ENSIKLOPEDIA
Ekonomi Belgia
| Ekonomi Belgia | |
|---|---|
Brussel merupakan pusat ekonomi Belgia | |
| Mata uang | Euro (EUR, €) |
| Tahun fiskal | Tahun kalender |
| Organisasi perdagangan | UE, OECD, WTO |
| Statistik | |
| PDB | |
| Pertumbuhan PDB | 1,2% (2025)[1] |
| PDB per kapita | |
| PDB per sektor | |
| Inflasi (IHK) |
|
| Penduduk di bawah garis kemiskinan | 19,5% berisiko miskin atau mengalami eksklusi sosial (AROPE, 2019)[3] |
| Koefisien gini | 25,1 rendah (2019, Eurostat)[4] |
| Angkatan kerja | |
| Angkatan kerja berdasarkan sektor | |
| Pengangguran | |
| Gaji kotor rata-rata | €5.070 per bulan[9][10] (2024) |
| Gaji bersih rata-rata | €3.056 per bulan[9][10] (2024) |
| Industri utama | Produk teknik dan logam, perakitan kendaraan bermotor, peralatan transportasi, instrumen ilmiah, makanan dan minuman olahan, bahan kimia, farmasi, logam dasar, tekstil, kaca, minyak bumi |
| Eksternal | |
| Ekspor | US$432 miliar (2023)[2] |
| Komoditas ekspor | Bahan kimia, mesin dan peralatan, berlian olahan, logam dan produk logam, bahan pangan |
| Tujuan ekspor utama |
|
| Impor | US$472 miliar (2023)[2] |
| Komoditas impor | Bahan mentah, mesin dan peralatan, bahan kimia, berlian mentah, farmasi, bahan pangan, peralatan transportasi, produk minyak |
| Negara asal impor utama |
|
| Modal investasi langsung asing | |
| Utang kotor luar negeri | ▲ US$1,281 triliun (perk. 31 Maret 2016)[2] |
| Pembiayaan publik | |
| Utang publik | |
| Pendapatan | 50,3% dari PDB (2019)[11] |
| Beban | 52,2% dari PDB (2019)[11] |
| Bantuan ekonomi |
|
| Peringkat utang |
|
| Cadangan mata uang asing | US$31,76 miliar (perk. April 2021)[2] |
Belgia memiliki ekonomi campuran yang sangat maju dan berpendapatan tinggi.[15] Perekonomian Belgia banyak bertumpu pada letak geografisnya yang strategis di pusat Eropa, jaringan transportasi yang berkembang baik, serta basis industri dan perdagangan yang beragam. Belgia menjadi negara Eropa pertama yang memasuki Revolusi Industri pada awal abad ke-19. Sejak itu, negara ini membangun infrastruktur transportasi yang maju, meliputi pelabuhan, terutama Pelabuhan Antwerpen, kanal, jalur kereta api, dan jalan raya, untuk menghubungkan industrinya dengan negara-negara tetangga.[16] Di antara negara-negara OECD, Belgia memiliki sistem jaminan sosial yang kuat dan efisien; belanja sosialnya mencapai sekitar 29% dari produk domestik bruto (PDB).[17][18][19]
Kegiatan industri Belgia terutama terpusat di wilayah Flandria yang padat penduduk di utara, di sekitar Brussel, serta di dua kota terbesar Walonia, Liège dan Charleroi, sepanjang Sillon industriel. Belgia mengimpor bahan mentah dan barang setengah jadi untuk diolah lebih lanjut dan diekspor kembali. Di luar batu bara yang tidak lagi ekonomis untuk ditambang, sumber daya alam Belgia tergolong terbatas, kecuali tanah yang subur. Meskipun industri tetap penting, sektor jasa mendominasi perekonomian dan menyumbang 77,2% PDB Belgia, sedangkan pertanian menyumbang 0,7%.[16]
Dengan nilai ekspor yang setara dengan lebih dari dua pertiga pendapatan nasional bruto (PNB), Belgia sangat bergantung pada perdagangan dunia. Keunggulan perdagangannya berasal dari lokasi geografis di pusat Eropa serta tenaga kerja yang sangat terampil, multilingual, dan produktif. Sebagai salah satu pendiri Masyarakat Ekonomi Eropa, Belgia mendukung penguatan kewenangan Uni Eropa untuk memperdalam integrasi ekonomi Eropa.[16] Sekitar tiga perempat perdagangan Belgia berlangsung dengan negara-negara Uni Eropa lainnya. Pada 2021, utang pemerintah Belgia mencapai sekitar 108% dari PDB negara tersebut.[20]
Sejarah
Pada abad ke-20

Selama 50 tahun hingga Perang Dunia II, Walonia yang berbahasa Prancis merupakan kawasan industri yang maju secara teknis, dengan kegiatan industri terpusat di sepanjang sillon industriel. Sebaliknya, Flandria yang berbahasa Belanda masih didominasi pertanian, meskipun memiliki sebagian kegiatan industri, terutama pengolahan hasil pertanian dan tekstil. Ketimpangan ini mulai berkurang pada periode antarperang. Setelah Perang Dunia II, infrastruktur industri Belgia relatif tidak rusak berkat doktrin Galopin, sehingga membuka jalan bagi masa pertumbuhan pesat, terutama di Flandria. Ledakan ekonomi pascaperang, yang didukung oleh pembentukan markas besar Uni Eropa dan NATO di Brussel, turut mendorong perluasan industri ringan di sebagian besar Flandria, terutama di koridor antara Brussel dan Antwerpen. Antwerpen merupakan pelabuhan terbesar kedua di Eropa setelah Pelabuhan Rotterdam.[16]
Investasi asing turut memberi sumbangan besar bagi pertumbuhan ekonomi Belgia pada dasawarsa 1960-an. Perusahaan-perusahaan Amerika Serikat berperan penting dalam perluasan industri ringan dan petrokimia pada dasawarsa 1960-an dan 1970-an.[16]
Industri tradisional Walonia yang lebih tua, terutama industri baja, mulai kehilangan daya saing pada periode ini. Namun, pertumbuhan kemakmuran dunia secara umum menutupi kemunduran tersebut hingga guncangan harga minyak 1973 dan 1979, serta perubahan permintaan internasional sesudahnya, menyeret perekonomian ke dalam resesi berkepanjangan. Pada dasawarsa 1980-an dan 1990-an, pusat ekonomi Belgia terus bergeser ke utara, menuju Flandria, dengan masuknya investasi perusahaan multinasional di bidang industri otomotif dan industri kimia, serta berkembangnya agroindustri setempat untuk tekstil dan pangan.
Pada awal dasawarsa 1980-an, Belgia menghadapi masa penyesuaian struktural yang sulit akibat turunnya permintaan terhadap produk-produk tradisionalnya, memburuknya kinerja ekonomi, dan terabaikannya reformasi struktural. Akibatnya, resesi 1980–1982 mengguncang Belgia secara mendalam: pengangguran meningkat, biaya pengeluaran kesejahteraan bertambah, utang pribadi melonjak, defisit pemerintah naik menjadi 13% dari PDB, dan utang nasional membengkak, meskipun sebagian besar dimiliki di dalam negeri.
Dengan latar belakang yang suram tersebut, pada 1982 pemerintahan koalisi kanan-tengah Perdana Menteri Martens menyusun program pemulihan ekonomi untuk mendorong pertumbuhan berbasis ekspor dengan meningkatkan daya saing industri ekspor Belgia melalui devaluasi sebesar 8,5%. Pertumbuhan ekonomi naik dari 2% pada 1984 hingga mencapai puncaknya sebesar 4% pada 1989. Pada Mei 1990, pemerintah mengaitkan franc Belgia dengan Mark Jerman, terutama dengan mengikuti secara ketat suku bunga Jerman. Akibatnya, ketika suku bunga Jerman naik setelah 1990, suku bunga Belgia juga meningkat dan ikut menekan laju pertumbuhan ekonomi. Pada 1992–1993, ekonomi Belgia mengalami resesi terburuk sejak Perang Dunia II, dengan PDB riil turun 0,96% pada 1993.[21]
Pada 1 Mei 1998, Belgia menjadi anggota gelombang pertama Persatuan Ekonomi dan Moneter Uni Eropa.
Pada abad ke-21
Belgia mengganti franc Belgia dengan euro sebagai mata uangnya setelah 1 Januari 2002. PDB per kapita Belgia termasuk salah satu yang tertinggi di dunia. Pada 2008, pendapatan per kapita berdasarkan KKB mencapai US$37.500. Pemerintah federal belum berhasil menyusun anggaran berimbang dalam beberapa tahun terakhir, sementara utang publik tetap tinggi, yakni 99% dari PDB 2009.[butuh rujukan] Pada 2009, ketika Resesi Besar, Belgia mengalami pertumbuhan negatif dan kenaikan pengangguran.[22] Pertumbuhan PDB pada 2009 tercatat −1,5%.[16]
Pandemi COVID-19
Kebijakan ekonomi dan dampak COVID-19
Selama pandemi Covid-19, pemerintah Belgia menerapkan sejumlah langkah keselamatan, seperti penutupan sementara usaha nonesensial, kewajiban bekerja dari rumah, dan pembatasan ketat perjalanan internasional.[23] Gangguan akibat pandemi Covid-19 dan langkah-langkah penanggulangannya berdampak pada sebagian besar usaha di negara tersebut, meskipun tingkat dampaknya berbeda-beda.[23] Sektor yang paling terdampak adalah hiburan, perdagangan nonpangan, dan akomodasi, yang mengalami kehilangan pendapatan sekitar 70%–90% pada 2020. Sementara itu, sektor seperti administrasi publik dan pendidikan mengalami penurunan pendapatan sebesar 4%–21%.[24] Kondisi ini menyebabkan PDB turun 3,3% menjelang akhir kuartal pertama, lalu turun 11,9% pada kuartal kedua. Setelah pemulihan pada kuartal ketiga dan stabilisasi pada kuartal keempat, PDB secara keseluruhan turun 6,3% pada 2020.[25]
Perdagangan maritim, yang menyumbang sekitar 7% PDB Belgia, turun sekitar 3,4% pada 2020.[26] Sektor seperti otomotif juga menurun dan masih mengalami penurunan hingga kini.[26]
Pendapatan rumah tangga turut menurun akibat COVID-19, dengan sekitar 40% mengalami pengangguran dan pendapatan pasar secara keseluruhan turun sekitar 65% pada 2020.[27] Pada periode yang sama, pola kerja mulai bergeser dari kerja di tempat kerja menjadi kerja jarak jauh dari rumah, dengan sekitar 62% pekerja bekerja secara jarak jauh.[28]
Kebijakan ekonomi COVID-19
Belgia mengadopsi berbagai kebijakan dukungan sebagai tanggapan terhadap penutupan usaha akibat pandemi dan untuk menangani kenaikan jumlah penganggur. Pemerintah memperpanjang masa tunjangan pengangguran dari Juni hingga Agustus, menaikkan besaran tunjangan dari 65% menjadi 70% dari upah sebelumnya,[28] serta memberikan tambahan harian sebesar 5,63 euro pada 2020.[29] Setelah penerapan kebijakan ekonomi tersebut, Belgia juga menghadapi utang sebesar 117,8% dari PDB pada 2021.[30]
Serikat pekerja
Dengan 65% pekerja menjadi anggota serikat, Belgia termasuk negara dengan persentase keanggotaan serikat pekerja tertinggi. Hanya negara-negara Skandinavia yang memiliki kepadatan serikat pekerja lebih tinggi. Serikat terbesar, dengan sekitar 1,7 juta anggota, adalah serikat demokrat Kristen Konfederasi Serikat Pekerja Kristen (ACV-CSC), yang didirikan pada 1904.[31] Asal-usul serikat ini dapat ditelusuri ke "Serikat Pekerja Kapas Anti-Sosialis" yang didirikan pada 1886.[32] Serikat terbesar kedua adalah Federasi Umum Buruh Belgia (ABVV-FGTB) yang berhaluan sosialis, dengan anggota lebih dari 1,5 juta orang.[33] ABVV-FGTB menelusuri asal-usulnya hingga 1857, ketika serikat Belgia pertama didirikan di Gent oleh sekelompok penenun. Serikat ini dan serikat-serikat sosialis lain kemudian bersatu sekitar 1898. Bentuk ABVV-FGTB saat ini berasal dari 1945. Serikat multisektor besar ketiga di Belgia adalah Konfederasi Umum Serikat Pekerja Liberal Belgia (ACLVB-CGSLB), sebuah serikat liberal klasik yang relatif kecil dibandingkan dua serikat pertama, dengan anggota sedikit di bawah 290 ribu orang.[34] ACLVB-CGSLB didirikan pada 1920 untuk menyatukan banyak serikat liberal kecil. Saat itu, serikat liberal tersebut dikenal sebagai "Nationale Centrale der Liberale Vakbonden van België". Pada 1930, ACLVB-CGSLB memakai namanya yang sekarang.[35]
Selain "tiga besar" tersebut, terdapat sejumlah serikat yang lebih kecil, sebagian di antaranya lebih berpengaruh daripada yang lain. Serikat-serikat kecil ini umumnya berfokus pada satu profesi atau sektor ekonomi tertentu. Di samping serikat-serikat khusus tersebut, terdapat pula Serikat Netral dan Independen, yang menolak pilarisasi "tiga besar" serikat pekerja, yaitu keterkaitan mereka dengan partai politik. Ada pula serikat nasionalis Flandria kecil yang hanya berada di wilayah Belgia berbahasa Flandria, yaitu Vlaamse Solidaire Vakbond. Serikat Belgia terakhir yang patut disebut adalah Vrije Bond, serikat anarkis yang sangat kecil tetapi aktif.
Perdagangan
Sekitar 80% perdagangan Belgia berlangsung dengan sesama negara anggota Uni Eropa. Karena persentase tersebut tinggi, Belgia berupaya mendiversifikasi dan memperluas peluang perdagangan dengan negara-negara di luar Uni Eropa. Pemerintah Belgia pada umumnya menentang proteksionisme dan berusaha mempertahankan iklim perdagangan serta investasi yang terbuka dan ramah. Komisi Eropa merundingkan urusan perdagangan atas nama seluruh negara anggota, sehingga mengurangi sengketa perdagangan bilateral dengan Belgia.[16]
Pemerintah Belgia mendorong investasi asing baru sebagai cara untuk meningkatkan lapangan kerja. Seiring devolusi kewenangan daerah, Flandria, Brussel, dan Walonia kini berupaya menarik calon investor asing dengan menawarkan berbagai insentif dan manfaat.[16] Perusahaan asing di Belgia menyerap sekitar 11% dari keseluruhan angkatan kerja.
Tertarik oleh program pasar tunggal Uni Eropa 1992, banyak perusahaan asing dan pengacara menetap di Brussel sejak 1989.[16]
Ketenagakerjaan
Sistem jaminan sosial, yang berkembang pesat pada masa kemakmuran dasawarsa 1950-an dan 1960-an, mencakup sistem kesehatan, tunjangan pengangguran, tunjangan anak, tunjangan disabilitas, serta berbagai tunjangan dan pensiun lainnya. Ketika resesi mulai terjadi pada dasawarsa 1970-an, sistem ini menjadi beban yang makin besar bagi perekonomian dan menyumbang sebagian besar defisit anggaran pemerintah. Angka pengangguran nasional menutupi perbedaan besar antara Flandria dan Walonia. Pengangguran di Walonia terutama bersifat struktural, sedangkan di Flandria lebih bersifat siklis. Tingkat pengangguran di Flandria pada umumnya hanya sekitar separuh dari tingkat pengangguran di Walonia. Kawasan selatan masih menjalani transisi sulit dari industri senja, terutama batu bara dan baja, sementara industri baru seperti bahan kimia, teknologi tinggi, dan jasa mendominasi Flandria.[16]
Tingkat pengangguran Belgia mencapai 6,5% pada 2008. Angkatan kerja Belgia berjumlah 4,99 juta orang. Sebagian besar di antaranya, yaitu 80%, bekerja di sektor jasa. Industri menyerap 19% angkatan kerja, sedangkan pertanian menyerap 1%. Seperti negara industri lainnya, program pensiun dan hak sosial lain menjadi perhatian ekonomi dan politik utama seiring generasi baby boomers mendekati usia pensiun.[16]
Anggaran

Meskipun Belgia merupakan negara kaya, belanja publik jauh melampaui pendapatan selama bertahun-tahun, sementara pemungutan pajak tidak dilakukan dengan ketat. Pemerintah Belgia menanggapi kenaikan harga minyak pada 1973 dan 1979 dengan menyerap tenaga kerja yang tidak lagi diperlukan ke sektor publik dan menyubsidi industri seperti batu bara, baja, tekstil, kaca, dan pembuatan kapal, yang telah kehilangan daya saing internasionalnya. Akibatnya, akumulasi utang pemerintah mencapai 121% dari PDB pada akhir dasawarsa 1980-an. Namun, berkat tingginya tingkat tabungan pribadi di Belgia, pemerintah membiayai defisit terutama dari tabungan domestik, sehingga dampak buruknya terhadap perekonomian secara keseluruhan dapat ditekan.[16]
Pemerintah federal mencatat defisit anggaran sebesar 7,1% pada 1992, saat Perjanjian Maastricht Uni Eropa menetapkan syarat bagi Persatuan Ekonomi dan Moneter yang kemudian mengarah pada penggunaan mata uang bersama euro pada 1 Januari 2002. Di antara kriteria dalam Perjanjian Maastricht, pemerintah Belgia harus menurunkan defisit anggaran menjadi tidak lebih dari 3% PDB pada akhir 1997. Belgia berhasil memenuhi syarat ini; defisit anggaran total pada 2001, tepat sebelum penerapan euro, mencapai 0,2% dari PDB. Sejak itu pemerintah menyeimbangkan anggaran setiap tahun hingga 2009, ketika defisit kembali muncul sekitar US$25 miliar. Akumulasi utang publik Belgia tetap tinggi, yaitu 99% dari PDB 2009.[16] Namun, terjadi sedikit penurunan akumulasi utang publik dibandingkan PDB berkat laju pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi daripada pertumbuhan anggaran. Persentasenya turun dari 99% PDB pada 2009 menjadi 95% PDB pada 2011, penurunan empat poin dalam dua tahun, suatu capaian yang cukup jarang di Dunia Barat.
Perbedaan daerah
Perekonomian Belgia beragam dan tidak dapat dipahami tanpa memperhitungkan perbedaan daerah. Ekonomi Flandria dan Walonia memang berbeda dalam banyak hal, sebagaimana tampak misalnya dalam statistik Eurostat dan OECD.[36] Kota-kota seperti Brussel, Antwerpen, Liège, Brugge, Charleroi, dan Gent juga menunjukkan perbedaan yang besar. PDB per kapita Brussel jauh lebih tinggi daripada kedua daerah lainnya, tetapi angka ini tidak sepenuhnya mencerminkan keadaan sebenarnya karena banyak orang yang bekerja di Daerah Ibu Kota Brussel tinggal di Flandria atau Walonia. Hasil kerja mereka dihitung di Brussel, bukan di tempat tinggal mereka, sehingga PDB per kapita Brussel meningkat secara artifisial dan PDB Flandria serta Walonia sedikit lebih rendah.[37]
Selama sebagian besar dari 20 tahun terakhir, pengangguran di Walonia secara konsisten lebih dari dua kali lipat dibandingkan Flandria, dan bahkan lebih tinggi di Brussel. Pada 2012, tingkat pengangguran Flandria sebesar 4,55%, Walonia 10,12%, dan Brussel 17,47%.[38]
| Peringkat | Wilayah NUTS | Per kapita dalam euro |
% rata-rata Uni Eropa |
|---|---|---|---|
| 1 | Brussel | 69.500 | 196 |
| 2 | Daerah Flandria | 43.800 | 124 |
| 3 | Daerah Walonia | 30.700 | 87 |
Brussel
Sebagai ibu kota de facto Uni Eropa, ekonomi Brussel sangat berorientasi pada jasa. Kota ini menjadi tempat sejumlah kantor pusat regional perusahaan multinasional. Brussel juga menampung banyak lembaga Eropa, selain Pemerintah Federal Belgia, pemerintah Komunitas Flandria, dan pemerintah Komunitas Prancis. Brussel memiliki banyak komuter, dengan 230.000 orang datang dari Flandria dan 130.000 orang dari Walonia. Sebagian besar keberhasilan Brussel bertumpu pada keterampilan pendidikan yang tinggi dalam angkatan kerjanya. Namun, pada Juli 2012, tingkat pengangguran statistik di Brussel mencapai 20,6%.[40]
Flandria

Pada 2004, Pelabuhan Antwerpen merupakan pelabuhan laut terbesar kedua di Eropa menurut volume kargo, sementara stasiun kereta barang Antwerpen menyumbang sepertiga lalu lintas barang Belgia. Antwerpen merupakan pasar berlian terbesar di dunia; ekspor berlian menyumbang sekitar sepersepuluh dari ekspor Belgia. Pabrik BASF di Antwerpen merupakan fasilitas BASF terbesar di luar Jerman dan sendiri menyumbang sekitar 2% ekspor Belgia. Kegiatan industri dan jasa lainnya mencakup pembuatan mobil, telekomunikasi, dan produk fotografi.
Pelabuhan Brugge-Zeebrugge adalah salah satu pelabuhan paling penting, modern, dan paling cepat berkembang di Eropa.[41] Pelabuhan ini merupakan pelabuhan terbesar di Eropa untuk lalu lintas RoRo[42] dan gas alam cair.[43] Pelabuhan ini juga merupakan pelabuhan terbesar di dunia untuk impor dan ekspor kendaraan baru.[44] Pariwisata juga menjadi komponen utama ekonomi Brugge. Karena pusat kota abad pertengahannya yang terpelihara, Brugge menjadi tujuan wisata populer. Setiap tahun sekitar 2,5 juta wisatawan harian mengunjungi kota ini, dan pada 2007 terdapat sekitar 1,4 juta inap malam.
Pelabuhan Gent, di utara kota, merupakan pelabuhan terbesar ketiga di Belgia. Pelabuhan ini diakses melalui Kanal Gent–Terneuzen, yang berakhir di dekat pelabuhan Belanda Terneuzen di Scheldt Barat. Di kawasan pelabuhan ini terdapat perusahaan-perusahaan besar seperti ArcelorMittal, Volvo Cars, Volvo Trucks, Volvo Parts, Honda, dan Stora Enso. Universitas Gent, universitas terbesar kedua di Belgia menurut jumlah mahasiswa, serta sejumlah perusahaan berorientasi riset berada di bagian tengah dan selatan kota. Pariwisata semakin menjadi pemberi kerja utama di daerah setempat. Begonia telah dibudidayakan di kawasan Gent sejak 1860. Belgia merupakan produsen begonia terbesar di dunia, dengan penanaman 60 juta umbi per tahun. Sebanyak 80% hasil panennya diekspor.[45]
Walonia
Pada masa lalu, Liège merupakan salah satu pusat pembuatan baja terpenting di Eropa. Sejak 1817, John Cockerill mengembangkan industri besi dan baja secara luas. Kompleks industri Seraing pernah menjadi yang terbesar di dunia. Meskipun kini hanya bayangan dari kejayaannya dahulu, produksi baja dan pembuatan barang baja tetap penting.
Liège juga menjadi pusat penting pembuatan senjata sejak Abad Pertengahan, dan industri senjata masih kuat dengan keberadaan kantor pusat FN Herstal. Ekonomi daerah ini kini lebih beragam. Pusat-pusat terpentingnya mencakup industri mekanik, seperti mesin pesawat terbang dan propulsi wahana antariksa, teknologi antariksa, teknologi informasi, bioteknologi, serta produksi air, bir, dan cokelat. Liège Science Park, di tenggara kota dekat kampus Universitas Liège, menampung perusahaan rintisan hasil riset (research spin-off) dan usaha teknologi tinggi. Liège juga merupakan pusat logistik yang sangat penting. Kota ini memiliki pelabuhan sungai terbesar ketiga di Eropa, yang terhubung langsung dengan Antwerpen, Rotterdam, dan Jerman melalui Sungai Meuse dan Kanal Albert. Pada 2006, Bandar Udara Liège merupakan bandar udara kargo terpenting kedelapan di Eropa. Terminal penumpang baru dibuka pada 2005. Bandar udara ini juga menjadi penghubung utama dan kantor pusat TNT Airways.
Charleroi memiliki kawasan industri, industri besi dan baja, pabrik kaca, bahan kimia, dan teknik listrik. Charleroi berada di tengah cekungan batu bara yang luas, yang disebut Pays Noir. Banyak timbunan limbah tambang (slag heap) masih mengelilingi kota ini.[46] Charleroi juga dikenal karena industri penerbitannya, dengan Dupuis, salah satu penerbit utama komik Prancis-Belgia, yang terletak di Marcinelle.
Data

Tabel berikut menunjukkan indikator ekonomi utama pada 1980–2021, dengan perkiraan staf IMF untuk 2022–2027. Inflasi di bawah 5% ditandai dengan warna hijau.[47]
| Tahun | PDB
(miliar US$ KKB) |
PDB per kapita
(US$ KKB) |
PDB
(miliar US$ nominal) |
PDB per kapita
(US$ nominal) |
Pertumbuhan PDB
(riil) |
Tingkat inflasi
(persen) |
Pengangguran
(persen) |
Utang pemerintah
(% dari PDB) |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1980 | 106,1 | 10.769,0 | 123,5 | 12.529,3 | ▲6,7% | 8,3% | 76,8% | |
| 1981 | ▲7,6% | ▲10,0% | ▲89,7% | |||||
| 1982 | ▲8,7% | ▲11,5% | ▲99,6% | |||||
| 1983 | ▲7,7% | ▲110,3% | ||||||
| 1984 | ▲6,3% | ▲10,8% | ▲114,6% | |||||
| 1985 | ▲119,4% | |||||||
| 1986 | ▲124,7% | |||||||
| 1987 | ▲129,2% | |||||||
| 1988 | ▲129,7% | |||||||
| 1989 | ||||||||
| 1990 | ▲130,3% | |||||||
| 1991 | ▲131,8% | |||||||
| 1992 | ▲7,1% | ▲134,7% | ||||||
| 1993 | ▲8,6% | ▲138,9% | ||||||
| 1994 | ▲9,8% | |||||||
| 1995 | ||||||||
| 1996 | ||||||||
| 1997 | ||||||||
| 1998 | ▲9,3% | |||||||
| 1999 | ||||||||
| 2000 | ||||||||
| 2001 | ||||||||
| 2002 | ▲7,5% | |||||||
| 2003 | ▲8,2% | |||||||
| 2004 | ▲8,4% | |||||||
| 2005 | ▲8,5% | |||||||
| 2006 | ||||||||
| 2007 | ||||||||
| 2008 | ▲93,2% | |||||||
| 2009 | ▲8,0% | ▲100,2% | ||||||
| 2010 | ▲8,4% | ▲100,3% | ||||||
| 2011 | ▲103,5% | |||||||
| 2012 | ▲7,7% | ▲104,8% | ||||||
| 2013 | ▲8,6% | ▲105,5% | ||||||
| 2014 | ▲8,7% | ▲107,0% | ||||||
| 2015 | ||||||||
| 2016 | ||||||||
| 2017 | ||||||||
| 2018 | ||||||||
| 2019 | ||||||||
| 2020 | ▲5,8% | ▲112,8% | ||||||
| 2021 | ▲6,3% | |||||||
| 2022 | ▲9,5% | |||||||
| 2023 | ▲5,6% | ▲105,1% | ||||||
| 2024 | ▲107,2% | |||||||
| 2025 | ▲109,7% | |||||||
| 2026 | ▲112,3% | |||||||
| 2027 | ▲115,1% |
Perusahaan
Pada 2022, sektor dengan jumlah perusahaan terdaftar terbanyak di Belgia adalah sektor jasa, dengan 433.375 perusahaan, disusul sektor keuangan, asuransi, dan real estat dengan 169.544 perusahaan.[48]
Lihat pula
Referensi
- 1 2 3 4 5 6 "Report for Selected Countries and Subjects: April 2024". imf.org. Dana Moneter Internasional.
- 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 "The World Factbook". CIA.gov. Central Intelligence Agency. Diarsipkan dari asli tanggal 12 Januari 2026. Diakses tanggal 11 Oktober 2022.
- ↑ "People at risk of poverty or social exclusion". Eurostat. Diakses tanggal 25 Oktober 2020.
- ↑ "Gini coefficient of equivalised disposable income – EU-SILC survey". Eurostat. Diakses tanggal 25 Oktober 2020.
- ↑ "Labor force, total – Belgium". data.worldbank.org. Bank Dunia. Diakses tanggal 4 Februari 2021.
- ↑ "Employment rate by sex, age group 20-64". ec.europa.eu/eurostat. Eurostat. Diakses tanggal 20 Juli 2024.
- ↑ "Unemployment by sex and age – monthly average". appsso.eurostat.ec.europa.eu. Eurostat. Diakses tanggal 4 Oktober 2020.
- ↑ "Unemployment rate by age group". data.oecd.org. OECD. Diakses tanggal 7 September 2020.[pranala nonaktif]
- 1 2 Taxing Wages 2024: Tax and Gender through the Lens of the Second Earner | READ online.
- 1 2 Taxing Wages 2024: Tax and Gender through the Lens of the Second Earner | OECD iLibrary.
- 1 2 3 4 "Euro area and EU27 government deficit both at 0.6% of GDP" (PDF). ec.europa.eu/eurostat. Eurostat. Diakses tanggal 28 April 2020.
- ↑ "European Cohesion Policy in Belgium" (PDF). Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 25 Desember 2017. Diakses tanggal 25 Desember 2017.
- ↑ "Sovereigns rating list". Standard & Poor's. Diakses tanggal 26 Mei 2011.
- ↑ "Scope downgrades Belgium to A+ and revises the Outlook to Stable". Scope Ratings. Diakses tanggal 14 November 2025.
- ↑ "Belgium: Introduction". globaledge.msu.edu. Diakses tanggal 14 April 2023.
- 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 "Belgium". Departemen Luar Negeri Amerika Serikat. April 2010. Diakses tanggal 9 Mei 2010.
- ↑ Kenworthy, Lane (1999). "Do Social-Welfare Policies Reduce Poverty? A Cross-National Assessment" (PDF). Social Forces. 77 (3): 1119–1139. doi:10.2307/3005973. JSTOR 3005973. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 10 Agustus 2013.
- ↑ Moller, Stephanie; Huber, Evelyne; Stephens, John D.; Bradley, David; Nielsen, François (2003). "Determinants of Relative Poverty in Advanced Capitalist Democracies". American Sociological Review. 68 (1): 22–51. doi:10.2307/3088901. JSTOR 3088901.
- ↑ "OECD temporary archive". web-archive.oecd.org. Diakses tanggal 17 Juli 2025.
- ↑ "General government gross debt – annual data". Eurostat. Diakses tanggal 10 September 2022.
- ↑ "Belgium GDP - Worldometer". www.worldometers.info (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 3 Agustus 2024.
- ↑ "Belgium". CIA World Factbook. Diarsipkan dari asli tanggal 12 Januari 2026.
- 1 2 "How Belgian firms fared in the COVID-19 pandemic?" (PDF). savearchive.zbw.eu. hlm. 3. Diakses tanggal 24 Agustus 2025.
- ↑ I Marchal II Vanderkelen III Cantillon IV Decancq V Decoster, I Sarah II Jonas III Bea IV Koen V Andrè. "The Distributional Impact of the COVID-19 Shock on Household Incomes in Belgium" (PDF). Covivat: 7, 4, 9.
- ↑ I Coppens II Minne III Piton IV Warisse, I B II G III C IV Ch. "The Belgian economy in the wake of the COVID-19 shock" (PDF). hlm. 2.
- 1 2 Rubbrecht, Ilse. "Economic importance of the Belgian maritime and inland ports" (PDF). Econstor: 15.
- ↑ I Marchal II Vanderkelen III Cantillon IV Decancq V Decoster, I Sarah II Jonas III Bea IV Koen V Andrè. "The Distributional Impact of the COVID-19 Shock on Household Incomes in Belgium" (PDF). Covivat: 7, 4, 9.
- 1 2 "Working life in the COVID-19 pandemic 2020" (PDF). European Foundation for the Improvement of Living and Working Conditions. hlm. 6, 8. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 6 Oktober 2022. Diakses tanggal 24 Agustus 2025.
- ↑ I Marchal II Vanderkelen III Cantillon IV Decancq V Decoster, I Sarah II Jonas III Bea IV Koen V Andrè. "The Distributional Impact of the COVID-19 Shock on Household Incomes in Belgium" (PDF). Covivat: 7, 4, 9.
- ↑ I Chattopadhyay II Knüpling III Chebenova IV Whittington V Phillip Gonzalez, I Rupak II Felix III Diana IV Liam V Phillip. "Federalism and the Response to COVID-19: A Comparative Analysis" (PDF). Routledge Series on the Humanities and the Social Sciences in a Post-Covid-19 World: 66.
- ↑ "Aantal leden christelijke vakbond neemt jaar na jaar toe". Diakses tanggal 16 Januari 2018.
- ↑ "130 jaar ACV-geschiedenis". Diarsipkan dari asli tanggal 18 Juni 2017. Diakses tanggal 16 Januari 2018.
- ↑ "Hoeveel leden telt het ABVV? – Vlaams ABVV – Socialistische vakbond in Vlaanderen – Algemeen Belgisch Vakverbond ABVV". vlaamsabvv.be. Diarsipkan dari asli tanggal 19 Desember 2011. Diakses tanggal 16 Januari 2018.
- ↑ "Structuur en kerncijfers van de ACLVB". 12 Oktober 2015. Diarsipkan dari asli tanggal 22 Juli 2015. Diakses tanggal 16 Januari 2018.
- ↑ "Geschiedenis van de ACLVB". 12 Oktober 2015. Diarsipkan dari asli tanggal 22 Juli 2015. Diakses tanggal 16 Januari 2018.
- ↑ "Economic performance, competitiveness, and well-being in Wallonia: a comparative analysis with other European transition regions".
- ↑ "Gross domestic product per capita". Flanders.be (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 13 April 2026.
- ↑ "Le marché du travail en chiffres absolus". fgov.be. Diarsipkan dari asli tanggal 17 Maret 2014. Diakses tanggal 17 Maret 2014.
- ↑ "Gross domestic product (GDP) at current market prices by NUTS 2 regions". Eurostat.
- ↑ "Taux de chômage stable (20,6%) mais augmentation du nombre de chercheurs d'emploi sur base annuelle" (PDF). Actiris.be.[pranala nonaktif permanen]
- ↑ "Invest in Flanders". Invest in Flanders. Diarsipkan dari asli tanggal 31 Agustus 2011. Diakses tanggal 28 Februari 2013.
- ↑ [pranala nonaktif]
- ↑ "WINGAS GmbH: Zeebrugge". Wingas.de. Diarsipkan dari asli tanggal 25 Februari 2012. Diakses tanggal 28 Februari 2013.
- ↑ [pranala nonaktif]
- ↑ "Brussels' Flower Carpet". flowercarpet.be. Diarsipkan dari asli tanggal 13 Februari 2012.
- ↑ Dunford, Martin; Lee, Phil (2002). Belgium & Luxembourg. Rough Guides. ISBN 9781858288710.
- ↑ "Report for Selected Countries and Subjects".
- ↑ "Industry Breakdown of Companies in Belgium". HitHorizons.
Artikel ini berisi bahan berstatus domain umum dari situs web atau dokumen CIA World Factbook.
Artikel ini berisi bahan berstatus domain umum dari situs web atau dokumen Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (U.S. Bilateral Relations Fact Sheets).
Pranala luar
Media terkait Economy of Belgium di Wikimedia Commons
| Anggota | |
|---|---|
| Calon | |
| Calon potensial | |