Sejarah
Lahan di mana Trans Park Mall Bintaro berdiri dahulu ditempati oleh Carrefour Bintaro, bagian dari jaringan pasar raya Carrefour. Carrefour Bintaro sendiri merupakan hasil pergantian nama dari Alfa Gudang Rabat Bintaro, pasca akuisisi Carrefour atas Alfa Retailindo pada tahun 2008.[2] Setelah CT Corp membeli Carrefour Indonesia, mereka memutuskan untuk merobohkan gedung dan menyulapnya menjadi mal. Pembangunan dimulai pada tanggal 23 Maret 2018 dalam acara peletakan batu pertama yang dihadiri oleh Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie.[3] Proyek Trans Park Bintaro dibangun di atas lahan seluas 1,7 hektare dengan luas kotor gedung sebesar 130.000 m2. Selain mal, kawasan ini juga meliputi 2 menara apartemen dengan jumlah unit sebanyak 1.480 dan harga jual senilai Rp21 juta per m2, dan fasilitas untuk perkantoran SOHO (small office, home office). Biaya investasi proyek mencapai Rp2 triliun.[4]
Proyek Trans Park Bintaro tutup atap pada tanggal 28 Juli 2019.[5] Mal resmi dibuka pada tanggal 20 Desember 2019.[6] Sementara itu, apartemen Chicago melakukan serah terima kunci pada bulan April 2021,[7] sementara apartemen Manhattan Signature melakukan serah terima kunci pada bulan Desember 2024.[8]
Trans Park Mall Bintaro terdiri atas gedung 6 lantai, termasuk 1 lantai bawah tanah. Mal ini mengusung tema Harajuku, sehingga interior bernuansa Jepang. Penyewa kunci mal saat dibuka aadalah Transmart di Lantai LG, H&M di Lantai G,[9] KidCity di Lantai 2, Trans Snow World di Lantai 3, dan Cinema XXI di Lantai 4. Transpark Bintaro 7 XXI terdiri atas 4 teater dengan kapasitas 523 kursi.[10]
Pada tanggal 16 Desember 2022, Trans Park Mall Bintaro menyambut kehadiran penyewa kunci Metro Concept Store. Toko tersebut menempati Lantai 1.[11]