran 2–3%, sedangkan sebelum krisis keuangan global, cash rate biasanya berada di kisaran 5–7%. Sebagian sebagai tanggapan atas berakhirnya ledakan pertambangan, cash rate kemudian terus menurun, dari 4,75% pada Oktober 2011 menjadi 1,5% pada Agustus 2016, lalu 1,25% pada Juni 2019 dan 1,0% pada Juli 2019.[93] Sektor jasa, termasuk pariwisata, pendidikan, dan jasa keuangan, menyumbang 69% PDB.[94] Universitas Nasional Australia di Canberra juga menyediakan proyek probabilistik penetapan suku bunga untuk ekonomi Australia, yang disusun oleh anggota dewan bayangan dari staf akademik ANU.[95]
Australia kaya akan sumber daya alam dan menjadi pengekspor besar produk pertanian, terutama gandum dan wol, mineral seperti bijih besi dan emas, serta energi dalam bentuk gas alam cair dan batu bara. Meskipun pertanian dan sumber daya alam masing-masing hanya menyumbang 3% dan 5% dari PDB, keduanya berperan besar dalam komposisi ekspor Australia. Pasar ekspor terbesar Australia adalah Jepang, Tiongkok, Korea Selatan, India, dan Amerika Serikat.[96]
Pada awal abad ke-21, Australia mengalami ledakan pertambangan yang besar. Kontribusi sektor pertambangan terhadap PDB naik dari sekitar 4,5% pada 1993–1994 menjadi hampir 8% pada 2006–2007. Sektor jasa juga tumbuh pesat. Jasa properti dan bisnis, khususnya, naik dari 10% menjadi 14,5% dari PDB pada periode yang sama, sehingga menjadi komponen tunggal terbesar dalam PDB berdasarkan sektor. Pertumbuhan ini sebagian besar terjadi dengan mengorbankan sektor manufaktur, yang pada 2006–2007 menyumbang sekitar 12% PDB. Sepuluh tahun sebelumnya, manufaktur merupakan sektor terbesar dalam ekonomi Australia, dengan kontribusi sedikit di atas 15% PDB.[97]
Pada 2018, Australia menjadi negara dengan kekayaan median per orang dewasa terbesar di dunia,[98] tetapi turun ke posisi kedua setelah Swiss pada 2019.[99] Total kekayaan Australia diperkirakan mencapai A$10,9 triliun per September 2019.[100]
Perbedaan regional
Antara 2010 dan 2013, sebagian besar pertumbuhan ekonomi Australia berasal dari wilayah yang menjadi pusat industri dan jasa berbasis pertambangan serta sumber daya alam. Australia Barat dan Wilayah Utara merupakan satu-satunya yurisdiksi yang mencatat pertumbuhan ekonomi.[101][102][103] Pada 2012 dan 2013, Wilayah Ibu Kota Australia, Queensland, Tasmania, Australia Selatan, New South Wales, dan Victoria mengalami resesi pada waktu yang berbeda-beda.[101][104][105][106][107][108] Ekonomi Australia kerap digambarkan sebagai "ekonomi dua kecepatan".[109][110][111][112][113][114][115] Pada periode setelahnya, tren tersebut berbalik. Australia Barat dan Wilayah Utara, yang sangat bergantung pada pertambangan, mengalami penurunan PDB yang besar, sedangkan negara-negara bagian timur kembali tumbuh, dipimpin oleh pemulihan kuat di NSW dan Victoria.[116]
Perpajakan

Pajak di Australia dipungut pada tingkat federal, negara bagian, dan pemerintah daerah. Pemerintah federal memperoleh pendapatan dari pajak penghasilan pribadi dan pajak badan. Pajak lainnya meliputi pajak barang dan jasa (GST; goods and services tax), cukai, dan bea masuk. Pemerintah federal menjadi sumber utama pendapatan bagi pemerintah negara bagian. Karena pemerintah negara bagian bergantung pada penerimaan pajak federal untuk memenuhi tanggung jawab belanja yang telah didesentralisasi, Australia disebut memiliki ketimpangan fiskal vertikal.[butuh rujukan]
Selain menerima dana dari pemerintah federal, negara bagian dan wilayah memiliki pajak masing-masing, dalam banyak kasus dengan tarif yang sedikit berbeda. Pajak negara bagian umumnya meliputi pajak gaji yang dikenakan kepada bisnis, pajak mesin poker atas bisnis yang menyediakan jasa perjudian, pajak tanah atas orang dan bisnis yang memiliki tanah, serta yang paling penting, bea meterai atas penjualan tanah di semua negara bagian dan atas objek lain, seperti barang bergerak di beberapa negara bagian, saham yang tidak tercatat di negara bagian lain, bahkan penjualan kontrak di beberapa negara bagian.[butuh rujukan]
Negara-negara bagian pada dasarnya kehilangan kemampuan untuk memungut pajak penghasilan selama Perang Dunia II. Pada 1942, pemerintah federal di Canberra menggunakan kewenangan perpajakan konstitusionalnya berdasarkan pasal 51(ii) dan mengesahkan Income Tax Act bersama tiga undang-undang lain untuk memungut pajak penghasilan seragam di seluruh negeri. Undang-undang tersebut dimaksudkan untuk mengumpulkan dana yang diperlukan guna memenuhi pengeluaran perang yang terus membesar dan mengurangi ketimpangan beban pajak antarnegara bagian dengan mengganti pajak penghasilan negara bagian dengan sistem pajak terpusat. Peraturan tersebut tidak dapat secara tegas melarang pajak penghasilan negara bagian, sebab pasal 51(ii) tidak membatasi kewenangan negara bagian untuk memungut pajak. Namun, usulan pemerintah federal membuat pajak penghasilan lokal menjadi sangat sulit secara politik. Sebagai gantinya, pemerintah federal menawarkan hibah kompensasi yang disahkan berdasarkan pasal 96 Konstitusi untuk mengganti hilangnya pendapatan negara bagian dari pajak penghasilan melalui State Grants (Income Tax Reimbursement) Act 1942.[butuh rujukan]
Negara-negara bagian menolak rezim Canberra dan menggugat keabsahan undang-undang tersebut dalam First Uniform Tax Case, yaitu South Australia v Commonwealth pada 1942. Pengadilan Tinggi Australia menyatakan bahwa setiap undang-undang yang membentuk pajak penghasilan Commonwealth merupakan penggunaan sah atas kewenangan pasal 51(ii). Dalam putusannya, Ketua Hakim Latham menyatakan bahwa sistem tersebut tidak merusak fungsi-fungsi pokok negara bagian dan hanya memberikan tekanan ekonomi serta politik kepada mereka.[butuh rujukan]
Perkara Second Uniform Tax Case, yaitu Victoria v Commonwealth (1957), menegaskan kembali putusan sebelumnya dan mengukuhkan kewenangan pemerintah federal untuk memberikan hibah bersyarat berdasarkan pasal 96. Dalam perkara ini, hibah diberikan dengan syarat bahwa negara bagian penerima tidak memungut pajak penghasilan.[butuh rujukan]
Sejak Perkara Pajak Seragam Kedua, sejumlah keputusan politik dan hukum lain telah memusatkan kekuasaan fiskal pada pemerintah federal. Dalam Ha v New South Wales (1997), Pengadilan Tinggi menyatakan bahwa Business Franchise Licences (Tobacco) Act 1987 (NSW) tidak sah karena memungut bea kepabeanan, yaitu kewenangan yang hanya dapat dijalankan oleh Commonwealth berdasarkan pasal 90. Putusan ini pada dasarnya membatalkan pajak negara bagian atas rokok, alkohol, dan bensin. Demikian pula, pemberlakuan pajak barang dan jasa federal (GST) pada 2000 memindahkan satu lagi basis pendapatan ke pemerintah federal.[butuh rujukan]
Akibatnya, Australia memiliki salah satu ketimpangan fiskal vertikal paling menonjol di dunia. Negara bagian dan wilayah hanya mengumpulkan 18% dari seluruh pendapatan pemerintah, tetapi bertanggung jawab atas hampir 50% bidang belanja. Selain itu, pemusatan pemungutan pendapatan memungkinkan Canberra mengarahkan kebijakan negara bagian dalam bidang-bidang yang jauh melampaui cakupan kewenangan konstitusionalnya, dengan menggunakan kewenangan hibah berdasarkan pasal 96 untuk menetapkan syarat penggunaan dana oleh negara bagian dalam bidang yang sebenarnya bukan kewenangan federal, seperti pendidikan, kesehatan, dan kepolisian.[butuh rujukan]
Pemerintah daerah, yang di Australia disebut councils, memiliki pungutan sendiri yang disebut rates untuk menyediakan layanan seperti perbaikan jalan lokal, perencanaan lokal dan pengelolaan bangunan, pengumpulan sampah, pembersihan jalan, pemeliharaan taman, perpustakaan, dan museum. Councils juga bergantung pada pendanaan negara bagian dan federal untuk menyediakan infrastruktur dan layanan seperti jalan, jembatan, fasilitas olahraga dan bangunan, perawatan lansia, kesehatan ibu dan anak, serta pengasuhan anak.[butuh rujukan]
Pada 2000, pajak barang dan jasa (GST) diperkenalkan, serupa dengan pajak pertambahan nilai (PPN) bergaya Eropa.[117]
Keuangan dan kebijakan pemerintah
Bagian ini kosong. Anda bisa membantu dengan melengkapinya. (Juli 2026) |
Kesejahteraan
Bagian ini kosong. Anda bisa membantu dengan melengkapinya. (Juli 2026) |
Ketenagakerjaan


Menurut perkiraan Australian Bureau of Statistics (ABS) yang telah disesuaikan secara musiman, tingkat pengangguran Australia tetap berada pada 4,3% pada Maret 2026, sementara tingkat partisipasi angkatan kerja turun 0,1 poin menjadi 66,8%. Tingkat partisipasi kelompok usia 15–24 tahun turun 0,7 poin menjadi 71,2%, sedangkan tingkat pengangguran kelompok ini turun 0,1 poin menjadi 10,1%.[118] Menurut ABS, pada Maret 2026 tingkat setengah pengangguran naik 0,1 poin menjadi 5,9%, sedangkan tingkat underutilisasi tenaga kerja, yaitu penganggur ditambah pekerja setengah menganggur,[119] naik 0,1 poin menjadi 10,2% setelah disesuaikan secara musiman.[120]
Pada Juni 2025, penerima JobSeeker Payment berjumlah 883.700 orang, atau 5,8% dari angkatan kerja.[121]
Ketepatan angka pengangguran resmi dipersoalkan di media Australia karena adanya perbedaan metode antara badan penelitian, seperti Roy Morgan dan ABS, perbedaan definisi istilah "penganggur", serta praktik ABS yang menghitung pekerja setengah menganggur sebagai "bekerja".[119][122]
Pada Juli 2025, tenaga kerja Australia terserap dalam industri berikut, setelah disesuaikan secara musiman:[123]
| Peringkat | Industri | Jumlah pekerja (ribu) | % dari total |
|---|---|---|---|
| 1 | Layanan kesehatan dan bantuan sosial | 2.314,7 | 15,9% |
| 2 | Konstruksi | 1.378,6 | 9,5% |
| 3 | Perdagangan eceran | 1.329,6 | 9,1% |
| 4 | Jasa profesional, ilmiah, dan teknis | 1.278,1 | 8,8% |
| 5 | Pendidikan dan pelatihan | 1.260,6 | 8,7% |
| 6 | Administrasi publik dan keselamatan | 987,5 | 6,8% |
| 7 | Akomodasi dan jasa makanan | 960,9 | 6,6% |
| 8 | Manufaktur | 884,8 | 6,1% |
| 9 | Transportasi, pos, dan pergudangan | 736,7 | 5,1% |
| 10 | Jasa keuangan dan asuransi | 561,2 | 3,9% |
| 11 | Jasa administrasi dan dukungan | 427,2 | 2,9% |
| 12 | Perdagangan grosir | 346,0 | 2,4% |
| 13 | Pertambangan | 331,6 | 2,3% |
| 14 | Pertanian, kehutanan, dan perikanan | 291,8 | 2,0% |
| 15 | Jasa seni dan rekreasi | 280,1 | 1,9% |
| 16 | Jasa penyewaan dan real estat | 247,6 | 1,7% |
| 17 | Media informasi dan telekomunikasi | 192,2 | 1,3% |
| 18 | Jasa listrik, gas, air, dan limbah | 187,2 | 1,3% |
| Total angkatan kerja | 14.538,8[124] | 100,0% |
Ketenagakerjaan bagi profesional berkualifikasi baru
Artikel ini memerlukan pemutakhiran informasi. Harap perbarui artikel dengan menambahkan informasi terbaru yang tersedia. (Mei 2025) |
Menurut Australian Graduate Survey yang dilakukan oleh Graduate Careers Australia, pekerjaan purnawaktu bagi profesional berkualifikasi baru dari berbagai bidang, sekitar empat bulan setelah menyelesaikan kualifikasi, mengalami sejumlah penurunan antara 2012 dan 2015.[125] Beberapa contohnya adalah sebagai berikut:
| Bidang pendidikan | 2012[126] | 2013[127] | 2014[128] | 2015[129] | Perubahan 2012–2015 |
|---|---|---|---|---|---|
| Kedokteran gigi | 83,6% | 83,3% | 79,6% | 86,7% | +3,1% |
| Ilmu komputer | 74,7% | 70,3% | 67,2% | 67% | -7,7% |
| Arsitektur | 63,9% | 60,0% | 57,8% | 70,2% | +6,3% |
| Psikologi | 63,1% | 56,1% | 52,1% | 55,2% | -7,9% |
| Studi bisnis | 74,5% | 71,8% | 69,7% | 70,8% | -3,7% |
| Teknik elektronik/komputer | 79,5% | 80,9% | 74,9% | 78,1% | -1,4% |
| Teknik mesin | 88,4% | 82,4% | 71,0% | 72,2% | -16,2% |
| Survei dan pemetaan | 93,0% | 86,5% | 83,9% | 90,7% | -2,3% |
| Kesehatan lainnya | 73,3% | 69,7% | 70,4% | 69,2% | -4,1% |
| Keperawatan (kualifikasi awal) | 92,2% | 83,1% | 80,5% | 79% | -13,2% |
| Keperawatan (setelah kualifikasi awal) | 86,1% | 71,4% | 75,8% | 74,9% | -11,2% |
| Kedokteran | 98,1% | 96,9% | 97,5% | 96,3% | -1,8% |
| Pendidikan (kualifikasi awal) | 74,9% | 70,8% | 70% | 71,8% | -3,1% |
| Pendidikan (setelah kualifikasi awal) | 58,8% | 71,4% | 69,2% | 72,7% | +13,9% |
Graduate Careers Survey 2014 menjelaskan bahwa Beyond Graduation Survey (BGS) dari GCA menunjukkan prospek jangka menengah dan panjang yang sangat positif, dengan angka pekerjaan lulusan 2010 meningkat 14 poin persentase tiga tahun kemudian.[128] Beyond Graduation Survey 2013 mencakup 12.384 tanggapan,[130] sedangkan Graduate Careers Survey 2014 mencakup 113.263 tanggapan, atau 59,3% dari hampir 191.000 lulusan penduduk Australia yang disurvei.[128]
Asosiasi profesi dari sebagian bidang tersebut menyampaikan kritik terhadap kebijakan imigrasi pada 2014.[131]
Peringkat negara bagian dan wilayah menurut tingkat pengangguran
| Peringkat | Negara bagian/wilayah | Tingkat pengangguran (Maret 2026)[132] |
|---|---|---|
| 1 | Victoria | 4,8% |
| 2 | Tasmania | 4,6% |
| 3 | Wilayah Utara | 4,4% |
| 4 | New South Wales | 4,3% |
| 5 | Wilayah Ibu Kota Australia | 4,2% |
| 6 | Australia Barat | 4,2% |
| 7 | Australia Selatan | 4,0% |
| 8 | Queensland | 3,7% |
Catatan: seluruh data dalam tabel di atas telah disesuaikan secara musiman.[133]
Sektor

Industri
Pertambangan

Pada 2019, Australia merupakan produsen emas terbesar kedua di dunia,[134] produsen perak terbesar kedelapan,[135] produsen tembaga terbesar keenam,[136] produsen bijih besi terbesar di dunia,[137] produsen bauksit terbesar di dunia,[138] produsen mangan terbesar kedua,[139] produsen timbal terbesar kedua,[140] produsen seng terbesar ketiga,[141] produsen kobalt terbesar ketiga,[142] produsen uranium terbesar ketiga,[143] produsen nikel terbesar keenam,[144] produsen timah terbesar kedelapan,[145] produsen fosfat terbesar ke-14,[146] produsen belerang terbesar ke-15,[147] serta produsen garam terbesar kelima.[148] Negara ini juga merupakan produsen besar batu permata. Australia adalah produsen opal terbesar di dunia dan termasuk salah satu produsen besar intan, mirah delima, nilam, dan giok.
Dalam energi tak terbarukan, Australia pada 2020 merupakan produsen minyak bumi terbesar ke-30 di dunia, dengan produksi 351,1 ribu barel per hari.[149] Pada 2019, negara ini mengonsumsi 1 juta barel per hari, menjadikannya konsumen terbesar ke-20 di dunia.[150][151] Pada 2018, Australia merupakan importir minyak terbesar ke-20 di dunia, dengan impor 461,9 ribu barel per hari.[149] Pada 2015, Australia merupakan produsen gas alam terbesar ke-12 di dunia, dengan produksi 67,2 miliar m3 per tahun. Pada 2019, negara ini merupakan konsumen gas terbesar ke-22 di dunia, dengan konsumsi 41,9 miliar m3 per tahun, dan pada 2015 menjadi pengekspor gas terbesar ke-10 di dunia, dengan ekspor 34,0 miliar m3 per tahun.[152] Dalam produksi batu bara, Australia menempati peringkat keempat di dunia pada 2018, dengan produksi 481,3 juta ton. Australia juga merupakan pengekspor batu bara terbesar kedua di dunia, dengan ekspor 387 juta ton pada 2018.[153]
Pada 2014–2015, nilai pertambangan mineral di Australia mencapai A$212 miliar. Dari jumlah tersebut, batu bara menyumbang A$45,869 miliar, minyak bumi dan gas alam A$40,369 miliar, bijih besi A$69,486 miliar, bijih emas A$13,685 miliar, dan logam lainnya A$7,903 miliar.[154]
Batu bara terutama ditambang di Queensland, New South Wales, dan Victoria. Sekitar 54% batu bara yang ditambang di Australia diekspor, terutama ke Asia Timur. Pada 2000–2001, Australia menambang 258,5 juta ton batu bara dan mengekspor 193,6 juta ton. Batu bara menyediakan sekitar 85% produksi listrik Australia.[155] Pada tahun fiskal 2008–2009, Australia menambang 487 juta ton batu bara dan mengekspor 261 juta ton.[156] Australia merupakan pengekspor batu bara terkemuka di dunia.[157]
BHP dan Rio Tinto termasuk di antara perusahaan pertambangan terbesar di dunia.
Tambang Argyle milik Rio Tinto di Australia Barat pernah menjadi tambang intan terbesar kedua di dunia. Tambang Argyle dibuka pada 1983 dan menghasilkan lebih dari 95% intan Australia, termasuk beberapa intan merah muda dan intan merah paling berharga di dunia.[158] Karena bijihnya menipis, Argyle ditutup pada 2020. Penutupan tersebut diperkirakan menurunkan produksi intan tahunan Australia dari 14,2 juta karat menjadi 134,7 ribu karat.[159]
Minyak bumi
Bagian ini kosong. Anda bisa membantu dengan melengkapinya. (Juli 2026) |
Manufaktur
Industri manufaktur di Australia menurun dari 30% PDB pada 1960-an menjadi 12% PDB pada 2007.[160]
Pada 2008, empat perusahaan memproduksi mobil secara massal di Australia.[161] Mitsubishi menghentikan produksi pada Maret 2008, disusul Ford pada 2016, serta Holden dan Toyota pada 2017.[162]
Sebelum liberalisasi perdagangan pada pertengahan 1980-an, Australia memiliki industri tekstil yang besar.[163] Penurunan ini berlanjut sepanjang dekade pertama abad ke-21.[164] Sejak 1980-an, tarif terus dikurangi. Pada awal 2010, tarif pakaian diturunkan dari 17,5% menjadi 10%, sedangkan tarif alas kaki dan tekstil lainnya diturunkan dari 7,5–10% menjadi 5%.[165] Pada 2010, sebagian besar manufaktur tekstil, termasuk oleh perusahaan Australia, dilakukan di Asia.[butuh rujukan]

Pertanian, akuakultur, dan kehutanan
Pada 2019, nilai tambah gabungan dari pertanian, perikanan, dan kehutanan menyumbang sekitar 2,1% PDB Australia.[166] Sekitar 60% produk pertanian diekspor. Irigasi merupakan praktik yang penting dan luas di negara yang banyak wilayahnya menerima curah hujan rendah. Pertanian, kehutanan, dan perikanan menjadi industri terkuat keduaTemplat:Klarifikasi dari 2013 hingga 2015, dengan jumlah pekerja meningkat dari 295.495 orang pada Februari 2013 menjadi 325.321 orang pada Februari 2015.[167]
Pertahanan
Bagian ini kosong. Anda bisa membantu dengan melengkapinya. (Juli 2026) |
Jasa
Pekerjaan yang berkaitan dengan teknologi informasi (TI), seperti desain sistem komputer dan rekayasa, diklasifikasikan sebagai jasa profesional, ilmiah, dan teknis oleh Departemen Pendidikan, Ketenagakerjaan, dan Hubungan Tempat Kerja Australia. Penciptaan lapangan kerja TI terutama terjadi di ibu kota negara bagian Australia.[168]
Perumahan dan real estat
Bagian ini kosong. Anda bisa membantu dengan melengkapinya. (Juli 2026) |
Perbankan dan keuangan
"Empat bank besar" Australia, yaitu National Australia Bank, Commonwealth Bank, Australia and New Zealand Banking Group, dan Westpac, termasuk dalam daftar "World's 50 Safest Banks" per April 2012.[169]
Antara 1991 dan 2013, sebanyak 36.720 penggabungan dan pengambilalihan dengan nilai diketahui sebesar US$2,040 triliun dan melibatkan perusahaan Australia telah diumumkan.[170] Pada 2013, sebanyak 1.515 transaksi senilai US$78 miliar diumumkan, turun dari 2012 baik dari segi jumlah (-18%) maupun nilai (-11%). Transaksi pengambilalihan atau penggabungan terbesar yang melibatkan perusahaan Australia adalah pengambilalihan Coles Group oleh Wesfarmers pada 2007, dengan nilai A$22 miliar.[171]
Pariwisata

Pada tahun fiskal 2017/2018, pariwisata menyumbang 3,1% PDB Australia dan memberikan kontribusi A$57,2 miliar bagi ekonomi nasional.[173] Pariwisata domestik merupakan bagian penting dari industri pariwisata, dengan kontribusi 73% terhadap total PDB langsung pariwisata.[173]
Pada tahun kalender 2018, Australia menerima 9,3 juta kedatangan pengunjung.[174] Pariwisata mempekerjakan 646.000 orang di Australia pada 2017–2018, atau 5,2% dari angkatan kerja.[173] Sekitar 43,7% pekerja pariwisata bekerja paruh waktu. Pariwisata juga menyumbang 8,0% dari total pendapatan ekspor Australia pada 2010–2011.[173]
Kreativitas dan budaya
Kontribusi ekonomi industri kreatif terhadap ekonomi nasional semakin mendapat perhatian. Konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa mengenai Perdagangan dan Pembangunan (UNCTAD) menyusun kembali statistik mengenai ekspor dan impor barang serta jasa yang terkait dengan industri kreatif.[175] Organisasi Hak atas Kekayaan Intelektual Dunia (WIPO) juga membantu penyusunan studi nasional yang mengukur ukuran lebih dari 50 industri hak cipta di seluruh dunia.[176] Menurut data yang disusun WIPO, kontribusi nasional industri kreatif berkisar antara 2% hingga 11%, bergantung pada negaranya.[butuh rujukan]
Australian Copyright Council (ACC) secara konsisten menyusun laporan dengan menggunakan kerangka kerja WIPO mengenai dampak industri berbasis hak cipta terhadap ekonomi Australia pada 2011,[177] 2012,[178] dan 2014.[179] Dalam studi terbaru yang didukung WIPO dan diterbitkan pada 2017,[180] industri hak cipta menyumbang $122,8 miliar terhadap ekonomi Australia pada 2016, atau 7,4% dari total output ekonomi Australia. Angka 2016 tersebut meningkat $8,5 miliar dibandingkan 2011, dengan nilai tambah tumbuh 1,4% per tahun sejak 2011. Studi tersebut juga menemukan bahwa industri-industri ini menghasilkan output ekonomi lebih besar daripada sektor manufaktur, layanan kesehatan, dan pertambangan pada 2016, serta naik dari industri terbesar ketujuh pada 2011 menjadi terbesar ketiga pada 2016.
Ritel
Media dan telekomunikasi
Pada 2018, Australia menempati peringkat ke-19 dari 180 negara dalam hal kebebasan pers. Industri media Australia sangat terkonsentrasi; News Corp Australia dan Nine Entertainment menerbitkan sebagian besar surat kabar populer, memiliki beberapa stasiun televisi dan radio, serta menyediakan dua layanan streaming utama Australia, Binge dan Stan. Perusahaan media besar lainnya meliputi Paramount Australia & New Zealand, Seven West Media, serta lembaga penyiaran nasional ABC dan SBS.
Pendidikan
Kehadiran di sekolah bersifat wajib di Australia, mulai usia 5 tahun hingga sekitar 16 tahun, meskipun ketentuannya berbeda di setiap negara bagian dan wilayah.[181] Australia juga memiliki tingkat melek huruf orang dewasa yang diperkirakan mencapai 99% pada 2003.[182]
Dalam Program Penilaian Pelajar Internasional, Australia secara rutin berada di lima besar dari tiga puluh negara maju utama, yaitu negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi. Pada 2018, terdapat 525.054 pelajar internasional di Australia, yang membentuk pasar senilai A$32,2 miliar.[183]
Kesehatan
Bagian ini kosong. Anda bisa membantu dengan melengkapinya. (Juli 2026) |
Ilmu pengetahuan dan teknologi
Bagian ini kosong. Anda bisa membantu dengan melengkapinya. (Juli 2026) |
Catatan
- ↑ Resesi teknis didefinisikan sebagai dua kuartal berturut-turut dengan pertumbuhan ekonomi negatif.
Referensi
- 1 2 3 4 5 "World Economic Outlook Database, October 2025". Dana Moneter Internasional.
- 1 2 3 "Industry Insights". Office of the Chief Economist. Department of Industry, Innovation and Science. 22 Mei 2018. Diarsipkan dari asli tanggal 28 Februari 2019. Diakses tanggal 9 Januari 2020.
- ↑ "Consumer Price Index, Australia, March Quarter 2025 | Australian Bureau of Statistics". Australian Bureau of Statistics. 4 Juni 2025.
- ↑ Dorsch, Penny. "One in eight people in Australia are living in poverty". ACOSS.
- ↑ "International comparisons of welfare data". Australian Institute of Health and Welfare. Diarsipkan dari asli tanggal 21 November 2022. Diakses tanggal 19 Januari 2023.
- 1 2 3 4 "Latest Release – Labour Force, Australia, March 2026". Australian Bureau of Statistics. 16 April 2026. Diakses tanggal 17 April 2026.
- ↑ "Employment rate". data.oecd.org. OECD. Diakses tanggal 22 Juni 2024.
- ↑ "Home". Diarsipkan dari asli tanggal 17 Mei 2023. Diakses tanggal 7 September 2023.
- ↑ "Taxing Wages 2023". OECD. 25 April 2023.
- ↑ "Full Report". OECD. 25 April 2023.
- ↑ "Professional, scientific & technical services industry fact sheet". business.gov.au. Pemerintah Australia. 7 Juni 2017. Diarsipkan dari asli tanggal 6 September 2017. Diakses tanggal 6 September 2017.
- ↑ Australian Bureau of Statistics (6 September 2017). "Industry Gross Value Added" (PDF). 5206.0 – Australian National Accounts: National Income, Expenditure and Product (June Quarter 2017) (Report). hlm. 33, 36. Diakses tanggal 26 Oktober 2017.
- 1 2 3 4 5 6 "International Trade: Supplementary Information, Calendar Year". Australian Bureau of Statistics. 29 April 2025. Diakses tanggal 4 Mei 2025.
- ↑ "Country Fact Sheet: Australia" (PDF). Konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa mengenai Perdagangan dan Pembangunan. World Investment Report 2019. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 3 Agustus 2019. Diakses tanggal 3 Agustus 2019.
- ↑ "1344.0 – International Monetary Fund – Special Data Dissemination Standard, 2017". Australian Bureau of Statistics. Diakses tanggal 2 Juli 2019.
- ↑ "General government gross debt". IMF. 2022. Diakses tanggal 27 Februari 2022.
- 1 2 "Budget 2019-20". Department of the Treasury. Diarsipkan dari asli tanggal 3 April 2019. Diakses tanggal 3 Agustus 2019.
- ↑ Setelah penyesuaian Future Fund.
- ↑ "Australian Official Development Assistance budget summary 2022-23". OECD. 10 Maret 2023. Diakses tanggal 7 November 2023.
- ↑ Pupazzoni, Rachel (21 September 2018). "S&P raises Australia's budget outlook to stable, reaffirms AAA credit rating" (dalam bahasa Australian English). Australia: ABC News.
- ↑ Uren, David (24 Agustus 2017). "Australia on track to keep AAA rating, says Moody's". The Australian. Diakses tanggal 25 September 2017.; "Australia's credit rating safe for now: Moody's". In Daily. Australian Associated Press. 9 Maret 2017. Diakses tanggal 25 September 2017.
- ↑ Fitch Ratings (12 Mei 2017). "Fitch Affirms Australia at 'AAA'/Stable". Reuters. Diakses tanggal 25 September 2017.
- ↑ "The World Factbook". Central Intelligence Agency. Diarsipkan dari asli tanggal 9 Januari 2021. Diakses tanggal 2 Juli 2019.
- ↑ Griggs, Lynden (2018). Commercial and economic law in Australia. John McLaren, James Scheibner, George Cho, E. Eugene Clark (Edisi ke-3). Alphen aan den Rijn, Belanda: Kluwer Law International. hlm. 337. ISBN 978-94-035-0701-9. OCLC 1101177329.
Australia is a mixed market economy
- ↑ Nieuwenhuysen, John; Lloyd, Peter; Mead, Margaret (2001). Reshaping Australia's Economy: Growth with Equity and Sustainability. Cambridge University Press. hlm. 179. ISBN 978-0-521-01120-4.
- ↑ "Data Explorer". data.imf.org. Diakses tanggal 24 Oktober 2025.
- ↑ "GDP ranking, PPP based". World Bank Open Data. Bank Dunia. 25 April 2019. Diakses tanggal 13 Mei 2019.
- ↑ "AUSTRALIA-OCEANIA :: AUSTRALIA". The World Factbook. Central Intelligence Agency. 6 September 2017. Diarsipkan dari asli tanggal 9 Januari 2021. Diakses tanggal 25 September 2017.
- ↑ Bagshaw, Eryk; Massola, James (7 Juni 2017). "GDP: Australia grabs record for longest time without a recession". The Sydney Morning Herald. Diakses tanggal 6 September 2017.
- ↑ "Key economic indicators". Australian Bureau of Statistics. Diakses tanggal 16 September 2021.
- ↑ "Mining Industry – Economic Contribution". ABS. Diakses tanggal 7 April 2015.
- ↑ "Aussie jumps on surprising economic strength". The Sydney Morning Herald. 2 Maret 2016. Diarsipkan dari asli tanggal 2 Maret 2016. Diakses tanggal 4 Maret 2016.
- ↑ "Economy puts aside post-mining boom blues". Nine Network News. 2 Maret 2016. Diakses tanggal 4 Maret 2016.
- ↑ "Australia goes 25 years with recession". BBC. 1 Maret 2017. Diakses tanggal 26 Juli 2017.
- ↑ "Australia suffers first recession in 29 years". CNN. 3 Juni 2020. Diakses tanggal 16 Juli 2020.
- ↑ Kenworthy, Lane (1999). "Do Social-Welfare Policies Reduce Poverty? A Cross-National Assessment" (PDF). Social Forces. 77 (3): 1119–1139. doi:10.2307/3005973. JSTOR 3005973. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 10 Agustus 2013.
- ↑ Moller, Stephanie; Huber, Evelyne; Stephens, John D.; Bradley, David; Nielsen, François (2003). "Determinants of Relative Poverty in Advanced Capitalist Democracies". American Sociological Review. 68 (1): 22–51. doi:10.2307/3088901. JSTOR 3088901.
- ↑ "Social Expenditure – Aggregated data". OECD.
- 1 2 3 "How Australia became the world's biggest cost-of-living loser". Australian Financial Review (dalam bahasa Inggris). 25 November 2024. Diakses tanggal 11 Juli 2025.
- ↑ "Australia is a top 20 country". Australian Government: Department of Foreign Affairs and Trade. 18 Mei 2017. Diarsipkan dari asli tanggal 6 September 2017. Diakses tanggal 6 September 2017.
- ↑ "Corporate Overview". Australian Securities Exchange. Diarsipkan dari asli tanggal 17 April 2019. Diakses tanggal 6 September 2017.
- ↑ "ASX Listed Companies (Full List) – Market Index". MarketIndex.com.au (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 14 Mei 2021.
- ↑ Thirlwell, Mark (16 Juni 2017). "Australia's export performance in 2016". Austrade. Diarsipkan dari asli tanggal 11 September 2017. Diakses tanggal 10 September 2017.
- ↑ Tan, Weizhen (29 Desember 2020). "Australia's growth may 'never return' to its pre-virus path after trade trouble with China, says economist". CNBC. Diakses tanggal 10 Februari 2021.
China is by far Australia's largest trading partner, accounting for 39.4% of goods exports and 17.6% of services exports between 2019 and 2020, research firm Capital Economics said.
- ↑ "International agreements on trade and investment". Austrade. Diarsipkan dari asli tanggal 25 Juni 2013. Diakses tanggal 11 September 2011.
- ↑ "Free trade agreements – rules of origin". Australian Customs and Border Protection Services. Diakses tanggal 8 Februari 2015.
- ↑ "Peru-Australia Free Trade Agreement".
- ↑ "Australia New Zealand Closer Economic Agreement (ANZCERTA)". Austrade. 1 Januari 2007. Diarsipkan dari asli tanggal 4 Juni 2008. Diakses tanggal 11 September 2011.
- ↑ Baten, Jörg (2016). A History of the Global Economy. From 1500 to the Present. Cambridge University Press. hlm. 288. ISBN 978-1-107-50718-0.
- ↑ Paul Keating – Chronology Diarsipkan 26 September 2011 di Wayback Machine. at australianpolitics.com
- ↑ "The real reasons why it was the 1990s recession we had to have". The Age. 2 Desember 2006. Diarsipkan dari asli tanggal 12 April 2014. Diakses tanggal 8 Januari 2014.
- ↑ Braude, Jacob; Eckstein, Zvi; Fischer, Stanley; Flug, Karnit (2013). The Great Recession: Lessons for Central Bankers. Cambridge, MA: MIT Press. hlm. 245. ISBN 978-0-262-01834-0.
- ↑ Junankar, P. (2013). "Australia: The Miracle Economy". IZA Discussion Papers 7505, Institute for the Study of Labor.
- ↑ Stutchbury, Michael (11 Oktober 2008). "Calls for international community to flush the system". The Australian. Diarsipkan dari asli tanggal 13 Oktober 2008.
- ↑ Yeates, Clancy (11 Oktober 2008). "The fall of the little Aussie battler". The Sydney Morning Herald.
- ↑ Bryant, Nick (2015). The Rise and Fall of Australia. Sydney: Random House Australia. hlm. 3. ISBN 978-0-85798-902-4.
- ↑ Australia seen sliding into recession in 2009, International Herald Tribune, 19 Januari 2009
- ↑ Rosenberg, Jerry (2012). The Concise Encyclopedia of The Great Recession 2007-2012. Lanham, MD: Scarecrow Press. hlm. 32. ISBN 978-0-8108-8340-6.
- ↑ "National economy grows but some non-mining states in recession". The Conversation. Diakses tanggal 22 Maret 2013.
- ↑ Syvret, Paul (7 April 2012). "Mining punches through recession". Courier Mail. Diarsipkan dari asli tanggal 16 April 2012.
- ↑ "Non-mining states going backwards". ABC. Diakses tanggal 22 Maret 2013.
- ↑ "World Bank expects Australian GDP growth of 3.2% in 2011 and 3.8% in 2012 | The Stump". Blogs.crikey.com.au. 13 Januari 2011. Diarsipkan dari asli tanggal 6 Januari 2012. Diakses tanggal 24 Juli 2012.
- ↑ "Australia's economy expands 0.4% in the fourth-quarter". BBC News. 7 Maret 2012.
- ↑ "Australia Posts 1.3% GDP; Aussie Dollar Soars". International Business Times. 6 Juni 2012. Diarsipkan dari asli tanggal 8 Juni 2012. Diakses tanggal 24 Juli 2012.
- ↑ Creighton, Adam (6 Juni 2012). "GDP growth surges 1.3pc for first quarter". The Australian.
- ↑ "Australian economy to outperform the world: IMF". Special Broadcasting Service. Australian Associated Press. 18 April 2012. Diarsipkan dari asli tanggal 23 April 2012. Diakses tanggal 24 Juli 2012.
- ↑ "NAB Cuts Australia's Growth Forecast to 2.9%". International Business Times. 11 April 2012. Diarsipkan dari asli tanggal 13 April 2012. Diakses tanggal 24 Juli 2012.
- ↑ "JP Morgan Cuts Australian 2012 GDP Forecast To 2.7% Vs 3.0%". The Wall Street Journal. 24 Mei 2012. Diarsipkan dari asli tanggal 1 April 2019. Diakses tanggal 13 Maret 2017.
- ↑ Glynn, James (21 Agustus 2012). "Deutsche Bank Warns of Australian Recession Risk". The Wall Street Journal.
- ↑ "Dylan Price predicts an Australian recession in 2013". Business Insider.
- ↑ Kwai, Isabella (2 September 2020). "Australia's First Recession in Decades Signals Tougher Times to Come". The New York Times. Diakses tanggal 22 September 2020.
- ↑ "Australia's recession in seven graphs". Australian Financial Review (dalam bahasa Inggris). 2 September 2020. Diakses tanggal 22 September 2020.
- ↑ "'Economy held together with duct tape' as Australia officially enters recession" (dalam bahasa Australian English). Australia: ABC News. 2 September 2020. Diakses tanggal 22 September 2020.
- ↑ "How Australia's GDP recovery compares to nations around the world". 9news.com.au. 2 Desember 2020. Diakses tanggal 2 Desember 2020.
- 1 2 "Consumer Price Index, December Quarter 2024". Australian Bureau of Statistics. Diakses tanggal 2 April 2025.
- ↑ "Australia: Staff Concluding Statement of the 2024 Article IV Mission". International Monetary Fund. 2 Oktober 2024. Diakses tanggal 2 April 2025.
- ↑ "Factsheet: Inflation in Australia". Ai Group. 31 Januari 2025. Diakses tanggal 2 April 2025.
- ↑ "Wage Price Index, December 2024". Australian Bureau of Statistics. Diakses tanggal 2 April 2025.
- ↑ "Government spending and inflation". Parliament of Australia. 29 Mei 2024. Diarsipkan dari asli tanggal 16 Januari 2025. Diakses tanggal 2 April 2025.
- ↑ "Rate rises won't fix housing-driven inflation". Livewire Markets. 9 Februari 2026. Diakses tanggal 6 Maret 2026.
- ↑ "Housing Affordability". Australian Government Institute of Health and Welfare. 16 Oktober 2025. Diakses tanggal 6 Maret 2026.
- ↑ "Land prices have risen by more than 500 per cent since 2000". ABC News (dalam bahasa Australian English). 17 Februari 2026. Diakses tanggal 6 Maret 2026.
- ↑ "Australia's economy exits 21-month per capita recession". ABC News (dalam bahasa Australian English). 5 Maret 2025. Diakses tanggal 24 Agustus 2025.
- ↑ "Australian economy struggles along to start the year, soft new data reveals". 9News (dalam bahasa Inggris). 4 Juni 2025. Diakses tanggal 24 Agustus 2025.
- ↑ "Australians suffer world record income collapse". MacroBusiness (dalam bahasa American English). 8 Desember 2024. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 13 Juni 2025. Diakses tanggal 11 Juli 2025.
- ↑ "World Economic Outlook database: April 2025". Dana Moneter Internasional. Diakses tanggal 10 Juli 2025.
- ↑ "Australian National Accounts: National Income, Expenditure and Product, December 2025". Australian Bureau of Statistics. 2026. Diakses tanggal 20 April 2026.
- ↑ "Statistics". hdr. Diakses tanggal 13 Mei 2014.
- ↑ "Quality of Life" (PDF). The Economist. Diakses tanggal 13 Mei 2014.
- ↑ Credit Suisse (1 October 2014). "Global Wealth Report 2014" (PDF). University of Western Ontario. hlm. 57. Diakses tanggal 6 September 2017.
- ↑ "Australia Business Facts". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 20 April 2020.
- ↑ "Balance of Payments and International Investment Position". Diakses tanggal 26 Juli 2017.
- ↑ "Cash Rate Target". Reserve Bank of Australia.
- ↑ "RBA: Australian Economy Snapshot". rba.gov.au. Diarsipkan dari asli tanggal 5 Februari 2015. Diakses tanggal 15 Januari 2022.
- ↑ "CAMA RBA Shadow Board". Diakses tanggal 23 Mei 2014.
- ↑ "Australian Government, DFAT, Composition of Trade Australia 2008–09" (PDF). Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 16 September 2012. Diakses tanggal 23 Mei 2014.
- ↑ "Summary". Diarsipkan dari asli tanggal 7 September 2008.
- ↑ Urs, Rohner (Oktober 2018). "Global Wealth Report 2018" (PDF). Credit Suisse - Research Institute (dalam bahasa Inggris). Credit Suisse: 55.
- ↑ Urs, Rohner (Oktober 2018). "Global Wealth Report 2019" (PDF). Credit Suisse - Research Institute (dalam bahasa Inggris). Credit Suisse: 59.
- ↑ "Household wealth up 3.0% in the September quarter". Australian Bureau of Statistics. Diarsipkan dari asli tanggal 25 Januari 2020. Diakses tanggal 8 Januari 2020.
- 1 2 "Economy grows but some non-mining states in recession" (PDF). Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 24 Agustus 2006.
- ↑ Tim Colebatch (8 Maret 2012). "State close to recession". The Sydney Morning Herald. Diakses tanggal 25 Juli 2012.
- ↑ Tim Colebatch (24 Oktober 2009). "No place for political stunts in tackling economic crisis". The Sydney Morning Herald. Diakses tanggal 25 Juli 2012.
- ↑ "David Walsh: MONA economic benefits for Tasmania". Crikey. 8 Juni 2012. Diakses tanggal 24 Juli 2012.
- ↑ "South Australia is in recession, Westpac warns". The Advertiser. Adelaide. 4 April 2012. Diarsipkan dari asli tanggal 6 April 2012. Diakses tanggal 24 Juli 2012.
- ↑ "Rate cut may save NSW sliding into recession". The Daily Telegraph. Australia. 10 Juni 2012. Diarsipkan dari asli tanggal 18 Januari 2021. Diakses tanggal 24 Juli 2012.
- ↑ "Victoria in a state of decay". Herald Sun. Australia. 10 Maret 2012. Diarsipkan dari asli tanggal 2 Juli 2012.
- ↑ "State close to recession – National News – National – General". Melbourne Times Weekly. 8 Maret 2012. Diarsipkan dari asli tanggal 4 Mei 2022. Diakses tanggal 24 Juli 2012.
- ↑ Creighton, Adam (8 Juni 2012). "Reserve Bank governor says Australia has long had a two-speed economy". The Australian.
- ↑ "HIA bursts Swan's economic bubble". Diarsipkan dari asli tanggal 1 Juli 2012. Diakses tanggal 13 Mei 2014.
- ↑ "Banking made tricky by '10-speed' economy: Clyne". The Sydney Morning Herald. 14 Agustus 2012.
- ↑ Tim Colebatch (24 Oktober 2009). "No place for political stunts in tackling economic crisis". The Age. Melbourne, Australia. Diakses tanggal 24 Juli 2012.
- ↑ "Flow across Tasman tipped to reverse". New Zealand: Stuff. 9 Juni 2012. Diakses tanggal 24 Juli 2012.
- ↑ "Warning to drop recession row". Australian Broadcasting Corporation. 7 Juni 2012. Diakses tanggal 24 Juli 2012.
- ↑ "Victoria, SA and Tasmania slide into recession". Melbourne Times Weekly. 6 Maret 2013. Diarsipkan dari asli tanggal 29 September 2013. Diakses tanggal 9 Juli 2026.
- ↑ "Commsec state of the states, 2016" (PDF). www.commsec.com.au.
- ↑ "A brief history of Australia's tax system | Treasury.gov.au". treasury.gov.au. Diakses tanggal 18 Desember 2024.
- ↑ "Labour Force, Australia – March 2026". Australian Bureau of Statistics. 16 April 2026. Diakses tanggal 17 April 2026.
- 1 2 Bite, Natasha (18 Januari 2013). "Under-employed numbers are on the rise too masking unemployment figures". News.com.au. Diarsipkan dari asli tanggal 23 September 2020. Diakses tanggal 11 Maret 2013.
- ↑ "Labour Force, Australia – February 2026". Australian Bureau of Statistics. 20 Maret 2026. Diakses tanggal 20 Maret 2026.
- ↑ "DSS Benefit and Payment Recipient Demographics - quarterly data". data.gov.au. Diakses tanggal 23 Agustus 2025.
- ↑ Michael Janda (14 Mei 2012). "Doing a job on the employment figures". Australia: ABC News. Diakses tanggal 15 November 2013.
- ↑ "Labour Force, Australia, Detailed". Australian Bureau of Statistics. 18 Agustus 2025. Diakses tanggal 23 Agustus 2025.
- ↑ Kategori industri tersebut tidak berjumlah sama dengan total angkatan kerja karena ABS mengalokasikan sebagian tenaga kerja Australia ke dalam kategori "Other Services", yang tidak disertakan dalam tabel ini.
- ↑ "Australian Graduate Survey". Graduate Careers Australia. Diarsipkan dari asli tanggal 27 Agustus 2017. Diakses tanggal 26 Agustus 2017.; "Gradstats". Graduate Careers Australia. Diarsipkan dari asli tanggal 27 Agustus 2017. Diakses tanggal 26 Agustus 2017.
- ↑ "Gradstats 2012" (PDF). Graduate Careers Australia. Desember 2012. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 18 Februari 2017. Diakses tanggal 26 Agustus 2017.
- ↑ "Gradstats 2013" (PDF). Graduate Careers Australia. Desember 2013. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 18 Februari 2017. Diakses tanggal 26 Agustus 2017.
- 1 2 3 "Gradstats 2014" (PDF). Graduate Careers Australia. Desember 2014. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 10 Oktober 2017. Diakses tanggal 26 Agustus 2017.
- ↑ "Gradstats 2015" (PDF). Graduate Careers Australia. Desember 2015. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 28 Agustus 2017. Diakses tanggal 26 Agustus 2017.
- ↑ "Beyond Graduation 2013" (PDF). Graduate Careers Australia. 2014. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 13 Maret 2017. Diakses tanggal 29 Agustus 2017.
- ↑ Ross, John (2 April 2014). "Dentists join the growing calls for cap on student uni places". The Australian. Diakses tanggal 29 Agustus 2017.
- ↑ "6202.0 – Labour Force, Australia, March 2026". Australian Bureau of Statistics. 16 April 2026. Diakses tanggal 17 April 2026.
- ↑ "Labour Force, Australia – States and Territories". Australian Bureau of Statistics. 16 April 2026. Diakses tanggal 17 April 2026.
- ↑ "USGS Gold Production Statistics" (PDF).
- ↑ "USGS Silver Production Statistics" (PDF).
- ↑ "USGS Copper Production Statistics" (PDF).
- ↑ "USGS Iron ore Production Statistics" (PDF).
- ↑ "USGS bauxite alumina Production Statistics" (PDF).
- ↑ "USGS Manganese Production Statistics" (PDF).
- ↑ "USGS Lead Production Statistics" (PDF).
- ↑ "USGS Zinc Production Statistics" (PDF).
- ↑ "USGS Cobalt Production Statistics" (PDF).
- ↑ "World Uranium Mining". Diarsipkan dari asli tanggal 26 Desember 2018. Diakses tanggal 28 April 2021.
- ↑ "USGS Nickel Production Statistics" (PDF).
- ↑ "USGS Tin Production Statistics" (PDF).
- ↑ "USGS Phosphate Production Statistics" (PDF).
- ↑ "USGS Sulfur Production Statistics" (PDF).
- ↑ "USGS Salt Production Statistics" (PDF).
- 1 2 "International - U.S. Energy Information Administration (EIA)".
- ↑ "Statistical Review of World Energy, June 2020" (PDF).
- ↑ "The World Factbook – Central Intelligence Agency". Diarsipkan dari asli tanggal 10 Oktober 2017. Diakses tanggal 20 Oktober 2025.
- ↑ "CIA. The World Factbook. Natural gas – production". Diarsipkan dari asli tanggal 15 Maret 2016. Diakses tanggal 28 April 2021.
- ↑ "Energy economics | Home". bp global.
- ↑ "8415.0 - Mining Operations, Australia, 2014-15". Australian Bureau of Statistics. 27 Mei 2016.
- ↑ "The Importance of Coal in the Modern World – Australia". Gladstone Centre for Clean Coal. Diarsipkan dari asli tanggal 8 Februari 2007. Diakses tanggal 17 Maret 2007.
- ↑ "Australia Mineral Statistics 2009– June Quarter" (PDF). Australian Bureau of Agricultural & Resource Economics. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 7 Juli 2011. Diakses tanggal 3 Oktober 2009.
- ↑ International Energy Agency. (31 Agustus 2008) Coal Information 2008. Organisation for Economic Cooperation & Development. ISBN 92-64-04241-5
- ↑ Pash, Chris (29 Maret 2018). "Australia's biggest diamond mine is running out of diamonds". Business Insider Australia (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari asli tanggal 14 November 2020. Diakses tanggal 8 Januari 2020.
- ↑ "Outlook for diamond mining in Australia after 2021 Argyle mine closure". Mining Technology. 2 Juli 2019. Diarsipkan dari asli tanggal 29 Oktober 2020. Diakses tanggal 8 Januari 2020.
- ↑ "Australian Manufacturing (PDF)" (PDF). Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 25 Januari 2014. Diakses tanggal 20 Mei 2014.
- ↑ Hassall, David (12 April 2012). "Tomcar – New local vehicle manufacturer". GoAuto. Diarsipkan dari asli tanggal 2 Januari 2013. Diakses tanggal 10 Februari 2014.
- ↑ "Toyota workers out of jobs as car manufacturer closes Altona plant". Australia: ABC News. 6 Desember 2017. Diakses tanggal 9 Oktober 2017.
- ↑ CIE. "Final Report: Australian trade liberalisation – Analysis of the economic impacts" (PDF). DFAT. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 15 Januari 2020. Diakses tanggal 15 Januari 2020.
- ↑ "Australian manufacturing—structural trends 2001–02 to 2006–07". 24 November 2008. Diakses tanggal 9 Juli 2014.
- ↑ Peter Anderson (1 Januari 2010). "ACCI Welcomes textiles and car tariff cuts (ACCI media release 003/10)". Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 30 Juli 2020. Diakses tanggal 13 Februari 2010.
- ↑ "Agriculture, forestry, and fishing, value added (% of GDP) – Australia | Data". Diarsipkan dari asli tanggal 25 Agustus 2017. Diakses tanggal 20 Desember 2020.
- ↑ "Careers in Australia Report 2015". finder.com.au.
- ↑ "Employment Research Statistics" (PDF). deewr.gov.au. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 22 Maret 2012. Diakses tanggal 20 Mei 2014.
- ↑ "WORLD'S 50 SAFEST BANKS 2012 | Global Finance". Gfmag.com. Diarsipkan dari asli tanggal 29 Juli 2012. Diakses tanggal 24 Juli 2012.
- ↑ "Statistics on Mergers & Acquisitions (M&A) – M&A Courses | Mergers & Acquisitions Courses". Imaa-institute.org. Diarsipkan dari asli tanggal 6 Januari 2012. Diakses tanggal 2 Januari 2014.
- ↑ Carson, Vanda (2 Juli 2007). "Wesfarmers buys Coles". The Age. Melbourne, Australia. Diakses tanggal 12 Juni 2011.
- ↑ "Overseas Travel Statistics, Provisional". Australian Bureau of Statistics. 15 Desember 2020.
- 1 2 3 4 "Tourism Satellite Account 2017–18:Key Figures". Australian Bureau of Statistics. 12 Oktober 2021.
- ↑ "Tourism statistics: International visitor arrivals". Tourism Australia. 25 Februari 2022. Diarsipkan dari asli tanggal 7 Juni 2019. Diakses tanggal 7 Juni 2019.
- ↑ "Beyond 20/20 WDS". unctadstat.unctad.org. Diakses tanggal 29 Desember 2021.
- ↑ "The Economic Performance of Copyright-Based Industries". wipo.int (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 6 Juni 2025.
- ↑ Price Waterhouse Coopers (2011). "The Economic Contribution of Copyright-Based Industries in Australia by the Australian Copyright Council" (PDF).
- ↑ "The Economic Contribution of Copyright-Based Industries in Australia 2012" (PDF). Organisasi Hak atas Kekayaan Intelektual Dunia (WIPO).
- ↑ "The Economic Contribution of Copyright-Based Industries in Australia 2014" (PDF). Organisasi Hak atas Kekayaan Intelektual Dunia (WIPO).
- ↑ PricewaterhouseCoopers Consulting (Australia) (September 2017). "The Economic Contribution of Copyright-Based Industries in Australia" (PDF). WIPO. Diakses tanggal 6 Juni 2025.
- ↑ "Schooling Overview". Australian Government, Department of Education, Employment and Workplace Relations. Diarsipkan dari asli tanggal 28 Maret 2011.
- ↑ "Literacy". The World Factbook. Diarsipkan dari asli tanggal 24 November 2016. Diakses tanggal 10 Oktober 2013.
- ↑ "Australia hosting unprecedented numbers international students". Australia: ABC News. 18 April 2018. Diakses tanggal 18 Juni 2018.
Sumber
- Joint Standing Committee on Foreign Affairs, Defence and Trade (2015). Principles and Practice - Australian Defence Industry and Exports. Canberra: Parliament of Australia. ISBN 978-1-74366-316-5.
Bacaan lebih lanjut
- Macfarlane, I. J. "Australian Monetary Policy in the Last Quarter of the Twentieth Century". Reserve Bank of Australia Bulletin, Oktober 1998. daring
- Maddock, Rodney, dan Ian W. McLean, penyunting. The Australian economy in the long run (Cambridge University Press, 1987).
- Millmow, Alex. A History of Australasian Economic Thought (Routledge, 2017), 250 hlm. ulasan daring
- Parham, Dean. "'Microeconomic reforms and the revival in Australia's growth in productivity and living standards'". Productivity Commission, Canberra, Conference of Economists Adelaide, Oktober 2002. daring
Pranala luar
- Australian Bureau of Statistics
- Department of Finance. Diarsipkan 3 January 2023 di Wayback Machine..
- Australia – OECD