Gibran Rakabuming Raka
Gibran Rakabuming Raka adalah anak sulung Presiden Indonesia Joko Widodo (2014-2024) yang juga pernah menjabat sebagai Wali Kota Surakarta (2005-2012) dan Gubernur DKI Jakarta (2012-2014). Pada Juli 2019, berdasarkan hasil survei dari Universitas Slamet Riyadi, Gibran dianggap sebagai salah satu calon potensial untuk maju dalam pemilihan Wali Kota Surakarta tahun 2020.[10] Pada September 2019, Gibran mendaftar sebagai anggota Partai Demokrasi Indonesia-Perjuangan (PDI-P) yang juga merupakan partai ayahnya. Tujuannya bergabung dengan partai tersebut adalah agar ia bisa maju sebagai calon wali kota.[11] Gibran awalnya dianggap tidak memenuhi syarat karena menurut aturan PDI-P, ia harus telah menjadi anggota selama minimal tiga tahun sebelum dapat diusung sebagai calon.[12] Selain itu, PDI-P cabang Surakarta juga pada mulanya mendukung pencalonan Wakil Wali Kota petahana, Achmad Purnomo.[13] Walaupun begitu, berdasarkan rekomendasi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP), PDI-P resmi mendukung Gibran sebagai calon pada 17 Juli 2020 dengan Teguh Prakosa sebagai calon wakilnya.[14] Semua partai yang memiliki kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Surakarta mendukung Gibran kecuali Partai Keadilan Sejahtera (PKS); karena PKS tidak memiliki cukup kursi untuk mengusung calonnya sendiri, terdapat kemungkinan bahwa Gibran akan menjadi calon tunggal.[15]
Bagyo Wahyono
Bagyo Wahyono adalah desainer[16] dan penjahit busana tradisional Jawa.[17] Ia mengaku sudah mendesain pakaian untuk sejumlah tokoh di antaranya Didi Kempot, Tia AFI, Waldjinah, Djudjuk Djuariah, Wawin Laura, mantan Bupati Wonogiri Danar Rahmanto, hingga pakaian penobatan Pakubuwono XIII.[16] Ia maju menjadi pasangan calon independen menggandeng F.X. Supardjo, seorang Ketua RW. Bagyo merupakan warga RT 01/06, Kelurahan Penumping, Kecamatan Laweyan, Solo. Sedangkan F.X. Supardjo adalah warga RT 01/07, Kampung Karangturi, Kelurahan Pajang, Kecamatan Laweyan, Solo. Pasangan Bagyo-Supardjo (Bagjo) diusung oleh Yayasan Tikus Pithi.[17]
Pada tanggal 21 Agustus 2020, Komisi Pemilihan Umum Kota Surakarta memutuskan pasangan Bagyo-Supardjo lolos verifikasi faktual dengan mengumpulkan 38.831 dukungan melebihi batas minimal 35.870 dukungan. Dengan demikian mereka berhak melakukan pendaftaran dalam Pilkada pada tanggal 4-6 September 2020.[9] Pasangan Bagjo membantah tudingan bahwa mereka hanya jadi "boneka" untuk memuluskan langkah Gibran memenangi Pilwalkot Surakarta 2020.[18]