Sejarah
CBD Ciledug Family Mall diresmikan pada tahun 2007.[2] Mal 5 lantai ini dibangun oleh PT Ade Pede Realty, perusahaan pengembang properti yang berkantor pusat di Jakarta. Selain mal, mereka juga mengembangkan kawasan CBD Ciledug dengan mendirikan deretan ruko yang mengelilingi mal. Pada tahun 2015, mereka sempat melakukan peletakan batu pertama untuk pembangunan sebuah apartemen bernama Citara Apartment di CBD Ciledug, meskipun rencana ini tidak terselesaikan.[3]
Pada bulan Mei 2020, CBD Ciledug Family Mall sempat viral di media sosial karena sejumlah video yang memperlihatkan mal yang diserbu pengunjung berbelanja. Hal tersebut diduga melanggar PSBB yang diberlakukan untuk mencegah penyebaran pandemi Covid-19. Buntut dari kejadian tersebut adalah penyegelan mal untuk sementara waktu oleh Satpol PP pada tanggal 19 Mei 2020.[4] Pihak pemilik membantah bahwa mereka telah melanggar prokes dan beralasan bahwa mereka hanya buka pada tanggal 16 dan 17 Mei 2020, ketika masa penerapan PSBB belum diperjelas oleh Pemerintah Kota Tangerang.[5]
Pada tanggal 7 Agustus 2023, PT Sari Indah Lestari, pengelola CBD Ciledug Family Mall, dinyatakan pailit oleh Pengadilan Niaga Jakarta Pusat.[1] Per tahun tersebut, dikabarkan bahwa semenjak pandemi Covid-19, aktivitas komersial di mal sudah berkurang.[6] Hanya beberapa penyewa kunci yang masih tersisa, yakni Matahari Department Store di Lantai GF1, MR.DIY di Lantai 2, dan Cinema XXI, bioskop dengan 7 layar dan kapasitas 1.462 kursi, di Lantai 3.[7] Scan and Go Supermarket sempat hadir di Lantai GF2 pada tanggal 12 Maret 2023, menggantikan peran Carrefour yang tutup pada tahun 2021, tetapi mereka hanya bertahan selama setahun.[8]