ENSIKLOPEDIA
Cetiosauriscus
| Cetiosauriscus | |
|---|---|
| Foto komposit kerangka holotipe yang telah dirakit, tak lama sebelum dipamerkan pada tahun 1905 | |
| Klasifikasi ilmiah | |
| Kerajaan: | Animalia |
| Filum: | Chordata |
| Klad: | Dinosauria |
| Klad: | Saurischia |
| Klad: | †Sauropodomorpha |
| Klad: | †Sauropoda |
| Klad: | †Gravisauria |
| Klad: | †Eusauropoda |
| Genus: | †Cetiosauriscus von Huene, 1927[1] |
| Spesies: | †C. stewarti |
| Nama binomial | |
| †Cetiosauriscus stewarti | |
Cetiosauriscus (/ˌsiːtioʊˈsɔːrɪskəs/ SEE-tee-oh-SOR-iss-kəs)[3] adalah sebuah genus dinosaurus sauropoda yang hidup antara 166 dan 164 juta tahun yang lalu selama tahap Kallovium (Periode Jura Tengah) di wilayah yang sekarang menjadi Inggris. Sebagai seekor herbivora, Cetiosauriscus memiliki – menurut standar sauropoda – ekor yang lumayan panjang, dan tungkai depan yang lebih panjang sehingga ukurannya setara dengan tungkai belakangnya. Panjangnya diperkirakan sekitar 15 m (49 ft) dan beratnya antara 4 dan 10 tonne[convert: unit tak dikenal].
Satu-satunya fosil yang diketahui mencakup sebagian besar bagian belakang kerangka beserta satu tungkai depan (NHMUK PV R3078). Ditemukan di Cambridgeshire pada tahun 1890-an, fosil ini dideskripsikan oleh Arthur Smith Woodward pada tahun 1905 sebagai spesimen baru dari spesies Cetiosaurus leedsi. Status ini diubah pada tahun 1927, ketika Friedrich von Huene mendapati bahwa NHMUK PV R3078 dan spesimen tipe C. leedsi terlalu berbeda dari Cetiosaurus, sehingga memerlukan genusnya sendiri, yang ia beri nama Cetiosauriscus, yang berarti "mirip Cetiosaurus". Cetiosauriscus leedsi dimasukkan ke dalam famili sauropoda Diplodocidae karena kesamaan pada ekor dan kakinya, dan memiliki spesies meragukan atau tak tentu seperti "Cetiosauriscus" greppini, "C." longus, dan "C." glymptonensis yang disematkan padanya. Pada tahun 1980, Alan Charig menamai spesies baru Cetiosauriscus untuk NHMUK PV R3078 karena kurangnya materi yang dapat dibandingkan dengan spesimen tipe C. leedsi; spesies ini diberi nama Cetiosauriscus stewarti. Akibat buruknya kondisi pengawetan fosil Cetiosauriscus leedsi, Charig mengirimkan petisi kepada Komisi Internasional Nomenklatur Zoologi untuk menjadikan C. stewarti sebagai spesies tipenya. Cetiosauriscus stewarti menjadi anggota diplodocid tertua yang dikonfirmasi hingga sebuah analisis filogenetik yang diterbitkan pada tahun 2003 justru menemukan bahwa spesies tersebut termasuk dalam Mamenchisauridae, dan diikuti oleh beberapa penelitian pada tahun 2005 dan 2015 yang menempatkannya di luar Neosauropoda, sekaligus bukan merupakan mamenchisaurid sejati.
Cetiosauriscus ditemukan dalam endapan laut di Formasi Oxford Clay bersama dengan banyak kelompok invertebrata yang berbeda, ichthyosaurus laut, plesiosaurus dan crocodylia, seekor pterosaurus, dan berbagai dinosaurus: ankylosaurus Sarcolestes, stegosaurus Lexovisaurus dan Loricatosaurus, ornithopoda Callovosaurus, serta beberapa taksa yang belum diberi nama. Theropoda Eustreptospondylus dan Metriacanthosaurus diketahui berasal dari formasi tersebut, meskipun kemungkinan tidak berasal dari lapisan yang sama dengan Cetiosauriscus.
Sejarah penemuan
Latar belakang

Fosil yang kemudian dikenal sebagai Cetiosauriscus awalnya dimasukkan ke dalam genus Cetiosaurus—salah satu sauropoda pertama yang dinamai, pada tahun 1842 oleh paleontolog Richard Owen, dan yang memiliki sejarah rumit karena banyaknya pengklasifikasian spesies dan spesimen yang tidak berdasar, melibatkan hampir semua spesimen sauropoda asal Inggris. Spesies tipe dari Cetiosaurus telah berubah-ubah sepanjang sejarah karena sisa-sisa fosilnya yang tidak lengkap dan signifikansi takson tersebut, dan banyak aspek dari anatomi serta kekerabatannya masih belum pasti. Cetiosaurus pada awalnya dinamai untuk mencakup C. medius, C. brevis, C. brachyurus, dan C. longus, yang membentang dari Jura Tengah hingga Kapur Awal di berbagai lokasi di seluruh Inggris. Karena tidak satu pun dari spesies tersebut yang benar-benar diagnostik, dan Cetiosaurus merupakan takson yang penting secara sejarah maupun taksonomi, spesies Jura Tengah yang lebih lengkap yakni C. oxoniensis yang dinamai oleh geolog John Phillips pada tahun 1871 menjadi spesies tipenya. C. glymptonensis juga dinamai dalam publikasi yang sama oleh Phillips, tetapi fosilnya kurang lengkap dan keabsahannya dipertanyakan.[4]

Takson asal Inggris lainnya, Ornithopsis hulkei, dinamai pada tahun 1870 oleh paleontolog Harry Govier Seeley untuk spesimen tulang belakang dari Formasi Wessex dari periode Kapur Awal, yang lebih muda dibandingkan spesies Cetiosaurus yang ada.[4][5] Seeley menganggap Ornithopsis berkerabat dekat dengan Cetiosaurus, tetapi berbeda karena struktur tulang bagian dalamnya.[5] Spesies tambahan, Ornithopsis leedsii dinamai pada tahun 1887 oleh John Hulke untuk spesimen panggul, tulang belakang, dan tulang rusuk yang dikumpulkan oleh Alfred Nicholson Leeds, seorang petani Inggris dan kolektor fosil amatir yang sepanjang hidupnya mengumpulkan banyak koleksi fosil dari Oxford Clay.[6][7] O. leedsii, dari zaman Jura Akhir, menunjukkan kesamaan dengan Cetiosaurus oxoniensis yang lebih tua dan juga O. hulkei yang lebih muda.[6] Spesies ini dideskripsikan lebih rinci oleh Seeley pada tahun 1889, di mana ia menganggap O. hulkei, C. oxoniensis, dan O. leedsii semuanya berada dalam genus yang sama, dengan mengusung nama Cetiosaurus. Namun, naturalis Richard Lydekker berdiskusi dengan Seeley, sebelum makalah Seeley tahun 1889 diterbitkan, bahwa Cetiosaurus dan Ornithopsis bukanlah takson yang sama. Lydekker berpendapat bahwa fosil-fosil dari Wealden (termasuk O. hulkei) merupakan milik Ornithopsis dan sisa-sisa fosil dari periode Jura (termasuk O. leedsii dan C. oxoniensis) merupakan milik Cetiosaurus.[8] Lydekker pada tahun 1895 mengubah pikirannya dan memindahkan spesies O. leedsii ke Pelorosaurus (telah diketahui sebelumnya dari spesies P. brevis, yang pernah dinamai Cetiosaurus brevis)—sebagai P. leedsi—dan memasukkan genusnya ke dalam famili Atlantosauridae.[9][A] Klasifikasi spesies oleh Lydekker ini tidak didukung oleh para penulis sesudahnya seperti paleontolog Arthur Smith Woodward pada tahun 1905, yang mengikuti skema klasifikasi Seeley.[10]
Penemuan dan penamaan
Fosil sauropoda yang sekarang dikenal sebagai Cetiosauriscus stewarti ditemukan pada bulan Mei 1898 oleh para pekerja tanah liat di area sekitar Fletton di sebelah selatan Peterborough dan sebelah timur jalur kereta Great Northern Railway. Tambang-tambang di wilayah ini menyingkap batuan sedimen kaya fosil dari endapan laut Oxford Clay, yang berasal dari zaman Kallovium tengah dan kini dianggap sebagai salah satu formasi geologi klasik dalam paleontologi Inggris.[11] Fosil sauropoda tersebut kemungkinan berasal dari tambang NPBCL No. 1, yang merupakan tambang paling utara yang dioperasikan oleh New Peterborough Brick Company Limited, dan yang menghasilkan paling banyak fosil vertebrata. Penemuan ini menarik perhatian Leeds, yang setelah penggalian, membawa spesimen sauropoda itu ke Eyebury, rumah keluarga Leeds. Pada pertengahan Agustus, setelah spesimen tersebut dibersihkan dan diperbaiki, geolog Henry Woodward mengunjungi Eyebury dan membuat gambar sisa-sisa fosil tersebut dengan ukuran aslinya untuk dipresentasikan di Pertemuan Asosiasi Inggris untuk Kemajuan Sains (British Association for the Advancement of Science Meeting). Menyusul presentasi ini, pada 17 Agustus 1898, Henry Woodward kembali bersama paleontolog asal Amerika, Othniel Charles Marsh, yang menganggap sauropoda tersebut berkerabat dekat dengan takson Amerika Utara, Diplodocus. Alfred Leeds menawarkan sauropoda tersebut kepada British Museum of Natural History (BMNH, sekarang disingkat sebagai NHMUK) seharga £250, yang setara dengan sekitar £30.529 pada tahun 2017.[7][12] NHMUK sebelumnya pada tahun 1890 dan 1892 telah membeli masing-masing Koleksi Pertama dan Kedua milik Alfred Leeds. Woodward, Kurator Geologi di NHMUK, dengan "senang hati" merekomendasikan kepada Dewan Pengawas NHMUK agar fosil tersebut dibeli. Pembelian itu disetujui pada 25 Februari 1899, bersama dengan pembelian berbagai sisa fosil lainnya dengan harga lebih dari £357 (~£43.596 pada tahun 2018[12]), di mana sauropoda Leeds tersebut mendapatkan nomor aksesi BMNH R3078 (kini NHMUK PV R3078).[7]

Banyaknya materi menjadikan NHMUK PV R3078 sebagai spesimen sauropoda terlengkap dari Britania Raya, yang baru dapat disaingi di kemudian hari oleh "Dinosaurus Rutland" (dimasukkan ke dalam Cetiosaurus) yang ditemukan pada tahun 1967.[7][10][13] Bagian yang diketahui dari spesimen ini mencakup tungkai depan, tungkai belakang, dan kolumna vertebralis. Tungkai depannya tidak memiliki manus (tangan) serta sebagian dari radius dan ulna, sedangkan tungkai belakangnya hanya kehilangan beberapa tulang pada bagian pes (kaki) dan beberapa fragmen dari tibia, fibula, dan ilium. Tulang belakang yang diketahui terdiri dari empat bagian tulang belakang dorsal, prosesus spinosus dari sakrum, sejumlah anterior tulang belakang ekor (caudal vertebrae), dan serangkaian 27 tulang belakang yang hampir lengkap dari bagian tengah ekor dengan chevron (tulang iga di sepanjang sisi bawah ekor) yang terkait atau bersendi, meskipun rangkaian tulang belakang tersebut tidak berurutan secara utuh.[7][10] Ujung ekor (NHMUK PV R1967) dari lokasi yang sama, tetapi dari individu yang berbeda, diyakini oleh paleontolog Alan Charig pada tahun 1980 sebagai milik Cetiosauriscus. Pengklasifikasian NHMUK PV R1967 sebagai Cetiosauriscus dianggap kecil kemungkinannya dalam studi alternatif oleh para paleontolog Friedrich von Huene, Paul Upchurch, dan Darren Naish karena kurangnya bagian yang tumpang tindih dan posisi filogenetik yang tidak pasti.[14][15][16][1] Pada tahun 1903, kerangka tersebut dirakit seperti saat diawetkan di British Museum, sehingga dapat lebih mudah dibandingkan dengan sauropoda rakitan lainnya dari Amerika Utara.[7][10] Rangka Cetiosauriscus dipamerkan tepat sebelum cetakan kerangka Diplodocus, dan dipamerkan bersama dengan tulang belakang dorsal NHMUK PV R1984 dan beberapa gigi terisolasi dari seekor camarasaurid (mungkin dapat digolongkan sebagai Cetiosauriscus[17]), menjadikannya kerangka sauropoda pertama yang dirakit di Britania Raya.[7]
NHMUK PV R3078 dimasukkan pada tahun 1905 oleh Arthur Woodward ke dalam spesies Cetiosaurus leedsii, karena spesimen tersebut berasal dari formasi geologi yang sama dengan spesimen lain yang ditempatkan pada C. leedsii.[10] Woodward juga mengklasifikasikan tulang belakang dorsal NHMUK PV R1984 dan ujung ekor NHMUK PV R1967 ke dalam spesies tersebut.[7][10] Pada tahun 1927, Huene mendeskripsikan secara singkat anatomi spesies C. leedsii, di mana ia mencatat bahwa spesies itu memiliki banyak kesamaan dengan Haplocanthosaurus dan kemungkinan besar berada di antara genus Cetiosaurus sejati dan genus Haplocanthosaurus tersebut. Karena alasan ini, Huene mengusulkan nama genus baru Cetiosauriscus untuk spesies itu.[1] Ke dalam genus tersebut, ia menempatkan spesimen NHMUK PV R1984–R1988 dan NHMUK PV R3078.[14]
Spesies yang salah diklasifikasikan

Huene (1927) memasukkan "Ornithopsis" greppini, yang telah ia namai pada tahun 1922, ke dalam genus Cetiosauriscus. Materi yang diketahui, ditemukan dalam endapan Jura Akhir (Kimmeridgium) di Formasi Reuchenette, Swiss, mencakup tulang belakang dorsal dan ekor, tulang tungkai depan, serta tungkai belakang dan sebagian kaki (pes), dari setidaknya dua individu.[18] Humerus (tulang lengan atas) sepanjang 53 cm (21 in) memiliki struktur yang mirip dengan Cetiosauriscus stewarti (penggunaan C. leedsi oleh von Huene pada tahun 1927), dan kedua spesies tersebut pada awalnya dibedakan dari Cetiosaurus berdasarkan tulang belakang dorsal yang lebih pendek, tungkai depan yang lebih pendek, dan kaki bagian bawah yang lebih panjang.[19] Kesamaan seperti anatomi tulang belakang ekor disarankan oleh Christian Meyer dan Basil Thüring pada tahun 2003 untuk mendukung pengklasifikasian greppini ke dalam Cetiosauriscus.[18] Namun, Weishampel dkk. (2004) dan Whitlock (2011) menganggap "Cetiosauriscus" greppini sebagai Eusauropoda incertae sedis, sementara Hofer (2005) dan Schwarz dkk. (2007) menyimpulkan bahwa "Cetiosauriscus" greppini mewakili sebuah genus eusauropoda basal yang belum diberi nama.[15][20][21][22] "Ornithopsis" greppini akhirnya dinamai sebagai genus baru Amanzia pada tahun 2020.[23]
Spesies Cetiosaurus longus, yang dinamai pada tahun 1842 oleh Owen, dimasukkan ke dalam genus Cetiosauriscus tanpa komentar lebih lanjut oleh paleontolog sauropoda John Stanton McIntosh pada tahun 1990.[24] Spesies ini dinamai berdasarkan tulang belakang dorsal dan ekor dari formasi Portland stone di Garsington, Oxfordshire (keduanya kini hilang) dan dua tulang belakang ekor lainnya dari endapan yang sama di dekat Thame. Owen juga mengklasifikasikan satu tulang belakang tunggal dan beberapa metatarsal yang aslinya dinamai Cetiosaurus epioolithicus (sebuah nomen nudum yang tidak valid) ke dalam spesies tersebut. Salah satu tulang belakangnya (OUMNH J13871) mungkin saja merupakan servikal (tulang belakang leher), karena memiliki satu permukaan persendian yang sedikit cembung dan satu yang cekung. Dicirikan oleh sentrum (badan tulang belakang) yang memanjang secara unik, C. longus bukanlah takson yang diagnostik. Karena tidak memiliki ciri diagnostik apa pun dari Cetiosauriscus, spesies ini seharusnya tetap dirujuk dengan nama aslinya, Cetiosaurus longus.[4]
Cetiosaurus glymptonensis, dinamai berdasarkan sembilan sentrum ekor bagian tengah hingga ujung (distal) dari Formasi Forest Marble di Oxfordshire, Inggris, dimasukkan ke dalam Cetiosauriscus oleh McIntosh pada tahun 1990. Tulang belakang ekor ini dianggap lebih memanjang daripada milik Cetiosaurus oxoniensis, tetapi proporsi panjang tulang ekor sangat bervariasi di sepanjang ekor dan pada taksa yang berbeda, dengan Apatosaurus, Diplodocus, dan Cetiosauriscus juga memiliki tulang belakang ekor yang memanjang serupa.[4] Tulang ekor yang lebih anterior (mendekati pangkal) memiliki satu bubungan besar pada ketinggian dua pertiga sentrum dan satu bubungan yang lebih kecil pada ketinggian sepertiganya. Bubungan-bubungan ini mirip dengan yang ada pada tulang ekor bagian tengah dari Cetiosauriscus. Meskipun demikian, bubungan tersebut tidak ditemukan pada tulang ekor dengan ukuran dan proporsi yang sama, dan karena perbedaan inilah Upchurch dan Martin pada tahun 2003 menyimpulkan bahwa spesies tersebut terpisah dari Cetiosauriscus.[4] "Cetiosaurus" glymptonensis dianggap sebagai Eusauropoda incertae sedis oleh Upchurch dan Martin (2003), Weishampel dan kolega (2004), serta Whitlock (2011), dan memerlukan nama genus baru karena memiliki ciri diagnostik tunggal, yaitu bubungan lateralnya.[4][15][20]

Pada tahun 1980, Charig mendeskripsikan sebuah spesimen diplodocid tak tentu dari periode Kapur Awal di Inggris, dan memeriksa kembali holotipe Cetiosauriscus leedsii untuk membandingkan karakteristiknya. Dalam publikasi ini, ia mengonfirmasi bahwa ilium (tulang usus) dari holotipe C. leedsii, NHMUK PV R1988, terlalu tidak lengkap untuk dibandingkan dengan ilium yang juga tidak lengkap dari spesimen rujukan NHMUK PV R3078. Akibat kurangnya bagian yang saling melengkapi (tumpang tindih), rujukan NHMUK PV R3078 pada Cetiosauriscus leedsii tidak dapat lagi diverifikasi, sehingga Charig menamai spesies baru Cetiosauriscus stewarti untuk NHMUK PV R3078. Nama spesifik tersebut dipilih untuk menghormati Sir Ronald Stewart, ketua London Brick Company yang memiliki tambang tanah liat tempat fosil itu ditemukan. Lebih lanjut, Charig menganggap Cetiosauriscus leedsii dan Cetiosauriscus greppini sebagai taksa yang meragukan, sehingga C. stewarti menjadi satu-satunya spesies yang valid di dalam Cetiosauriscus.[2] Karena ketidakvalidan spesies tipe C. leedsii, Charig membuat petisi kepada Kode Internasional Tatanama Zoologi (ICZN) pada tahun 1993 untuk menetapkan Cetiosauriscus stewarti sebagai spesies tipe genusnya, karena ini adalah takson yang mengandung spesimen yang awalnya digunakan oleh Huene untuk menamai genus tersebut dan yang membedakannya dari Cetiosaurus, serta merupakan nama yang secara taksonomi lebih stabil.[14] Petisi ini diterima oleh ICZN pada tahun 1995, menjadikan Cetiosauriscus stewarti sebagai spesies tipe dari Cetiosauriscus.[25] Satu-satunya spesimen yang dapat dengan meyakinkan dimasukkan ke dalam C. stewarti adalah holotipe NHMUK PV R3078, meskipun ada kemungkinan gigi-gigi terisolasi dari Oxford Clay juga berasal dari takson tersebut.[7][17]
Deskripsi

Cetiosauriscus adalah eusauropoda kuadrupedal (berjalan dengan empat kaki) berukuran sedang. Hewan ini memiliki ekor yang lumayan panjang, dan lengan yang relatif panjang sehingga bahunya sejajar dengan panggulnya. Cetiosauriscus memiliki panjang sekitar 15 m (49 ft) berdasarkan kerangka yang diketahui, sebanding dengan kerabat-kerabatnya seperti Cetiosaurus yang memiliki panjang 16 m (52 ft), dan Patagosaurus yang sepanjang 165 m (541 ft).[26] Berat Cetiosauriscus kurang dapat dipastikan, bergantung pada penempatan filogenetiknya. Direkonstruksi sebagai diplodocid, Cetiosauriscus diperkirakan oleh Paul (2010[27]) memiliki berat 4 tonne[convert: unit tak dikenal], tetapi apabila direkonstruksi sebagai cetiosaur, beratnya diperkirakan oleh Paul (2016[26]) mencapai 10 tonne[convert: unit tak dikenal].[26][27]
Tulang belakang

Tulang belakang dorsal dari NHMUK PV R3078 tidak lengkap atau berupa pecahan. Sebagian tulang dorsal anterior diketahui dari satu sentrum tunggal, yang ukuran panjangnya kurang lebih sama dengan lebarnya, dengan bola persendian anterior yang kuat (kondisi opistoseolous).[10] Pada permukaan lateral (samping) sentrum terdapat pleurocoel (cekungan di sisi tulang belakang untuk kantung udara) yang dalam namun kecil.[1][15] Sebuah sentrum dorsal bagian tengah tunggal juga terawetkan, sedikit lebih kecil dari bagian dorsal anterior. Pleurocoel-nya lebih memanjang, tetapi seperti halnya dorsal anterior, tidak terdapat cekungan di bagian ventral (bawah). Sebuah dorsal posterior juga diketahui dan kemungkinan merupakan dorsal terakhir sebelum sakrum (tulang belakang di antara tulang panggul). Bagian ini mengawetkan seluruh sentrum dan sebagian besar lengkung saraf, dengan ukuran yang memendek secara signifikan dibandingkan tulang dorsal lainnya, meskipun lebarnya kurang lebih sama dengan tingginya. Pleurocoel yang dangkal juga ada, tetapi letaknya lebih tinggi di sisi sentrum dan menyatu hingga hilang ke dalam lengkung saraf. Berbeda dengan dorsal anterior, dorsal posterior hanya bersifat sedikit opistoseolous. Sebuah hiposfena (hyposphene; bubungan vertikal tipis di bawah prosesus anterior dari lengkung tersebut, yang memberikan persendian tulang belakang tambahan[15]) yang tinggi dan sempit juga hadir dan meluas dengan baik menjauh dari lengkung tersebut. Sebuah spina saraf dorsal tunggal juga terawetkan. Bentuknya pipih dan tidak tinggi, dengan ujung yang menyempit, dan satu-satunya lamina (lembaran tulang) yang terlihat jelas adalah lamina spinopostzigapofisis yang menjulur ke bawah di sudut belakang spina tersebut menuju postzigapofisis.[10] Hal ini berbeda dengan kebanyakan diplodocoid di mana terdapat banyak lamina yang membentang di sepanjang spina.[28] Empat spina saraf dari sakrum terawetkan, tiga di antaranya menyatu membentuk pelat tunggal dan yang keempat terpisah, seperti pada Diplodocus.[10][1]

Dari empat tulang ekor (kaudal) anterior, dua yang paling depan sangat tidak lengkap. Kedua sentrum yang pendek, tetapi lebih lebar daripada tingginya, menyimpan jejak-jejak proyeksi menyamping (prosesus transversus) yang ditemukan di tulang belakang lainnya, yang letaknya sangat rendah di bagian samping dibandingkan dengan kaudal-kaudal yang ada di belakangnya. Spina sarafnya sangat tipis, menipis menjadi sebuah bubungan tunggal di bagian depan (lamina prespinal), tetapi memiliki dua lamina spinopostzigapofisis seperti pada tulang dorsal. Kaudal keempat merupakan kaudal anterior yang paling lengkap. Sentrumnya berbentuk cekung di depan, tetapi datar di belakang (amfiplatian). Tidak ada pleurocoel tidak seperti pada tulang dorsal, dan prosesus transversusnya bermula di bagian atas sentrum. Sentrum ini memiliki panjang 10 cm (3,9 in), tinggi 27 cm (11 in), dan lebar 28 cm (11 in), dengan total ketinggian tulang belakang mencapai 66 cm (26 in). Kaudal anterior dari spesimen Cetiosaurus leedsi NHMUK PV R1984 sangat mirip dengan milik Cetiosauriscus, tetapi lengkung sarafnya tidak setinggi pada C. leedsi, dan prosesus transversusnya tidak memiliki bubungan yang menonjol di sepanjang bagian atasnya. Kaudal tengah dan posterior dari serangkaian 27 tulang yang hampir berurutan terawetkan dengan baik pada Cetiosauriscus. Tulang-tulang yang berada lebih belakang sedikit lebih memanjang dibandingkan yang ada di depannya, dan sedikit kurang cekung di permukaan anteriornya. Bergerak ke arah ujung ekor, ukuran sentrumnya mengecil dan prosesus transversusnya menyusut hingga tidak ada sama sekali, dengan spina saraf menjadi semakin pendek, tipis, dan lebih miring. Tulang belakang ketujuh dari rangkaian tersebut, dengan tinggi 45 cm (18 in), memiliki panjang 18 cm (7,1 in), hanya satu cm lebih panjang dari tulang ke-21 dari rangkaian yang sama yang tingginya 225 cm (89 in).[10] Sebuah karakteristik yang membedakan Cetiosauriscus adalah adanya cekungan dari arah depan ke belakang pada bagian atas spina saraf kaudal anterior dan tengah.[15]
Kerangka apendikular

Cetiosauriscus mengawetkan satu tulang belikat (skapula) kanan tunggal, yang memanjang dan ramping. Skapula tersebut memiliki panjang 965 cm (380 in) dan lebar 175 cm (69 in) di bagian tengah, menjadikannya sangat sempit.[10][29] Permukaan bagian dalamnya rata membentang, sedangkan permukaan luarnya sedikit cembung. Tidak terdapat pelebaran pada ujung terjauh (distal) dari tulang tersebut. Tulang ini menebal di dekat persendian humerus (tulang lengan atas), di mana ia juga bersendi dengan tulang korakoid. Tulang korakoidnya tidak lengkap, tetapi bagian yang terawetkan cukup untuk menunjukkan bahwa tulang itu berbentuk persegi panjang, dan ukurannya lebih panjang, yaitu 35 cm (14 in), daripada lebarnya—38 cm (15 in). Sebuah humerus sepanjang 94 cm (37 in) juga diketahui, dan terawetkan utuh dengan kerusakan minimal. Tulang ini berukuran pendek dan kekar, dengan bubungan kokoh untuk otot deltoid di sepanjang paruh atas tulang tersebut.[10] Bentuk humerus ini mirip dengan humerus Neuquensaurus yang pendek, meskipun secara keseluruhan tungkai depannya berukuran panjang, seperti pada Diplodocus dan Cetiosaurus, yakni mencapai 69% dari panjang femurnya.[29][15] Ujung distalnya kasar sebagai tempat bertautnya tudung tulang rawan berukuran besar, seperti yang ditemukan pada beberapa eusauropoda lain semisal "Cetiosauriscus" greppini.[18] Tulang radius (pengumpil) dan ulna (hasta) patah, namun jika utuh panjangnya diperkirakan mencapai 76 cm (30 in).[10]
Tungkai belakang Cetiosauriscus berukuran sekitar 3⁄2 dari panjang tungkai depannya. Kedua tulang ilium (tulang usus) sangat terpisah-pisah, namun kedua sisinya saling melengkapi untuk memberikan gambaran yang cukup jelas mengenai proporsi tulang tersebut secara utuh. Ilium tersebut memiliki panjang 102 m (335 ft), dan memiliki pedunkel pubis yang panjang dan ramping.[10] Tulang ini secara proporsional lebih rendah daripada milik Cetiosaurus, dengan proporsi yang lebih menyerupai Haplocanthosaurus serta kelompok "Titanosauridae" yang muncul di masa setelahnya.[1][29] Tulang paha kiri terawetkan utuh, namun sebagian batang tulangnya telah terkikis. Tulang ini sangat ramping, dengan tinggi 136 m (446 ft) tetapi lebarnya hanya 195 cm (77 in) di bagian tengah.[10] Morfologi tulang paha yang sangat ramping ini juga dimiliki oleh Amphicoelias, Shunosaurus, Ligabuesaurus, dan salah satu spesimen Diplodocus, sehingga menjadikannya lebih grasil dibandingkan Cetiosaurus dan sebagian besar eusauropoda lainnya.[1][28] Trokanter keempat yang menonjol turut hadir, tetapi bentuk batang tulang yang tersisa sangat memipih. Tibia (tulang kering), fibula (tulang betis), dan pes (kaki) juga terawetkan, namun kondisinya terpecah-pecah dan tak lagi bersendi sehingga menyulitkan proses perbandingan, di mana tungkai belakang bagian bawah saat berdiri tegak mencapai sekitar 80 cm (31 in).[10][29] Bentuk kakinya mirip dengan Diplodocus dan Brontosaurus, di mana jari-jari kaki pertama berukuran besar dan bercakar, sementara jari-jari bagian luar berukuran kecil dan tidak bercakar. Metatarsal III adalah yang terpanjang, diikuti oleh metatarsal IV, II, V, dan I. Metatarsal I adalah yang terlebar, dan lebar tulang-tulang tersebut terus menyusut seiring bertambahnya urutan nomor tulang.[10]
Klasifikasi

Cetiosauriscus pada mulanya diklasifikasikan oleh Huene sebagai sebuah genus dalam famili Cetiosauridae, di bawah naungan subfamili Cardiodontidae. Subfamili ini, yang juga mencakup taksa lain seperti Cetiosaurus, Haplocanthosaurus, Dystrophaeus, Elosaurus, dan Rhoetosaurus, didirikan berdasarkan ciri-ciri basal secara umum berupa tulang servikal (leher) yang memanjang dan dorsal (punggung) yang memendek—keduanya opistoseolous, kaudal (ekor) amfiseolous yang berbentuk batang di bagian distal (ujung), sepasang lempeng sternum, tulang ilium yang tidak memiliki prosesus pascaasetabulum (area ilium di belakang persendian iskium dan asetabulum), tulang pubis yang sangat lebar, iskium distal yang lebar, tungkai depan yang jauh lebih pendek daripada tungkai belakang, tulang fibula yang tidak memiliki tempat perlekatan otot di bagian tengah, serta metakarpal yang panjang dan metatarsal yang pendek.[1] Klasifikasi ini direvisi pada tahun 1932 ketika Huene menyimpulkan bahwa di dalam famili tersebut Cetiosauriscus berkerabat lebih dekat dengan Haplocanthosaurus ketimbang Cetiosaurus, berdasarkan pada proporsi tungkai depan dan tungkai belakangnya.[29] Sebaliknya, pada tahun 1956, Alfred Romer menyinonimkan Cetiosauriscus dengan Cetiosaurus, sebuah pendirian yang tidak lagi diikuti oleh studi-studi selanjutnya mengenai takson ini.[2][30]
David S. Berman dan McIntosh pada tahun 1978 memasukkan Cetiosauriscus ke dalam famili Diplodocidae bersama dengan banyak genus lainnya; Diplodocus, Apatosaurus, Barosaurus, Mamenchisaurus, Dicraeosaurus, dan Nemegtosaurus. Sebagaimana halnya para anggota famili tersebut, Cetiosauriscus memiliki prosesus transversus yang menyerupai sayap, tulang chevron (tulang di bawah ekor) yang terbagi dengan tonjolan ke arah depan dan belakang, ekor yang menyerupai "cambuk", humerus yang panjangnya mencapai 2/3 dari panjang femur, absennya tulang kalkaneum (tulang tumit), metatarsal III dan IV menjadi yang terpanjang, serta metatarsal I yang memiliki tonjolan di sudut belakang bagian bawah.[31] Pengklasifikasian ini menjadikan Cetiosauriscus, yang diketahui berasal dari epos Kallovium, sebagai diplodocid tertua, jutaan tahun lebih tua dibandingkan Diplodocus, Barosaurus, atau Apatosaurus. Dalam makalah yang menamai Cetiosauriscus stewarti, Charig juga mendeskripsikan tulang chevron dari spesimen baru tersebut dan menciptakan istilah "diplodociform" untuk menggambarkannya. Istilah ini mengindikasikan bahwa chevron tersebut kuat dan bercabang ganda, seperti pada Diplodocus dan kerabatnya macam Mamenchisaurus. Karena chevron "diplodociform" yang serupa ini, Charig memasukkan Cetiosauriscus ke dalam Diplodocidae bersama dengan spesimen baru tersebut.[2] Mengembangkan pemikirannya dari makalah sebelumnya, McIntosh (1990[24]) secara tentatif memasukkan Cetiosauriscus ke dalam subfamili Diplodocinae, yang dicirikan oleh lebih banyaknya tulang servikal dan lebih sedikitnya tulang dorsal, spina saraf sakrum yang tinggi, tungkai depan yang pendek, tidak adanya kalkaneum, metatarsal III dan IV yang menjadi terpanjang, dan prosesus kecil di ujung distal metatarsal I. Subfamili tersebut juga mencakup Diplodocus, Barosaurus, dan Apatosaurus.[24] Pada tahun 2004, penempatan ini diikuti oleh Weishampel dkk. tanpa memberi komentar lebih lanjut.[15]
Sebuah analisis filogenetik terhadap Cetiosauriscus dilakukan pada tahun 2003 oleh Julia Heathcote dan Upchurch, berdasarkan pada dua matriks yang paling inklusif kala itu, yakni milik Jeffrey A. Wilson (2002[32]) dan Upchurch (1995[33]), yang mana keduanya belum pernah menyertakan takson tersebut pada masa-masa sebelumnya. Ditambahkan pada analisis Upchurch, Cetiosauriscus menempati posisi sebagai takson saudari dari Tehuelchesaurus, dalam kelompok yang mencakup Mamenchisaurus, Omeisaurus, dan Euhelopus, sementara penempatan di dalam kelompok Omeisaurus dan Mamenchisaurus juga ditemukan ketika menggunakan matriks Wilson. Berdasarkan kedua hasil tersebut, Heathcote dan Upchurch menyimpulkan bahwa Cetiosauriscus bukanlah kelompok diplodocid atau bahkan tidak termasuk ke dalam Diplodocoidea, melainkan sebuah sauropoda yang lebih basal di luar klade Neosauropoda.[13] Analisis filogenetik oleh Rauhut dkk. (2005[34]) menempatkan Cetiosauriscus pada sebuah klade bersama dengan Omeisaurus, yang juga tergabung dalam satu kelompok bersama Losillasaurus dan Mamenchisaurus, di luar Neosauropoda.[34] Kekerabatan filogenetik Cetiosauriscus juga diuji pada tahun 2015 oleh Tschopp dkk., sebagai potensial anggota diplodocid. Meski genus tersebut didapati berada dalam Diplodocimorpha dengan salah satu metode analisis, genus itu juga ditemukan berdiam di luar Neosauropoda. Pada keduanya, Cetiosauriscus stewarti ditemukan berada dalam kladenya sendiri bersama dengan Barosaurus affinis, sebuah spesies meragukan yang hanya diketahui dari fosil tulang-tulang kaki. Tschopp dkk. menyimpulkan bahwa Cetiosauriscus bukanlah sebuah diplodocid maupun diplodocoid, lantaran memosisikannya di luar Neosauropoda rupanya lebih parsimonius (paling sedikit memberikan asumsi evolusi ganda) ketimbang memaksanya masuk ke dalam Diplodocoidea pada semua pengujian analisis. Karena makalah tersebut bertujuan khusus hanya untuk menguji kekerabatan di dalam Diplodocidae, kesimpulan yang lebih padu mengenai posisi Cetiosauriscus tidak dapat dipastikan. Hasil dari kladogram pilihan oleh Tschopp dkk. ditunjukkan di bawah ini:[28]

| Eusauropoda |
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Paleobiologi

Paleopatologi
Serangkaian tulang belakang kaudal distal NHMUK PV R1967, yang pernah dirujuk sebagai milik Cetiosauriscus, menyerupai tulang kaudal dari Diplodocus, yang memiliki dua ujung cembung (bikonveks) serta sentrum yang panjang dan tipis. Kaudal-kaudal ini memperlihatkan tanda-tanda cedera pada dua titik di sepanjang rangkaian yang terdiri dari sepuluh tulang belakang tersebut, di mana terdapat indikasi retakan atau patah tulang yang kemudian sembuh.[10] Lesi-lesi ini diidentifikasi memiliki wujud patologi yang sama seperti yang ditemukan pada ekor Diplodocus.[35] Telah diusulkan bahwa tulang belakang kaudal distal yang berbentuk bikonveks pada kelompok sauropoda digunakan untuk menghasilkan suara lecutan seperti cambuk, karena strukturnya yang tipis dan rentan membuktikan ia tidak diperuntukkan bagi benturan, sebab persendiannya akan sangat rawan mengalami kerusakan yang menjadikannya tidak lagi berguna.[36]
Paleoekologi


Cetiosauriscus hidup pada masa Kallovium, sebuah kala (epos) pada rentang Jura Tengah, sekitar 166 hingga 164 juta tahun yang lalu.[37] Satu-satunya spesimen tersebut diketahui berasal dari Anggota Bawah dari Formasi Oxford Clay, bersama dengan beragam genus dinosaurus dan banyak kelompok hewan lainnya, di zona biologis (biozona) dengan fosil indeks Kosmoceras jason.[7][17] Formasi Oxford Clay adalah endapan bahari yang melingkupi wilayah selatan dan tengah Inggris, yang dikenal karena kualitas pengawetan yang tinggi dari beberapa fosil serta tingginya keanekaragaman taksa.[17] Sedimen-sedimen tersebut pada umumnya berupa batu lumpur berwarna abu-abu kecokelatan, kaya akan bahan organik dengan jumlah fosil yang melimpah dari amonit dan bivalvia yang hancur, dengan ketebalan mencapai paling banyak 65 m (213 ft).[38] Keanekaragaman flora yang besar dapat terlihat, terawetkan dalam bentuk serbuk sari dan spora. Tumbuhan runjung (Gymnospermae) turut hadir, bersama dengan paku-pakuan (pteridofita), fragmen kayu yang tak dapat dikenali jenisnya, serbuk sari menengah lainnya, serta aneka material tanaman organik.[39]
Sauropoda menengah Ornithopsis leedsi diketahui berasal dari area formasi yang sama dengan Cetiosauriscus, bersisian dengan kelompok stegosaurid Lexovisaurus durobrivensis dan Loricatosaurus priscus (yang barangkali merupakan sinonim satu sama lain), sebuah ankylosaurus basal Sarcolestes leedsi, jenis ornithopoda Callovosaurus leedsi, dan takson ornithopoda kedua yang belum memiliki nama. Telur-telur dinosaurus yang belum ditentukan masuk ke dalam takson mana juga diketahui berada di wilayah Oxford Clay Bawah. Kelompok theropoda seperti Eustreptospondylus dan kemungkinan pula Megalosaurus juga diketahui hidup pada Formasi Oxford Clay, namun berada pada endapan sedimen yang usianya sedikit lebih muda (Anggota Tengah).[15] Selain itu, theropoda Metriacanthosaurus tercatat berasal dari tingkatan dan usia lapisan yang belum teridentifikasi pada formasi tersebut.[17]
Ratusan invertebrata diketahui muncul dari endapan bahari tersebut, termasuk kelompok bivalvia, gastropoda, skafopoda, amonit, kelompok cumi teutid, sejenis nautiloid, foraminifera, coelenterata, bryozoa, brachiopoda, annelida, krustasea, ostrakoda, teritip (cirripedia), dan echinodermata. Ikan-ikan diketahui berasal dari klade Elasmobranchii, Chimaera, dan Actinopterygii, lalu jenis ichthyosaurus Ophthalmosaurus, para plesiosaurus Cryptoclidus, Muraenosaurus, Tricleidus, Liopleurodon, Peloneustes, Pliosaurus, serta Simolestes, golongan crocodilia Metriorhynchus beserta Steneosaurus, dan juga pterosaurus Rhamphorhynchus semuanya terekam ada di sana.[17]
Catatan
- ↑ Ejaan spesies yang salah ini (penghilangan satu huruf "i" pada nama spesiesnya), nantinya diikuti oleh banyak penulis di kemudian hari, meskipun hal ini sekadar sinonim objektif junior dari ejaan aslinya.[2]
Referensi
- 1 2 3 4 5 6 7 8 von Huene, F. (1927). "Short review of the present knowledge of the Sauropoda" (PDF). Memoirs of the Queensland Museum. 8: 121–126. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 19 April 2022. Diakses tanggal 17 March 2022.
- 1 2 3 4 5 Charig, A.J. (1980). "A diplodocid sauropod from the Lower Cretaceous of England". Dalam Jacobs, L.L. (ed.). Aspects of Vertebrate History: Essays in Honor of Edwin Harris Colbert. Museum of Northern Arizona Press. hlm. 231–244. ISBN 978-0-897-34053-3.
- ↑ "Cetiosauriscus". The Natural History Museum. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 22 October 2020. Diakses tanggal 10 July 2018.
- 1 2 3 4 5 6 Upchurch, P.M.; Martin, J. (2003). "The anatomy and taxonomy of Cetiosaurus (Saurischia: Sauropoda) from the Middle Jurassic of England". Journal of Vertebrate Paleontology. 23: 208–231. doi:10.1671/0272-4634(2003)23[208:taatoc]2.0.co;2. S2CID 55360032.
- 1 2 Seeley, H.G. (1870). "Ornithopsis, a gigantic animal of the pterodacyle kind from the Wealden". Annals and Magazine of Natural History. 5 (28): 279–283. doi:10.1080/00222937008696155.
- 1 2 Hulke, J.W. (1887). "Note on some dinosaurian remains in the collection of A. Leeds, Esq. Part I. Ornithopsis Leedsii, nov. sp, from the Kimmeridge Clay of Northamptonshire". Geological Magazine. 4 (8): 375–376. doi:10.1017/S0016756800194014. S2CID 248534477.
- 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Noè, L.F.; Liston, J.J.; Chapman, S.D. (2010). "'Old bones, dry subject': the dinosaurs and pterosaur collected by Alfred Nicholson Leeds of Peterborough, England". Dalam Moody, R.T.J.; Buffetaut, E.; Naish, D.; Martill, D.M. (ed.). Dinosaurs and Other Extinct Saurians: A Historical Perspective. Geological Society, London, Special Publications. Vol. 343. hlm. 49–77. doi:10.1144/SP343.4. S2CID 140608738. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 17 July 2019. Diakses tanggal 11 July 2018.
- ↑ Seeley, H.G. (1889). "Note on the pelvis of Ornithopsis". Quarterly Journal of the Geological Society. 45 (1–4): 391–397. doi:10.1144/GSL.JGS.1889.045.01-04.27. S2CID 130462725.
- ↑ Lydekker, R. (1895). "On bones of a sauropodous dinosaur from Madagascar". Quarterly Journal of the Geological Society of London. 51 (1–4): 329–336. doi:10.1144/GSL.JGS.1895.051.01-04.25. S2CID 128431891. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 3 March 2022. Diakses tanggal 7 June 2020.
- 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 Woodward, A.S. (1905). "On parts of the skeleton of Cetiosaurus Leedsi, a sauropodous dinosaur from the Oxford Clay of Peterborough". Proceedings of the Zoological Society of London. 1 (January–April): 232–243.
- ↑ Smith, J.B. (1997). "Oxford Clay". Dalam Currie, P.J.; Padian, K. (ed.). Encyclopedia of Dinosaurs. hlm. 509–510. ISBN 978-0-12-226810-6.
- 1 2 "UK Inflation Calculator". CPI Inflation Calculator. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 9 February 2021. Diakses tanggal 2018-07-26.
- 1 2 Heathcote, J.; Upchurch, P.M. (2003). "Abstracts of Papers: The relationships of Cetiosauriscus stewarti (Dinosauria; Sauropoda): implications for sauropod phylogeny". Journal of Vertebrate Paleontology. 23 (Supplement to Number 3): 60A. doi:10.1080/02724634.2003.10010538. S2CID 220410105.
- 1 2 3 Charig, A.J. (1993). "Case 2876. Cetiosauriscus von Huene, 1927 (Reptilia, Sauropodomorpha): designation of C. stewarti Charig, 1980 as the type species". Bulletin of Zoological Nomenclature. 50 (4): 282–283. doi:10.5962/bhl.part.1874.
- 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Weishampel, D.B.; Dodson, P.; Osmolska, H., ed. (2004). The Dinosauria (Edisi 2nd). University of California Press. hlm. 265–784. ISBN 978-0-520-24209-8.
- ↑ Naish, D.; Martill, M. (2007). "Dinosaurs of Great Britain and the role of the Geological Society of London in their discovery: basal Dinosauria and Saurischia". Journal of the Geological Society. 164 (3): 493–510. Bibcode:2007JGSoc.164..493N. doi:10.1144/0016-76492006-032. S2CID 19004679. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 12 July 2020. Diakses tanggal 11 July 2018.
- 1 2 3 4 5 6 Martill, D.M.; Hudson, J.D. (1991). Fossils of the Oxford Clay. The Palaeontological Association. hlm. 1–287. ISBN 978-0-901702-46-3.
- 1 2 3 Meyer, C.A.; Thuring, C.R. (2003). "Dinosaurs of Switzerland". Comptes Rendus Palevol. 2 (1): 103–117. Bibcode:2003CRPal...2..103M. doi:10.1016/s1631-0683(03)00005-8.
- ↑ Huene, F. V. (1927). "Short review of the present knowledge of the Sauropoda". Memoirs of the Queensland Museum. 9: 121–126.
- 1 2 Whitlock, J.A. (2011). "The phylogeny of Diplodocoidea (Saurischia: Sauopoda)". Zoological Journal of the Linnean Society. 161 (4): 872–915. doi:10.1111/j.1096-3642.2010.00665.x.
- ↑ Hofer, C. (2005). Osteologie und Taxonomie von Cetiosauriscus greppini (Huene 1927a, b) aus dem späten Jura von Moutier (Reuchenette Formation) [Osteology and taxonomy of Cetiosauriscus greppini (Huene 1927a, b) from the Late Jurassic of Moutier (Reuchenette Formation)]. Unpublished Diploma thesis, University of Basel, p. 70.
- ↑ Schwarz, D., Wings, O., & Meyer, C. A. (2007). Taxonomische und systematische Revision von Cetiosauriscus greppini (Sauropoda). In O. Elicki & J. W. Schneider (Eds.), Fossile Ökosysteme (Vol. 36, p. 147). Wissenschaftliche Mitteilungen, Institut für Geologie: Freiberg.
- ↑ Schwarz, D.; Mannion, P. D.; Wings, O.; Meyer, C. A. (2020). "Re-description of the sauropod dinosaur Amanzia ("Ornithopsis/Cetiosauriscus") greppini n. gen. and other vertebrate remains from the Kimmeridgian (Late Jurassic) Reuchenette Formation of Moutier, Switzerland". Swiss Journal of Geosciences. 113 (1): 2. doi:10.1186/s00015-020-00355-5. S2CID 211265622.
- 1 2 3 McIntosh, J.S. (1990). "Sauropoda". Dalam Weishampel, D.B.; Dodson, P.; Osmólska, H. (ed.). The Dinosauria. University of California Press. hlm. 345–401. ISBN 978-0-520-25408-4.
- ↑ International Commission on Zoological Nomenclature (1995). "Opinion 1801. Cetiosauriscus Huene, 1927 (Reptilia, Sauropodomorpha): Cetiosauriscus stewarti Charig, 1980 designated as type species". The Bulletin of Zoological Nomenclature. 52: 113. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 18 July 2019. Diakses tanggal 30 August 2018.
- 1 2 3 Paul, G.S. (2016). The Princeton Field Guide to Dinosaurs (Edisi 2nd). Princeton University Press. hlm. 200. ISBN 978-0-691-16766-4.
- 1 2 Paul, G.S. (2010). The Princeton Field Guide to Dinosaurs. Princeton University Press. hlm. 189. ISBN 978-0-691-13720-9.
- 1 2 3 Tschopp, E.; Mateus, O.; Benson, R.B.J. (2015). "A specimen-level phylogenetic analysis and taxonomic revision of Diplodocidae (Dinosauria, Sauropoda)". PeerJ. 3: e857. doi:10.7717/peerj.857. PMC 4393826. PMID 25870766.
- 1 2 3 4 5 von Huene, F. (1932). "Die fossile Reptil-Ordnung Saurischia, ihre Entwicklung und Geschichte" [The fossil reptile order Saurischia, their development and history] (PDF). Monographien zur Geologie und Paläontologie (dalam bahasa German). 1 (4): 1–361. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2018-05-11. Diakses tanggal 2018-05-10. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
- ↑ Romer, A.S. (1956). Osteology of the reptiles. University of Chicago Press. hlm. 620. ISBN 978-0-226-72487-4.
- ↑ Berman, D.S.; McIntosh, J.S. (1978). "Skull and relationships of the Upper Jurassic sauropod Apatosaurus (Reptilia, Saurischia)". Bulletin of Carnegie Museum of Natural History. 8: 1–35. doi:10.5962/p.228587. S2CID 251483394. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 3 December 2020. Diakses tanggal 9 July 2018.
- ↑ Wilson, J.A. (2002). "Sauropod dinosaur phylogeny: critique and cladistic analysis" (PDF). Zoological Journal of the Linnean Society. 136 (2): 217–276. doi:10.1046/j.1096-3642.2002.00029.x.
- ↑ Upchurch, P.M. (1995). "The evolutionary history of sauropod dinosaurs" (PDF). Philosophical Transactions: Biological Sciences. 349 (1330): 365–390. Bibcode:1995RSPTB.349..365U. doi:10.1098/rstb.1995.0125. JSTOR 56238. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 31 March 2023. Diakses tanggal 21 January 2023.
- 1 2 Rauhut, O.W.M.; Remes, K.; Fechner, R.; Cladera, G.; Puerta, P. (2005). "Discovery of a short-necked sauropod dinosaur from the Late Jurassic period of Patagonia". Nature. 435 (7042): 670–672. Bibcode:2005Natur.435..670R. doi:10.1038/nature03623. PMID 15931221. S2CID 4385136.
- ↑ Moodie, R.L. (1917). "Studies in paleopathology. I. General consideration of the evidence of pathological conditions found among fossil animals". Annals of Medical History. 1: 374–393. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 26 October 2020. Diakses tanggal 8 May 2018.
- ↑ Myhrvold, N.P.; Currie, P.J. (1997). "Supersonic sauropods? Tail dynamics in the diplodocids" (PDF). Paleobiology. 23 (4): 393–409. Bibcode:1997Pbio...23..393M. doi:10.1017/S0094837300019801. S2CID 83696153. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 19 January 2023. Diakses tanggal 21 January 2023.
- ↑ Holtz, T.R. (2011). Dinosaurs: The Most Complete, Up-to-date Encyclopedia for Dinosaur Lovers of All Ages. Random House. hlm. Appendix 29. ISBN 978-0-375-82419-7.
- ↑ "Peterborough Member". The BGS Lexicon of Named Rock Units. British Geological Survey. 2017. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 22 December 2019. Diakses tanggal 2018-08-03.
- ↑ Riding, J.B. (2004). "A palynological investigation of the Oxford Clay Formation and the Quaternary succession of Northamptonshire (Sheets 171 and 186)" (PDF). British Geological Survey Internal Report. IR/04/046: 1–8. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 3 November 2018. Diakses tanggal 4 August 2018.
Bacaan lanjutan
- Schwartz, D.; Wings, O.; Meyer, C.A. (2007). "Super sizing the giants: the first cartilage preservation at a sauropod limb joint". Journal of the Geological Society. 164: 61–65. CiteSeerX 10.1.1.515.8943. doi:10.1144/0016-76492006-019. S2CID 53397766.
Pranala luar
- "Cetiosauriscus". Fossilworks—Gateway to the Paleobiology Database.
- "Cetiosauriscus stewarti". Fossilworks—Gateway to the Paleobiology Database.
| Cetiosauriscus | |
|---|---|