ENSIKLOPEDIA
Ekonomi Swedia
| Ekonomi Swedia | |
|---|---|
| Mata uang | Krona Swedia (SEK • KR) |
| Tahun fiskal | Tahun kalender |
| Organisasi perdagangan | UE, WTO, OECD, dan lainnya |
| Statistik | |
| PDB | |
| Pertumbuhan PDB | 1,5% (2025)[1] |
| PDB per kapita | |
| PDB per sektor | |
| Inflasi (IHK) |
|
| Penduduk di bawah garis kemiskinan |
|
| Koefisien gini | |
| Angkatan kerja | |
| Angkatan kerja berdasarkan sektor |
|
| Pengangguran | 8,8% (2025)[8] |
| Gaji kotor rata-rata | 41.600 kr / €3.744 per bulan[9] (2025) |
| Gaji bersih rata-rata | 32.622 kr / €2.936 per bulan[10] (2025) |
| Industri utama |
|
| Eksternal | |
| Ekspor | $185 miliar (2025)[11] |
| Komoditas ekspor | Mesin, kendaraan bermotor, produk kertas, pulp dan kayu, produk besi dan baja, bahan kimia, persenjataan militer |
| Tujuan ekspor utama |
|
| Impor | $179 miliar (2025)[13] |
| Komoditas impor | Mesin, minyak bumi dan produk minyak bumi, bahan kimia, kendaraan bermotor, besi dan baja; bahan pangan, pakaian |
| Negara asal impor utama |
|
| Modal investasi langsung asing | $0,5 triliun (perkiraan 31 Desember 2012) |
| Utang kotor luar negeri | $911 miliar (2019)[15] |
| Pembiayaan publik | |
| Utang publik | |
| Pendapatan | 49,8% dari PDB (2019)[16] |
| Beban | 49,3% dari PDB (2019)[16] |
| Bantuan ekonomi |
|
| Peringkat utang | |
| Cadangan mata uang asing | $60 miliar (perkiraan 31 Desember 2012)[22] |

Swedia memiliki ekonomi berorientasi ekspor yang sangat maju, didukung oleh kayu, tenaga air, dan bijih besi. Ketiganya menjadi basis sumber daya bagi perekonomian yang bertumpu pada perdagangan luar negeri. Industri utamanya meliputi kendaraan bermotor, telekomunikasi, pengobatan, mesin industri, peralatan presisi, produk kimia, barang dan peralatan rumah tangga, kehutanan, besi, serta baja. Secara tradisional, Swedia mengandalkan ekonomi pertanian modern yang mempekerjakan lebih dari separuh angkatan kerja dalam negeri. Kini, Swedia terus mengembangkan industri rekayasa, pertambangan, baja, dan pulp yang berdaya saing internasional, sebagaimana terlihat pada perusahaan seperti Ericsson, ASEA/ABB, SKF, Alfa Laval, AGA, dan Dyno Nobel.[23]
Swedia merupakan ekonomi campuran terbuka yang kompetitif. Sistem negara kesejahteraannya kuat, dengan belanja sektor publik mencapai tiga perlima PDB.[24][25] Pada 2014, pemerintah menguasai 24% kekayaan nasional.[26]
Karena menjadi salah satu negara netral pada Perang Dunia II, Swedia tidak perlu membangun kembali basis ekonomi, sistem perbankan, ataupun negaranya secara keseluruhan seperti yang harus dilakukan banyak negara Eropa lainnya. Swedia mencapai standar hidup tinggi melalui perpaduan kapitalisme teknologi tinggi dan tunjangan kesejahteraan yang luas. Jika diukur sebagai persentase pendapatan negara, total penerimaan pajaknya merupakan yang tertinggi kedua setelah Denmark. Pada 2012, total penerimaan pajak mencapai 44,2% dari PDB, turun dari 48,3% pada 2006.[27]
Pada 2014, Institut Nasional Riset Ekonomi Swedia memperkirakan pertumbuhan PDB masing-masing sebesar 1,8%, 3,1%, dan 3,4% untuk 2014, 2015, dan 2016.[28][butuh pemutakhiran] Perbandingan proyeksi tingkat pertumbuhan ekonomi negara-negara Uni Eropa menunjukkan bahwa hanya negara-negara Baltik, Polandia, dan Slowakia yang diperkirakan mempertahankan tingkat pertumbuhan yang sebanding atau lebih tinggi.[29]
Sejarah
Pada abad ke-19, Swedia beralih dari negara yang perekonomiannya sebagian besar bertumpu pada pertanian menuju tahap awal industrialisasi dan urbanisasi. Kemiskinan masih meluas sehingga banyak penduduknya beremigrasi, terutama ke Amerika Serikat.[30] Reformasi ekonomi serta pembentukan sistem ekonomi modern, bank, dan perusahaan berlangsung pada paruh kedua abad tersebut. Pada masa itu, Swedia dapat dianggap sebagai "pusat kekuatan" kawasan Skandinavia karena proses industrialisasinya berkembang pesat sejak dasawarsa 1860-an. Selain itu, Riksdag Swedia telah menjadi parlemen yang sangat aktif sejak Zaman Kebebasan (1719–1772). Tradisi ini berlanjut sepanjang abad ke-19 dan menjadi landasan peralihan menuju demokrasi modern pada penghujung abad. Tingkat pembentukan modal manusia yang relatif tinggi, sebagai hasil Reformasi dan kebijakan pemerintah terkait, serta tradisi demokrasi setempat memungkinkan negara-negara Skandinavia, termasuk Swedia, mengejar ketertinggalannya. Kebangkitan ekonomi tersebut mungkin merupakan fenomena paling menonjol di kawasan itu pada abad ke-19.[31]
Pada dasawarsa 1930-an, Swedia telah mencapai keadaan yang pada 1938 disebut majalah Life sebagai "standar hidup tertinggi di dunia".[32] Swedia menyatakan netralitasnya dalam kedua perang dunia sehingga terhindar dari kerusakan fisik berskala besar. Negara ini justru memperoleh keuntungan dari keadaan baru, terutama setelah Perang Dunia I, seperti lonjakan permintaan bahan mentah dan bahan pangan serta hilangnya persaingan internasional terhadap ekspornya.[33] Ledakan ekonomi pascaperang, yang melanjutkan kecenderungan inflasi tinggi semasa perang,[33] mendorong kemakmuran ekonomi Swedia. Sejak dasawarsa 1970-an hingga mencapai puncaknya pada resesi mendalam awal dasawarsa 1990-an, perkembangan standar hidup di Swedia lebih lambat daripada di banyak negara industri lain. Kinerja ekonominya membaik sejak pertengahan dasawarsa 1990-an.[butuh rujukan]
Pada 2009, Swedia menempati peringkat kesepuluh dunia berdasarkan PDB per kapita nominal dan peringkat ke-14 berdasarkan Keseimbangan kemampuan berbelanja.[34]
Krisis dasawarsa 1990-an
Sejak berakhirnya Perang Dunia II, model ekonomi Swedia dicirikan oleh kerja sama erat antara pemerintah, serikat pekerja, dan perusahaan. Perekonomiannya menyediakan tunjangan sosial yang luas dan universal, yang dibiayai melalui pajak tinggi hingga mendekati 50% dari PDB.[35] Pada dasawarsa 1980-an, peningkatan pesat penyaluran kredit memicu gelembung properti dan keuangan. Restrukturisasi sistem perpajakan untuk mengutamakan inflasi rendah, bersamaan dengan perlambatan ekonomi internasional pada awal dasawarsa 1990-an, menyebabkan gelembung tersebut pecah. PDB turun sebesar 5% antara 1990 dan 1993, sedangkan pengangguran melonjak sehingga memicu krisis ekonomi terburuk di Swedia sejak dasawarsa 1930-an. Menurut analisis yang diterbitkan Computer Sweden pada 1992, investasi dalam teknologi informasi dan perangkat komputasi merosot tajam, kecuali di sektor keuangan dan perbankan, yaitu sektor yang turut memicu krisis.[36] Tingkat investasi dalam teknologi informasi dan komputer telah pulih pada 1993.[37] Pada 1992, terjadi aksi jual besar-besaran terhadap krona. Bank sentral sempat menaikkan suku bunga menjadi 500% dalam upaya yang gagal mempertahankan nilai tukar tetap mata uang tersebut.[38] Jumlah tenaga kerja yang terserap turun hampir 10% selama krisis.
Ledakan properti berakhir dengan kejatuhan pasar. Pemerintah mengambil alih hampir seperempat aset perbankan dengan biaya sekitar 4% dari PDB negara. Langkah ini secara tidak resmi disebut "Solusi Stockholm". Pada 2007, Federal Reserve Amerika Serikat menyatakan, "Pada awal dasawarsa 1970-an, Swedia memiliki salah satu tingkat pendapatan tertinggi di Eropa; kini, keunggulan itu nyaris lenyap... Jadi, bahkan krisis keuangan yang dikelola dengan baik pun tidak benar-benar berakhir bahagia".[39]
Sistem kesejahteraan yang berkembang pesat sejak dasawarsa 1970-an tidak dapat dipertahankan ketika PDB dan penyerapan tenaga kerja menurun, sedangkan pembayaran tunjangan sosial meningkat. Pada 1994, defisit anggaran pemerintah melampaui 15% dari PDB. Pemerintah menanggapinya dengan memangkas belanja dan menjalankan berbagai reformasi untuk meningkatkan daya saing Swedia. Perbaikan prospek ekonomi internasional yang disertai pertumbuhan pesat sektor teknologi informasi, yang dapat dimanfaatkan dengan baik oleh Swedia, memungkinkan negara itu keluar dari krisis.[40]
Sebagian kalangan memandang krisis dasawarsa 1990-an sebagai berakhirnya model kesejahteraan yang banyak dibicarakan, yaitu "Svenska modellen", yang secara harfiah berarti "Model Swedia". Krisis itu menunjukkan bahwa tingkat belanja pemerintah Swedia sebelumnya tidak dapat dipertahankan dalam jangka panjang di tengah ekonomi global yang terbuka.[41] Berbagai keunggulan Model Swedia yang banyak dipuji sebenarnya juga perlu dipandang sebagai hasil keadaan khusus pasca-Perang Dunia II. Swedia tidak terdampak perang, sedangkan perekonomian negara-negara pesaingnya relatif lemah.[42]
Meskipun demikian, reformasi yang diberlakukan selama dasawarsa 1990-an tampaknya menghasilkan model yang memungkinkan tunjangan kesejahteraan yang luas dipertahankan dalam ekonomi global.[35]
Dalam beberapa tahun terakhir, model negara kesejahteraan Swedia melemah. Privatisasi berskala besar telah dilakukan sejak dasawarsa 1990-an, termasuk pada layanan publik seperti kesehatan dan pendidikan. Ketimpangan meningkat tajam, terutama karena sistem perpajakan tidak mengenakan pajak atas kekayaan dan warisan.[43]
Data
Tabel berikut menunjukkan indikator ekonomi utama pada 1980–2021 (dengan perkiraan staf IMF untuk 2022–2027). Inflasi di bawah 5% ditampilkan dengan warna hijau.[44]
| Tahun | PDB
(dalam miliar US$ KKB) |
PDB per kapita
(dalam US$ KKB) |
PDB
(dalam miliar US$ nominal) |
PDB per kapita
(dalam US$ nominal) |
Pertumbuhan PDB
(riil) |
Tingkat inflasi
(dalam persen) |
Pengangguran
(dalam persen) |
Utang pemerintah
(dalam % PDB) |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1980 | 87,6 | 10.531,9 | 140,4 | 16.877,2 | ▲17,5% | 2,7% | t/a | |
| 1981 | ▲12,1% | ▲3,4% | t/a | |||||
| 1982 | ▲8,6% | ▲4,3% | t/a | |||||
| 1983 | ▲8,9% | ▲4,8% | t/a | |||||
| 1984 | ▲8,0% | t/a | ||||||
| 1985 | ▲7,4% | t/a | ||||||
| 1986 | t/a | |||||||
| 1987 | t/a | |||||||
| 1988 | ▲5,8% | t/a | ||||||
| 1989 | ▲6,4% | t/a | ||||||
| 1990 | ▲10,5% | ▲2,2% | t/a | |||||
| 1991 | ▲8,8% | ▲4,0% | t/a | |||||
| 1992 | ▲7,1% | t/a | ||||||
| 1993 | ▲11,2% | 65,7% | ||||||
| 1994 | ▲68,2% | |||||||
| 1995 | ▲68,3% | |||||||
| 1996 | ▲10,9% | ▲68,7% | ||||||
| 1997 | ||||||||
| 1998 | ||||||||
| 1999 | ||||||||
| 2000 | ||||||||
| 2001 | ▲51,8% | |||||||
| 2002 | ▲6,0% | |||||||
| 2003 | ▲6,6% | |||||||
| 2004 | ▲7,4% | |||||||
| 2005 | ▲7,8% | ▲48,8% | ||||||
| 2006 | ||||||||
| 2007 | ||||||||
| 2008 | ▲6,4% | |||||||
| 2009 | ▲8,5% | ▲40,7% | ||||||
| 2010 | ▲8,8% | |||||||
| 2011 | ||||||||
| 2012 | ▲8,2% | ▲37,5% | ||||||
| 2013 | ▲40,2% | |||||||
| 2014 | ▲44,9% | |||||||
| 2015 | ||||||||
| 2016 | ||||||||
| 2017 | ||||||||
| 2018 | ||||||||
| 2019 | ▲7,0% | |||||||
| 2020 | ▲8,5% | ▲39,2% | ||||||
| 2021 | ▲8,8% | |||||||
| 2022 | ▲7,2% | |||||||
| 2023 | ▲8,4% | |||||||
| 2024 | ||||||||
| 2025 | ||||||||
| 2026 | ||||||||
| 2027 |
Ekonomi kontemporer


Swedia merupakan ekonomi campuran berorientasi ekspor dengan sistem distribusi modern, jaringan komunikasi dalam dan luar negeri yang sangat baik, serta angkatan kerja terampil. Kayu, tenaga air, dan bijih besi menjadi basis sumber daya bagi perekonomian yang sangat berorientasi pada perdagangan internasional. Sektor rekayasa menyumbang 50% produksi dan ekspor Swedia. Telekomunikasi, industri otomotif, dan industri pengobatan juga sangat penting. Pertanian menyumbang 2% terhadap PDB dan lapangan kerja. Industri senjatanya dikenal sangat maju secara teknologi.[45]
Berdasarkan omzet hingga 2013[update], 20 perusahaan terbesar yang terdaftar di Swedia adalah Volvo, Ericsson, Vattenfall, Skanska, Hennes & Mauritz, Electrolux, Volvo Personvagnar, Preem, TeliaSonera, Sandvik, ICA, Atlas Copco, Nordea, Svenska Cellulosa Aktiebolaget, Scania, Securitas, Nordstjernan, SKF, ABB Norden Holding, dan Sony Mobile Communications AB.[46]
Sekitar 4,5 juta penduduk bekerja dan kira-kira sepertiganya berpendidikan tinggi. Pada 2006, PDB per jam kerja Swedia sebesar US$31 dan menempati peringkat kesembilan dunia, dibandingkan dengan US$22 di Spanyol dan US$35 di Amerika Serikat.[47] Menurut OECD, deregulasi, globalisasi, dan pertumbuhan sektor teknologi menjadi pendorong utama produktivitas.[47] PDB per jam kerja tumbuh 2 ½% per tahun untuk perekonomian secara keseluruhan, sedangkan pertumbuhan produktivitas yang disesuaikan dengan dasar tukar mencapai 2%.[47] Swedia merupakan salah satu pemimpin dunia dalam sistem pensiun yang diprivatisasi. Permasalahan pendanaan pensiunnya juga relatif kecil dibandingkan dengan banyak negara Eropa Barat lainnya.[48] Pasar tenaga kerja Swedia menjadi lebih fleksibel, tetapi masih menghadapi sejumlah masalah yang diakui secara luas.[47] Pekerja rata-rata hanya menerima 40% pendapatannya setelah memperhitungkan baji pajak. Tingkat perpajakan keseluruhan yang menurun perlahan, yakni 51% dari PDB pada 2007, masih hampir dua kali lipat tingkat di Amerika Serikat atau Irlandia. Pegawai negeri mencakup sepertiga angkatan kerja Swedia, suatu proporsi yang beberapa kali lipat lebih tinggi daripada di banyak negara lain. Secara keseluruhan, pertumbuhan PDB berlangsung pesat sejak reformasi awal dasawarsa 1990-an, terutama di sektor manufaktur.[49]
Indeks daya saing Forum Ekonomi Dunia 2012–2013 menempatkan Swedia sebagai negara paling berdaya saing keempat.[50] Indeks Kebebasan Ekonomi 2012 menempatkan Swedia sebagai negara dengan ekonomi paling bebas ke-21 dari 179 negara, atau ke-10 dari 43 negara Eropa.[51] Dalam IMD Competitiveness Yearbook 2008, Swedia menempati peringkat kesembilan dengan nilai tinggi dalam efisiensi sektor swasta.[52] Menurut buku The Flight of the Creative Class karya Richard Florida, profesor kajian perkotaan asal Amerika Serikat dari Universitas Toronto, Swedia memiliki daya cipta terbaik di Eropa untuk kegiatan usaha dan diperkirakan menjadi pusat daya tarik bagi tenaga berbakat yang paling berorientasi tujuan di dunia. Buku itu menyusun indeks untuk mengukur jenis daya cipta yang dianggap paling berguna bagi dunia usaha, yakni bakat, teknologi, dan toleransi.[53] Investasi Swedia dalam penelitian dan pengembangan melampaui 3,5% dari PDB pada 2007. Angka ini jauh lebih tinggi daripada di sejumlah negara maju, termasuk Amerika Serikat, dan merupakan yang terbesar di antara anggota OECD.[54]
Swedia menolak euro melalui referendum pada 2003 dan mempertahankan mata uangnya sendiri, krona Swedia (SEK). Riksbank Swedia, yang didirikan pada 1668 dan menjadi bank sentral tertua di dunia, kini berfokus menjaga kestabilan harga dengan sasaran inflasi 2%. Menurut Economic Survey of Sweden 2007 terbitan OECD, rata-rata inflasi Swedia termasuk yang terendah di antara negara-negara Eropa sejak pertengahan dasawarsa 1990-an. Keadaan tersebut sebagian besar dipengaruhi deregulasi dan pemanfaatan globalisasi secara cepat.[47]
Arus perdagangan terbesar berlangsung dengan Jerman, Amerika Serikat, Norwegia, Britania Raya, Denmark, dan Finlandia.
Kondisi ekonomi Swedia membaik secara berarti sejak resesi parah pada awal dasawarsa 1990-an. Pertumbuhan ekonomi berlangsung kuat dalam beberapa tahun terakhir. Meskipun melambat antara 2001 dan 2003, laju pertumbuhan kembali meningkat dengan rata-rata 3,7% selama tiga tahun terakhir. Prospek pertumbuhan jangka panjang tetap baik. Inflasi rendah dan stabil serta diperkirakan tetap rendah selama dua hingga tiga tahun berikutnya.[butuh pemutakhiran]
Sektor ekspor berkembang pesat sejak pertengahan dasawarsa 1990-an dan menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi. Ekspor Swedia juga terbukti sangat tangguh. Struktur ekspor berubah secara nyata ketika jasa, industri teknologi informasi, dan telekomunikasi mengambil alih peran industri tradisional seperti baja, kertas, dan pulp. Perubahan ini membuat sektor ekspor Swedia tidak terlalu rentan terhadap gejolak internasional. Namun, pada saat yang sama, industri Swedia menerima pendapatan lebih sedikit dari ekspornya, sedangkan harga impor meningkat. Antara 1995 dan 2003, harga ekspor turun 4%, sementara harga impor naik 11%. Akibatnya, dasar tukar Swedia merosot 13%.[55]
Pada 2014, anggota legislatif, ekonom, dan IMF memperingatkan kemungkinan terbentuknya gelembung akibat lonjakan harga properti hunian dan meningkatnya utang hipotek pribadi. Rasio utang terhadap pendapatan rumah tangga melampaui 170%. IMF menyerukan reformasi zonasi dan langkah lain untuk menambah pasokan perumahan karena permintaan melampaui penawaran. Pada Agustus 2014, sebanyak 40% peminjam perumahan memiliki pinjaman dengan pembayaran bunga saja, sedangkan peminjam lainnya mengangsur pokok dengan laju yang memerlukan 100 tahun untuk melunasinya.[56]
Sebagian dari artikel ini (yang berkaitan dengan Pemerintah) memerlukan pemutakhiran informasi. Harap perbarui artikel dengan menambahkan informasi terbaru yang tersedia. (Juni 2016) |
Pemerintah

Anggaran pemerintah membaik drastis dari rekor defisit lebih dari 12% terhadap PDB pada 1993. Selama satu dasawarsa sejak 1998, pemerintah mencatat surplus setiap tahun kecuali pada 2003 dan 2004. Surplus 2011 diperkirakan mencapai 99 miliar krona (US$15 miliar).[57] Proses anggaran baru yang ketat, dengan batas belanja yang ditetapkan Riksdag, serta perubahan konstitusional yang menjadikan bank sentral independen telah sangat meningkatkan kredibilitas kebijakan.
Dari sudut pandang keberlanjutan fiskal jangka panjang, reformasi pensiun hari tua yang telah lama dinantikan mulai berlaku pada 1999. Reformasi tersebut menghasilkan sistem yang jauh lebih tangguh menghadapi tren demografi dan ekonomi yang merugikan. Rasio total pembayaran pensiun terhadap keseluruhan pembayaran upah diperkirakan tetap mendekati 20% selama beberapa dasawarsa berikutnya. Konsolidasi fiskal dan reformasi pensiun secara bersama-sama mengembalikan keuangan publik ke keadaan yang berkelanjutan. Utang publik bruto melonjak dari 43% terhadap PDB pada 1990 menjadi 78% pada 1994. Angka itu kemudian stabil sekitar pertengahan dasawarsa 1990-an dan kembali turun secara lebih berarti sejak 1999. Pada 2000, nilainya berada di bawah batas utama 60% dan pada 2010 telah turun menjadi 35% dari PDB.[58]
Perusahaan
Pada 2022, sektor jasa memiliki jumlah perusahaan terdaftar terbanyak di Swedia, yakni 457.044 perusahaan. Posisi berikutnya ditempati sektor keuangan, asuransi, dan lahan yasan dengan 184.377 perusahaan.[butuh rujukan] Sektor konstruksi Swedia berkembang dengan baik. Tingkat penggunaan subkontrak dalam industri tersebut juga meningkat secara berarti sejak dasawarsa 1980-an.
Perusahaan besar lain yang berkantor pusat di Swedia meliputi Spotify, IKEA, Mojang, Volvo, Ericsson, H&M, dan Scandinavian Airlines.[59]
Persatuan ekonomi dan moneter
Perkembangan ekonomi saat ini mencerminkan perbaikan yang cukup berarti sejak krisis 1991–1993. Swedia pun dapat dengan mudah memenuhi syarat untuk mengikuti tahap ketiga Persatuan Ekonomi dan Moneter Uni Eropa dan menggunakan euro sebagai mata uangnya. Secara teoretis, aturan persatuan tersebut mewajibkan Swedia bergabung karena negara itu tidak memperoleh pengecualian melalui protokol atau perjanjian apa pun, berbeda dengan Denmark dan Britania Raya. Meskipun demikian, pada 1997 pemerintah Swedia memutuskan tidak bergabung dengan mata uang bersama sejak penerapannya pada 1 Januari 1999. Keputusan tersebut dijalankan dengan memanfaatkan celah hukum dan sengaja tidak mengikuti Mekanisme Nilai Tukar Eropa.[60] Langkah ini saat ini ditoleransi oleh Bank Sentral Eropa, tetapi lembaga tersebut memperingatkan bahwa toleransi semacam itu tidak akan diberikan kepada anggota Uni Eropa yang lebih baru.[61]
Pada awal abad ke-21, mayoritas anggota Partai Demokrat Sosial yang berkuasa mendukung keanggotaan tersebut. Namun, persoalan ini diperdebatkan dengan sengit dan tokoh-tokoh utama partai terbagi ke dalam kedua kubu. Pada 14 September 2003, referendum nasional mengenai euro diselenggarakan. Sebanyak 56% warga Swedia menolak mata uang bersama tersebut, sedangkan 42% mendukungnya.[62] Tidak ada rencana yang sedang dibahas untuk mengadakan referendum atau pemungutan suara parlemen baru mengenai persoalan itu, meskipun telah diisyaratkan bahwa referendum lain mungkin diadakan sekitar sepuluh tahun kemudian.[63]
Pengangguran
Berbeda dengan sebagian besar negara Eropa lainnya, Swedia mempertahankan tingkat pengangguran sekitar 2–3% dari angkatan kerja sepanjang dasawarsa 1980-an.[64] Namun, keadaan ini disertai inflasi yang tinggi dan terus meningkat.[butuh rujukan] Tingkat pengangguran serendah itu kemudian terbukti tidak berkelanjutan. Ketika krisis parah melanda pada awal dasawarsa 1990-an, angkanya meningkat menjadi lebih dari 8%. Pada 1996, pemerintah menetapkan sasaran untuk menurunkannya menjadi 4% pada 2000. Pada 2000, jumlah penduduk yang bekerja bertambah 90.000 orang, kenaikan terbesar dalam 40 tahun, dan sasaran tersebut tercapai pada musim gugur tahun itu. Pada musim gugur yang sama, pemerintah menetapkan sasaran baru, yakni 80% penduduk usia kerja memiliki pekerjaan tetap paling lambat pada 2004. Sejumlah pihak menyatakan kekhawatiran bahwa pencapaian sasaran lapangan kerja akan mendorong kenaikan upah terlalu tinggi dan meningkatkan inflasi. Namun, pada Agustus 2006, sekitar 5% warga Swedia usia kerja masih menganggur, lebih tinggi daripada sasaran pemerintah. Sebagian orang yang tidak menemukan pekerjaan ditempatkan dalam "kegiatan kebijakan pasar tenaga kerja" yang disebut "AMS-åtgärder".[65]
Menurut Jan Edling, seorang mantan anggota serikat pekerja, jumlah pengangguran sebenarnya jauh lebih tinggi dan angka tersebut ditutupi oleh pemerintah maupun Konfederasi Serikat Pekerja Swedia. Dalam laporannya, Edling menambahkan bahwa 3% warga Swedia lainnya mengikuti program pekerjaan yang diselenggarakan negara, bukan bekerja di sektor swasta. Ia juga menyatakan bahwa 700.000 warga Swedia menjalani cuti sakit jangka panjang atau pensiun dini. Edling mempertanyakan berapa banyak dari mereka yang sebenarnya menganggur. Menurut laporannya, tingkat "pengangguran sebenarnya" berada di sekitar 20%.[66] Sejumlah pengkritik tidak menyetujui konsep "pengangguran sebenarnya", yang juga disebut "pengangguran luas". Mereka tidak menganggap kelompok seperti mahasiswa yang menginginkan pekerjaan, orang yang sedang cuti sakit, dan wajib militer sebagai "penganggur".[67]
Menurut Statistiska centralbyrån, tingkat pengangguran pada Juni 2013 mencapai 9,1% di kalangan penduduk umum dan 29% pada kelompok usia 15–25 tahun.[68]
Serikat pekerja
Sekitar 70% angkatan kerja Swedia menjadi anggota serikat pekerja.[69][70] Sebagian besar serikat pekerja memiliki organisasi pengusaha sebagai mitranya. Serikat pekerja dan organisasi pengusaha tidak bergantung pada pemerintah maupun partai politik. Namun, konfederasi serikat terbesar, Konfederasi Serikat Pekerja Swedia atau LO, yang mengorganisasi pekerja kerah biru, menjalin hubungan erat dengan salah satu dari tiga partai utama, yakni Demokrat Sosial.
Tingkat keanggotaan serikat pekerja di kalangan pekerja kerah putih sangat tinggi di Swedia dan sejak 2008 melampaui pekerja kerah biru. Pada 2023, tingkat keanggotaan pekerja kerah biru sebesar 58%, sedangkan pekerja kerah putih 73%, dengan mengecualikan mahasiswa penuh waktu yang bekerja paruh waktu.[71] Tepat sebelum iuran dana pengangguran serikat dinaikkan cukup besar pada Januari 2007, tingkat keanggotaan kedua kelompok sama-sama 77% pada 2006.[72][73] Rata-ratanya mencapai 70% pada 2011–2014, 69% pada 2015–2017, serta 68% pada 2018 dan 2019. Dua konfederasi utama mengorganisasi tenaga profesional dan pegawai berkualifikasi lainnya, yaitu Konfederasi Pegawai Profesional Swedia (Tjänstemännens Centralorganisation atau TCO) dan Konfederasi Perhimpunan Profesional Swedia (Sveriges Akademikers Centralorganisation atau SACO). Keduanya tidak bergantung pada partai politik Swedia dan tidak pernah mendukung calon dalam pemilihan politik.
Tidak ada upah minimum yang diwajibkan oleh undang-undang. Standar upah minimum di setiap sektor umumnya ditetapkan melalui perundingan bersama. Sekitar 90% pekerja tercakup dalam perjanjian kerja bersama, termasuk 83% pekerja sektor swasta pada 2018.[74][75] Cakupan perjanjian kerja bersama yang tinggi tercapai tanpa mekanisme negara untuk memperluas perjanjian tersebut ke seluruh industri atau sektor. Keadaan ini mencerminkan dominasi pengaturan mandiri, yaitu pengaturan oleh para pihak di pasar tenaga kerja, dibandingkan dengan pengaturan negara dalam hubungan industrial Swedia.[76][77]
Swedia belum bergabung dengan EMU, yakni Persatuan Ekonomi dan Moneter atau kawasan euro, dan diperkirakan tidak akan bergabung dalam waktu dekat. Ketika persoalan ini menjadi agenda politik, gerakan serikat pekerja Swedia sangat terpecah.[78] Berbeda dengan sikap organisasi pengusaha yang sangat mendukung, pandangan anggota biasa serikat begitu terbagi sehingga beberapa serikat serta konfederasi LO, TCO, dan SACO tidak menetapkan pendirian resmi.
Angkatan kerja
Kesenjangan upah yang secara tradisional rendah meningkat dalam beberapa tahun terakhir akibat bertambahnya fleksibilitas dan menguatnya peran penetapan upah di tingkat perusahaan. Meskipun demikian, pegawai Swedia yang tidak terampil memperoleh upah tinggi, sedangkan pegawai berpendidikan tinggi menerima upah lebih rendah dibandingkan dengan kelompok setara di negara pesaing di Eropa Barat dan Amerika Serikat. Kenaikan rata-rata upah riil pada beberapa tahun terakhir tergolong tinggi menurut ukuran historis, terutama karena kestabilan harga yang tidak diperkirakan sebelumnya. Walaupun demikian, tingkat upah nominal dalam beberapa tahun terakhir sedikit lebih tinggi daripada di negara-negara pesaing. Upah sektor swasta di Swedia meningkat dengan rata-rata tahunan 3,75% antara 1998 dan 2000, sedangkan kenaikan sebanding di Uni Eropa sebesar 1,75%. Pada 2000, jumlah angkatan kerja mencapai sekitar 4,4 juta orang.[67]
Privatisasi yang sedang berlangsung dan telah selesai
Pemerintah Swedia mengumumkan rencana untuk memprivatisasi sejumlah perusahaan yang seluruh atau sebagian sahamnya dimiliki negara. "Pendapatan dari penjualan ini akan digunakan untuk melunasi utang pemerintah dan mengurangi beban utang bagi generasi mendatang. Pemerintah menargetkan penjualan perusahaan senilai SEK 200 miliar selama 2007–2010."[79]
- Privatisasi yang sedang berlangsung
- Telia Sonera – telekomunikasi. Sebanyak 37,3% sahamnya dimiliki pemerintah Swedia.[80] Hingga saat itu, saham senilai SEK 18 miliar telah dijual sehingga kepemilikan negara turun dari 45,3% menjadi 37,3%.[81]
- SAS Group – maskapai penerbangan. Sebanyak 14,8% sahamnya dimiliki pemerintah Swedia.[82] Pada 13 Oktober 2016, pemerintah Swedia menjual 13,8 juta saham senilai SEK 213,9 juta. Menteri Perusahaan Mikael Damberg menyatakan, "Terdapat alasan kuat bagi pemerintah Swedia untuk tidak menjadi pemilik jangka panjang sebuah maskapai penerbangan yang sahamnya diperdagangkan di bursa... Penjualan ini merupakan langkah pertama untuk mengurangi kepemilikan pemerintah Swedia secara bertanggung jawab."[83]
- Privatisasi yang telah selesai
- OMX – bursa efek. Sahamnya dijual kepada Borse Dubai seharga SEK 2,1 miliar.[84]
- Vin & Sprit. Dijual kepada Pernod Ricard seharga 5,6 miliar euro.[85]
- Vasakronan. Dijual kepada AP Fastigheter seharga 4,3 miliar euro.
- Nordea – bank. Sebanyak 19,5% sahamnya pernah dimiliki pemerintah Swedia.[86] Blok saham terakhir yang dimiliki pemerintah dijual pada September 2013.
Lihat pula
- Perpajakan di Swedia
- Pertambangan di Swedia
- Swasta
- Pemerintah
- Keuangan pemerintah
- Bank sentral ("Sveriges Riksbank")
- Mata uang ("krona", bentuk jamak "kronor")
- Daftar badan usaha milik negara Swedia
- Kebijakan moneter Swedia
- Kementerian Keuangan
- Institut Nasional Riset Ekonomi Swedia
- Otoritas Pengelolaan Keuangan Nasional Swedia
- Belanja
- Lembaga dan serikat
- Lembaga pemerintah di Swedia
- Konfederasi Perusahaan Swedia (Svenskt Näringsliv)
- Konfederasi Perhimpunan Profesional Swedia (SACO)
- Konfederasi Pegawai Profesional Swedia (TCO)
- Konfederasi Serikat Pekerja Swedia (LO)
- Kebijakan energi
- Keuangan pemerintah
Pranala lain
Referensi
- 1 2 3 4 5 "IMF DataMapper: Sweden". Dana Moneter Internasional. 2026. Diakses tanggal 6 Mei 2026.
- 1 2 "EUROPE :: Sweden". CIA.gov. Badan Intelijen Pusat. Diarsipkan dari asli tanggal 19 Januari 2026. Diakses tanggal 19 November 2021.
- ↑ "World Economic Outlook database: April 2024". IMF (dalam bahasa Inggris).
- ↑ "People at risk of poverty or social exclusion". ec.europa.eu/eurostat. Eurostat.
- ↑ "Gini coefficient of equivalised disposable income - EU-SILC survey". ec.europa.eu/eurostat. Eurostat.
- ↑ "Labor force, total - Sweden". data.worldbank.org. Bank Dunia dan ILO. Diakses tanggal 27 September 2020.
- ↑ "Employment rate by sex, age group 20-64". ec.europa.eu/eurostat. Eurostat. Diakses tanggal 20 Juli 2024.
- ↑ "Arbetslöshet i Sverige".
- ↑ "Medellöner i Sverige".
- ↑ "Calculate salary after tax in Sweden".
- ↑ "Export till våra 30 största handelspartner". Statistiska centralbyrån. Diakses tanggal 17 Januari 2026.
- ↑ "Export till våra 30 största handelspartner". Statistiska centralbyrån. Diakses tanggal 17 Januari 2026.
- ↑ "Import från våra 30 största handelspartner". Statistiska centralbyrån. Diakses tanggal 17 Januari 2026.
- ↑ "Import från våra 30 största handelspartner". Diakses tanggal 17 Januari 2026.
- ↑ Utang luar negeri "Sweden", The World Factbook (dalam bahasa Inggris), Badan Intelijen Pusat, 7 April 2022, diarsipkan dari asli tanggal 19 Januari 2026, diakses tanggal 20 April 2022
- 1 2 3 4 "Euro area and EU27 government deficit both at 0.6% of GDP" (PDF). ec.europa.eu/eurostat. Eurostat. Diakses tanggal 28 April 2020.
- ↑ "Archived copy" (PDF). Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 25 Desember 2017. Diakses tanggal 25 Desember 2017. Pemeliharaan CS1: Salinan terarsip sebagai judul (link)
- ↑ "Archived copy" (PDF). Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 20 April 2017. Diakses tanggal 25 Desember 2017. Pemeliharaan CS1: Salinan terarsip sebagai judul (link)
- ↑ "Sovereigns rating list". Standard & Poor's. Diakses tanggal 26 Mei 2011.
- 1 2 3 Rogers, Simon; Sedghi, Ami (15 April 2011). "How Fitch, Moody's and S&P rate each country's credit rating". The Guardian. Diakses tanggal 28 Mei 2011.
- ↑ "Scope affirms the Kingdom of Sweden's AAA rating with Stable Outlook". Scope Ratings. Diakses tanggal 1 Agustus 2025.
- ↑ "CIA World Fact book – Sweden". CIA. 31 Desember 2012. Diarsipkan dari asli tanggal 19 Januari 2026. Diakses tanggal 26 Juli 2013.
- ↑ Agricultural toward Industrial|Swedish economic history Diarsipkan 9 Agustus 2012 di Wayback Machine.. Ekonomifakta.se (28 September 2012). Diakses 29 Januari 2013.
- ↑ "How Sweden Created a Model Economy". Sweden.se. 2 November 2018. Diarsipkan dari asli tanggal 3 September 2019. Diakses tanggal 3 Oktober 2019.
Today, Sweden has a diverse and highly competitive and successful economy. The World Economic Forum ranks Sweden among the top ten most competitive countries in the world. Sweden is also one of the easiest countries in the world to do business with, according to the World Bank. A key feature of the Swedish economy is its openness and liberal approach to trade and doing business.
- ↑ "Sweden - Economy". Encyclopedia Britannica. Diakses tanggal 3 Oktober 2019.
Most enterprises are privately owned and market-oriented, but when transfer payments—such as pensions, sick pay, and child allowances—are included, roughly three-fifths of gross domestic product (GDP) passes through the public sector. Education, health care, and child care costs are primarily met by taxation. Government involvement in the distribution of national income, however, diminished over the last two decades of the 20th century.
- ↑ Public Wealth in the US and Nordic Countries
- ↑ Skattetrycket| Skattetryck| Skatter| Fakta och statistik Diarsipkan 23 September 2015 di Wayback Machine.. Ekonomifakta.se. Diakses 29 Januari 2013.
- ↑ "Swedish economy marking time". Cision (dalam bahasa Inggris). Konjunkturinstitutet. 27 Agustus 2014. Diakses tanggal 16 Juli 2026.
- ↑ "Taking Europe's Pulse". The Economist. Diakses tanggal 5 Mei 2014.
- ↑ "Sweden – Economic Growth and Structural Change, 1800-2000 – EH.net" (dalam bahasa Inggris Amerika). Diakses tanggal 17 Mei 2026. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
- ↑ Baten, Jörg (2016). A History of the Global Economy. From 1500 to the Present. Cambridge University Press. hlm. 22f. ISBN 9781107507180.
- ↑ "King Gustaf of Sweden". Life. 11 Juli 1938. hlm. 31. Diakses tanggal 12 Oktober 2012.
- 1 2 Baten, Jörg (2016). A History of the Global Economy. From 1500 to the Present. Cambridge University Press. hlm. 25. ISBN 9781107507180.
- ↑ "Economist.com – Country Briefings: Sweden". The Economist.
- 1 2 Steinmo, Sven (2003). "Bucking the Trend? The Welfare State and the Global Economy: The Swedish Case Up Close". New Political Economy (dalam bahasa Inggris). 8 (1): 31–48. doi:10.1080/1356346032000078714. ISSN 1356-3467.
- ↑ "Computer Sweden 1992". Diarsipkan dari asli tanggal 20 Oktober 2017. Diakses tanggal 3 Maret 2015.
- ↑ "Computer Sweden 1993". Diarsipkan dari asli tanggal 20 Oktober 2017. Diakses tanggal 3 Maret 2015.
- ↑ "Krona's Fall Threatens a New Currency Crisis in Europe – International Herald Tribune". Diarsipkan dari asli tanggal 13 Mei 2008. Diakses tanggal 19 Agustus 2007.
- ↑ Ergungor, O. Emre (Juni 2007). "On the Resolution of Financial Crises: The Swedish Experience" (PDF). Policy Discussion Papers (21). ISSN 1528-4344. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 21 Oktober 2013. Diakses tanggal 3 Maret 2015.
- ↑ "Celsius Centre for Scandinavian Studies". Diarsipkan dari asli tanggal 28 Oktober 2007. Diakses tanggal 19 Agustus 2007.
- ↑ (dalam bahasa Swedia) Anförande vid the Economists konferens om Sverige Diarsipkan 5 Juli 2009 di Wayback Machine.. Regeringen.se. Diakses 29 Januari 2013.
- ↑ From War to the Swedish Model| Swedish economic history Diarsipkan 23 Juli 2009 di Wayback Machine.. Ekonomifakta.se (28 September 2012). Diakses 29 Januari 2013.
- ↑ "Global index shows Sweden worst in the Nordic countries at fighting inequality - Oxfam Sweden".
- ↑ "Report for Selected Countries and Subjects".
- ↑
Pierre, Andrew J. (1982). The Global Politics of Arms Sales. Princeton Legacy Library. Princeton, New Jersey: Princeton University Press (dipublikasikan 2014). hlm. 121. ISBN 9781400854271. Diakses tanggal 30 September 2020.
[...] Sweden considers its relatively self-sufficient defense industry to be a cornerstone of its neutrality policy. [...] Its arms industry is highly advanced technologically [...].
- ↑ "The largest companies in the Nordic countries by turnover (excluding national subsidiaries)". Largestcompanies.com. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- 1 2 3 4 5 Economic survey of Sweden 2007 Diarsipkan 26 April 2011 di Wayback Machine.
- ↑ Templat:Unfit oleh Goran Normann, PhD dan Daniel J. Mitchell, PhD, 29 Juni 2000.
- ↑ OECD Economic Surveys: Sweden – Volume 2005 Issue 9 oleh OECD Publishing
- ↑ "The Global Competitiveness Report 2012 - 2013". Africa Competitiveness 2013. Diakses tanggal 3 Maret 2015.
- ↑ "Sweden". Diarsipkan dari versi asli pada 15 Januari 2009. Diakses tanggal 3 Maret 2015.
- ↑ "WCC - Home". IMD. Diakses tanggal 3 Maret 2015.
- ↑ ""Sweden most creative country in Europe & top talent hotspot" Diarsipkan 21 Mei 2007 di Wayback Machine., Invest in Sweden Agency, 25 Juni 2005.
- ↑ "Main Science and Technology Indicators" (PDF). Organization for Economic Co-operation and Development. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 15 Februari 2010. Diakses tanggal 7 September 2008.
- ↑ "Archived copy" (PDF). sn.svensktnaringsliv.se. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 19 Februari 2006. Diakses tanggal 14 Januari 2022. Pemeliharaan CS1: Salinan terarsip sebagai judul (link)
- ↑ "Sweden facing possible property bubble warns IMF". Sweden News.Net. 24 Agustus 2014. Diarsipkan dari asli tanggal 27 Agustus 2014. Diakses tanggal 26 Agustus 2014.
- ↑ "Archived copy" (PDF). Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 28 Juli 2011. Diakses tanggal 11 Juli 2011. Pemeliharaan CS1: Salinan terarsip sebagai judul (link)
- ↑ "Debt facts - Riksgalden.se". Diarsipkan dari asli tanggal 27 Februari 2017. Diakses tanggal 11 Juli 2011.
- ↑ Dubois, A. dan Gadde, L., Supply strategy and network effects — purchasing behaviour in the construction industry, European Journal of Purchasing & Supply Management, Volume 6, Edisi 3–4, Desember 2000, hlm. 207, diakses 11 Oktober 2024
- ↑ J. James Reade, Ulrich Volz (April 2010). "Too Much to Lose, or More to Gain? Should Sweden Join the Euro?" (PDF). University of Birmingham. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 4 November 2021. Diakses tanggal 6 Agustus 2018.
- ↑ Palankai, Tibor (Juli 2015). "THE INTRODUCTION OF THE EURO AND CENTRAL EUROPE" (PDF). Journal of Scientific Papers ECONOMICS & SOCIOLOGY.
- ↑ "Sweden turns back on euro". BBC News. 15 September 2003. Diakses tanggal 1 Mei 2010.
- ↑ Syll, Lars (Juli 2018). "Lars Syll: My Finest Hour – Sweden´s Euro Referendum". Brave New Europe.
- ↑ "Sweden Unemployment Rate". Index Mundi. Diakses tanggal 12 Desember 2011.
- ↑ "Stefan Karlsson's blog". Diakses tanggal 3 Maret 2015.
- ↑ Alla behövs Diarsipkan 26 Mei 2006 di Wayback Machine. Berkas PDF
- 1 2 "Swedish Market". nordichouse.pl. Diarsipkan dari asli tanggal 21 November 2021. Diakses tanggal 6 Agustus 2018.
- ↑ "Labour Force Survey". Statistiska centralbyrån. Diarsipkan dari asli tanggal 8 Juli 2011. Diakses tanggal 11 Juli 2011.
- ↑ Arbetsgivarna starkare än fackföreningarna. DN.SE (18 Juni 2009). Diakses 29 Januari 2013.
- ↑ Kjellberg, Anders (2023) The Nordic Model of Industrial Relations: comparing Denmark, Finland, Norway and Sweden. Department of Sociology, Lund University dan Max Planck Institute for the Study of Societies, Köln.
- ↑ Anders Kjellberg (2025) ”Changes in union density in the Nordic countries”, Nordic Economic Policy Review, hlm. 124–129 (Nordregio dan Dewan Menteri Nordik).
- ↑ Anders Kjellberg (2020) Kollektivavtalens täckningsgrad samt organisationsgraden hos arbetsgivarförbund och fackförbund, Department of Sociology, Lund University. Studies in Social Policy, Industrial Relations, Working Life and Mobility. Research Reports 2020:1, Lampiran 3, Tabel A (dalam bahasa Inggris, diperbarui 2023); lihat pula Anders Kjellberg (2017) The Membership Development of Swedish Trade Unions and Union Confederations Since the End of the Nineteenth Century (Studies in Social Policy, Industrial Relations, Working Life and Mobility). Research Reports 2017:2 (diperbarui 2020). Lund: Department of Sociology, Lund University
- ↑ Anders Kjellberg (2011) "The Decline in Swedish Union Density since 2007" Nordic Journal of Working Life Studies (NJWLS), Vol. 1, No. 1 (Agustus 2011), hlm. 67–93
- ↑ Anders Kjellberg (2020) Kollektivavtalens täckningsgrad samt organisationsgraden hos arbetsgivarförbund och fackförbund, Department of Sociology, Lund University. Studies in Social Policy, Industrial Relations, Working Life and Mobility. Research Reports 2020:1, Lampiran 3, Tabel F (dalam bahasa Inggris)
- ↑ Anders Kjellberg (2019) "Sweden: collective bargaining under the industry norm", dalam Torsten Müller, Kurt Vandaele, dan Jeremy Waddington (eds.), Collective bargaining in Europe: towards an endgame, European Trade Union Institute (ETUI), Brussel, 2019, Vol. III, hlm. 583–604
- ↑ Anders Kjellberg (2017) ”Self-regulation versus State Regulation in Swedish Industrial Relations” dalam Mia Rönnmar dan Jenny Julén Votinius (eds.), Festskrift till Ann Numhauser-Henning. Lund: Juristförlaget i Lund, 2017, hlm. 357–383
- ↑ Kjellberg, Anders (2023) "Trade unions in Sweden: still high union density, but widening gaps by social category and national origin". Dalam Jeremy Waddington, Torsten Mueller, dan Kurt Vandaele (eds.), Trade unions in the European Union. Picking up the pieces of the neoliberal challenge. Brussel: Peter Lang dan Etui. Seri: Travail et Société / Work and Society, Volume 86, 2023, bab 28, hlm. 1051–1092.
- ↑ Kjellberg, Anders (2000) "The Multitude of Challenges Facing Swedish Trade Unions", dalam Jeremy Waddington dan Reiner Hoffmann (eds.), Trade Unions in Europe: Facing Challenges and Searching For Solutions, Brussel: European Trade Union Institute, hlm. 529–573, terutama hlm. 544–547. ISBN 2-930143-36-3
- ↑ "Felsida". Diakses tanggal 3 Maret 2015.
- ↑ "Annual + Sustainability Report 2015" (PDF). Teliasonera. hlm. 47. Diakses tanggal 22 Desember 2016.
- ↑ "Privata Affärer – Placeringstips och råd om aktier, fonder, sparande och privatekonomi". Diarsipkan dari asli tanggal 27 September 2007. Diakses tanggal 3 Maret 2015.
- ↑ "2018 års redogörelse för företag med statligt ägande". 18 Juni 2018.
- ↑ "Svenska staten har sålt 13,8 miljoner aktier i SAS". 13 Oktober 2016.
- ↑ "Regeringen har sålt hela OMX-innehavet". Dagens Industri. 15 Februari 2008. Diakses tanggal 2 Mei 2008.
- ↑ "Pernod wins auction for Vin & Sprit". The Local. 31 Maret 2008. Diakses tanggal 31 Maret 2008.
- ↑ "Shareholders | Nordea.com". Diarsipkan dari asli tanggal 13 November 2006. Diakses tanggal 28 April 2007.
Pranala luar
- Malminen, J., Managing global finance: Choices and constraints in the Swedish financial crisis of 1992. 2005.
- CIA World Factbook: Swedia
- Situs web OECD untuk Swedia dan Survei Ekonomi OECD mengenai Swedia
- Sveriges Riksbank (Bank Sentral Swedia) Diarsipkan 30 November 2005 di Wayback Machine.
- Statistiska centralbyrån
- Diskusi mengenai investasi global di Swedia oleh N. Vardy, Agustus 2006
- Swedia – Pertumbuhan Ekonomi dan Perubahan Struktural, 1800–2000 – EH.Net Encyclopedia
- Departemen Luar Negeri Amerika Serikat – Swedia
- Ringkasan Statistik Perdagangan Swedia dari Bank Dunia
- Bank di Swedia: informasi berguna mengenai lembaga keuangan di negara tersebut
- Tarif yang diberlakukan Swedia sebagaimana disediakan dalam Peta Akses Pasar ITC milik ITC[pranala nonaktif permanen], sebuah pangkalan data daring mengenai tarif bea cukai dan persyaratan pasar
| Anggota | |
|---|---|
| Calon | |
| Calon potensial | |
Ekonomi Eropa | |||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Negara berdaulat |
| ||||||||||||
| Negara dengan pengakuan terbatas | |||||||||||||
| Dependensi dan wilayah lain | |||||||||||||