Sejarah
Royal Plaza berdiri di atas lahan bekas proyek Hotel Beringin yang pembangunannya mangkrak akibat krisis finansial Asia 1997. Setelah lahan disita oleh Badan Penyehatan Perbankan Nasional, Pakuwon Jati membeli lahan tersebut untuk dikembangkan sebuah mal. Waskita Karya dikontrak untuk membangun mal melalui rancangan arsitektur yang dikerjakan oleh Airmas Asri dan Davy Sukamta & Partners. Pembangunan berlangsung antara bulan Januari 2005 dan Oktober 2006, dengan biaya yang digelontorkan mencapai Rp450 miliar. Menurut Pakuwon Jati, mereka menargetkan pengunjung berkelas menengah dari Surabaya selatan dan Sidoarjo. Royal Plaza secara resmi dibuka pada tanggal 7 Oktober 2006.[2]
Mal ini terdiri atas 6 lantai, termasuk 1 lantai bawah tanah. Penyewa-penyewa kunci Royal Plaza adalah Hypermart di Lantai LG, Matahari Department Store di Lantai G dan UG,[3] Gramedia di Lantai G, Azko di Lantai 1,[4] Flash Fitness, Informa, dan MR.DIY di Lantai 2, dan Cinema XXI di Lantai 3.[5] Royal XXI terdiri atas 4 teater dengan kapasitas 762 kursi. Selain itu, mal juga memiliki dua pujasera, yakni Food Society di Lantai LG dan Studio Foodcourt di Lantai 3.[6][7]