Stasiun ini pertama dibuka pada 25 Juli 2013, bertepatan dengan dibukanya bandara, dengan melayani Lin Kualanamu, jalur kereta api bandara pertama di Indonesia, yang langsung membawa penumpang ke stasiun Medan. Setelah ditambahkan titik pemberhentian di stasiun Bandar Khalipah, lin ini kemudian digantikan dengan Lin Sri Lelawangsa yang berhenti di stasiun Araskabu, Batang Kuis, Bandar Khalipah, dan Medan. Rute Sri Lelawangsa Kualanamu–Medan tidak terhubung dengan rute Sri Lelawangsa Medan–Binjai–Kuala Bingai.
Bangunan dan tata letak
Stasiun ini hanya memiliki dua jalur kereta api. Awalnya, jalur 1 merupakan sepur lurus.[3] Setelah jalur ganda selesai dibangun sepenuhnya dari stasiun ini hingga Stasiun Medan, jalur 2 juga dijadikan sebagai sepur lurus.
Stasiun ini berstatus stasiun kelas besar tipe B, dengan pimpinan Kepala Stasiun Besar (KSB), Wakil KSB, dan dibantu PPKA (Pengatur Perjalanan Kereta Api). Stasiun ini dilengkapi dengan tiga peron: peron 1 dan 3 digunakan untuk penumpang yang baru datang dari Stasiun Medan, sedangkan peron 2 digunakan untuk penumpang yang akan berangkat menuju Stasiun Medan.[3]
Untuk melihat daftar stasiun secara lengkap, dapat mengklik "(Kategori/Daftar)" pada masing-masing daerah atau pranala artikel. Templat ini meringkas daftar stasiun yang dioperasikan oleh KAI (hanya stasiun utama yang diswakelola oleh perusahaan induk) dan operator KA lainnya (hanya pranala).