Ayub 11:13–20 = Anjuran Zofar supaya Ayub merendahkan diri di hadapan Allah
Ayat 2
"Apakah orang yang banyak bicara tidak harus dijawab? Apakah orang yang banyak mulut harus dibenarkan?"[3]
Zofar menuduh Ayub dengan tajam bahwa ia membenarkan diri (Ayub 11:4–6) dan keras kepala (Ayub 11:13-20), dengan mengatakan bahwa Ayub sepantasnya harus lebih menderita lagi daripada sekarang (Ayub 11:6). Ia berpendapat bahwa jikalau Ayub berbalik dari dosa, penderitaannya akan segera berakhir dan keamanan, kemakmuran, dan kebahagiaannya akan kembali (Ayub 11:13–19). Perkataan Zofar mengandung kesalahan teologis yang serius. Alkitab tidak pernah menjamin hidup yang "lebih cemerlang daripada siang hari" (Ayub 11:17) bagi orang percaya yang setia. Sebaliknya, "untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah kita harus mengalami banyak sengsara" (Kisah Para Rasul 14:22).[4]
Ayat 13
Jikalau engkau ini menyediakan hatimu, dan menadahkan tanganmu kepada-Nya;[5]
"Menyediakan hati" (bahasa Inggris:direct your heartcode: en is deprecated ) adalah pepatah yang digunakan oleh Yudaisme Rabbinik untuk menggambarkan persiapan meditatif sebelum berdoa (bandingkan Ayub 5:8; 8:5–6).[6]
Referensi
↑J. Blommendaal. Pengantar kepada perjanjian lama. Jakarta:BPK Gunung Mulia, 1983. ISBN 979-415-385-0, 9789794153857
↑(Indonesia) WS Lasor, Pengantar Perjanjian Lama 2, sastra dan nubuatan. Jakarta: BPK Gunung Mulia. 1994.
↑The New Oxford Annotated Bible with the Apocrypha, Augmented Third Edition, New Revised Standard Version, Indexed. Michael D. Coogan, Marc Brettler, Carol A. Newsom, Editors. Publisher: Oxford University Press, USA; 2007. ISBN 0-19-528881-5, 978-0195288810