Untuk pertama kalinya Papua Nugini menjadi tuan rumah pertemuan APEC ini.[2]Australia menyediakan seperempat hingga sepertiga biaya tuan rumah pertemuan ini serta membantu Papua Nugini dengan logistik dan keamanan (G4S). Tiga kapal pesiar disewa melalui perusahaan Australia untuk melayani sekitar 10.000 delegasi dan tamu undangan.[1][3]
Para pemimpin dan perwakilan negara Kepulauan Pasifik diundang oleh Papua Nugini untuk menghadiri "Dialog Para Pemimpin APEC dengan Para Pemimpin Kepulauan Pasifik" pada tanggal 17 November.[7][8]
Peserta Kepulauan Pasifik pada Pertemuan Pemimpin Ekonomi APEC 2018[7][9]
Menurut Reuters, "para pemimpin gagal menyepakati sebuah komunike pada pertemuan puncak di Papua Nugini pada hari Minggu untuk pertama kalinya dalam sejarah APEC karena perpecahan yang dalam antara Amerika Serikat dan Tiongkok atas perdagangan dan investasi yang menghambat kerja sama ini."[10] Juga menurut artikel yang sama: "O’Neill mengatakan bahwa sebagai tuan rumah APEC, ia akan merilis Pernyataan Ketua, meskipun tidak jelas kapan."[10] O'Neill mengatakan bahwa pembicaraan tersebut mengalami kebuntuan mengenai bahasa tentang Organisasi Perdagangan Dunia[11] Sementara Reuters melaporkan bahwa penyebab kebuntuan ini adalah adanya ketidaksetujuan atas bagian dari draft komunike yang berkaitan dengan WTO yang menyebutkan penentangan atas "praktik perdagangan yang tidak adil" dan reformasi WTO, sementara lainnya terkait dengan pembangunan berkelanjutan.[10]
↑Karena kompleksitas hubungan antara Republik Rakyat Tiongkok, Republik Tiongkok (ROC atau "Taiwan") tidak diwakili di bawah nama resminya "Republik Tiongkok" atau sebagai "Taiwan". Sebaliknya, ia berpartisipasi dalam APEC dengan nama "Tionghoa Taipei". Presiden Republik Tiongkok tidak menghadiri Pertemuan Pemimpin Ekonomi tahunan APEC secara langsung. Sebaliknya, umumnya diwakili oleh pejabat setingkat menteri yang bertanggung jawab untuk urusan ekonomi atau seseorang yang ditunjuk oleh presiden. Lihat Daftar Perwakilan Tionghoa Taipei untuk APEC.