Fosil yang nantinya dinamai Zapalasaurus ditemukan pada tahun 1995 di sebuah daerah yang disebut Puesto Morales. Daerah ini bertepatan dengan Anggota Piedra Parada dari Formasi La Amarga. Spesimen ini digali dari tahun 1995 hingga 1996 oleh para ilmuwan yang terafiliasi dengan Museum Ilmu Alam Argentina Bernardino Rivadavia dan Museum Juan A. Olsacher di bawah kepemimpinan paleontolog Argentina terkenal José F. Bonaparte. Sisa-sisa tambahan dari spesimen ini kemudian digali pada tahun 2004 oleh Museum Geologi dan Paleontologi Universitas Nasional Comahue. Spesimen ini diberi sebutan Pv-6127-MOZ. Spesimen tersebut dideskripsikan dan dinamai pada tahun 2006 oleh tim ilmuwan yang dipimpin oleh Leonardo Salgado. Zapalasaurus dinamai dari kota Zapala, yang berjarak sekitar 80 kilometer (50mi) dari tempat holotipe tersebut ditemukan. Nama spesiesnya diberikan untuk menghormati Dr. José Bonaparte, yang merupakan seorang paleontolog Argentina yang penting pada abad ke-20.[1]
Deskripsi
Holotipe dari Zapalasaurus terdiri dari satu tulang belakang dari bagian tengah leher, sebuah fragmen tulang punggung sakral, 17 tulang ekor, ischium dan pubis kiri, sebuah fragmen ilium, sebagian femur kiri, dan tibia kiri. Zapalasaurus dapat dibedakan dari diplodokoid lainnya berdasarkan beberapa fitur lengkung saraf serviks serta tulang ekor yang panjangnya membesar dua kali lipat dari depan ke belakang.[1]
Zapalasaurus diasumsikan memiliki leher yang panjang yang berkembang sebagai adaptasi untuk makan, yang memungkinkan lehernya berayun dalam lintasan berbentuk busur. Hal ini memungkinkan Zapalasaurus untuk meramban berbagai macam tanaman dan dedaunan tanpa harus berjalan terlalu jauh.[2][3]
Klasifikasi
Dalam deskripsi awal mereka, Salgado dan rekan-rekannya menemukan bahwa Zapalasaurus merupakan sebuah diplodokoid dengan percabangan basal (primitif) yang berada di luar subkelompok utama mana pun.[1] Namun, analisis-analisis selanjutnya menemukan bahwa genus ini merupakan anggota dari kelompok Rebbachisauridae. Sebuah kladogram yang diterbitkan oleh Carballido dan rekan-rekannya dalam deskripsi mereka tentang Comahuesaurus ditunjukkan di bawah ini.[4]
Zapalasaurus ditemukan di dalam batuan sedimen Formasi La Amarga, yang merupakan bagian dari Cekungan Neuquén dan berasal dari periode Barremian dan akhir Aptian pada Zaman Kapur Awal. Sebagian besar fosil vertebrata, termasuk Zapalasaurus, telah ditemukan di bagian terbawah (tertua) dari formasi tersebut, yaitu Anggota Puesto Antigual. Anggota formasi ini memiliki ketebalan sekitar 29 meter (95ft) dan utamanya tersusun dari batu pasir yang diendapkan oleh sungai bercabang.[5] Fauna sauropoda dari Formasi La Amarga sangat beragam dan mencakup anggota dikreosaurid Amargasaurus dan Amargatitanis, serta sisa-sisa titanosauriform basal yang belum diberi nama.[6] Keragaman yang tinggi ini menunjukkan bahwa spesies sauropoda yang berbeda memanfaatkan sumber makanan yang berbeda pula untuk mengurangi persaingan. Titanosauriform basal memiliki proporsi leher yang lebih panjang, kaki depan yang lebih panjang, dan mahkota gigi yang lebih lebar dibandingkan dikreosaurid dan rebasiosaurid, yang menunjukkan jangkauan ketinggian makan yang lebih tinggi.[7]Amargatitanis dan Amargasaurus kemungkinan mencari makan di atas permukaan tanah pada ketinggian hingga 27 meter (89ft), seperti yang dibuktikan oleh anatomi leher dan telinga bagian dalam mereka. Kelompok rebasiosaurid seperti Zapalasaurus diduga memakan tumbuhan tingkat rendah di permukaan tanah, sedangkan Titanosauriform basal mengeksploitasi sumber makanan pada tingkatan yang lebih tinggi.[7]
Dinosaurus lain dari Formasi La Amarga mencakup stegosaurus yang tidak dapat diidentifikasi secara spesifik; sementara dinosaurus pemangsa mencakup ceratosaurus kecil Ligabueino, dan keberadaan anggota tetanurae besar diindikasikan melalui penemuan sisa-sisa gigi.[8] Selain dinosaurus, formasi ini juga terkenal dengan keberadaan mamalia cladotheriaVincelestes, yang merupakan satu-satunya mamalia yang diketahui dari periode Kapur Awal di Amerika Selatan.[9] Kelompok crocodylomorpha diwakili oleh anggota trematochampsid yaitu Amargasuchus.[10]
1234Salgado, Leonardo; Carvalho, Ismar de Souza; Garrido, Alberto C. (2006). "Zapalasaurus bonapartei, un nuevo dinosaurio saurópodo de La Formación La Amarga (Cretácico Inferior), noroeste de Patagonia, Provincia de Neuquén, Argentina". Geobios. 39 (5): 695–707. Bibcode:2006Geobi..39..695S. doi:10.1016/j.geobios.2005.06.001. ISSN0016-6995.
↑Carballido, José Luis; Salgado, Leonardo; Pol, Diego; Canudo, José Ignacio; Garrido, Alberto (2012). "A new basal rebbachisaurid (Sauropoda, Diplodocoidea) from the Early Cretaceous of the Neuquén Basin; evolution and biogeography of the group". Historical Biology. 24 (6): 631–654. Bibcode:2012HBio...24..631C. doi:10.1080/08912963.2012.672416. S2CID130423764.
↑Ezcurra, Martin Daniel; Novas, Fernando Emilio (2016). "Theropod dinosaurs from Argentina". Museo Argentino de Ciencias Naturales Bernardino Rivadavia. ISSN1666-5503. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-08-15. Diakses tanggal 2023-08-20.
↑Chiappe, Luis M. (1988-12-01). "A new trematochampsid crocodile from the Early Cretaceous of north-western Patagonia, Argentina and its palaeobiogeographical and phylogenetic implications". Cretaceous Research. 9 (4): 379–389. Bibcode:1988CrRes...9..379C. doi:10.1016/0195-6671(88)90009-2. ISSN0195-6671.