Korupsi di Israel merupakan masalah yang nyata, dan telah dilakukan banyak penyelidikan terkait tuduhan jual beli pengaruh dan suap.[1][2]Indeks Persepsi Korupsi 2024 dari Transparency International, yang menilai 180 negara dalam skala dari 0 ("sangat korup") hingga 100 ("sangat bersih"), memberikan Israel skor 64. Berdasarkan peringkat, Israel berada di posisi ke-30 dari 180 negara dalam indeks tersebut, di mana negara yang menempati peringkat pertama dianggap memiliki sektor publik paling jujur.[3] Dibandingkan dengan skor regional, rata-rata skor di antara negara-negara Timur Tengah dan Afrika Utara adalah 39. Skor tertinggi di kawasan ini adalah 68 dan yang terendah adalah 12.[4] Sebagai perbandingan global, rata-rata skor dunia adalah 43, skor tertinggi adalah 90 (peringkat 1), dan skor terendah adalah 8 (peringkat 180).[5]
Sistem peradilan dianggap memiliki risiko korupsi yang rendah menurut kalangan bisnis. Namun, sektor pelayanan publik dilaporkan memiliki risiko korupsi tingkat sedang, dengan adanya laporan dari para pelaku bisnis mengenai pembayaran suap untuk mendapatkan akses ke utilitas publik, sementara birokrasi pemerintah yang tidak efektif dianggap oleh sebagian orang sebagai sumber permasalahan.[6]
Pada tahun 2019, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu didakwa atas kasus korupsi, karena menerima hadiah mewah seperti sampanye mahal dan cerutu dengan total nilai sekitar $198.000.[7]
↑"Israel Corruption Report". Business Anti-Corruption Portal. August 2016. Diarsipkan dari versi asli pada 14 September 2016. Diakses tanggal 2 April 2017. Pemeliharaan CS1: BOT: status url asli tidak diketahui (link)