Berisi perkataan Elihu bin Barakheel, orang Bus, dari kaum Ram. Ia berbicara setelah berakhirnya pembicaraan antara Ayub dan ketiga sahabatnya, Elifas, orang Teman, Bildad, orang Suah, dan Zofar, orang Naama, mengenai pencobaan yang dialami Ayub.
Elihu sebelumnya menahan diri untuk mengemukakan pendapatnya karena ia lebih muda dari yang lain (Ayub 32:4). Akan tetapi, Elihu percaya bahwa dirinya memiliki wawasan mengenai penderitaan Ayub sehingga dapat menasihatkannya tentang sikap benar yang seharusnya diambil di hadapan Allah. Perkataan Elihu berbeda dengan perkataan tiga orang sebelumnya karena menekankan bahwa penderitaan dapat menjadi hukuman Allah yang penuh belas kasihan untuk memperbaiki jiwa (Ayub 33:30) dan menghasilkan hubungan yang lebih intim dengan Allah (Ayub 32:36:7–10). Akan tetapi, seperti penasihat lainnya, Elihu beranggapan bahwa Ayub telah berdosa dan oleh karena itu patut menderita.[3]