Tiga akar buruk (Pali: akusala-mūla; Sanskerta: akuśala-mūla), juga dikenal sebagai tiga akar kejahatan dalam tradisi Theravāda, dan tiga racun (Sanskerta: triviṣa; Tibet: dug gsum) dalam tradisi Mahāyāna, adalah istilah buddhis yang merujuk ke tiga akar pengotor batin (Pali: kilesa; Sanskerta: kleśa) yang mengarahkan ke keadaan negatif. Tiga akar tersebut adalah:[1][2]
Keserakahan (Pali, Sanskerta: lobha; juga disebut rāga)
Ketiga akar buruk ini dianggap sebagai tiga penderitaan atau kecelaan yang merupakan bawaan dalam diri suatu makhluk dan merupakan akar-akar nafsu keinginan, sehingga menyebabkan penderitaan, rasa sakit atau ketidakpuasan, dan kelahiran kembali.[1][3]