Artikel ini berisi tentang binatang laut raksasa dalam Alkitab. Untuk penggunaan lain, lihat Lewiatan (disambiguasi). Untuk paus prasejarah, lihat Livyatan. Untuk buku karya Thomas Hobbes, lihat Leviathan (buku).
Lewiatan (bahasa Ibrani:לִוְיָתָןcode: he is deprecated , translit.Livyāṯān; bahasa Yunani:Λεβιάθανcode: el is deprecated ) adalah seekor naga laut raksasa yang tercatat dalam teologi dan mitologi. Lewiatan disebutkan dalam Alkitab Ibrani, sebagai sebuah metafora bagi kekuatan musuh yang digdaya, khususnya Babel. Naga laut ini disebutkan dalam Kitab Mazmur, Kitab Ayub, Kitab Yesaya, dan kitab pseudopigrafaKitab Henokh.[1] Lewiatan sering kali menjadi personifikasi dari kekacauan yang mengancam kana menelan orang-orang fasik setelah kematian mereka. Pada akhirnya, naga ini akan dibinasakan. Para teolog Kristen mengidentikkan Lewiatan dengan iblis yang merepresentasikan dosa mautiri hati. Menurut Diagram Ofit, Lewiatan dipandang sebagai makhluk yang melingkupi seluruh dunia materi.
Leviathan merupakan sesosok malaikat yang melambangkan kebencian, Iri hati, kedengkian, serta penyebaran fitnah. Nama tersebut berasal dari bahasa Ibrani kuno (לִוְיָתָן; Livyatan/Liwyāṯān) yang berarti “melilit” atau “mencengkram”. Alkitab telah mendeskripsikan Leviathan sebagai entitas berbentuk naga laut yang mengganggu keharmonisan ciptaan Allah dalam berbagai segmen. Seperti yang tertulis pada Kitab Ayub (Pasal 41), Kitab Mazmur (Pasal 74), Kitab Yesaya (Pasal 27), dan Kitab Henokh.[2]
Menurut pandangan para Bapa Gereja ( Pater Ecclesiae), Leviathan merupakan malaikat suci yang menjadi tercela karena Iri hati. Sikap buruk tersebut telah menimbulkan kebencian, berbagai bentuk penolakan terhadap kebahagiaan orang lain, serta menumbuhkan keinginan tertentu untuk menghancurkannya.[3]
Thomas Aquinas melalui Summa Theologica meneguhkan pendapat bahwa Leviathan berhubungan secara langsung dengan iri hati. Dosa ini selalu menimbulkan berbagai sifat buruk seperti kedengkian, pertikaian, dan perilaku destruktif. Seluruh sifat tersebut mencerminkan bagaimana gambaran Leviathan yang selalu melilit, mencengkram, serta merusak segala sesuatu yang berasal dari Allah.[4]
Selain berfungsi sebagai simbol dari kebencian dan Iri hati, Leviathan pun berperan sebagai penyebar fitnah. Tradisi rohani menekankan bahwa Iri hati selalu berbuah dalam kata-kata palsu yang berbentuk perumpamaan, mencemarkan nama baik seseorang, serta perpecahan yang memutus persaudaraan.[5]
Leviathan dalam Kitab Suci
Kitab Ayub Pasal 41 menggambarkan Leviathan sebagai makhluk perkasa yang tidak terkalahkan oleh siapapun, kecuali Allah.
Kitab Mazmur Pasal 74:14 menyebut bahwa Allah akan menghancurkan Leviathan sebagai tanda kemenangan terhadap kuasa kegelapan.
Kitab Yesaya Pasal 27:1 menegaskan bahwa Tuhan akan menghukum Leviathan, sang “ular tangkas” dan “naga laut" pada akhir zaman.[6]
Penafsiran Alkitab
Menurut Alkitab, Leviathan merupakan sosok malaikat tercela yang menolak kehendak Allah karena iri hati, Penyebar fitnah yang menimbulkan pertikaian melalui kata-kata palsu berbentuk perumpamaan, dan musuh rohani yang bertentangan dengan kehendak Allah.
Leviathan muncul dalam Kitab Suci sebagai kekuatan kosmik, kemudian berkembang dalam tradisi agama Kristen sebagai malaikat yang sangat jahat. Leviathan melambangkan kedengkian, Iri hati, fitnah, serta perselisihan dengan ciptaan Allah. Pandangan teologis menegaskan bahwa Allah tetap berdaulat sampai selama lamanya, sementara Leviathan tidak akan pernah menandingi kekuatan Allah.
Referensi
↑Miller, Robert D. (2025). "Leviathan". Dalam Grafius, Brandon R.; Morehead, John W. (ed.). The Oxford Handbook of Biblical Monsters. Oxford: Oxford University Press. hlm.174–185. doi:10.1093/oxfordhb/9780197565056.013.0009. ISBN9780197565087.