Rekonstruksi historis oleh Heinrich Harder (sebagai "Gigantosaurus"), 1912
Pada 1907, paleontolog Jerman Eberhard Fraas yang mengerjakan Lapisan Tendaguru di Afrika Timur Jerman (kini Tanzania), menemukan dua spesimen sauropoda di sebuah tempat tunggal ("Quarry A"). Dua individual tersebut, yang disebut "Kerangka A" dan "Kerangka B", masing-masing mewakili spesies sauropoda berbeda. Pada 1908, ia menamainya masing-masing sebagai Gigantosaurus africanus ("kadal raksasa Afrika") dan G. robustus ("kadal raksasa Robust").[2] Sebuah spesies Afrika tak terkait ketiga, "Gigantosaurus" dixeyi, dinamai pada 1928, dan kemudian dipindahkan ulang ke Malawisaurus.