Prenderol (dietilpropanadiol) adalah senyawa organik golongan alkil diol sederhana dengan aktivitas sebagai depresan sistem saraf pusat (SSP). Senyawa ini pernah diteliti sebagai agen sedatif, antikonvulsan, dan pelemas otot pada pertengahan abad ke-20, tetapi tidak berkembang menjadi obat terapi karena durasi kerjanya yang sangat singkat.[1]
Senyawa ini terkait erat secara struktur dengan meprobamat serta berbagai alkil alkohol dan diol lainnya dengan aktivitas yang menyerupai.[2][3][4][5][6][7]
2-etilbutiraldehida bereaksi dengan formaldehida dalam suasana basa (misalnya larutan KOH). Pada tahap ini, terbentuk intermediat alkohol melalui adisi nukleofilik formaldehida ke gugus karbonil aldehida. Kondensasi berulang menghasilkan kerangka karbon dengan substituen dietil pada posisi pusat (karbon-2), menciptakan struktur 2,2-disubstitusi yang khas dari Prenderol.
Produk antaranya direduksi lebih lanjut hingga membentuk diol, kemudian campuran direaksikan dengan asam lemah untuk menetralkan sisa basa dan memurnikan produk. Kristalisasi atau distilasi vakum digunakan untuk memperoleh Prenderol sebagai padatan putih-kekuningan dengan titik leleh 59–62 °C.
Rute ini dijelaskan dalam literatur farmakologi awal sebagai metode sintesis standar untuk diol tersier golongan alkil-propanadiol.[3] Tambahan ringkasan mekanisme dan optimasi reaksi dapat ditemukan dalam laporan pengembangan derivatif ester Prenderol.[1]
Sejarah
Prenderol pertama kali disintesis melalui reaksi antara 2-etilbutiraldehida dan formaldehida dalam kondisi basa (KOH), menghasilkan diol tersier yang kemudian dikenal sebagai 2,2-dietil-1,3-propanadiol.[3]
Pada era 1940–1950-an, senyawa ini diteliti sebagai kandidat obat penenang dan antikonvulsan, dengan mekanisme yang menyerupai obat-obat sedatif generasi awal (misalnya meprobamat). Upaya pengembangan berlanjut hingga penelitian sintesis ester-ester Prenderol yang bertujuan memperpanjang durasi kerjanya, tetapi hasilnya tetap tidak cukup efektif untuk aplikasi klinis.[1]
Farmakologi
Penelitian farmakologi awal menunjukkan bahwa Prenderol bekerja sebagai depresan sistem saraf pusat (SSP) dengan cara menghambat refleks multisinaptik pada medula spinalis dan mesensefalon.[3] Efek yang dilaporkan meliputi antikonvulsan, melindungi hewan percobaan dari kejang yang diinduksi kimia atau listrik, sedasi, relaksasi otot, dengan hambatan pada transmisi sinaptik spinal, dan penurunan tonus postural.
Prenderol termasuk senyawa yang bekerja cepat tetapi memiliki durasi aksi sangat singkat, yang menjadi keterbatasan utama dalam penggunaannya sebagai obat.[1]
Toksisitas
Senyawa ini menyebabkan iritasi pada mata, kulit, dan saluran pernapasan apabila kontak langsung terjadi.[9] Senyawa ini berpotensi berbahaya bila tertelan, terutama dalam jumlah besar, karena sifat depresan SSP-nya.[10] Saat ini, senyawa ini diklasifikasikan sebagai “for research use only” dan tidak digunakan sebagai obat manusia.[11]
1234Slater, I.H.; O’Leary, J.P.; Pribyl, E.J. (1954). "Some Attempts to Prolong the Duration of Action of 2,2-Diethyl-1,3-Propanediol (Prenderol®)". Journal of the American Pharmaceutical Association. 43 (9): 547–550. doi:10.1002/jps.3030430909.
↑Berger FM (Juni 1949). "Anticonvulsant action of 2-substituted-1,3-propanediols". Proceedings of the Society for Experimental Biology and Medicine. 71 (2). New York, N.Y.: 270–271. doi:10.3181/00379727-71-17159. PMID18134033. S2CID32255832.
↑Blum B (Mei 1962). "Head shaking and nystagmus produced by 2,2-diethyl, 1,3-propanediol (prenderol) in the rat". Archives Internationales de Pharmacodynamie et de Therapie. 137: 128–36. PMID13870189.
↑Reyes Q., Aaurelio; Mascetti V., G.; Martinez J., Rolando. Synthesis of polyhydroxylated alcohols. Revista Latinoamericana de Quimica 1984; 15 (1): 29-30. ISSN: 0370-5943.
↑Wang G, Lu Q (Oktober 2013). "A nitrate ester of sedative alkyl alcohol improves muscle function and structure in a murine model of Duchenne muscular dystrophy". Molecular Pharmaceutics. 10 (10): 3862–70. doi:10.1021/mp400310r. PMID23924275.
↑McKusick, B. (1948). "New Compounds. New Compounds as Insect Repellents". Journal of the American Chemical Society. 70 (5): 1982–1983. doi:10.1021/ja01185a602.