Variabel diskrit, terkadang berguna untuk nilai-nilai yang diamati sebagai titik tengah dari interval kontinu yang mendasarinya. Contohnya adalah skala Likert, di mana pendapat atau preferensi dinyatakan pada skala dengan sejumlah kemungkinan respons yang tetap. Jika skala terdiri dari bilangan bulat positif, pengamatan 3 dapat dianggap mewakili interval dari 2,50 hingga 3,50. Dimungkinkan untuk memperkirakan median dari variabel yang mendasarinya.
Jika, misalnya, 22% pengamatan bernilai 2 atau di bawahnya dan 55,0% bernilai 3 atau di bawahnya (sehingga 33% bernilai 3), maka median
adalah 3 karena median adalah nilai terkecil dari
yang mana
lebih besar dari setengah. Namun, median terinterpolasi berada di antara 2,50 dan 3,50. Pertama kita tambahkan setengah dari lebar interval
ke median untuk mendapatkan batas atas interval median. Kemudian dikurangi proporsi lebar interval yang sama dengan proporsi dari 33% yang berada di atas tanda 50%. Dengan kata lain, kita membagi lebar interval secara pro rata dengan jumlah pengamatan. Dalam kasus ini, 33% dibagi menjadi 28% di bawah median dan 5% di atasnya, jadi dikurangi 5/33 dari lebar interval dari batas atas 3,50 untuk mendapatkan median terinterpolasi sebesar 3,35. Secara lebih formal, jika nilai-nilai
diketahui, median terinterpolasi dapat dihitung dari
![{\displaystyle m_{\text{int}}=m+w\left[{\frac {1}{2}}-{\frac {F(m)-{\frac {1}{2}}}{f(m)}}\right].}](https://wikimedia.org/api/rest_v1/media/math/render/svg/5e823608d9eba650d4796825d3043ef41d06370e)
Atau, jika dalam sampel yang diamati terdapat
skor di atas kategori median,
skor di dalamnya, dan
skor di bawahnya, maka median terinterpolasi diberikan oleh
![{\displaystyle m_{\text{int}}=m+{\frac {w}{2}}\left[{\frac {k-i}{j}}\right].}](https://wikimedia.org/api/rest_v1/media/math/render/svg/8519008345d5bd2863ff18203d1b6144f851ae95)