Abad ke-20
Pada tahun 1951, Bank of Australasia bergabung dengan Union Bank of Australia untuk membentuk Australia and New Zealand Bank (ANZ Bank).[12] Pada tahun 1966, ANZ mulai beroperasi di Honiara, Kepulauan Solomon. Pada tahun 1968, ANZ membuka kantor di New York, Amerika Serikat. Pada tahun 1969, ANZ juga membuka kantor perwakilan di Tokyo, Jepang.
Pada tanggal 1 Oktober 1970, ANZ bergabung dengan English, Scottish & Australian Bank untuk membentuk Australia & New Zealand Banking Group.[13] Pada tahun yang sama, bank ini mulai beroperasi di Vanuatu. Pada tahun 1976, ANZ (PNG) resmi didirikan. Pada tahun 1977, ANZ mengalihkan pendaftaran badan hukumnya dari Britania Raya ke Australia. Pada tahun 1979, ANZ mengakuisisi Bank of Adelaide.
Pada tahun 1980, kantor perwakilan di Singapura dan New York ditingkatkan menjadi kantor cabang. Pada tahun 1984, ANZ membeli Grindlays Bank.[14][15] Pada tahun 1985, ANZ mengakuisisi bisnis Barclays di Fiji dan Vanuatu. Pada tahun yang sama, bank ini mendapat izin sebagai bank komersial dan membuka kantor cabang di Frankfurt, Jerman, serta mendirikan ANZ Singapore. Pada tahun 1988, ANZ membuka cabang di Rarotonga, Cook Islands, dan Paris, Prancis. Pada tahun 1989, ANZ membeli PostBank dari pemerintah Selandia Baru.[16]
Selama dekade 1990-an, Australia and New Zealand Banking Group mengakuisisi sejumlah bank. Pada tahun 1990, ANZ mengakuisisi National Mutual Royal Bank pada bulan Maret[17] dan Town and Country Building Society di Western Australia pada bulan Juli.[18] Pada tahun yang sama, ANZ membeli bisnis dari Lloyd Bank di Papua Nugini[19] dan bisnis dari Bank of New Zealand di Fiji.[20]
Pada tahun 1993, ANZ mendirikan gedung kantor pusat baru di Melbourne, Australia.[21] Bank ini juga membuka kantor cabang baru di Hanoi, Vietnam,[22] dan Shanghai, China,[23] serta memulai joint venture dengan Panin Bank di Indonesia.[24] Pada tahun yang sama, bank ini juga mulai beroperasi di Tonga[20] dan menjual bisnisnya di Kanada ke HSBC Bank Canada. Bisnis di Kanada sebelumnya didapat oleh ANZ melalui pembelian terhadap Grindlays Bank pada tahun 1984.
Selama akhir dekade 1990-an, ANZ membuka kantor cabang baru di sejumlah lokasi, termasuk Manila, Filipina,[25] dan Ho Chi Minh City, Vietnam.[26] Pada tahun 1997, John McFarlane ditunjuk sebagai CEO[27] dan bank ini membuka kantor cabang di Beijing.[28] Pada tahun 1999, ANZ membentuk aliansi strategis dengan E*Trade Australia untuk perdagangan saham daring[29] dan membeli Amerika Samoa Bank.[30]
Abad ke-21
Pada tahun 2000, ANZ menjual bisnis dari Grindlays di Timur Tengah dan Asia Selatan ke Standard Chartered, beserta bisnis Grindlays Private Banking yang terkait.[31] Pada tahun 2001, ANZ membuka kantor cabang di Timor Leste[32] dan mulai menawarkan kartu kredit di Hong Kong.[33] Pada tahun 2002, ANZ membentuk sebuah joint venture dengan ING Group untuk berbisnis di bidang manajemen kekayaan dan asuransi jiwa di Australia dan Selandia Baru.[34] Setahun kemudian, ANZ mengakuisisi National Bank of New Zealand.[35]
Pada tahun 2005, ANZ mendirikan ANZ Royal Bank di Kamboja, melalui kerja sama dengan Royal Group asal Kamboja.[36][37] Pada tahun 2006, ANZ mengumumkan gedung kantor pusat baru di Melbourne Docklands[38] dan berinvestasi di Bank of Tianjin asal Tiongkok.[39] Pada tahun 2007, ANZ mengakuisisi E*Trade Australia dan Citizen Securities Bank asal Guam.[40][41] Pada tahun yang sama, Mike Smith, yang sebelumnya bekerja di HSBC, menjadi CEO dari bank ini, setelah John McFarlane pensiun pada bulan Oktober[42] dan bank ini mengambil hak penamaan dari Stadium Australia di Sydney.[43]