Alkitab Versi Raja James: Then I said I shall die in my nest and I shall multiply my days as the sand
Bagian pertama ayat ini wa·'o·mar im-qi·ni eg·wa; dapat diterjemahkan:
"Dan kupikir: dalam sarangku aku akan meninggal;"
Kata yang diterjemahkan sebagai "binasa" atau "meninggal" di sini berasal dari akar kata "גָּוַע" (ḡā·wa‘) yang dipakai di Kitab Kejadian dalam konteks "meninggalnya" (= menghembuskan nafas terakhir, mati dengan tenang) Abraham,[4]Ishak,[5] dan Yakub.[6]
Bagian kedua ayat ini we·ka·khol ar·beh ya·mim. dapat diterjemahkan:
"Dan seperti pasir kuperbanyak hari-hari(-ku)."
Kata "חול" (khol) pada umumnya diartikan "pasir" seperti dalam ayat "keturunanmu sebagai pasir di laut, yang karena banyaknya tidak dapat dihitung."[7]. Namun, sejumlah rabbi menafsirkan kata yang sama ini dalam arti "burung feniks" (bahasa Inggris:Phoenixcode: en is deprecated ), burung ajaib yang banyak dikagumi pada zaman kuno. Osaia dalam buku "Bereshith Rabba" (Komentari Kitab Kejadian; Commentary on Genesis) mengatakan mengenai burung ini, "bahwa semua hewan menaati wanita (dalam memakan buah larangan) kecuali seekor burung dengan nama חול chûl, yang mana dikatakan dalam Kitab Ayub, 'Aku akan memperbanyak hari-hariku seperti כחול kechûl.'" Jannai menambahkan, bahwa "burung ini hidup seribu tahun lamanya, dan di akhir seribu tahun itu, api menyala dari sarangnya dan membakarnya habis, tetapi secara ajaib akan tertinggal sebutir telur, dari mana anggota-anggota tubuhnya akan tumbuh dan ia akan bangkit hidup kembali:" bandingkan dengan Nonnus dalam "Dionys. Lib. 40. Martial", Claudian, dan lain-lain dalam "Bochart, Hieroz. P. ii. Lib. vi. c. v. pp. 818-825". Namun, terjemahan yang lebih tepat, tanpa keraguan, adalah yang paling lazim, dan sangat umum dalam Alkitab untuk melambangkan jumlah yang sangat besar tak terbatas dengan "pasir" (Kejadian 22:17; Hakim-hakim 7:12; Habakuk 1:9). Perbandingan yang mirip dengan hal ini terdapat dalam "Ovid, Metam. Lib. xiv. 136ff:"[8]
Referensi
↑J. Blommendaal. Pengantar kepada perjanjian lama. Jakarta:BPK Gunung Mulia, 1983. ISBN 979-415-385-0, 9789794153857
↑(Indonesia) WS Lasor, Pengantar Perjanjian Lama 2, sastra dan nubuatan. Jakarta: BPK Gunung Mulia. 1994.