Diakui sebagai pendiri aliran Nyingma dalam Buddhisme Tibet.
Padmasambhava[catatan 1] (berarti 'Lahir dari Seroja'), yang juga dikenal sebagai Guru Rinpoche ('Guru yang Berharga'), adalah seorang vajracarya Buddhis tantra semi legendaris[1] dari India abad pertengahan. Menurut sumber hagiografi, ia berperan penting dalam memperkenalkan dan mengukuhkan Vajrayana di Tibet pada sekitar abad ke-8 hingga ke-9.[2][3][4][5] Ia dianggap sebagai emanasi atau Nirmāṇakа̄ya dari Buddha Shakyamuni, sebagaimana yang telah diramalkan oleh Buddha sendiri.[3]
Berdasarkan sumber-sumber awal Tibet, termasuk Babad Ba (Tibet: དབའ་བཞེད atau སྦ་བཞེད, Alih Aksara Wylie: dba' bzhed atau sba bzhed;Inggris: Testament of Ba), Padmasamhava tiba di Tibet pada abad ke-8 dan merancang[3]Biara Samye, biara Buddhis pertama di Tibet,[4] selama masa pemerintahan Raja Trisong Detsen. Bersama dengan raja tersebut dan Khenpo Shantarakshita, ia berjasa dalam penyusunan Kanon Tibet melalui penerjemahan ajaran-ajaran Buddha beserta komentar-komentarnya ke dalam bahasa Tibet.
Meskipun otentisitas sejarahnya sempat dipertanyakan oleh para Tibetolog terdahulu, statusnya kini "diterima secara hati-hati" oleh para ahli, seperti Lewis Doney. Padmasambhava sendiri tercatat menyatakan dirinya sebagai sosok historis, dan penanda pada bebatuan yang diyakini sebagai jejak kakinya dianggap sebagai bukti keberadaannya.[3][5] Padmasambhava kemudian dipandang sebagai tokoh sentral dalam transmisi ajaran Buddha ke Tibet.[6][7]
Sejak sekitar abad ke-12, hagiografi mengenai Padmasambhava mulai ditulis, yang memperluas narasi profil dan aktivitasnya. Dalam perkembangan selanjutnya, ia digambarkan sebagai sosok yang menaklukkan seluruh roh dan dewa di Tibet serta menyembunyika berbagai teks rahasia (terma) untuk ditemukan oleh para tertӧn (penemu harta karun) di masa depan.[8] Nyangral Nyima Ӧzer (1124-1192) adalah penulis Zangling-ma (Tasbih Permata), biografi tertua tentang Padmasambhava.[9][10] Ia dikenal sebagai salah satu arsitek utama "mitos" Padmasambhava yang pertama kali menghubungkan sang guru dengan ajaran Dzogchen (Kesempurnaan yang Luar Biasa) secara menonjol.[11][12]
Dalam Buddhisme Tibet, Padmasambhava dipandang sebagai seorang Buddha yang kedatangannya telah diramalkan oleh Buddha Shakyamuni.[3] Menurut hagiografi tradisional, murid-muridnya meliputi para master perempuan agung, seperti Yeshe Tsogyal dan Mandarava.[7] Padmasambhava dianggap sebagi figur pendiri aliran (Sekolah) Nyingma.[5][13] Sekolah Nyingma secara tradisional meyakini bahwa silsilah ajaran Dzogchen-nya bermula dari Garab Dorje melalui transmisi kepada Padmasambhava.[14] Ajaran Padmasambhava mencakup silsilah lisan (kama) dan silsilah teks harta karun (terma).[15] Penganut Buddhisme Tibet meyakini bahwa terma milik Padmasambhava ditemukan oleh para tertön ketika kondisi zaman dianggap tepat untuk menerimanya.[16] Padmasambhava diyakini muncul kepada para tertön dalam penampakan visioner, dan wujudnya divisualisasikan dalam praktik guru yoga, khususnya sekolah Nyingma. Saat ini Padmasambhava dihormati secara luas oleh umat Buddhis di Tibet, Nepal, Bhutan, negara-negara bagian Himalaya di India (Sikkim, Ladakh, Arunachal Pradesh, Himachal Pradesh), serta komunitas Buddhis di berbagai belahan dunia.[6]
Nama lain
Rupang Guru Rinpoche sebagai Patron Saint di Sikkim, India. Patung yang berada di Namchi merupakan patung orang suci tertinggi di dunia dengan ukuran 36metres (120ft).
↑Kværne, Per (2013). Tuttle, Gray; Schaeffer, Kurtis R. (ed.). The Tibetan History Reader (dalam bahasa Inggris). New York: Columbia University Press. hlm.168. ISBN9780231144698. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
12345Rinpoche, Khenchen Palden Sherab (Mei 1992). The Eight Manifestations of Guru Padmasambhava (dalam bahasa Inggris). Diterjemahkan oleh Rinpoche, Khenpo Tsewang Dongyal; Ling, Padma Gochen. Turtle Hill. Diarsipkan dari asli tanggal 4 Desember 2022.
12van Schaik, Sam (2011). Tibet: A History (dalam bahasa Inggris). Yale University Press. hlm.34–35. ISBN9780300194104. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
123Doney, Lewis (2015). "Padmasambhava in Tibetan Buddhism". Dalam Silk, Jonathan A.; etal. (ed.). Brill's Encyclopedia of Buddhism (dalam bahasa Inggris). Leyden, Boston: Brill. hlm.1197–1212. ISBN9789004299375.Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
12Buswell, Robert E.; Lopez, Donald S. Jr., ed. (2013). The Princeton Dictionary of Buddhism (dalam bahasa Inggris). Princeton, New Jersey: Princeton University Press. hlm.600. ISBN9781400848058. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
12van Schaik, Sam (2011). Tibet: A History (dalam bahasa Inggris). Yale University Press. hlm.34–35, 96–98. ISBN9780300194104. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
↑van Schaik, Sam (2011). Tibet: A History (dalam bahasa Inggris). Yale University Press. hlm.96. ISBN9780300194104. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
↑Doney, Lewis (2014). The Zangs gling ma: The First Padmasambhava Biography. Two Exemplars of the Earliest Attested Recension. Andiast: International Institute for Tibetan and Buddhist Studies. ISBN9783038091189. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
↑Dalton, Jacob (Oktober–Desember 2004). "The Early Development of the Padmasambhava Legend in Tibet: A Study of IOL Tib J 644 and Pelliot tibétain 307". Journal of the American Oriental Society (dalam bahasa Inggris). 124 (4): 759–772. doi:10.2307/4132116. JSTOR4132116.
↑Germano, David (2005). "The Funerary Transformation of the Great Perfection (Rdzogs chen)". Journal of the International Association of Tibetan Studies (dalam bahasa Inggris) (1): 1–54.
↑Harvey, Peter (2008). An Introduction to Buddhism Teachings, History and Practices (Edisi ke-2). Cambridge: Cambridge University Press. hlm.204. ISBN9780521676748. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
↑Rinpoche, Khenchen Palden Sherab; Rinpoche, Khenpo Tsewang Dongyal (1998). Kaye, Joan (ed.). Lion's Gaze: A Commentary on Tsig Sum Nedek. Diterjemahkan oleh Harding, Sarah. Sky Dancer Press. ISBN9781880975053. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
↑Rinpoche, Khenchen Palden Sherab; Rinpoche, Khenpo Tsewang Dongyal (2013). The Beauty of Awakened Mind: Dzogchen Lineage of the Great Master Shigpo Dudtsi. Dharma Samudra. ISBN9780983407416. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
↑Fremantle, Francesca (2001). Luminous Emptiness: Understanding the Tibetan Book of the Dead. Boston: Shambhala Publications, Inc. ISBN9781570624506. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)