Sejarah
Plaza Jambu Dua didirikan pada tahun 2007, awalnya sebagai mal di bawah pengelolaan Ramayana Lestari Sentosa. Mal terdiri atas 6 lantai. Lantai LG dan G ditempati oleh penjual barang elektronik, sementara Lantai 1, 2, 3, dan 4 ditempati oleh anak-anak usaha Ramayana: toko serba ada Ramayana Department Store dan pasar raya Robinson Supermarket. Mal terhubung dengan Pasar Jambu Dua melalui jembatan yang melewati Sungai Ciliwung. Lahan menuju jembatan dari Jalan Raya Pajajaran dimiliki oleh PT Graha Agung Wibawa, tetapi pihak pemilik mempersilakan pejalan kaki untuk melewatinya secara bebas.[2]
Pada tanggal 29 Agustus 2017, Robinson Supermarket ditutup.[3] Hal ini disusul dengan penutupan Ramayana pada bulan Januari 2022. Keputusan tersebut dilansir sebagai bagian dari restrukturisasi akibat pandemi Covid-19. Setelah penutupan dua penyewa kunci tersebut, Lantai 1 hingga 4 kosong akan penyewa, menyisakan Lantai LG dan G yang masih diisi oleh penjual barang elektronik.[4]
Pada tahun 2023, pihak pemilik merenovasi Plaza Jambu Dua untuk menyegarkan dan menghilangkan reputasinya sebagai mal mati. Hal ini berbarengan dengan revitalisasi Pasar Jambu Dua di seberang Sungai Ciliwung.[5][6] Pada tanggal 5 April 2024, Plaza Jambu Dua kedatangan penyewa kunci pertama pasca renovasi, yakni bioskop Cinema XXI. Jambu Dua XXI terdiri atas 4 teater berkapasitas 631 kursi dan terletak di Lantai 4.[7]