Nāmarūpa (Pali; Sanskerta: नामरूपcode: sa is deprecated ) digunakan dalam Buddhisme dan Hinduisme untuk merujuk pada unsur-unsur penyusun makhluk hidup: nāma biasanya dianggap merujuk pada komponen mental (batin) seseorang, sementara rūpa merujuk pada komponen fisik (jasmani).
Dalam Buddhisme, nāmarūpa paling sering ditemukan sebagai satu kata majemuk yang dipahami secara harfiah sebagai batin-dan-jasmani, batin-dan-rupa, atau batin-dan-tubuh.
Dalam agama Hindu, nāma dan rūpa adalah identitas duniawi yang sederhana dari bentuk apa pun yang diberi nama, yang mana keduanya dianggap bersifat sementara dan bukanlah identitas sejati yang selaras dengan 'realitas' atau 'Yang Mutlak (Brahman)' (tanpa nama dan tanpa bentuk) dalam agama Hindu yang telah bermanifestasi sebagai maya.
Istilah ini digunakan dalam Buddhisme untuk merujuk pada unsur-unsur penyusun makhluk hidup: nāma merujuk pada unsur batiniah, sedangkan rūpa merujuk pada unsur jasmaniah. Nāma dan rūpa dalam Buddhisme saling bergantung, dan tidak dapat dipisahkan; sebagai nāmarūpa, keduanya merujuk pada keberadaan individu (atau hal-hal yang berbeda).[note 1]Nāmarūpa juga disebut sebagai lima khandha (gugusan), "organisme psiko-fisik", "batin dan materi", dan "mentalitas dan materialitas".
"Dan apakah, para biku, nāmarūpa itu? Perasaan (vedanā), persepsi (saññā), kehendak (cetanā), kontak (phassa), & perhatian (manasikāra): Inilah yang disebut nāma. Empat unsur pokok, dan rupa yang bergantung pada empat unsur pokok (rupa turunan): Inilah yang disebut rūpa. Batin dan jasmani ini, para biku, disebut nāmarūpa.[1]
Di bagian lain dalam Tripitaka Pali, nāmarūpa digunakan sebagai sinonim dari lima gugusan (pañcakkhandha),[3] atau sebagai "proses persepsi"[4] dalam interpretasi modern.
Tradisi Abhidhamma Theravāda juga telah mensistematisasikan nāmarūpa sebagaimana ditunjukkan pada Tabel.
Sesuai dengan ajaran anatta (tanpa atma; tanpa roh; tanpa 'diri'), "ketiadaan suatu atma (yang hakiki dan kekal)", nāma dan rūpa dianggap selalu dalam keadaan berubah yang hanya berupa kesinambungan pengalaman (yang sendirinya merupakan hasil dari sebab-musabab yang saling bergantung) yang menciptakan pengalaman atau perasaan adanya 'diri' secara konvensional.
Bagian dari samsara
Nāmarūpa adalah yang keempat dari dua belas mata rantai nidāna dalam Kemunculan Bersebab, didahului oleh kesadaran (Pali: viññāṇa; Skt.: vijñana) dan diikuti oleh enam landasan indra (Pali: saḷāyatana; Skt: ṣaḍāyatana). Oleh karena itu, dalam kitab Sutta Nipāta, Sang Buddha menjelaskan kepada Yang Mulia Ajita tentang cara kelahiran kembali dalam samsara dapat dihentikan:[note 2]
[Yang Mulia Ajita:] ...batin-&-jasmani, tuan yang terhormat: Katakan padaku, ketika ditanya hal ini, di mana mereka dihentikan?
[Sang Buddha:] Pertanyaan yang Anda ajukan, Ajita, Aku akan menjawabnya untukmu— di mana batin-&-jasmani dihentikan tanpa jejak: Dengan berhentinya kesadaran (viññāṇa), mereka dibawa ke arah kehentian.[note 3]
Istilah nāmarūpa digunakan dalam pemikiran Hindu, nāma menggambarkan sifat spiritual atau esensial dari suatu objek atau makhluk, dan rūpa merupakan kehadiran fisik yang diwujudkannya. Istilah-istilah ini digunakan dengan cara yang mirip seperti penggunaan 'esensi' dan 'aksiden' dalam teologiKatolik untuk mendeskripsikan transubstansiasi. Perbedaan antara nāma dan rūpa dalam pemikiran Hindu menjelaskan kemampuan kekuatan spiritual untuk bermanifestasi melalui wadah yang tidak memadai atau benda mati - seperti yang diamati dalam fenomena kesurupan dan penujuman, serta dalam kehadiran ilahi pada arca atau gambar yang dipuja melalui pūja.
Nāma Rupatmak Vishva adalah istilah Vedanta (sebuah aliran Sanatana Dharma/Hindu) untuk Alam Semesta yang termanifestasi, yakni Dunia sebagaimana yang kita kenal. Oleh karena setiap objek di Dunia ini memiliki Nāma dan Rupa, Dunia disebut sebagai Nāma Rupatmak Vishva. Paramātma (atau Sang Pencipta) tidak termanifestasi dalam Nāma Rupatmak Vishva ini, melainkan dapat disadari oleh seorang Sādhaka (pelajar/praktisi) melalui Bhakti (pengabdian), Karma (tindakan), Jnana (pengetahuan), Yoga (Penyatuan, sebuah aliran Hindu), atau kombinasi dari semua metodologi tersebut.
↑Misalnya, Rhys Davids & Stede (1921-25), hlm. 350, entri untuk "Nāma" (diakses 20-06-2007), menyatakan:
"nāma sebagai istilah metafisik berlawanan dengan rūpa, & terdiri dari 4 gugusan non-materi dari seorang individu (arūpino khandhā, yaitu vedanāsaññāsaṅkhāraviññāṇa...). Ini sebagai prinsip noëtic yang dipadukan dengan prinsip materiil membentuk individu yang dibedakan berdasarkan 'batin & jasmani' dari individu lain. Jadi, nāmarūpa= individualitas, wujud individu. Kedua hal ini tidak dapat dipisahkan...." (nāma as metaphysical term is opposed to rūpa, & comprises the 4 immaterial factors of an individual (arūpino khandhā, viz. vedanā saññā saṅkhāra viññāṇa...). These as the noëtic principle comb[ine]d with the material principle make up the individual as it is distinguished by 'name & body' from other individuals. Thus nāmarūpa = individuality, individual being. These two are inseparable....)
↑Lokasi spesifik ayat-ayat ini: Snp 5.2, Pārāyanavagga, "The Questions of Ajita," ayat 1036-1037
↑Thanissaro (1994).Diarsipkan 26-12-2014 di Wayback Machine. Dalam menjelaskan pertukaran khusus antara Ven. Ajita dan Sang Buddha, Ireland (1983, 1994), n. 2. Diarsipkan 12-08-2014 di Wayback Machine. Dia menyatakan: "Tanya jawab ini mengacu pada ajaran Kemunculan Bersebab (paṭiccasamuppāda). Ketika kesadaran penyambung kelahiran kembali (pati-sandhi-viññāṇa) tidak muncul, maka tidak ada kemapanan individu (batin-dan-jasmani, nāmarūpa) di alam keberadaan, juga tidak ada akibat munculnya usia tua dan kematian dan penderitaan lain yang menjadi sifat dari kehidupan." (This question and answer refers to the doctrine of dependent-arising (paṭiccasamuppāda). Where rebirth-consciousness (paṭi-sandhi-viññāṇa) does not arise there is no establishment of an individual (mind-and-body, nāmarūpa) in a realm of existence, nor the consequent appearance of old age and death and the other sufferings inherent in life.)
Rhys Davids, T.W. & William Stede (ed.) (1921-5). The Pali Text Society’s Pali–English Dictionary. Chipstead: Pali Text Society. Mesin pencari daring umum untuk PED tersedia di http://dsal.uchicago.edu/dictionaries/pali/.