Karier [4]
Ia mengawali kariernya sebagai guru Geografi di SMAN 1 Madiun pada periode 1989 hingga 2002.[5] Pada tahun 2002, ia dipercaya menjabat sebagai Kepala SMAN 2 Madiun. Masih pada tahun yang sama, tepatnya 7 Juli 2002, ia diangkat sebagai Kepala Bagian Tata Usaha Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Madiun, kemudian setahun berikutnya menjabat sebagai Penjabat Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Madiun sejak 7 Juli 2003.
Karier birokrasi berlanjut ketika ia dilantik sebagai Kepala Dinas Pendapatan Daerah Kota Madiun pada 6 Desember 2005. Pada tahun 2006, ia kembali dipercaya memimpin Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Madiun. Pada 2009, ia dilantik sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Madiun, jabatan yang diembannya hingga Februari 2018.[6] Selanjutnya, ia menjabat sebagai Wali Kota Madiun untuk periode 2019–2024, 2025–2030.
Program Pemerintahan
Dalam masa kepemimpinannya sebagai Wali Kota Madiun, ia menggagas berbagai program pembangunan daerah. Salah satu program utama adalah Pancakarya, yaitu konsep pembangunan yang mencakup Madiun Kota Pintar, Madiun Kota Melayani, Madiun Kota Membangun, Madiun Kota Peduli, dan Madiun Kota Terbuka. Program ini menjadi dasar visi dan misi Pemerintah Kota Madiun periode 2019–2024 dalam mewujudkan Madiun sebagai Kota Pendekar, yang merupakan akronim dari Pintar, mEelayani, membanguN, peDuli, tErbuka, dan KARismatik.[7]
Selain itu, pemerintahannya memperkenalkan berbagai program tematik, seperti penguatan identitas Madiun sebagai Kota Pendekar, pengembangan destinasi kuliner melalui program Peceland, serta peluncuran ikon Madiun sebagai Kota Sejuta Bunga.[8] Di bidang kesehatan, ia menggagas program Pendekar Obat dan Pendekar Waras sebagai upaya penanganan pandemi COVID-19 di Kota Madiun.[9]
Di sektor pembangunan, pemerintahannya menitikberatkan pada pembangunan infrastruktur perkotaan, termasuk pengembangan kawasan Pahlawan Religi Center (PRC). Di bidang pendidikan, ia juga meluncurkan program pembagian laptop gratis bagi siswa dan guru sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pembelajaran berbasis teknologi.[10]
Pendidikan [4]
Riwayat pendidikannya dimulai dari pendidikan dasar di Ngancar pada tahun 1974, kemudian melanjutkan ke jenjang SMP Negeri di Plaosan pada 1977. Pendidikan menengah atas ditempuh di SMA Negeri 3 Madiun dan diselesaikan pada 1981. Ia meraih gelar sarjana pendidikan Geografi dari IKIP Surabaya pada tahun 1985 dan menyandang gelar Doktorandus (Drs.).[12]
Pada 1996, ia kembali menyelesaikan pendidikan sarjana di bidang Ilmu Hukum di Universitas Merdeka (Unmer) Madiun dan memperoleh gelar Sarjana Hukum (S.H.) Pendidikan pascasarjana ditempuh di Universitas Satyagama Jakarta dengan konsentrasi Manajemen dan lulus pada 1999 dengan gelar Magister Manajemen (M.M.) Selanjutnya, ia meraih gelar Magister Pendidikan (M.Pd.) bidang Teknologi Pendidikan dari Universitas PGRI Adi Buana Surabaya pada 2002.[13] Pada 2023, ia menyelesaikan pendidikan doktoral di Universitas Terbuka Surabaya dengan bidang kajian Administrasi Publik dan memperoleh gelar Doktor (Dr.)[14]