LibriVox adalah suatu kelompok relawan di seluruh dunia yang membaca dan merekam teks domain publik, membuat domain publik gratis audiobooks (buku audio) untuk diunduh dari situs web mereka perpustakaan digital dan situs hosting lain di internet. Didirikan pada tahun 2005 oleh Hugh McGuire untuk memberikan "Pembebasan akustik buku-buku ke dalam domain publik"[1] dan LibriVox tujuannya adalah "Untuk membuat semua buku-buku dalam domain publik tersedia, secara gratis, dalam format audio di internet".[2][3]
Pada akhir tahun 2017, LibriVox memiliki katalog lebih dari 12.000 karya dan dari 2009-2017 memproduksi sekitar 1.000 per tahun.[4] Pada 14 Februari 2021, jumlah rekaman tercatat sebanyak 15.000, dan pada 17 Desember 2024, katalog mencapai 20.000 rekaman.[5][6] Sebagian besar rilis dalam bahasa Inggris, tapi banyak bahasa non-Inggris juga tersedia. Ada beberapa proyek-proyek berafiliasi yang menyediakan konten tambahan. LibriVox erat berafiliasi dengan Proyek Gutenberg dari mana proyek ini mendapat sejumlah teks, dan Internet Archive yang menjadi host hasil pekerjaan mereka.[7]
Sejarah
Hugh McGuire, pendiri dari LibriVox
“Apakah internet dapat memanfaatkan sekelompok relawan untuk menghadirkan buku-buku domain publik dalam bentuk siniar?”
Fitur utama cara kerja LibriVox hanya berubah sedikit dibandingkan awalnya, meskipun teknologi yang mendukungnya telah ditingkatkan berkat upaya para relawan yang berketerampilan pengembangan jaringan.
Etimologi dari LibriVox
LibriVox adalah kata ciptaan yang terinspirasi oleh kata-kata bahasa Latinlibercode: la is deprecated (buku) dalam genitive form libricode: la is deprecated dan voxcode: la is deprecated (suara), memberikan arti BookVoice (atau suara buku). Kata itu juga diciptakan karena konotasi lain: libercode: la is deprecated juga berarti anak dan bebas/gratis, independen, tidak terikat. Sebagai LibriVox forum mengatakan: "Kami suka berpikir LibriVox bisa diartikan sebagai 'anak dari suara', dan 'suara bebas'. Akhirnya, kaitan lain yang kita sukai adalah 'library' ("perpustakaan") jadi Anda bisa membayangkannya berarti Perpustakaan Suara."[11]
Belum ada keputusan atau kesepakatan antara para pendiri LibriVox atau komunitas relawan mengenai satu pengucapan dari LibriVox. Diterima bahwa setiap bunyi pengucapan adalah akurat.[12]
Organisasi dan sumber pendanaan
LibriVox merupakan proyek domain publik dan konten bebas yang dijalankan oleh sukarelawan. Proyek ini tidak memiliki anggaran maupun status badan hukum. Pengembangan proyek dikelola melalui forum internet dan didukung oleh tim administrator yang juga memelihara basis data katalog karya yang dapat ditelusuri.[3][13]
Pada awal tahun 2010, LibriVox mengadakan penggalangan dana untuk memperoleh 20.000 dolar Amerika Serikat guna menutupi biaya hosting situs web sekitar 5.000 dolar per tahun serta meningkatkan kegunaan antarmuka (frontend dan backend) situs.[14] Target penggalangan dana tersebut tercapai dalam waktu 13 hari. Setelah itu, LibriVox menyarankan para pendukungnya untuk mempertimbangkan memberikan donasi kepada afiliasi dan mitranya, yaitu Project Gutenberg[15] dan Internet Archive.[16][17]
Proses produksi
Para sukarelawan dapat memilih proyek baru untuk dikerjakan, baik dengan melakukan rekaman secara mandiri, mengajak sukarelawan lain untuk bergabung, maupun berkontribusi pada proyek yang telah dimulai oleh orang lain. Setelah seorang sukarelawan menyelesaikan rekamannya, hasil tersebut diunggah ke situs dan diperiksa melalui proses proof-listening oleh anggota komunitas LibriVox.[18]
Buku audio yang telah selesai tersedia melalui situs LibriVox, sementara berkas MP3 disimpan secara terpisah oleh Internet Archive. Rekaman juga dapat diakses melalui berbagai platform lain, seperti YouTube dan iTunes. Karena berada dalam domain publik, rekaman ini sering didistribusikan secara independen di internet maupun melalui saluran lain di luar LibriVox.[18]
Isi
LibriVox bekerja per bulan 2005-2011
LibriVox hanya mencatat bahan yang ada di domain publik di Amerika Serikat, dan semua buku-buku LibriVox dirilis dengan dedikasi domain publik.[19][3] Karena pembatasan hak cipta, LibriVox hanya menghasilkan rekaman dalam jumlah terbatas untuk buku-buku kontemporer. Hal ini termasuk, misalnya, Laporan Komisi 9/11.[20]
Katalog LibriVox mencakup berbagai jenis karya. Katalog ini memuat karya fiksi populer dan klasik, serta teks seperti Critique of Pure Reason karya Immanuel Kant dan rekaman pembacaan 500 digit pertama bilangan pi. Koleksi LibriVox juga mencakup puisi, drama, teks keagamaan, termasuk versi bahasa Inggris dari Al-Qur'an dan berbagai terjemahan Alkitab, serta karya nonfiksi dengan berbagai topik. Pada Januari 2009, katalog LibriVox terdiri atas sekitar 55 persen fiksi dan drama, 25 persen nonfiksi, dan 20 persen puisi berdasarkan jumlah rekaman. Hingga akhir tahun 2023, karya yang paling banyak dilihat, dengan sekitar 22,7 juta tayangan, adalah pembacaan Seni Berperang yang dikaitkan dengan Sun Zi dan dibacakan oleh Moira Fogarty pada tahun 2006. Pembacaan kolektif Alice's Adventures in Wonderland pada tahun 2006 mencatat sekitar 22,4 juta tayangan.[21]
Sekitar 90 persen katalog LibriVox direkam dalam bahasa Inggris. Hingga tahun 2019, rekaman tersedia dalam lebih dari 90 bahasa.[22]
Reputasi
LibriVox telah menarik perhatian, terutama dari pihak yang mendukung pengembangan konten berbasis sukarelawan dan pendekatan alternatif terhadap kepemilikan hak cipta di internet.[3][22]
Proyek ini memperoleh dukungan dari Internet Archive dan Proyek Gutenberg. Pada tahun 2008, pendukung kebebasan intelektual dan commons Mike Linksvayer menyebut LibriVox sebagai “mungkin proyek budaya kolaboratif paling menarik di luar Wikipedia”.[23]
LibriVox juga telah diliput oleh berbagai media internasional dan direkomendasikan oleh Program Click milik BBC, Today milik MSNBC, Reason,[24]Wired,[25]PC Magazine di Amerika Serikat, serta surat kabar Metro dan The Sunday Times di Britania Raya.[26]
Kualitas
Kualitas rekaman di LibriVox menarik perhatian pendengar karena kebijakan situs yang memperbolehkan setiap rekaman dipublikasikan selama dapat dipahami dan sesuai dengan teks sumber.[3][27] Akibatnya, beberapa rekaman memiliki kualitas audio yang lebih rendah, termasuk adanya suara latar, aksen nonpenutur asli, atau unsur lain yang dianggap berbeda dibandingkan buku audio profesional.[28][29] Sebagian pendengar menyatakan keberatan terhadap buku yang bab-babnya dibacakan oleh beberapa pembaca,[30] sementara pendengar lain menganggap hal tersebut bukan masalah. Sebaliknya, justru dinilai sebagai ciri khas tersendiri.[31][32] Namun, banyak buku di LibriVox juga dinarasikan oleh satu pembaca saja.[33]
Narasi di LibriVox pernah disebut sebagai bentuk outsiderart (Seni luar arus utama). Dalam tulisannya di Wired, John Adamian menyatakan bahwa beberapa pembacaan terdengar seperti proses audisi, dengan pembaca yang mencoba berbagai aksen, mengubah nada suara, atau memperpanjang pengucapan vokal untuk menyesuaikan diri dengan karakter tertentu. Ia juga mencatat bahwa beberapa pembacaan terdengar kaku, tetapi dapat dipandang sebagai pilihan artistik tersendiri setelah pendengar terbiasa dengan gaya penyampaiannya.[34]