Tripiṭaka Taishō (Hanzi:大正新脩大藏經; Pinyin:Dàzhèng Xīnxiū Dàzàngjīng; Jepang: Taishō Shinshū Daizōkyō; Inggris: Taishō Revised Tripiṭaka)[1] adalah sebuah edisi definitif dari Tripitaka Tionghoa dengan komentar berbahasa Jepang yang digunakan oleh para cendekiawan pada abad ke-20. Kitab ini disunting oleh Takakusu Junjiro dan lainnya.
Proyek Tripiṭaka Taishō diprakarsai oleh Departemen Studi Sanskerta dan India di Universitas Kekaisaran Tokyo.[2] Kitab ini disunting oleh Takakusu Junjiro, Watanabe Kaigyoku, dan lainnya. Lebih dari 300 orang turut menyusun kompilasi ini.
Para penyunting menempuh pendidikan di Jepang maupun Eropa, dan tujuan mereka mencakup modernisasi serta pemenuhan standar akademik Eropa, di samping penyediaan sumber rujukan bagi umat Buddha.[3] Proyek ini mengadopsi sejumlah inovasi dari edisi-edisi Jepang terdahulu atas kanon Buddhis, termasuk pemberian tanda baca, pengindeksan, dan kolasi. Teks-teksnya dikolasikan dan diverifikasi terhadap versi-versi kanon lainnya, dengan berpijak pada karya edisi cetak ringkas (Reduced Print Edition) yang terbit pada 1880 hingga 1885. Edisi ini menggunakan skema penomoran numerik berurutan untuk teks-teksnya, sebagaimana Edisi Manji (Manji Edition), berbeda dengan pendekatan pengindeksan Seribu Aksara Klasik (Thousand Character Classic) yang dipakai oleh versi-versi kanon Tionghoa dan Korea sebelumnya. Tripiṭaka Taishō menggunakan catatan kaki untuk menunjukkan asal-usul teks. Meskipun sebagian besar teksnya berasal dari Tripitaka Koreana, Tripiṭaka Taishō memakai urutan yang berbeda berdasarkan kombinasi perkembangan historis dan klasifikasi tekstual, dengan meninggalkan tradisi Tionghoa dan Korea yang menempatkan kitab-kitab suci Mahāyāna di urutan pertama.
Evolusi Tripiṭaka Taishō dari Tripitaka Tionghoa edisi sebelumnya
Dibandingkan dengan Tripitaka Koreana, Tripiṭaka Taishō memuat lebih banyak teks esoterik. Teks-teks tersebut bersumber dari manuskrip di kuil-kuil Jepang. Beberapa teks dari naskah Dunhuang, yang ditemukan dalam ekspedisi arkeologis, turut disertakan. Selain itu, Tripiṭaka Taishō juga memuat gambar dan literatur Buddhis Jepang.
Daftar isi
Terdapat total 100 volume pada Tripitaka Taishō dengan perincian sebagai berikut:
Volume 1–85 berisi literaturnya (teks), yang isinya beragam: mencakup teks Āgama, VinayaVinaya, dan Abhidharma dari aliran buddhis awal, serta sūtra, śāstra, dan teks esoterik Mahāyāna. Di dalam rentang ini, volume 56–84 berisi literatur Buddhis Jepang yang ditulis dalam bahasa Tionghoa Klasik.
Volume 86–97 berisi gambar yang berhubungan dengan agama Buddha, termasuk gambar banyak Buddha dan Bodhisatwa.
Volume 98–100 berisi teks dari berbagai indeks teks Buddhis yang dikenal di Jepang sekitar tahun 1930.
Seratus volume literatur berisi 5.320 teks individu diklasifikasikan sebagai berikut:
Additional Sūtra Clarifications (influential Japanese sub-commentaries)
T84
2701–2731
悉曇部
Xītán bù
Shittan-bu
Siddhaṃ
Siddhaṃ Script (esoteric script imported to Japan by Kūkai)
T85a
2732–2864
古逸部
Gǔyì bù
Koitsu-bu
Ancient
T85b
2865–2920
疑似部
Yísì bù
Giji-bu
Doubtful
T86–97
圖像部
Túxiàng bù
Zuzō-bu
Illustrations (exegesis of standard Buddhist imagery, with inserts)
T98–100
昭和法寶
總目錄
Zhāohé fǎbǎo
zǒngmùlù
Shōwa Hōbō
Sōmokuroku
Shōwa Treasures of the Faith (catalogs of scripture collections and canon editions)
Digitalisasi
Edisi SAT Daizōkyō Text Database memuat volume 1–85. Edisi Chinese Buddhist Electronic Text Association (CBETA) memuat volume 1–55 dan 85. Edisi Fomei (佛梅電子大藏經) memuat teks-teks berbahasa Tionghoa Klasik selain teks-teks Buddhisme Nichiren.[4]
Meskipun ditulis dalam bahasa Tionghoa Klasik, volume 56–84 disusun oleh para cendekiawan Buddhis Jepang.
↑Wilkinson, Greg (2016). "Taishō Canon: Devotion, Scholarship, and Nationalism in the Creation of the Modern Buddhist Canon in Japan". Dalam Wu, Jiang; Chia, Lucille (ed.). Spreading Buddha's word in East Asia: the formation and transformation of the Chinese Buddhist canon. New York: Columbia University Press. hlm.295–296.
↑Fang, Guangchang (2020). "Chinese Buddhist Canon: Approaches to its Compilation". Dalam Long, Darui; Chen, Jinhua (ed.). Chinese Buddhist Canons in the Age of Printing. United Kingdom: Taylor & Francis. hlm.43–44.