ENSIKLOPEDIA
Henry Steele Olcott
| Henry Steel Olcott | |
|---|---|
Kolonel Henry Steel Olcott | |
| Lahir | 2 Agustus 1832 Orange, New Jersey |
| Meninggal | 17 Februari 1907 (umur 74) Adyar, Madras |
| Pendidikan | City College of New York Universitas Columbia |
| Pekerjaan | Perwira militer Jurnalis Pengacara |
| Dikenal atas | Kebangkitan agama Buddha Perhimpunan Teosofi Perang Saudara Amerika |
| Suami/istri | Mary Epplee Morgan |
| Tanda tangan | |
Kolonel Henry Steel Olcott (2 Agustus 1832 – 17 Februari 1907) adalah seorang perwira militer, jurnalis, pengacara, Freemason (anggota Huguenot Lodge #448, yang kemudian menjadi #46) asal Amerika Serikat, serta salah satu pendiri dan presiden pertama Perhimpunan Teosofi.
Olcott adalah orang Amerika keturunan Eropa pertama yang dikenal secara luas melakukan perpindahan agama secara formal ke agama Buddha. Tindakan-tindakannya di kemudian hari sebagai presiden Perhimpunan Teosofi membantu menciptakan kebangkitan kembali dalam studi agama Buddha. Olcott dianggap sebagai seorang modernis buddhis atas upayanya dalam menafsirkan agama Buddha melalui kacamata yang di-Eropakan.
Olcott adalah tokoh kebangkitan utama agama Buddha di Sri Lanka dan ia masih dihormati di Sri Lanka atas upaya-upayanya tersebut. Wakil Presiden Asosiasi Alumni Ananda College, Samitha Seneviratne, pernah mengatakan bahwa "Kontribusi Kolonel Olcott terhadap kemajuan negara, bangsa, agama, keadilan, dan kelakuan baik kita sedemikian besarnya sehingga ia tetap berada di hati kita selamanya".[1]
Biografi

Olcott lahir pada tanggal 2 Agustus 1832 di Orange, New Jersey, sebagai anak tertua dari enam bersaudara, dari pasangan pengusaha Presbiterian Henry Wyckoff Olcott dan Emily Steele Olcott. Semasa kecil, Olcott tinggal di lahan pertanian milik ayahnya di New Jersey.[2]
Pada masa remajanya, ia menempuh pendidikan di College of the City of New York dan kemudian di Universitas Columbia,[3] tempat ia bergabung dengan fraternitas St. Anthony Hall,[4][5] sebuah lingkungan yang berisi orang-orang ternama. Pada tahun 1851, bisnis ayahnya bangkrut dan ia terpaksa meninggalkan universitas.
Sewaktu tinggal di Amherst, Ohio, Olcott diperkenalkan pada Gerakan Spiritualisme oleh kerabatnya yang telah membentuk sebuah lingkaran spiritualis setelah melihat kesusteran Fox saat tur di Cleveland.[6] Selama periode ini, Olcott menjadi tertarik pada studi "psikologi, hipnotisme, psikometri, dan mesmerisme".[7] Pada tahun 1853, setelah kembali ke New York, Olcott menjadi salah satu anggota pendiri Konferensi Spiritualis New York.[8] Ia juga menerbitkan surat-surat dan artikel-artikel tentang topik spiritualis di Spiritual Telegraph di bawah nama samaran "Amherst".[9]
Dari tahun 1858 hingga 1860 Olcott adalah koresponden pertanian untuk New York Tribune dan Mark Lane Express, tetapi sesekali mengirimkan artikel tentang subjek lain. Ia juga hadir dalam eksekusi John Brown.[10]
Ia juga menerbitkan garis keturunan keluarganya yang membentang kembali ke Thomas Olcott, salah satu pendiri Hartford, Connecticut, pada tahun 1636.
Pada tahun 1860 Olcott menikah dengan Mary Epplee Morgan, putri dari rektor paroki Trinity, New Rochelle, New York. Mereka memiliki empat anak, yang dua di antaranya meninggal saat masih bayi.
Ia bertugas di Angkatan Darat AS selama Perang Saudara Amerika dan setelah itu diangkat sebagai Komisaris Khusus di Departemen Perang di New York. Ia kemudian dipromosikan ke pangkat kolonel dan dipindahkan ke Departemen Angkatan Laut di Washington, DC. Ia sangat dihormati, dan pada tahun 1865, setelah peristiwa pembunuhan Abraham Lincoln, ia turut membantu dalam penyelidikan pembunuhan tersebut.
Pada tahun 1868 ia beralih profesi menjadi seorang pengacara yang berspesialisasi dalam bidang asuransi, pendapatan negara, dan penipuan.

Pada tahun 1874, ia menyadari adanya praktik pemanggilan arwah (séance) yang dilakukan oleh Eddy Bersaudara dari Chittenden, Vermont. Ketertarikannya yang tergugah membuat Olcott menulis sebuah artikel untuk New York Sun, yang isinya berupa penyeledikannya terhadap Peternakan Eddy. Artikelnya cukup populer sehingga surat-surat kabar lain, seperti New York Daily Graphic, menerbitkannya kembali. Publikasinya pada tahun 1874 berjudul People from the Other World dimulai dengan artikel-artikel awalnya mengenai Gerakan Spiritualisme.
Masih pada tahun 1874, Olcott bertemu dengan Helena Blavatsky ketika keduanya sama-sama mengunjungi peternakan Eddy. Ketertarikan mendasarnya pada gerakan Spiritualis serta hubungannya yang mulai berkembang dengan Blavatsky turut memupuk perkembangannya dalam filsafat spiritual.
Olcott terus berpraktik sebagai pengacara selama beberapa tahun pertama pembentukan Perhimpunan Teosofi, di samping menjadi penyokong dana dari gerakan agama baru tersebut. Pada awal tahun 1875, Olcott diminta oleh tokoh-tokoh Spiritualis terkemuka untuk menyelidiki tuduhan penipuan terhadap medium Jenny dan Nelson Holmes, yang mengklaim telah mematerialisasikan roh panduan terkenal, Katie King (Doyle 1926: volume 1, 269–277).
Pada tahun 1880, Helena Blavatsky dan Olcott menjadi orang Barat pertama yang mengambil Tiga Perlindungan (Tisaraṇa) dan Lima Sila (Pañcasīla), yaitu upacara tradisional untuk menjadi seorang umat Buddha; dengan demikian, Blavatsky merupakan perempuan Barat pertama yang melakukannya.[11] Olcott pernah menggambarkan keimanannya saat dewasa sebagai "agama Buddha yang murni dan primitif", tetapi versi agama Buddha-nya merupakan suatu jenis agama Buddha yang unik.[12]
Perhimpunan Teosofi
Sejak tahun 1874 dan seterusnya, pertumbuhan dan perkembangan spiritual Olcott bersama Blavatsky dan para pemimpin spiritual lainnya mengarah pada pendirian Perhimpunan Teosofi. Pada tahun 1875, Olcott, Blavatsky, dan tokoh-tokoh lainnya, terutama William Quan Judge, membentuk Perhimpunan Teosofi di Kota New York, AS. Olcott mendukung Perhimpunan Teosofi secara finansial pada tahun-tahun terawalnya dan bertindak sebagai presiden sementara Blavatsky menjabat sebagai Sekretaris perkumpulan tersebut.
Pada bulan Desember 1878, mereka meninggalkan New York dengan tujuan memindahkan kantor pusat Perhimpunan Teosofi ke India. Mereka tiba di Bombay pada 16 Februari 1879.[13] Olcott berangkat untuk secara langsung merasakan negara asal pemimpin spiritualnya, Sang Buddha. Kantor pusat perkumpulan tersebut didirikan di Adyar, Chennai sebagai Perhimpunan Teosofi Adyar, yang juga mengawali pembentukan Perpustakaan dan Pusat Penelitian Adyar di dalam markas besar tersebut.
Selama berada di India, Olcott berupaya keras untuk menerima terjemahan teks-teks suci dari Timur yang mulai tersedia sebagai hasil dari penelitian orang-orang Barat. Tujuannya adalah untuk menghindari penafsiran yang di-Baratkan (yang sering dijumpai di Amerika), serta untuk menemukan pesan murni dari teks-teks agama Buddha, Hindu, dan Zoroastrianisme, guna memberikan edukasi yang tepat bagi orang-orang Barat.
Upaya penelitian dan penerjemahan yang dilakukan Olcott menempatkannya dalam dialog terbuka dengan para cendekiawan antropologi awal yang tampaknya sekuler dan para pakar studi agama. Ia berkorespondensi secara ekstensif dengan Max Müller, mengajukan pertanyaan-pertanyaan seputar ketertarikannya pada agama Hindu dan Buddha, serta membagikan penemuan-penemuannya selama bepergian di Asia Selatan. Ia juga secara pribadi pernah bertemu dengan Müller dan Edward Burnett Tylor setidaknya sekali di Universitas Oxford.[14]

Minat keagamaan utama Olcott adalah pada agama Buddha, dan ia pada umumnya dikenal karena karyanya di Sri Lanka. Setelah berkorespondensi selama dua tahun dengan Sri Piyaratana Tissa Mahanayake Thero, ia dan Blavatsky tiba di Kolombo (ibu kota pada masa itu) pada tanggal 16 Mei 1880.[15][16] Helena Blavatsky dan Henry Steele Olcott mengambil Pañcasīla di Wijayananda Viharaya yang berlokasi di Weliwatta, Galle pada 19 Mei 1880.[17] Pada hari itulah Olcott dan Blavatsky secara formal diakui sebagai umat Buddha, meskipun Olcott mencatat bahwa mereka sebelumnya telah menyatakan diri sebagai umat Buddha saat masih menetap di Amerika.[18]
Selama waktunya di Sri Lanka, Olcott berjuang keras untuk membangkitkan kembali agama Buddha di wilayah tersebut, sembari menyusun prinsip-prinsip ajaran Buddha untuk mengedukasi orang-orang Barat. Selama periode inilah ia menulis Buddhist Catechism (1881), yang masih digunakan hingga saat ini. Perhimpunan Teosofi membangun beberapa sekolah buddhis di Ceylon, yang paling menonjol adalah Ananda College pada tahun 1886, Dharmaraja College Kandy pada tahun 1887, Maliyadeva College Kurunegala pada tahun 1888 dan Mahinda College Galle pada tahun 1892. Olcott juga bertindak sebagai penasihat panitia yang ditunjuk untuk merancang bendera buddhis pada tahun 1885. Bendera Buddhis yang dirancang dengan bantuan Olcott tersebut kemudian diadopsi sebagai sebuah simbol oleh Persaudaraan Buddhis Sedunia dan menjadi bendera universal bagi semua tradisi agama Buddha.

Helena Blavatsky akhirnya pindah untuk menetap di London, dan kemudian meninggal dunia pada tahun 1891 di sana. Akan tetapi, di London, Olcott tetap bertahan di India dan meneruskan pekerjaan Perhimpunan Teosofi. Peran Olcott di dalam Perhimpunan Teosofi masih sebagai presiden, namun induksi Annie Besant memicu era baru bagi pergerakan tersebut. Setelah Olcott wafat, Perhimpunan Teosofi memilih Besant untuk mengambil alih jabatan sebagai presiden sekaligus memimpin pergerakan tersebut.
Katekismus buddhis
Teks "Buddhist Catechism"

"Buddhist Catechism" karya Olcott, yang disusun pada tahun 1881, merupakan salah satu kontribusinya yang paling bertahan lama dalam kebangkitan agama Buddha di Sri Lanka, dan masih tetap digunakan di sana hingga saat ini. Teks tersebut menguraikan apa yang dilihat Olcott sebagai ajaran-ajaran dasar dari agama Buddha, yang meliputi riwayat hidup Sang Buddha, pesan dari Dhamma, serta peranan Saṅgha. Teks tersebut juga membahas tentang bagaimana pesan Sang Buddha berkolerasi dengan masyarakat kontemporer. Olcott dianggap oleh masyarakat Asia Selatan dan banyak orang lainnya sebagai seorang tokoh kebangkitan buddhis.[19]
Karya ini disajikan dalam format tanya-jawab yang sama dengan yang digunakan dalam beberapa katekismus Kristen. Berikut adalah beberapa kutipan contoh dari teks tersebut:
Q. Apakah Anda akan menyebut seseorang sebagai umat Buddha yang hanya dilahirkan dari orang tua yang beragama Buddha?
A. Tentu saja tidak. Umat Buddha adalah seseorang yang tidak hanya menyatakan keyakinannya pada Buddha sebagai Guru yang paling mulia, pada Ajaran yang dikhotbahkan oleh-Nya, dan pada persaudaraan para Arahat, melainkan juga mempraktikkan Sila-Nya dalam kehidupan sehari-hari.[20]Q. Apakah itu Kamma?
A. Sebuah sebab-akibat yang beroperasi pada tatanan moral, begitu pula pada bidang fisik dan bidang-bidang lainnya. Umat Buddha mengatakan bahwa tidak ada mukjizat dalam urusan manusia: apa yang seseorang tabur, itulah yang akan ia tuai.Q. Kata-kata baik apa lagi yang telah digunakan untuk mengekspresikan esensi agama Buddha?
A. Pengembangan-diri dan cinta kasih semesta.[21]Mengenai Empat Penglihatan dan bagaimana hal itu memengaruhi Sang Buddha:
26. Q: Mengapa penglihatan-penglihatan tersebut, yang sangat lazim bagi semua orang, bisa menyebabkan Dia pergi ke hutan?
A. Kita sering melihat tanda-tanda seperti itu. Namun, Dia belum pernah melihatnya; dan hal itu memberikan kesan yang mendalam pada batin-Nya.
27. Q: Mengapa Dia sebelumnya belum pernah melihat semua itu?
A: Para peramal saat Dia lahir telah meramalkan bahwa suatu hari Dia akan menanggalkan kerajaannya dan menjadi seorang Buddha. Sang Raja, ayahnya, tidak ingin kehilangan sang putra, dan dengan hati-hati telah mencegahnya dari melihat pemandangan apa pun yang mungkin menyadarkan-Nya akan penderitaan dan kematian manusia. Tidak seorang pun diizinkan walau sekadar membicarakan hal-hal semacam itu kepada Sang Pangeran. Dia hampir seperti seorang tahanan di dalam istana dan taman bunganya yang indah. Semua itu dikelilingi oleh tembok-tembok yang tinggi; dan semua hal di dalamnya dibuat seindah mungkin, agar Dia tidak ingin pergi keluar dan melihat kesedihan serta kesengsaraan yang ada di dunia.
28. Q: Apakah Dia begitu berhati lembut sehingga ayahnya takut jika ia mungkin benar-benar ingin mengorbankan diri-Nya demi dunia?
A: Ya; tampaknya Dia merasakan welas asih dan cinta kasih yang sedemikian kuatnya bagi semua makhluk.[22]55. Q. Mengapa kebodohan batin menyebabkan penderitaan?
A. Oleh karena kebodohan batin membuat kita menghargai sesuatu yang tidak bernilai untuk dihargai, meratapi hal yang seharusnya tidak diratapi, menganggap sesuatu yang tidak nyata namun hanya ilusi sebagai sesuatu yang nyata, dan menghabiskan kehidupan kita dalam pengejaran terhadap objek-objek yang tak berharga, seraya mengabaikan apa yang pada kenyataannya paling berharga.56. Q. Dan apakah hal yang paling berharga tersebut?
A. Untuk mengetahui rahasia utuh dari eksistensi dan takdir manusia sehingga kita tidak lagi mengestimasikan lebih dari nilai sebenarnya terhadap kehidupan ini maupun relasinya; sehingga kita dapat hidup dengan cara yang memastikan kebahagiaan terbesar dan meminimalisasi penderitaan sekecil-kecilnya bagi sesama umat manusia dan bagi diri kita sendiri.[23]
Katekismus Olcott mencerminkan sebuah penafsiran baru pasca-Pencerahan mengenai prinsip-prinsip dasar agama Buddha tradisional. Sebagaimana dinyatakan oleh David McMahan, "[Olcott] menyekutukan agama Buddha dengan rasionalisme ilmiah dalam suatu kritik implisit terhadap Kekristenan ortodoks, tetapi ia melangkah jauh melampaui prinsip-prinsip sains konvensional dalam mengekstrapolasikannya dengan 'ilmu gaib (okultisme)' dari abad ke-19 yang sangat dipengaruhi oleh Romantisisme dan Transendentalisme."[24]
Sains dan teosofi Olcott
Kombinasi para penganut Teosofi yang menggabungkan spiritualisme dan sains untuk menyelidiki hal-hal supernatural mencerminkan keinginan perkumpulan ini dalam memadukan agama dan rasio serta menghasilkan pergerakan spiritual yang rasional. "Ilmu okultisme" di dalam Perhimpunan Teosofi ini digunakan untuk menemukan "kebenaran" di balik semua agama besar di dunia. Melalui penelitian mereka, Olcott dan Blavatsky berkesimpulan bahwa agama Buddha paling baik dalam mewujudkan elemen-elemen dari apa yang mereka anggap signifikan dalam semua agama.
Olcott menggunakan penalaran ilmiah dalam sintesis dan presentasinya mengenai agama Buddha. Hal ini terlihat secara nyata dalam salah satu bab di "Buddhist Catechism" karyanya, yang diberi judul "Buddhism and Science" (Agama Buddha dan Sains). Secara khusus, upaya-upayanya ini merepresentasikan salah satu percobaan paling awal dalam mengombinasikan pemahaman dan penalaran sains dengan agama Buddha.[25] Keterkaitan yang ia lihat antara agama Buddha dan Sains berjalan paralel dengan pendekatan Teosofisnya guna menunjukkan landasan-landasan ilmiah atas fenomena-fenomena supernatural seperti aura, hipnosis, dan "mukjizat" buddhis.
Kematian dan warisan
Olcott menjabat sebagai Presiden dari Perhimpunan Teosofi hingga akhir hayatnya pada tanggal 17 Februari 1907.
Dua jalan utama di Kolombo dan Galle telah dinamakan Olcott Mawatha, untuk mengenang jasanya. Patung-patungnya juga telah didirikan di Galle dan Kolombo. Sebagian besar sekolah buddhis lainnya yang ia bantu dirikan, atau yang didirikan untuk mengenangnya, memiliki patung peringatan guna menghormati kontribusinya pada pendidikan buddhis. Pada tanggal 10 September 2011, sebuah patung Kolonel Olcott diresmikan di sebuah wihara di dekat Princeton, New Jersey.[26] Ia masih dikenang dengan penuh kasih oleh banyak masyarakat Sri Lanka saat ini.
Hari wafatnya sering diperingati oleh pusat-pusat peribadatan buddhis dan sekolah-sekolah Minggu di Sri Lanka pada zaman sekarang, serta dalam komunitas-komunitas Teosofi di seluruh dunia. Olcott memercayai dirinya sebagai penyelamat Asia, seorang pahlawan luar yang akan menyapu bersih pada akhir panggung sandiwara untuk menyelamatkan sebuah subbenua yang telah kehilangan asa dari ancaman kematian spiritual.[27]
Upayanya untuk menyegarkan kembali agama Buddha di dalam wilayah Sri Lanka menuai kesuksesan dan memengaruhi banyak intelektual buddhis penduduk asli. Saat itu, Sri Lanka didominasi oleh kekuatan militer dan pengaruh kolonial Inggris, dan banyak umat Buddha memaknai penafsiran Olcott terhadap pesan Sang Buddha sebagai dorongan motivasi secara sosial sekaligus sebagai dukungan atas berbagai upaya dalam menjungkirbalikkan usaha-usaha kolonialis yang abai terhadap agama Buddha dan tradisinya. Semua ini terjadi meskipun kenyataannya bahwa penafsiran kembali yang dilakukannya mengenai Sang Buddha juga sejalan dengan gagasan-gagasan liberal modern yang tengah dipromosikan oleh Inggris di Sri Lanka. Sebagaimana ditulis oleh David McMahan, "Henry Steel Olcott memandang Sang Buddha sebagai sesosok figur yang sangat mirip dengan penganut paham kebebasan (freethinker) liberal yang ideal – seseorang yang penuh dengan 'kebaikan hati,' 'rasa syukur,' dan 'toleransi,' yang mempromosikan 'persaudaraan di antara semua umat manusia' beserta 'pelajaran dalam bersandar secara tangguh pada diri sendiri'".[28] Pandangan Eropanya mengenai Buddha sangat memengaruhi para pemimpin Sri Lanka, seperti Anagarika Dharmapala.[butuh rujukan]
Olcott dan Anagarika Dharmapala adalah rekan kerja, yang mencerminkan kesadaran kedua tokoh ini atas adanya jurang pemisah antara Timur dan Barat—sebagaimana yang terlihat dari presentasi mereka mengenai agama Buddha untuk daratan Eropa.[29] Olcott turut menyokong dana bagi kehadiran delegasi buddhis di Parlemen Agama-Agama Dunia di Chicago, 1893. Dimasukkannya umat Buddha di dalam Parlemen tersebut memberikan keleluasaan bagi perluasan agama Buddha di Eropa pada umumnya dan di Amerika pada khususnya, yang berujung pada kemunculan pergerakan-pergerakan Modernis Buddhis lainnya.
Sebagaimana yang ditulis oleh Stephen Prothero,
Olcott-lah yang dengan cara paling fasih mampu mengartikulasikan sekaligus dengan paling gamblang mewujudkan keberagaman tradisi keagamaan dan kebudayaan yang membentuk Buddhisme Protestan, yang memberi gerakan kebangkitan ini bentuk organisasionalnya dan juga penekanannya pada hal-hal terkait pendidikan yang menumbuhkan karakter. Dari semua tokoh penganut Buddhisme Protestan masa awal, Olcott adalah figur yang paling Protestan, sosok penghibur keliling (griot) liminoid yang karena kedudukannya yang canggung karena terjepit di antara tata bahasa Protestan Amerika pada masa mudanya dan kosakata Buddhis Asia pada usia dewasanya mampu menyulap Buddhisme Sinhala tradisional, modernisme Protestan, kaum bangsawan kota, dan Orientalisme akademis ke dalam sebuah tradisi kreol yang jelas-jelas baru. Tradisi kreol ini selanjutnya diturunkan oleh Olcott pada seluruh generasi siswa Sinhala yang menempuh pendidikan di sekolah-sekolahnya.[30]
Olcott kemungkinan merupakan satu-satunya kontributor utama pada kebangkitan Buddhisme Sinhala abad kesembilan belas yang benar-benar dilahirkan dan dibesarkan dalam tradisi Kristen Protestan, walaupun pada dasarnya ia telah terlebih dahulu meninggalkan Protestanisme demi memeluk Gerakan Spiritualisme jauh sebelum ia menjadi penganut agama Buddha. Latar belakang masa kecilnya sebagai seorang penganut Protestan ini merupakan suatu alasan mengapa banyak pakar akademisi telah merujuk pada modernisme buddhis yang ia pengaruhi sebagai "Buddhisme Protestan".[31]
Karya
- Sorgho and Imphee, the Chinese and African sugar canes; A. O. Moore, New York 1857
- Outlines of the first course of Yale agricultural lectures; C. M. Saxton, Barker & Co., New York 1860
- Descendents of Thomas Olcott, 1872
- Human Spirits and Elementaries; 1875
- People from the other world American Publishing Co., Hartford 1875
- A Buddhist catechism; Madras 1881
- Theosophy, Religion, and Occult Science; New York 1885
- Old Diary Leaves (6 volume), (New York dan London: G. P. Putnam's Sons, 1895)
- The Hindu Dwaita Catechism; 1886
- The Golden Rules of Buddhism; 1887
- The kinship between Hinduism and Buddhism; The Maha-Bodhi society, Kalkuta 1893
- The Poor Pariah; Addison & Co., Madras 1902
- The Life of the Buddha and its Lessons; 1912
- The Spirit of Zoroastrianism; 1913
- Old diary leaves, Inside the occult, the true story of Madame H. P. Blavatsky; Running Press, Philadelphia 1975 (cetak ulang); ISBN 0-914294-31-8
Lihat pula
Catatan
- ↑ Jayawardana, Ruwini. "Pioneering legend of Buddhist education in Sri Lanka". Daily News (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari asli tanggal 2023-10-18. Diakses tanggal 2023-09-23.
- ↑ Janet Kerschner, The Olcott Family Diarsipkan 2008-12-18 di Wayback Machine.
- ↑ Remembering H. S. Olcott
- ↑ Catalogue of the Members of the Fraternity of Delta Psi. New York: Fraternity of Delta Psi, 1889 via Google Books
- ↑ Templat:Bairds01
- ↑ Prothero, Stephen R. (1996). The White Buddhist: The Asian Odyssey of Henry Steel Olcott. Indiana University Press. hlm. 22. ISBN 9780585109503. OCLC 946214562.
- ↑ Prothero, Stephen. The White Buddhist. hlm. 23.
- ↑ Prothero, Stephen. The White Buddhist. hlm. 23.
- ↑ Olcott's Old Diary Leaves, pg. 322; Amherst, "A Word to Mediums," Spiritual Telegraph, 27 Oktober 1855.
- ↑ Olcott, Henry S. (1875), "How We Hung John Brown", dalam Brougham, John; Elderkin, John (ed.), Lotos Leaves, Boston: William F. Gill, hlm. 233–249
- ↑ Current Perspectives in Buddhism: Buddhism today : issues & global dimensions, Madhusudan Sakya, Cyber Tech Publications, 2011, hlm. 244
- ↑ Prothero, Stephen. "Henry Steele Olcott and 'Protestant Buddhism'" hlm. 285.
- ↑ Combined Chronology of The Mahatma Letters – Preface
- ↑ Josephson-Storm, Jason (2017). The Myth of Disenchantment: Magic, Modernity, and the Birth of the Human Sciences. Chicago: University of Chicago Press. hlm. 122–123. ISBN 978-0-226-40336-6.
- ↑ Ranatunga, D. C. (2001). "That controversial clash". The Sunday Times. Diakses tanggal 20 January 2015.
- ↑ Kaviratne, W. T. J. S. (2004). "The first Buddhist School in Sri Lanka – Piyarathana Vidyalaya of Dodanduwa dilapidated, threatened with closure". Daily News (Sri Lanka). Diakses tanggal 20 January 2015.
- ↑ Oliveira, Pedro. "BIO". CWL World.
- ↑ Olcott dalam Caldwell (2000)
- ↑ Prothero, Stephen. "Henry Steel Olcott and 'Protestant Buddhism'" hlm. 283
- ↑ Olcott's Buddhist Catechism, hlm. 2
- ↑ Olcott's Buddhist Catechism, hlm. 38
- ↑ Olcott's Buddhist Catechism, hlm. 18.
- ↑ Olcott's Buddhist Catechism, hlm. 27.
- ↑ McMahan, David L. The Making of Buddhist Modernism USA: Oxford University Press, 2008. 95.
- ↑ McMahan, David L. The Making of Buddhist Modernism USA: Oxford University Press, 2008. 99.
- ↑ Ed Abdill Olcott statue unveiled in New Jersey. Diarsipkan 2015-04-02 di Wayback Machine.
- ↑ Prothero, Stephen. "Henry Steel Olcott and 'Protestant Buddhism'" hlm. 295
- ↑ McMahan, David L. The Making of Buddhist Modernism USA: Oxford University Press, 2008. McMahon 95.
- ↑ McMahan, David L. The Making of Buddhist Modernism. USA: Oxford University Press, 2008. hlm. 95.
- ↑ Prothero, Stephen. "Henry Steel Olcott and 'Protestant Buddhism'" hlm. 296/297
- ↑ Prothero, Stephen. "Henry Steel Olcott and what has been termed by scholars as "Protestant Buddhism"." Journal of the American Academy of Religion 63.2 (Musim Panas 1995): 281–302. ATLA Religion Database with ATLASerials. EBSCO. Norlin, Boulder, Colorado. 27 April 2009, hlm. 283
Referensi
- Caldwell, Daniel H. (ed) The Esoteric World of Madame Blavatsky: Insights Into the Life of a Modern Sphinx, Quest Books, 2000. ISBN 0-8356-0794-1, ISBN 978-0-8356-0794-0.
- Doyle, Arthur Conan. The History of Spiritualism. New York: G.H. Doran, Co. Volume 1: 1926 Volume 2: 1926
- Guruge, Ananda W. P. Free at Last in Paradis, Authuhouse, Bloomington, Ind, 1998
- Guruge, A. (2007, Januari). "Henry Steel Olcott in Sri Lanka: death centennial tribute". Theosophical History, 13(1), 10–13. Diakses pada 27 April 2009, dari pangkalan data ATLA Religion Database with ATLASerials.
- From the Living Fountains of Buddhism, Kolombo, Ministry of Cultural Affairs, 1984
- Return to Righteousness, Kolombo, Ministry of Cultural Affairs, 1965/1991
- Killingley, D. (1998, April). "The White Buddhist: the Asian odyssey of Henry Steel Olcott". International Journal of Hindu Studies, 2(1), 153–154. Diakses pada 27 April 2009, dari pangkalan data ATLA Religion Database with ATLASerials.
- Kuhn, Alvin Boyd. 1930. Theosophy: A Modern Revival of Ancient Wisdom. New York: Henry Holt & Company.
- Motwani, Kewal: Colonel H. S. Olcott, a forgotten page in American history; Ganesh, Madras 1955 (Inggris)
- Murphet, Howard: Hammer on the mountain, life of Henry Steel Olcott (1832–1907); Theosophical Publishing House, Wheaton 1972; ISBN 0-8356-0210-9
- Prothero, Stephen R.: The White Buddhist: The Asian Odyssey of Henry Steel Olcott; Indiana University Press, Bloomington 1996; ISBN 0-253-33014-9
- Prothero, Stephen R.. "Henry Steel Olcott and 'Protestant Buddhism.'" Journal of the American Academy of Religion 63: 281–302.
- Williams, Gertrude Marvin. Priestess of the Occult, Madame Blavatsky. New York : A. A. Knopf, 1946
Pranala luar
- Colonel Olcott, His Service to Buddhism oleh B.P. Kirthisinghe & M.P. Amarasuriya
- Henry S. Olcott: 100 years anniversary
- When Olcott came to Ceylon
- Laman di Aryasangha.org
- Artikel-artikel yang disusun oleh dan berkaitan dengan H.S. Olcott
- Artikel mengenai Olcott
- The great name in Buddhist History
- The Man from New Jersey
- Karya Henry Steel Olcott di Project Gutenberg
- Karya oleh/tentang Henry Steel Olcott di Internet Archive (pencarian dioptimalkan untuk situs non-Beta)
- Karya Henry Steel Olcott di LibriVox (buku suara domain umum)
